NovelToon NovelToon
Melati

Melati

Status: sedang berlangsung
Genre:Percintaan Konglomerat / Cinta Terlarang / Romansa / PSK
Popularitas:85.9k
Nilai: 5
Nama Author: Jenk kelin

Melati...

Cantik, kan? Tentu saja. Nama itu sesuai dengan parasku.

Cantik, anggun dan berkelas.

Semua ku dapat dalam genggamanku. Semuanya. Tapi tidak dengan kebahagiaan.

Akankah kutemukan kebahagiaan itu? Apakah masih ada jatah bahagia untuk seorang ja lang sepertiku?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jenk kelin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Rasamu

Dara menatap Brian yang sedang makan dengan lahap. Siang ini ia masak beef teriyaki, udang tempura sama tumis brokoli jamur. Tapi Brian malah pilih makan sayur sisa semalam.

Ada gudeg, cecek, telur bacem, sambel terasi plus kerupuk.

"Sayurnya dimakan, Mas." Tawar Dara.

"Ini saja, kan sudah kubilang nggak usah repot-repot masak."

Dara diam saja. Bagaimana bisa ia ngasih sayur semalam untuk suaminya? Tapi dimasakin yang lain tetep nggak di makan juga.

Sekarang tinggal Dara kebingungan, mau di taruh mana makanan sebanyak ini?

Ia sudah sering memberikan makanan untuk security, OB sampai tetangga sebelah. Alasannya bukan karena ia baik hati, tapi makanan yang di masaknya kadang nggak dimakan Brian. Nggak mungkin Dara makan sendiri, nggak akan habis.

Pernah berfikir untuk gojekin ke mertuanya, tapi pasti disana sudah banyak makanan. Apalah arti masakan ini dibanding dengan masakan koki rumah mertuanya.

"Oiya, tolong kamu bungkusin satu ya." Pinta Brian.

"Buat siapa, Mas?"

"Buat Zain." Jawab Brian singkat. Ia fokus menghabiskan makanannya.

Wajah Dara mendadak cerah, ia sigap mengambil rantang dan menata makanannya dengan semangat.

"Sebungkus aja, Dar. Jangan pake rantang, kebanyakan." Tegur Brian.

"Nggak apa-apa, biar cepet habis. Nanti Zain bisa makan bareng teman-temannya."

Brian meminum air putih, lalu beranjak mencuci tangannya.

"Aku buru-buru, habis ini masih ada meeting. Aku langsung pergi, ya?" Pamit Brian sambil melap tangannya yang basah.

Dara mengulurkan rantangnya, ia mengantar Brian sampai pintu.

***

Selesai mandi, aku kelaparan. Tadi pagi cuma sempat sarapan sandwich tuna sama jus.

Ku intip isi dalam kulkas, yak ampun, kosong. Tinggal telur sebagai penghuni yang nggak boleh absen dari kulkas.

Pindah ke kabinet atas, tinggal sisa Indomie tiga biji.

Sudahlah, sementara isi perut pake Indomie dulu. Setelah ini aku harus ke kantor. Brian menyuruhku datang siang ini.

Aku masak Indomie sambil melamun, memikirkan apa yang akan terjadi setelah kontrakku dengan Mas Bima berakhir nanti.

Aku memekik saat tak sengaja tanganku menyentuh bibir panci.

"Awww..." Ku nyalakan kran air untuk membasuh tanganku yang perih.

"Masak air aja nggak bisa." Brian mencibirku.

Aku menoleh, sejak kapan dia disitu, sih?ain masuk-masuk aja, mentang-mentang yang punya tempat.

"Masuk unit orang tanpa permisi, bakat jadi maling ya?" Balasku sambil melap tangan.

Brian meraih kotak P3K, ia mencari salep luka. Lalu mengoleskan ke tanganku yang melepuh, meniup-niupnya dengan hati-hati.

Aku diam saja, ni anak kesurupan kali ya? Batinku.

Brian mematikan kompor lalu duduk di sebelahku.

"Makanlah, nggak baik makan micin terus." Ia membuka rantangan yang tadi dibawanya, ia juga mengambil piring dan sendok dan menyiapkan di depanku.

