Kisah ini menceritakan seorang anak laki-laki bernama Yong Heng, kedua orang tuanya berharap jika anaknya memiliki umur yang panjang sebab itulah alasannya namanya disebut Yong Heng atau Abadi.
Di umur yang masih muda, kedua orang tua Yong Heng meninggal dunia disebabkan oleh wabah penyakit yang menyerang desa.
Dia selamat berkat sebuah cincin mewah berwarna hitam yang ditemuinya saat di pegunungan, ternyata di dalam cincin tersebut terdapat sisa roh dari seorang Wanita yang mengaku sebagai Sang Surga Tertinggi.
Wanita tersebut menelusuri takdirnya dan menemukan sesuatu yang mengejutkannya yaitu takdir yang tidak dikendalikan Dao, dia kemudian menyatakan ketertarikannya untuk membuat Yong Heng menjadi muridnya.
Yong Heng yang dimasa terpuruknya setuju untuk menjadi murid dari Sang Surga Tertinggi, kini dia bertujuan dalam mendaki Jalan Kultivasi untuk menjadi seorang Abadi yang tidak akan pernah mati!
Saksikanlah perjalanan Yong Heng menjadi seorang Abadi! Meskipun badai menerjang
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Pena Multiverse, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 22 - Ranah Qi Condensation Tercapai!
Di suatu ruangan megah dengan interior yang mewah, seorang pria yang tampan dengan mata tertutup sebelah sedang duduk di sebuah kursi yang berada di pusat ruangan tersebut.
Rambut putihnya yang pendek bagaikan salju di musim lainnya, matanya yang tajam dan berkilau biru seperti kristal es yang memantulkan cahayanya dan memamcarkan kilauan keindahan dari dirinya.
Tok! Tok!
Dari arah pintu terdengar suara ketukan ringan, pria tersebut membuka satu matanya lagi dan segera berkata dengan santai. "Silahkan masuk."
Pintu terbuka dan memperlihatkan seorang pria berambut pendek dengan basis kultivasi Ranah Qi Condensation tahap Akhir, dia adalah seseorang yang sebelumnya mengantarkan kotak hitam yang berisikan darah dari Koi Gerbang Naga kepada Yong Heng.
Dia berjalan sambil membungkukkan badannya, setelah beberapa meter dengan seseorang di hadapannya dia menekuk lututnya dan berlutut.
"Tetua Yan Qiu, saya telah mengerjakan apa yang anda perintahkan." Pria tersebut berkata dengan suara yang rendah dan penuh hormat kepada seseorang di hadapannya.
Pria tampan dengan rambut putihnya yang panjang tersebut ternyata adalah Yan Qiu, kakek dari Yan Yueyin dan juga seseorang yang menyandang gelar sebagai Tetua Tertinggi walaupun memiliki basis kultivasi setingkat dengan para Tetua Puncak.
Yan Qiu menganggukan kepalanya sebagai tanda bahwa dia merasa senang dengan rencananya yang telah selesai, 'Bocah itu sebelum memulai berkultivasi sudah memiliki bakat yang menembus langit, bahkan dia mempunyai takdir yang tidak bisa diukur oleh Bunga Dao Takdir. Masa depannya tidak terukur dan seseorang tidak boleh terlalu serakah dengannya, apabila mereka dengan takdir rendah terlibat dengan seseorang seperti dirinya, aku takutnya itu hanya dapat menyebabkan bencana!'
"Tetua Yan Qiu, aku mempunyai informasi bahwa Yong Heng sepertinya akan melakukan kultivasi tertutup di kediamannya."
"Begitu kah, kalau begitu apa yang kau tunggu. Kirim beberapa orang untuk menjaga Yong Heng selama proses kultivasi tertutupnya, jangan biarkan beberapa bocah nakal mengganggunya di momen yang genting ini!!" Yan Qiu langsung memerintahkan pria tersebut untuk mengirimkan beberapa orang dengan tujuan menjaga Yong Heng yang sedang dalam kondisi rentan.
"Aku sudah melakukannya, walaupun anda baru memberi perintah saat ini."
"Um, kerja bagus. Walaupun bakatmu tidak terlalu bagus dalam berkultivasi, namun sebagai gantinya kau mendapatkan kecerdasan yang cemerlang. Di dunia yang penuh bahaya ini, tidak mungkin ada seseorang yang tak berguna, semuanya memiliki kegunaan masing-masing." Dia berkata dengan nada senang, tersenyum tipis karena senang dengan orang yang dia pilih dalam perjalanannya sebagai Praktisi di Jalan Kultivasi ini.
"Baiklah, kau bisa kembali."
**********
Satu minggu telah berlalu.
Kini Yong Heng masih menjalani kultivasi tertutup di dalam kediamannya, dia tidak perlu repot-repot berpikir mengenai orang yang akan menganggunya dalam berkultivasi, sebab dia mempunyai Lian Jing di sisinya begitu juga dengan Gurunya.
