Rumah tangga Adrian terancam hancur saat kedatangan Bella sekretaris barunya. Bella yang sangat terobsesi ingin memiliki Rian. Bella selalu mencoba untuk mendekatinya namun selalu gagal karena cinta Rian kepada Alia istrinya sangat besar.
Bella pun pergi ke banyuwangi untuk menemui seorang dukun yang terkenal akan kehebatannya, sampai akhirnya Bella bertemu dengan Ki Kusno.
Ki Kusno pun membantu Bella dengan memberikan sebuah Ajian yang bernama Jaran Goyang, ilmu pelet yang terkenal sangat sakti ketika mengenai targetnya, untuk mendapatkan Ajina Jaran Goyang itu Bella harus melakukan ritual khusus yang di berika oleh Ki Kusno.
Setelah Bella berhasil mendapatkan ilmu pelet Ajian Jaran Goyang ia pun menggunakannya untuk bisa mendapatkan Rian.
Apakah Alia dapat menyadarkan Rian dan mempertahankan rumah tanggannya?
atau sebaliknya kata perpisahan yang harus ia dengar?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Meylani Putri Putti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Di Ganggu Gendruwo
Sesampainya di kantor Rian yang sedang duduk termenung di layar laptopnya membayangkan akan wajah Bella.
Rian mengambil telepon kantor yang berada di atas mejanya, setelah itu Rian yang tidak kuasa menahan gejolak hatinya ingin bertemu Bella pun meneleponnya.
“Hallo dengan Bella di sini ada yang bisa saya bantu.”
“Bella bisa ke ruangan saya sekarang.”
“Baik pak.”
“Saya tunggu,” ucap Rian seraya mematikan ponsel miliknya.
Bella pun dengan segera bergegas dari tempat duduknya menuju ruangan Rian.
“Permisi pak Rian,” ucap Bella.
“Masuk!” pekik Rian.
Bella pun membuka pintu ruangan Rian dan duduk.
“Ada apa pak memanggil saya?” tanya Bella.
“Sehabis pulang kerja kamu sibuk, karena kinerja kerja kamu bagus saya mau mengajak kamu makan,” Rian yang membuat alasan untuk mendekati Bella.
“Pak ini serius,” ujar Bella dengan sangat bahagia dan tidak percaya.
“Iya saya serius, selepas pulang kerja saya akan mengajakmu makan,” Rian yang mengulangi ucapannya.
Bella yang mendengar itu pun sangat bahagia.
‘Akhirnya pelet jaran goyang ini benar-benar ampuh, dan mulai beraksi sekarang pak Rian mulai mendekatiku,’ batin Bella seraya tersenyum melihat wajah Rian.
“Oh iya Bella, boleh saya meminta nomor teleponmu jika nanti ada apa-apa, saya bisa langsung menghubungi mu tidak melalui nomor kantor,” Rian yang beralasan.
“Boleh sekali pak,” ujar Bella dengan tersenyum.
Bella pun menyebutkan nomor teleponnya sementara Rian sibuk mencatatnya di ponselnya.
“Baik jika begitu nanti kita ketemu di restoran,” ujar Rian yang menatap wajah Bella sampai tak berkedip dengan tatapan kosongnya.
“Baik pak,” sahut Bella.
Bella pun meninggalkan ruangan Rian kembali ke meja kerjanya.
Setelah jam kerja selesai terlihat Rian yang lebih dahulu keluar dari kantornya menuju restoran, sementara Bella yang masih sibuk dengan pekerjaan yang belum selesai.
Sesampainya di restoran Rian memesan minuman sembari menunggu kedatangan Bella.
Beberapa menit kemudian masih terlihat Bella yang belum muncul di restoran itu.
Rian pun mengambil ponselnya dan segera meneleponnya.
“Hallo Bella, kamu di mana?” tanya Rian di telepon.
“Maaf pak Rian, ini saya di jalan tadi saya menyelesaikan pekerjaan yang belum selesai terlebih dahulu,” ucap Bella di telepon.
“Ya sudah kamu hati-hati ya,” ucap Rian.
Mobil Bella terus melaju, perasaan senang begitu berkecamuk di hatinya karena akhirnya Rian melihat ke arahnya.
‘Gak sia-sia ritual itu aku lakukan, akhirnya Rian perlahan akan menjadi milikku,’ Bella bermonolog.
Hingga sampai di restoran, Bella mencari Rian hingga ia menghampiri Rian yang tengah duduk termangu sendirian dengan sebuah gelas kosong di depannya.
“Maaf pak, saya telat,” ucap Bella.
“Gak apa-apa, ayo duduk,” pinta Rian.
Rian pun mulai memberi kode pada pelayan kalau ia ingin memesan makanan.
Dengan sigap pelayan itu menghampiri Rian dan memberikan buku menu kepada Rian.
“Silahkan Pak,” ucap Pelayan itu.
“Bella kamu mau pesan apa?” tanya Rian.
“Saya, samain sama bapak aja,” sahut Bela.