Aku mengernyit, "ini masakan Dara?"

"Hmm... gumamnya." sambil menyendokkan nasi ke piring.

Aku memakan tumis brokoli jamur yang kelihatannya menggoda. Ya ampun, ini enak banget. Aku makan dengan lahap, tak peduli dengan tatapan Brian.

"Laper apa doyan?" Cibirnya saat aku menyendok nasi lagi.

Aku nyengir, nggak bisa jawab, mulutku penuh makanan.

"Habiskan, kamu terlalu kurus." Celetuk Brian.

Aku melotot, begini dibilang kurus, dia suka cewek gemoy apa gimana?

"Aku sexy ya, bukan kurus." Protesku.

"Bagian tertentu aja sih yang sexy." Gumamnya sambil melirik dadaku. Aku mendelik, tahu yang dia maksud.

"Lusa kontrak kita dimulai. Kamu bisa pulang ke rumah atau mau tinggal disini, terserah. Apartemen ini sudah jadi milikmu." Brian menyodorkan map di meja.

"Itu sertifikat hak milik." Lanjutannya.

Belum apa-apa udah dikasih apartemen.

"Dewan memintaku berhenti. Aku nggak bisa tinggal di rumah kalau masih jadi baby." Ucapku sambil nyemilin udang tempura.

"Kamu jawab apa?"

"Aku minta waktu."

"Kamu bisa tetap pulang kerumah, aku ijinkan. Toh aku Daddy mu, kita bisa melakukannya dimana aja kan?" Jawab Brian santai.

"Termasuk di rumahku?" Tanyaku sedikit menantang. Brian nggak akan berani, karena dirumah banyak ART, juga ada Dewan.

"Siapa takut, justru itu tantangannya!?" Seringai Brian membuatku kehilangan nafsu makan. Hmm... atau mungkin karena sudah kenyang ya?

Ku cuci tangan di wastafel, lalu berjalan menuju kamar.

"Pakai pakaian yang pantas, aku nggak mau lihat dada kamu kemana-mana." Ucap Brian sambil menatap layar ponselnya.

Aku menghentakkan kakiku sebal, mana punya aku pakaian yang pantas.

Setengah jam aku memilih dress yang cocok, yang menurut Brian pantas. Pakaianku rata-rata terbuka dadanya. Ada yang sedikit tertutup tapi bagian bawahnya aduhai. Aku hampir frustasi saat walk in closetku dibuka.

Brian nongol dengan muka masamnya.

"Lama banget sih, Non? Kita cuma ke kantor, bukannya kondangan."

Aku meliriknya cuek, Brian tiba-tiba diam saja. Sepertinya dia menyadari kesalahannya, berani masuk ke kamarku tanpa permisi, terima sendiri akibatnya.

Saat ini aku dalam keadaan te lan jang, tanpa sehelai benang pun yang melekat di tubuhku.

Aku yakin Brian kepanasan. Momen ini ku gunakan untuk berlama-lama memilih pakaian.

Brian keluar dari walk in closet dengan muka merah. Aku tersenyum mengejek.

Lalu saat aku meraih pakaianku yang tergantung di lemari atas, Brian masuk lagi dengan membawa selimut dan menutupi tubuhku dengan itu.

Aku cemberut dan terpaksa duduk saja melihat Brian memilihkan pakaian untukku.

Melihat Brian tak berani menatapku, tiba-tiba muncul ide jahil dikepalaku.

Aku membuang selimut lalu menghampiri Brian. Kutempelkan dadaku di punggungnya lalu kuraba dadanya dari belakang. Dia sedikit tersentak, tapi diam saja, tak ada perlawanan.

"Hei, apa kamu benar-benar nggak berani menyentuhku sebelum lusa?" Bisikku ditelinganya. Tanganku sudah turun perlahan membelai perutnya.

"Minggir, kita buru-buru." Ucapnya galak.

"Aku nggak masalah menunda setengah jam. Atau kamu mau lebih? Ups..." Desahku di leher, tepat dibawah telinganya.

Brian menahan tanganku yang sudah siap membuka resleting celananya. Dia membalikkan badan menghadap ke arahku.