Xiao Hua hanya akan membantunya jika dia dalam kondisi yang sangat kritis, oleh sebab itu jika ada seseorang yang menganggu di saat dia sedang berkultivasi maka dapat menyebabkan orang itu mengalami pembalikkan energi spiritual.
Pembalikkan energi spiritual adalah kondisi di mana energi spiritual yang seharusnya bergerak mengalir maju malah berbalik arah, hal ini dapat menyebabkan tabrakan energi spiritual di satu tempat sehingga meridian tidak dapat menanggungnya hingga pada akhirnya meledak.
Kondisi tersebut dapat membuat Praktisi tidak dapat menyerap energi spiritual di langit dan bumi lalu menyalurkannya ke Laut Spiritual, kemudian untuk menyembuhkan meridian tersebut dibutuhkan bahan-bahan yang langka.
Kembali ke Yong Heng, dia saat ini sedang mengedarkan energi spiritual di dalam tubuhnya dan menyalurkannya ke dalam Laut Spiritual.
Laut Spiritual yang sebelumnya kosong dan hanya ada simbol dari teknik saja, kini dia sudah mengisi Laut Spiritual tersebut dengan energi spiritual berwarna biru keemasan.
Ukuran Laut Spiritual saat kini baru mencapai yang bisa disebut sebagai kolam kecil, hal ini karena dia baru bertujuan untuk menjadi seorang Praktisi dengan Ranah Qi Condensation.
Tiba-tiba dari dalam tubuh Yong Heng muncul gelombang energi spiritual dan angin kencang menyapu kediamannya, membuat benda-benda yang ada di dalam ruangan melayang karena reaksi dari energi spiritual yang kuat tersebut.
Krak!
Kacha!
Boom!
Bunyi retakan seperti kaca dengan diiringi suara ledakan terdengar dari dalam tubuh Yong Heng, hal ini menandakan bahwa seseorang telah mencapai ketinggian yang baru dalam kultivasi, yang berarti adalah Yong Heng telah mencapai Ranah Qi Condensation tahap Awal dengan sukses.
Dia tidak langsung menyelesaikan kultivasinya, melainkan memadatkan kultivasinya dan membuat keseimbangan bagi energi spiritualnya, hal ini dilakukan baginya untuk memperkuat fondasi bagi masa depannya.
Setelah beberapa menit berlalu, akhirnya dia menyelesaikan kultivasinya, badai energi spiritual menghilang begitu juga dengan benda-benda di ruangan tersebut yang mulai berjatuhan ke lantai dengan keras.
Bruak!
Klang!
"Ugh! Ada apa dengan suara berisik ini.... Ah?!" Dia seketika membuka matanya dan terkejut dengan kondisi ruangan yang sangat berantakan, buku-buku berjatuhan di lantai, beberapa properti rawan pecah seketika hancur akibat benturan keras.
Dia membeku beberapa saat karena rasa syok melihat ruangan yang sebelumnya sangat tertata rapi seketia berantakan, setelahnya menghela napas panjang dan memilih untuk merelakannya saja lalu membersihkannya kembali lagi nanti.
"Hal pertama yang kulakukan setelah memasuki Qi Condensation adalah mengetes kekuatan yang dihasilkannya, lawan yang ada saat ini adalah... Lian Jing!" Yong Heng memanggil Lian Jing, seketika pintu terbuka dengan keras dan memperlihatkan Lian Jing yang melompat dengan cepat mengarah padanya.
Buak!
"Aduh!"
Akibat tabrakan tersebut Yong Heng langsung terpental ke belakang dan menabrak dinding, dia kemudian mengelus kepalanya yang terasa sakit karena berbenturan dengan dinding.
"Haha, Lian Jing. Bukankah kau terlalu bersemangat, baru beberapa jam kita tak bertemu." Dia mengelus-elus bulu Lian Jing dengan semangat untuk memulihkan rasa lelahnya.
Lian Jing yang mendengar perkataan Yong Heng seketika membalas dengam gelengan kepala.
"Eh? Bukan beberapa jam, lalu satu hari?"
Lian Jing menggelengkan kepalanya.
"Empat hari...?"
Rubah itu menggelengkan kepalanya sekali lagi.
"Kalau begitu... Satu minggu?" Dia bertanya dengan ekspresi yang muram.
Lian Jing menganggukkan kepalanya menandakan bahwa satu minggu telah berlalu.
Kruyuk~
"Sialan..." Seketika tubuh Yong Heng terasa sangat lemas tanpa tenaga, karena kultivasi yang intens dia tidak pernah makan apapun dalam satu minggu ini sehingga mengalami gejala yang disebut kelaparan.
Dia dengan putus asa bergerak mencari makanan yang ada di ruangannya bersama dibantu dengan Lian Jing, walaupun dia berasal dari keluarga petani hanya saja kondisi ekonomi mereka baik-baik saja, sehingga selalu makan tepat waktu dan tidak pernah kelaparan.
