NovelToon NovelToon
Sepasang Antagonis

Sepasang Antagonis

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Balas Dendam / Transmigrasi
Popularitas:3.9k
Nilai: 5
Nama Author: Najmu Laila

Velica seorang artis terkenal yang iseng membaca novel bertema " Gadis seindah musim semi " yang sedang booming dengan banyak sanjungan banyak orang. Bukannya menyanjung, Velica justru mengkritik tokoh utama novel tersebut yang menurutnya terlalu menganiaya sang antagonis.

‎"Kasihan sekali Clarissa ini, Padahal Robert itu tunangannya, Tetapi mengapa ia harus di benci karna marah ketika tunangannya berselingkuh." Ujarnya kesal.

‎"Padahal Clarissa punya segalanya, Ia juga melakukan semuanya untuk Robert, Robert itu lah yang tidak tahu diri. Sudah di bantu dia malah menyukai anak dari seorang pelayan, Sih Nadia itu!"

‎"Jika aku menjadi Clarissa, Sudah ku buat kedua orang itu kehilangan wajahnya di muka umum, Beraninya dia yang seorang pemuda miskin memperlakukan Clarissa begini!" Velica melempar novel itu dengan kesal.

‎Tak lama, Novel itu terbuka sendiri...membuat Velica masuk ke dalam nya. Jika penasaran cuss langsung baca.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Najmu Laila, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 21 - Sedikit kejadian masalalu

...Chapter 21...

...----------------...

"Clarissa!"

Clarissa menoleh, Setelah pulang bersama Robert, Kini ia baru saja sampai di rumahnya pukul 16.30. Mommy-nya amrita meneriaki namanya dengan wajah marah.

"Mommy?"

"Ikut mommy, Sekarang!" Bentak Amrita, Wanita berpenampilan glamor itu menarik putrinya agak kencang menuju sebuah ruangan.

Louis sang Daddy hanya bisa diam sambil menatap tajam Robert, Robert yang tau apa penyebab kedua orang itu marah hanya bersikap acuh. Clarissa itu cinta mati padanya, Jangankan di marahi, Di bunuh pun ia akan tetap memihak pada Robert.

Clarissa menatap tangannya yang sedikit memerah karna tarikan tangan sang mommy, Ia menatap mommy-nya dengan heran. Wanita parubaya itu mengunci pintu dan menatap Clarissa dengan tajam.

"Apa benar kau dekat lagi dengan Robert hari ini?" Tanya amrita serius.

"Betul mommy." Ucap Clarissa, Ia duduk dengan tenang sambil meminum secangkir teh hangat. Ia juga menuangkan teh hangat itu untuk mommy-nya.

"Kau bilang kau bersedia bertunangan dengan Axion, Lalu apa ini Clarissa?!" Tanya Amrita, Matanya berkaca-kaca saking marahnya .

"Mommy benar, Aku memang akan bertunangan dengan Axion." Ucap Clarissa, amarah wanita parubaya itu hampir berkurang, Ia duduk di hadapan putrinya sambil meminum teh dengan anggun.

"Kau sedang mempermainkan mommy?" Tanya amrita, Clarissa terdiam dan tak lama dari itu ia tertawa.

"Hahahaaa....mommy, Aku mencintai Axion."Ucapnya pelan, Amrita kembali di buat bingung dengan putrinya.

"Lalu mengapa kau mendekati Robert lagi?" Tanya amrita.

"Suatu saat mommy akan tau, Aku hanya ingin mommy percaya padaku." Ucap Clarissa, Amrita menghembuskan nafasnya gusar, Melihat tatapan hangat putrinya. Amarahnya langsung padam.

"Baik, Tapi janji pada mommy. Kau jangan menyakiti anak teman mommy yaa. Jika kau tak menyukainya harusnya kau menolak dari awal."Ucap Amrita.

"Clarissa tau mommy, Tenang saja." Ucap Clarissa tersenyum. Ia merebahkan kepalanya di pangkuan sang mommy.

...--------------------------------...

"Terima kasih kak Axion, Aku sangat senang hari ini." Ucap Nadia tersenyum. Gadis itu menatap barang belanjaannya dengan senang.

"Baguslah jika kau senang, Besok sekolah...kita berangkat bersama lagi ya." Ucap Axion tersenyum hangat, Nadia mengangguk cepat.

