tiga tahun sudah pernikahan kita...Dipaksa menikah di usia muda ketika kita masih duduk di bangku SMA..
Tak ada kontak fisik. Di rumah seperti orang asing. Aku tahu Aksa memiliki ke kasih tapi apa salah ku. Hingga batas kesabaran ku hilang juga.
"Kak Aksa aku ingin gomong".
"Kalau ngomong ya ngomong aja Bintang".
"Kak mari kita berpisah".
Apa Aksa mengabulkan permintaan Bintang. Atau mempertahankan pernikahannya ???
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon vita no, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Liburan Di Puncak
Setelah selesai sarapan dan aku sudah beres bereskan dapur. Setelah dapur bersih dan nggak ada yang kotor lagi, aku mengambil tas ransel yang akan aku bawa ke puncak.
"Kak, Bintang pergi dulu ya." Aku pamit pada kak Aksa sambil menyalami tangan kak Aksa dengan takzim.
Setelah itu aku jalan ke dekat halte yang ada di depan Apartemen ini. Aku lihat Mila dan Silvi sudah menunggu ku disana. Tanpa aku sadari kak Aksa membuntuti ku dari belakang dengan menggunkan motor sportnya.
"Sudah lama ya Mil, Sil. Maaf ya aku telat. Membuat kalian menunggu."
"Nggak juga kok, kami juga baru sampai. Yuk naik, biar kita berangkat lagi."
"Let's go." Ucap Mila sambil teriak.
Aku duduk di belakang. Sedangkan Silvi duduk di samping Mila. Musik dihidupkan oleh Mila dengan keras. Mebuat kami sama sama bernyanyi di dalam mobil.
"Ternyata enak juga ya liburan setelah selesai ujian ini."
"Benar Bin, untung ada vila Mila yang bisa buat kita mengisi liburan ini."
"Aku yang sangat senang malahan, kalian mau diajak liburan. Kalian kan tahu sendiri mimi dan pipi ku sering dinas keluar negri. Sebagai anak tunggal aku merasa kesepian. Kalau nggak ada kalian, pasti aku kesepian kali."
"Sudah jangan sedih Mil. Kan tujuan kita liburan buat happy happy bukan buat melow."
"Benar yang diucapkan Bintang, Mil."
Setelah menempuh perjalanan empat jam, akhirnya kami sampai juga di vila Mila. Tempatnya sangat asri, udaranya sangat sejuk dan pemandangannya sangat indah.
"Wah sejuk kali ya Mil udara disini."
"Iya Sil. Yuk kita masuk dulu. Kita letakkan barang bawaan kita dulu ke kamar. Setelah itu baru kita buat list liburan ini."
Aku hanya mengikuti Mila dan Silvi menuju kedalam vila. Dengan membawa barang bawaan masing masing. Vila Mila cukup besar dengan lantai dua. Di atas ada dua kamar, dibawah juga ada tiga kamar. Satu kamar pembantu, dua lagi kamar tamu. Dan ada ruang kelurga, ruang tamu, dapur dan di belakang ada kolam renangnya.
"Enak ni kalau kita berenang ni Mil."ucap Silvi dan aku hanya menganggukkan kepala ku tanda setuju setuju aja.
"Ya udah kita tidur satu kamar atau pisah pisah ni!"
"Menurut ku, mending kita satu kamar aja. Biar bisa seru seruan."ucap ku dan dianggukan oleh Silvi.
"Mau kamar atas atau kamar bawah aja? Kalau kamar atas, kita bisa duduk dibalkonnya sambil melihat bintang bintang. Kalau kamar bawah ya kita duduknya di teras.ha...ha...ha..."ucap Mila sambil tertawa.
"Kita tidur di atas aja kali Mil. Biar nanti malam kita duduk dibalkon. Aku mau lihat suasana malam hari dari atas."
"Ok lah Sil aku setuju aja. Kamu setuju kan Bin."
"Aku ikut aja Mil."
Dan kami menentukan kalau kami akan tidur disatu kamar yang sama dan memilih kamar yang ada di atas. Sesampainya di atas, kami mulai menyusun barang bawaan masing masing ke dalam lemari yang ada. Setelah selesai berberes, kami merebahkan tubuh di atas kasur yang begitu luas. Pas buat kami bertiga.
"Uh perut ku sudah mulai lapar ni guys. Yuk kita cari makanan di luar."
"Yuk lah Sil. Bin bangung Bin, kita keluar yuk cari makanan dulu. Kebetulan pembantu di Vila ini nggak ada kemungkinan dia masuk dua hari lagi. Soalnya si mbok izin anaknya mau lahiran."
Bintang yang baru bangun malah bengong mendengar ucapan Mila yang panjang kali lebar.
"Uh kamu lagi ngomong apa sih Mil."tanya ku dengan tampang bantal ku.
"Udah sana Bin. Cuci wajah mu aja, biar kelihatan segar. Kita mau cari makan ni."
"Oo..ok lah. Bentar ya."aku bergegas untuk cuci muka dan berganti pakaian dengan pakaiaan santai. Dan kami berjalan keluar vila dengan menggunakan mobil Mila membeli makanan dan bahan makanan untuk stock kami selama di Vila ini.