Jadi ketika dia mengalami kelaparan yang berlebihan, maka mentalnya tidak akan siap menghadapi hal tersebut.50
Tap! Tap!
"Ah?! Yong Heng Gege apa yang terjadi, kenapa kediamanmu berantakan sekali?" Yan Yueyin muncul di halaman depan dan dapat melihat ruangan yang begitu berantakan karena terobosan Yong Heng.
"Energi spiritual ini... Yong Heng Gege, apakah kau sudah memasuki Ranah Qi Condensation?" Dia dengan kepekaan terhadap energi spiritual dapat merasakan bahwa ada gelombang besar terjadi di kediaman Yong Heng, dia dapat mengetahui kalau ini adalah terobosan karena dia juga sudah menerobos.
Yong Heng yang mendengarkan perkataan Yan Yueyin tersipu malu dan berkata, "Ya, baru saja aku menerobos dan kau... Apa?! Yin'er kau juga sudah menerobos?!" Dia kaget dengan energi spiritual yang terpancar dari dalam tubuh Yan Yueyin, kini dia mengerti betapa menakutkannya seseorang dengan konstitusi bawaan.
"Benar, aku berhasil menerobos tiga hari yang lalu!"
Yong Heng menghela napas lega karena merasa bersyukur bahwa Yan Yueyin dapat menjadi lebih kuat, walaupun dia merasa iri tapi itu tidak dapat menghasilkan apapun. "Oh iya, Yin'er. Apakah kau membawakan sesuatu yang bisa dimakan, perutku sangat lapar dan tubuhku terasa lemas sekali."
Yan Yueyin segera tersadar bahwa tubuh Yong Heng terlihat sedang dalam gemetar hebat, dia tertawa manis dan berkata. "Tidak kusangka akan melihat sisi Yong Heng Gege yang seperti ini, kebetulan aku membawakan makanan untuk Yong Heng Gege!"
Dia mengangkat sebuah keranjang yang berisikan makanan, Yong Heng yang melihatnya segera bangun dan bergerak mendekati Yan Yueyin seperti hewan buas kelaparan yang sedang mengincar mangsanya.
Yan Yueyin yang melihat Yong Heng seperti hewan buas segera menghentikannya, setelah itu dia mendekati sebuah pohon besar yang kebetulan dekat dengan kediaman Yong Heng, kemudian menggelar tikar di rerumputan dan menyiapkan makanan.
Setelah beberapa saat akhirnya dia berkata dengan suara manis. "Sudah selesai, Yong Heng Gege silahkan nikmati masakanku!"
Yong Heng tanpa berlama-lama langsung duduk di dekat Yan Yueyin dan mengambil sepotong paha ayam bumbu yang dibakar, membuka mulutnya dan melahapnya dengan cepat, matanya melebar saat merasakan bumbu yang sangat lezat mengalir di lidahnya.
Beberapa menit kemudian.
Yong Heng dengan perut yang kenyang segera tiduran di tikar, angin yang sejuk berhembus di rerumputan dan itu mengenai pohon yang berada di sebelah Yong Heng dan Yan Yueyin.
Cuaca saat ini cerah dengan awan putih yang melayang di langit, ditambah dengan hawa yang sejuk dan angin yang menbuatnya terasa ingin menutup mata dan tertidur pulas, dia tanpa sadar juga merasakan kelelahan karena tidak tidur selama satu minggu dan selalu berkonsentrasi pada kultivasinya.
Hingga pada akhirnya dia tertidur lelap di atas tikar, Yan Yueyin yang melihatnya kemudian mendekatinya dan mengangkat kepala Yong Heng dan menaruhnya di pahanya, dia menatap wajah Yong Heng yang kekanakan tapi mulai muncul wajah dewasanya.
"Ketika melihatmu aku merasakan perasaan aneh, saat berada di dekatmu detak jantungku menjadi sangat cepat. Sebelumnya bahkan jika Kakek selalu bertemu dengan beberapa Praktisi yang memiliki wajah tampan, tapi aku sama sekali tidak tertarik..."
"Namun anehnya hanya karena melihat wajahmu saja aku merasa sangat tertarik dan penasaran akan semua tentangmu, takdir sungguh sesuatu yang sangat misterius dan aneh..." Angin berhembus dan mengibarkan rambutnya yang panjang, dia tanpa sadar merasa akan jatuh apabila terus menerus menatap wajah Yong Heng.
Sementara Yan Yueyin yang sedang berada dalam dunianya sendiri, Xiao Hua yang keluar dari dalam cincin dan melihat adegan tersebut di atas pohon seketika berkata. "Takdir yang besar akan menarik takdir yang lainnya, itu adalah jawaban dari pertanyaanmu... Ya, meski kau tidak akan mendengarnya sih."
Ilustrasi Yan Qiu :