Kisah seorang gadis bernama ara yang dikhianati kekasihnya, tanpa sengaja dia dipertemukan dengan malaikat tanpa sayap yang ternyata pacar dari selingkuhan kekasihnya. Bagaimana kisah mereka selanjutnya? Apakah ara akan tetap melanjutkan kisahnya dengan kekasihnya? atau akan merelakan kekasihnya begitu saja? ikuti kisahnya di "My CLick Girl" ❤️
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon musbich, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 22
"Mana mungkin kinara punya pacar, dia ini cewek galak. Bikin masalah dengan pacar orang sering dia,” Celoteh chika.
“Apaan sih? aku emang uda punya pacar,” pipiku memerah mencoba membela diriku sendiri.
“Kalau begitu aku ada kesempatan mendekati sahabatmu ini kan kalo dia jomblo?” sahut marchel minta persetujuan Chika.
“Tentu saja boleh biar dia nggak jomblo terus dan nggak buat malu aku karena nyium pacar orang sembarangan, aku mana ada muka menatap orang yang kau cium itu,” chika kesal.
“Hey, kamu nyium pacar orang?” marchel melihatku dan terkekeh seperti nggak percaya.
“Aku mencium pacarku sendiri,” Jawabku.
“Kamu jangan ngaku ngaku ya ra. Aku malu banget kalo ketemu dia tau!” sahut chika.
“Kamu berani sekali, kenapa kamu nggak ciuman sama aku aja? Cewek yang ku cintai aja nggak mau ku cium, padahal kita di luar negeri. Masa bodoh dengan nama nya kehormatan, dia lebih mementingkan kehormatan nya,” Celoteh marchel.
“Aduh… sudah ku bilang kalo aku mencium pacarku sendiri,” Belaku karena Marchel nggak percaya, pipiku seperti kepiting rebus. Sudah merah sekali.
Malam ini kami berbincang lama sekali. Entah berapa banyak kentang goreng yang kami makan. Kami ngobrol kesana kemari nggak jelas, ketawa ketiwi seperti sudah mengenal lama dan saling tukar nomor hape.
Dan nggak terasa waktu menunjukkan pukul 9 malam. Kami berkumpul mengikuti acara api unggun dan nanti tengah malam juga ada acara menjelajah mencari jejak bersama dengan masing masing kelompok. Setelah acara api unggun kami berkumpul bersama kelompok masing masing.
Tiba tiba pesan masuk di hapeku dengan nama marchel.
🐡
‘aku butuh bantuan, cepat datang ke ruang 1 ya.’ 🐡
Kenapa ya dengan nih cowok? Tanpa berpikir panjang aku sedikit berlari mencari ruang 1, ruang 1 adalah tempat yang sudah disewa untuk tempat kita menginap dan tidur selama di kebun teh. Tempat nya semacam aula besar tapi saat ini kosong hanya berisi barang barang saja.
Gelap dan ku coba menyesuaikan mataku dalam kegelapan. Akhir nya mataku mulai bisa melihat ada seseorang yang mendekatiku.
“Akhirnya kamu datang juga. Karena di sini tidak ada siapa siapa, aku akan sedikit bermain denganmu,” Kata marchel tersenyum.
“Apa maksudmu marchel? Jangan macam macam padaku," Kataku menyelidik dan berhati hati mundur teratur.
“Sudahlah jangan pura pura suci kinara, kamu suka dengan ciuman kan? Kita hanya akan berciuman, tidak lebih," dia Mencoba memegangku sambil menyeringai puas tapi ku singkirkan tangan nya dengan kasar.
“Jaga kelakuanmu! Aku tidak berciuman dengan orang sembarangan,” kataku geram.
“Sudahlah jangan munafik, orang yang ku cintai tidak mau berciuman denganku. Kenapa aku tidak berciuman denganmu saja? Kita akan sama sama puas," kara marchel menyeringai.
“Kenapa harus aku?” kataku merah padam, rasanya jijik melihat orang di depanku ini.
“Karena pacar orang saja kamu cium dengan gratis, kenapa kamu juga tidak menciumku dengan gratis?” kata nya mulai mendekatiku.
Aku mulai mundur dan ingin berlari tapi tangan nya mencengkeramku dengan kuat. Ku coba meraih sesuatu yang ada di dekatku, ku pukul dia dengan sapu dan dia kesakitan. Tapi dia terlalu kuat dan sekarang dia sudah hampir menciumku. Tuhan tolong kirimkan malaikat padaku.
“Braakkk….” Marchel tersungkur menabrak bangku.
Aku mengginggil ketakutan di pojok ruangan. Ku coba memahami siapa yang datang. Dan ternyata bisma yang menyelamatkanku. bisma menonjok nya berkali kali sampai marchel berdarah darah.
“Hey, apa yang kamu lakukan?” marchel mencoba menahan sakit karena pukulan bisma.
“Seharus nya aku yang bertanya padamu, kenapa kamu macam macam dengan pacarku, hah?” bisma mencengkeram kerah baju nya.
“Temannya tadi si chika yang bilang kalo kinara pernah mencium pacar orang di depan mata nya. Kenapa aku nggak boleh mencoba menikmati bibirnya? ”
“Aku pikir kamu sudah berubah," kata bisma dingin menatap nya.
“Kamu tau, citra tidak pernah bisa mencintaiku. Dia kembali ke endonesa demi kamu. Citra lebih baik dari dia, kamu tau nggak sahabat kinara tadi bilang kalo kinara pernah mencium pacar orang secara paksa. Aku nggak pernah bisa dengan citra, aku akan bermain dengan kinara saja, putuskan dia kembalilah ke citra," Terang marchel.