"Babay kak Axion." Nadia berlari kecil menuju rumahnya, Beberapa menit setelah Nadia hilang dari penglihatannya, Pemuda itu langsung merubah wajahnya datar.

Axion berjalan menuju kamarnya, Tak ia sangka di dalam kamarnya sangat mommy terlihat menatapnya dengan wajah tak bersahabat.

"Dari mana kamu?" Tanya dayanti meneliti putranya dari atas sampai bawah.

"Main."Jawabnya singkat.

Dayanti bangun dan menatap putranya dengan tajam...

"Kamu yang bilang pada mommy kalau kamu bersedia di jodohkan dengan Clarissa, Tetapi hari ini? Kamu pergi bersama Nadia lagi, Apa maksudnya ini Axion?" Tanyanya.

"Aku akan menikah dengan Clarissa mommy."Ucap Axion tersenyum.

"Kamu pikir jika Clarissa melihat kamu dekat dengan Nadia dia akan baik-baik saja. Semua orang akan meremehkannya, Apa kau pernah memikirkannya?" Dayanti menatap putranya kesal.

"Aku selalu memikirkan Clarissa mommy, Bahkan aku juga sangat menyukainya. Tetapi mommy, Aku dan Clarissa memiliki sesuatu yang tidak bisa kami katakan, Jadi tolong...percayalah pada kami."Ucap Axion, Dayanti menghela nafasnya.

"Baiklah, Tapi janji pada mommy, Clarissa akan menjadi menantu mommy yaa?" Tanya dayanti,

"Iya mommy."Angguk Axion, Dayanti pun merasa lega sekarang.

...--------------------------------...

Tora baru saja sampai di bar miliknya, Ia datang dan duduk di sebuah ruangan VVIP, Suara berisik ruangan lain tak akan bisa sampai masuk ke dalam ruangan itu.

"Tuan Tora, Anda sudah datang?!" Tanya seorang lelaki sedikit gemuk dengan beberapa tato besar di tubuhnya, Ia juga menggandeng dua orang gadis di sebelahnya.

"Oh selamat malam tuan Bayu Gatra."Ucap Tora tersenyum tipis.

Lelaki gemuk itu menyuruh kedua gadis itu untuk keluar sebentar, Tinggallah Tora dan dirinya.

"Bagaimana tuan Tora, Apakah ada seorang gadis yang bisa menemani saya besok? Saya akan membayar berapa pun, Tapi saya ingin gadis yang masih perawan dan cantik." Ucap Bayu tersenyum cabul.

"Tuan Bayu tenang saja, Adik tiri saya jelas sudah menemukan seseorang yang pas, saya akan memberi tahunya untuk membawa gadis itu besok." Ucap Tora tersenyum, Ia sesekali meminum wine mahal khusus miliknya.

"Kalau begitu saya tidak akan mengganggu waktu anda, Silahkan menikmati."Ucap Bayu izin pamit. Tora mengangguk sambil tersenyum smirk.

"Seharusnya Nola yang menemaninya, Tetapi...waktu masih panjang, Aku ingin membuatnya lebih percaya padaku."Ucap Tora tersenyum.

Pikirannya menerawang menuju masalalu, Ia pikir ia sudah mati, Saat melihat semuanya masih baik-baik saja, Hal pertama yang ia ingin lihat adalah Clarissa.

Ia masih mengingat jelas Rasa sakit dan tidak berdaya itu saat melihat mayat Clarissa yang sudah membusuk di hadapannya.

"Kakak tidak apa-apa? Kenapa kakak menangis?!" Seorang gadis kecil terlihat menatap seorang anak lelaki yang umurnya lebih tua itu dengan khawatir.

Anak lelaki itu menangis sendirian di sebuah taman, Tetapi tak ada yang memperdulikannya.

"Aku Clarissa, Kakak siapa?" Tanya gadis itu duduk di sebelah anak lelaki itu.

"Nona Clarissa, Nanti nyonya bisa marah jika anda duduk di tanah seperti itu!" Perempuan yang mengikuti gadis itu terlihat takut dan khawatir.

"Sera tenang saja, Aku baik-baik saja kok. Tidak kotor."Ucap Clarissa.