"Kita makan pical ayam dipinggir jalan ini aja ya guys."
"Boleh deh Sil. Kayaknya enak. Kamu mau kan Bin?"
"Aku ikut aja. Aku nggak milih milih makanan kok!"
Akhirnya kami makan pical ayam yang ada di pinggir jalan. Dan kami memesan makanan sesuai kesukaan kami masing masing. Setelah makanan sudah dihidangkan, kami makan dengan lahap. Kerena memang kami sangat lapar sekali. Maklum sejak sampai di Vila kami terpar di kasur.
"Habis ini kita ke mini market yang ada di ujang jalan tadi ya."
"Ok Mil."jawab aku dan Silvi.
Setelah selesai makan, aku, Mila dan Silvi menuju ke mini market tujuan kami. Sampai disana kami memiliki bahan makanan yang kami butuhkan. Kami membeli mie instan, telor, sosis, nuget, daging dan sayur mayur juga buah buahan. Tidak lupa juga kami membeli cemilan buat ngemil malam hari.
"Ada lagi nggak yang mau dibeli ? Kebetulan kita masih disini."
"Kayaknya sudah cukup sih Mil. Tapi tunggu, ada beras nggak di Vila. Kalau nggak ada, mending kita beli juga."
"Benar Bin. Kayaknya nggak ada deh. Ya udah kita beli aja yang ini. Nggak ada lagi kan guys?"
"Cukup deh kayaknya Mil."ucap ku.
Dan setelah membeli kebutuhan untuk dua hari kedepan. Kami pulang menuju ke Vila Mila. Sesampainya di Vila, kami menyusun bahan makanan yang kami beli tadi. Setelah itu, kami beristirahat di ruang keluarga sambil memakan cemilan yang kami beli.
"Gimana kalau kita nyanyi guys."
"Ok Mil bagus juga ide mu."
"Apa nggak apa apa kita nyanyi malam begini ?"
"Nggak apa apa Bin, kan Vila ini kedap suara."
"Kalau gitu yuk lah."
Akhirnya kami memutuskan berkaraoke. Kami menyanyikan lagu yang mana yang kami bisa. Setelah selesai bernyanyi, kami akhirnya memutuskan untuk tidur di kamar atas.
Pagi pun datang, aku seperti biasa pagi pagi sudah bangun. Dan melalukan aktifitas yang biasa aku lakukan setiap paginya. Terus aku turun menuju ke dapur untuk membuat sarapan pagi buat aku dan juga teman teman ku.
Tak berapa lama aku memasak makanan, Mila dan Silvi turun menuju ke dapur tempat aku mamasak.
"Masak apa sih Bin, kenapa nggak bangunkan. Aku kan juga ingin belajar masak."
"He...he...he...nanti kan bisa Mil pas mau masak makan siang. Ini juga aku masaknya juga nasi goreng sosis dan nuget."
"Benar apa yang dikatakan Bintang, Mil. Nanti pas makan siang baru deh kita sama sama masaknya. Aku juga ingin belajar masak juga ya Bin."
"Ok nanti kita sama sama belajar masaknya. Aku juga nggak jago jago amat masaknya."
"Kamu merendah aja sih Bin. Yang penting diantara kami, kamu yang bisa masak Bin. Iya kan Mil."
"Benar yang dikatakan Silvi loh Bin."
Akhirnya sarapan sudah siap. Dan kami menghidangkan sarapan yang sudah siap kemeja makan. Kami sarapan dengan hebohnya. Bercerita ini itu, sangat rame sekali diruang makan ini.
"Habis ini kita ngapain guys. Apa kita jalan jalan lihat pemandangan disini, setelah itu kita masak buat makan siang kita?"
"Bukannya kebalik Mil. Harusnya tu selesai sarapan ini, kita buat bekal untuk jalan jalan lihat pemandangan disini."
"Aku setuju dengan Silvi, Mil. Selesai sarapan ini kita masak aja dulu."
"Ok deh kalau gitu. Yuk kita siapkan bahan bahan nya."
Setelah sarapan dan membersihkan piring sarapan, kami bersiap untuk buat bekal makan siang. Akhirnya kami hanya masak ayam kecap, nuget dan sambal terasi.
"Yuk kita jalan lagi. Jangan lupa bekal yang sudah kita buat jangan sampai ketinggalan."
"Iya Mil. Ini dia bekalnya. Apa ada yang tertinggal lagi nggak?"
"Kayaknya nggak ada deh."
Kami duduk di dekat danau yang ada di daerah ini. Kami bentang tikar dan meletakkan bekal yang kami buat serta meletakkan cemilan yang kami bawa.
"Indah ya danaunya. Tenang deh disini. Suasananya adem kali."
"Benar Bin. Kamu sudah sering kesini ya Mil ?"
"Nggak juga Sil. Ini kali kedua aku Kesini. Kamu kan tahu kalau orang tua ku selalu sibuk dengan bisnis mereka."
"Iya sih Mil. Kamu jangan sedih, kami akan selalu ada buat kamu, iyakan Bin!"
"Pasti itu Sil."
Dan setelah kami pulang dari danau. Kami pun singgah dulu membeli makan buat makan malam kami. Dan besoknya kami hanya di Vila saja menghabiskan waktu berenang.