“braaaakkk….” Sekali lagi bisma menonjok nya hingga tersungkur menabrak meja lainnya. Bisma mendekatkan diri pada tubuh marchel.
“Aku mengalah sejauh ini padamu tapi tak pernah kamu gunakan kesempatan yang kuberikan dengan baik,” Kata bisma dingin.
“Apa maksudmu?”
“Aku mengalah padamu agar kamu bisa dengan citra, agar hubunganku dan kamu tetap baik baik saja. Kenapa kamu tidak menggunakan kesempatan itu?” bisma tetap dingin menatap nya.
“Cinta nggak bisa dipaksa bis. Dia tetap mencintaimu. Kembali saja pada nya,"
“Kamu pikir semudah itu setelah dua tahun berlalu? Aku tidak yakin dia masih suci,” Kata bisma lebih dingin.
“Jangan omong kosong bisma, kamu tau dia sangat mencintaimu melebihi apapun. Aku yang menjaga nya selama ini, jadi aku pastikan citra masih suci. Aku sangat mencintai nya, jadi kembali saja padanya,”
“Kenapa kamu tidak berjuang, bodoh!” teriak bisma pada marchel.
“Aku kalah denganmu!” kata marchel meringis seperti setengah gila.
“Aku sudah tidak menginginkan nya. Dan kamu jangan mendekati atau menyentuh pacarku lagi. Atau kamu akan berurusan denganku. Aku sudah cukup mengalah padamu. Jika kamu sentuh dia lagi, aku tidak yakin akan mematahkan tanganmu,” kata bisma memperingati.
“Kenapa nggak patahin sekarang aja?”
“Karena aku masih sadar kamu adalah sepupuku, jika sudah ku peringatkan tapi kamu masih mendekati pacarku maka kita bukan sepupu lagi,” Kata bisma berdiri, mendekatiku dan mencoba membantuku berdiri.
Bisma membawaku pergi dari ruang1, membawaku ke tempat panitia yang lebih nyaman.Tapi tentu saja tempat nya masih sepi karena semua mahasiswa sedang menjelajah mencari jejak.
Aku masih gemetar duduk satu sofa dengan nya dan bisma mencoba menenangkanku. Dia menyodorkan air mineral supaya ku minum dan ku terima niat baik nya.
“Kamu kenapa hanya galak padaku saja? Kenapa kamu nggak melawannya tadi?” Tanya bisma, masih tersimpan rasa dendam di matanya.
“Kamu ini, sekuat apapun aku, tetep aja aku perempuan. Kamu nggak tau aku sudah memukul nya dengan sapu?”sahutku mulai bertenaga untuk berdebat dengannya.
Ahh... the power of love, kekuatanku pulih hanya dengan berada di dekatnya. Keajaiban!
“Maksudnya kamu mencium pacar oranglain itu kamu nyium siapa? Kamu ciuman dengan selain aku?”Tanya bisma dingin.
“Tentu saja enggak, ah kamu ini menyusahkan aku saja. Chika mikir citra itu pacar kamu, dan kamu inget kejadian aku nyium kamu di ulangtahun vino? Chika pikir aku nyium pacar orang. Setiap hari chika menyuruhku meminta maaf padamu. Kamu kan tau itu,” kataku sebel dan dia hanya tersenyum ringan melihatku.
“Kenapa kamu nggak komentar? Marchel itu sepupumu? Benarkah?” tanyaku.
“Iya, kamu nggak liat wajah kami sama tampannya? Hanya saja lebih tampan aku jauh,” Jawab bisma terkekeh.
“Dan kalian sama mesum nya,” Jawabku terkekeh juga.
“Seperti nya kamu sudah baikan,sudah bisa tertawa?” suara bisma semakin berat dan dia meraih kepalaku, mengecup bibirku.
“Bisma…” kataku masih berusaha mengimbangi ciumannya.
“Panggil aku sayang!” katanya dengan terus menyerang bibirku.
Aku tidak bisa menolak, aku hanya pasrah diciumnya malam ini. Ciumannya semakin panas dan menuntut. Tangannya sudah kemana mana dan tanganku reflek ada di lehernya dan sedikit meremas rambutnya.
“Ini hukuman karena kamu mendekati sepupuku,”katanya serak.
“Dia yang mendekatiku, bukan aku yang mendekatinya,” Belaku. Tapi bisma tidak menggubris omonganku, menyerang leherku dan menghisapnya lembut.
“Tapi kamu nggak menolak nya,” Dia menghentikan ciuman nya dan kembali duduk tenang di sofa sampingku.
“Tapi nggak sampe dia bergelayut manja ditanganku kan?”
“Tapi membuatnya ingin langsung menciummu, lebih parah mana?” sahut bisma.
“Itulah pesonaku,”kataku sambil mengedipkan mata padanya.
“Jangan mengedipkan mata seperti itu ke orang lain,” Kata bisma kemudian.
“Hey, ini pertama kali ku lakukan untukmu, perdana tau,” Kataku sambil mengecek tangannya tadi yang berkali kali menonjok marchel sampai babak belur.
“Nggak papa," Kata bisma sambil menyembunyikan tangannya.
“Kamu nggak usah memukulnya seperti itu, apa kata mamamu nantinya?”
“Apa aku harus diam saja kalo ada yang macem macem sama kamu?”
“Se'enggak nya kamu tidak perlu mengotori tanganmu untuk menyentuh laki laki sebrengsek dia. Kenapa juga kamu bisa punya sepupu brengsek seperti dia.” Protesku.
jangan lupa like, comment and vote ya 🌴🌴
ku tunggu jejaknya... ❤️
selamat menikmati dan hepi reading, semoga suka 🤗
tapi si Bisma juga cueknya kebangetan sama Ara..