Pelayan pun mencatat pesanan lalu kemudian pergi. Sambil menunggu pesanan, mereka pun berbincang.
“Kalau boleh tahu kenapa bapak mengajak saya ke restoran ini?” tanya Bella.
“Kita lagi gak di kantor jadi panggil Rian saja. Saya hanya ingin di temani makan malam itu saja,” ucap Rian.
Bella pun tersipu malu, Mata Rian terus menatap ke arahnya dengan tajam tanpa berkedip.
“Rian kenapa liatin aku sampai segitunya?” tanya Bella.
Seketika Rian tersentak dan tersadar.
“Gak kok gak apa-apa,” sahut Rian.
‘Kenapa aku malah mengajak Bella ke restoran favoritku?’ batin Rian.
“Oh iya Rian apa gak apa-apa kamu mengajakku ke sini, ini kan restoran mahal,” ucap Bella.
“Gak apa-apa,” sahut Rian.
Makanan yang Rian pesan pun datang, Rian memesankan makanan kesukaan Alia untuk Bella.
‘Kenapa Rian pesan makanan ini? aku gak suka makanan kaya gini!’ batin Bella.
Dengan terpaksa Bella memakan makanan ala eropa itu, Bella sendiri tidak menyukai masakan eropa.
Mereka menikmati makanan tersebut hingga habis, Rian pun bergegas mengajak Bella untuk pilang karena ia teringat dengan Alia yang sudah pasti menunggunya untuk makan bersama di rumah.
Bella melaju dengan mobilnya menuju rumahnya sembari bergumam.
‘Kenapa sih si Rian nyuruh aku cepet-cepet pulang!’ ucap Bella kesal.
Hingga Bella sampai di rumah, ia masuk ke dalam kamar mandi dan melepas semua pakaiannya lalu mandi.
Setelahnya Bella berganti dengan baju tidurnya lalu membaringkan tubuhnya di kasur.
Sesekali Bella membayangkan wajah Rian yang tengah menatapnya saat di restoran tadi, Bella tersenyum semringah sambil memeluk guling yang ada di sampingnya.
Hingga tanpa sadar Bella tertidur, saat dalam tidurnya itu ia merasakan ada seseorang yang tengah menggerayangi kakinya dari ujung kaki hingga ke bagian paha.
Dan keadaan masih belum terlalu sadar Bella perlahan membuka matanya, samar-samar ia melihat Rian tengah berada di atas tubuhnya.
‘Rian?’ batin Bella.
Bella pun mulai mengedipkan matanya beberapa kali dan betapa terkejutnya Bella ketika melihat siapa yang ada di atas tubuhnya.
Yaitu sosok makhluk hitam dengan tubuh di penuhi bulu, matanya merah menyala.
Sosok itu menyeringai ke arah Bella, seketika Bella berteriak dan melompat dari tempat tidurnya hingga membuatnya terjatuh ke lantai.
Saat Bella melihat lagi, sosok makhluk itu sudah tidak ada lagi.
‘Apa itu tadi?’ batin Bella.
Jantung Bella seketika berdegup kencang akibat ketakutan, seorang pembantu yang ada di rumah Bella pun mengetuk pintu Bella karena mendengar suara teriakan dari kamar Bella.
Tok tok tok.
“Non, non Bella,” panggilnya.
Dengan cepat Bella membuka pintu kamarnya dengan wajah ketakutan Bella meminta pembantunya itu untuk memeriksa kamarnya.
“Bi ... Bibi tolong periksa kamar saya, ada hantu di kamar saya Bi,” ucap Bella.
“Ha-hantu Non? Bibi juga takut Non,” ucapnya sembari meringkuk di samping Bella.
“Ya udah saya tidur sama Bibi aja!” ucap Bella menarik tangan pembantunya itu.
Bella pun akhirnya tidur dengan nyenyak di kasur kecil itu, berdesakan dengan pembantunya.
Hingga pagi harinya, saat di kantor Bella bercerita kepada Siska tentang apa yang ia alami tadi malam.
“Sis, tadi makan aku di ganggu makhluk aneh.”
“Hantu maksud kamu?” tanya Siska.
“Iya itu lah pokonya, mukanya serem banget tubuhnya semua berbulu,” ucap Bella.
“Jangan-jangan gendruwo itu Bel,” ucap Siska.
“Ah masa sih?” ah tau hak aku gak mau ingat-ingat lagi,” sahut Bella.
“Eh Sis, tadi pas pulang dari kantor pak Rian ngajak aku dinner di restoran,” ucapnya dengan sangat senang.
“Wah, berarti usaha kamu gak sia-sia dong,” sahut Siska.
“Iya benar banget, dan aku gak akan lupa dengan janjiku sama kamu Sis,” ucap Bella.
“Ya aku sebagai teman Cuma bisa mendoakan semoga kamu bisa mendapatkan apa yang kamu mau Bel,” ucap Siska sembari melempar senyum manisnya.
padahal Alia udah jadi istri sahabatnya.
apa ini devinisi cinta dalam diam sesungguhnya 🤔