Taman itu adalah tempat persembunyian Tora saat kecil saat ayahnya ribut bersama sang ibu, Kadang ia menangis seorang diri. Tetapi hampir setiap hari Clarissa mendatanginya.

"Kakak ke sini lagi, Walaupun aku tidak tahu nama kakak, Tetapi kakak jangan menangis terus. Aku punya ini."Ucap Clarissa tersenyum cantik memberikan sebuah kartu mainan bergambar Berbie.

"Ini hadiahku untuk kakak, Aku suka kartu Berbie karna cantik, Kakak juga pasti suka. Jika kakak menyukai sesuatu, Pasti kakak akan merasa senang melihat itu, Ini adalah kartu kesayanganku, Aku memberikannya pada kakak."Ucap Clarissa dengan polos.

"Te...terima kasih."Jawab Tora, Beberapa hari bertemu dengan Clarissa, Ia tahu bahwa gadis itu berbeda dari semua orang yang ia temui.

"Baiklah, Kalau begitu aku pulang dulu yaa, Babay!" Gadis itu melambai pergi.

Tora tersenyum mengingat hal manis itu, Seandainya ia masih menyimpan kartu itu, Nyatanya di kehidupan ini, Ia tak bertemu dengan Clarissa saat kecil, Karna ia kembali hidup di umur 18 tahun. Dan sekarang ia sudah berumur 20 tahun.

"Clarissa, Walaupun aku tak bisa bertemu denganmu saat kita kecil, Aku senang sekali melihatmu masih hidup dan berbicara padaku. Aku bahkan tak bisa memalingkan wajahku saat pertama kali melihatmu hidup lagi."Ucapnya menatap langit-langit ruangan kelap-kelip itu.

"Kau! Apakah kau terlibat dalam kematian Clarissa!" Tora mencekik leher Nola, Adik tirinya setelah mengetahui kematian Clarissa.

"Ti...tidak ka..k, Ini...ulah ro..bert dan na..dia."Ucap Nola terbata, Gadis itu berusaha merenggangkan cekikan itu. Bahkan kedua kakinya sudah tak menyentuh tanah.

"Kalaupun kau tidak terlibat tapi aku tau bahwa kau tak pernah menyukai Clarissa."Ucap Tora mendorong Nola hingga gadis itu jatuh dan terbatuk.

"khukk!....Kakak aku menyukaimu...! Aku rela membuat mamah pergi dan meninggalkan papah, Supaya kau tak membenciku lagi. Aku mohon kakak, Jangan membenciku." Ucap Nola memohon.

Tanpa mendengarkan, Tora pergi dengan cepat, Ia mengendarai mobilnya tanpa memikirkan apapun kecuali Clarissa.

"Clarissa, Putriku!" Amrita menangis dalam, Wanita parubaya itu memeluk tubuh seorang gadis yang sudah membiru.

Tora terjatuh duduk, Tubuhnya melemas. Gadis kecil yang memberinya harapan hidup itu kini hanya bisa diam tak lagi menghiburnya.

"Clarissa!" Mia datang dengan tangisan yang menyayat hati, Ia menatap mayat Clarissa yang sudah membiru di bawah jurang. Kematian Clarissa dan Axion yang tiba-tiba mampu menggemparkan semua orang.

"Putraku!" Dayanti memeluk tubuh Axion dengan putus asa.

"Axion!" Kevian juga datang dengan tatapan mata sedih dan marahnya.

"Seandainya saja aku bersikeras menjauhkan Robert darimu, Kau tidak akan begini." Ucap Mia tak berdaya.

"Kali ini siapapun tak boleh menyakitimu, Kau harus memberikan senyum terindah mu padaku."Gumam Tora tersenyum, Setelah selesai mengingat kehidupan pertamanya.

TBC

like dan komen.

1
Laura Xaviera 💕
yuhuuuu/Determined/
Iruma-chan
semangat nulisnya, aku suka cerita transmigrasi.
Anissa Rahma
ceritanya menarik kak
Putri Amalia
halo kak, aku dah liat novelnya menarik bgt. rajin up yah jg smpe Hiatus 👀
Author hidup: Wah terima kasih, Aku akan berusaha up tepat waktu. Bantu like dan komen ya🙏😍
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!