"Kamu mau apa?" Tantang Brian, kedua tangannya menahan pinggangku.

Aku mengalungkan kedua tanganku di lehernya.

"Aku mau tahu rasamu." Kerlingku sambil menggigit bibir bawah.

Brian menaikkan alis, aku mengecup bibirnya sekilas, dia diam saja. Aku makin berani.

Brian terpancing dengan sentuhanku, dia mulai membalas menciumku lebih dalam. Tangannya mulai pro menyentuh bagian-bagian sensitif tubuhku.

Aku terlena, sungguh.

Brian tahu titik-titik sensitif yang membuatku makin tak terkendali.

Dia merebahkan tubuhku diatas meja tempat menyimpan perhiasan. Kini wajahnya tepat didepan area sensitifku.

Aku mendesah saat lidahnya bermain di bawah sana. Entah apa yang dilakukannya, aku semakin melayang, kulebarkan lagi pahaku.

Lidah Brian semakin bermain indah, aku semakin terhanyut. Lalu saat gelombang itu akan datang, kurasakan Brian menarik lidahnya dari sana.

Aku membuka mata, Brian menjilati bibirnya lalu menyeringai menatapku.

"You wish, baby." Ucapnya sambil berlalu keluar, meninggalkanku menganga di atas meja.

Sialan.

***

1
Madonna Donna
hallooo 🤨
Vlink Bataragunadi 👑
ahiiiiiw /Facepalm/
Vlink Bataragunadi 👑
eeeeeeh/Chuckle/
Vlink Bataragunadi 👑
iiih kalian iseng bangettt/Facepalm/
Mamah Aish
awal nya maju mundur mau lanjut baca ,,tapi dari sini udah enak dibaca ,,aku suka thorr
Esti Purwanti Sajidin
kpn ka mel di bikin sibuk ka otor
sryharty
Doni patah hati mel,,karena tambatan hatinya malah pacaran sama Ade kamu,, wkwk
Esti Purwanti Sajidin
mel yg di sayang kita yg guling2 gigit2 bantal,,,wewww suami mna suami
Esti Purwanti Sajidin
di bikin hamil biar mel lebih bahagia
Madonna Donna
Mau mandiii kucing 🐱🐈🤭😊
Siska habibah
jeng mau kaya brian di dunia nyata ada g ya🤭
Siska habibah: /Facepalm//Facepalm/
total 2 replies
sryharty
tenang marni
bang Brian memberi restu kalian ko
brian cuma lg nguji kamu doang biar makin kuat
Esti Purwanti Sajidin
pokokna klo teh meli udah keluar di cerita behhhh langsung wae greget yakaaannn
sryharty
entah lah mau komen apa aku ini
Jenk kelin: komen dong jenk, biar seru nih/Applaud/
total 1 replies
sryharty
nah gitu dong Marni,,
kamu juga harus ikut memperjuangkan ketulusan. cinta dewan
buat Zain kamu hebat bisa menyadarkan marni
Madonna Donna
novel ini sangat hidup
tokoh tokohnya keren
dialognya kekinian membuat para pembaca terkoneksi ke situasinya.
tulisannya menjadi candu yg nikmat terasa saat dibaca.

great job
you're the best Jeng Kelin ❤️🌹
Jenk kelin: ayo kita ngopi jenk. tersanjung akutu/Grin//Smirk//Pray/
total 1 replies
Madonna Donna
"... dalam hitungan ketiga, kamu lupa semuanya." 😀😁😂🤣
Anna Kusbandiana
wah bskalan sda doble date wedding nih....😅😅😅😘👍💖💖💖
Esti Purwanti Sajidin
ahhh sweet bgt,berasa se uprit baca nya,boleh serakah gak sih ka otor up yg byk
Jenk kelin: boleh kakaaakkk/Sob/ tapi tunggu otor kilap yak/Drool/
total 1 replies
Madonna Donna
apa cuma aku yg bayangkan ;
adegan situasinya..
dialognya..
complicated nya..
haa haa haa 🤣

you did it JENG KELIN ❤️🌹
Jenk kelin: let's we do it babe/Smirk//Kiss//Kiss/
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!