NovelToon NovelToon
Menikah Dengan Pria Yang Kejam

Menikah Dengan Pria Yang Kejam

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikahmuda / Duniahiburan / Mafia / Romansa
Popularitas:577.5k
Nilai: 4.7
Nama Author: Syakira edianwi

Hidup harus di terus kan biarpun berbagai rintangan dan ujian yang mendatang. Prinsip Bela yang ujian hidup nya tidak pernah berhenti.
Setiap hari dia harus mengalami kesusahan yang tak tau kapan berakhir. Bela umur 20 tahun dia bekerja di salah satu perusahan menjadi OB.

Dia baru saja bekerja di sana namun sudah mendapatkan masalah yang tidak henti-hentinya karena dia selalu di buly. Bela hidup sendirian karena dari bayi dia sudah tinggal di panti asuhan dan di umur 12 tahun dia di angkat oleh sepasang suami istri.

Namun seiring nya waktu berjalan Bela tidak bahagia dengan mereka karena mereka sangat membenci Bela karena satu kesalahan. Orang tua angkat nya selalu menuntut Bela memberikan uang perbulan kepada mereka.
Bela harus mengerjakan apapun demi orang tua nya itu karena mereka sudah membesar kan Bela. Tidak terasa saja umur Bela sudah 20 dia di paksa menikah dengan Pria yang sama sekali tidak dia kenal bernama Putra. Di paksa menikah karen

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Syakira edianwi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 22

Tiba-tiba saja dia teringat kepada orang tua angkat nya.

"Bagaimana yah keadaan mereka sekarang. Apa mereka sangat bahagia sehingga tidak datang mencari ku." ucap Bela.

Tiba-tiba ada yang mengetuk pintu membuat nya terkejut berfikir kalau itu Bos nya namun ternyata Fahri.

"Fahri kenapa kamu belum tidur?" tanya Bela.

"Aku belum bisa tidur. Kamu mau ikut aku duduk di luar melihat bintang?" tanya Fahri.

"Tapi aku.."

"Percaya deh malam ini bintang banyak banget, kamu pasti suka." ucap Fahri.

Bela tidak bisa menolak karena Fahri sangat bersemangat dia juga sudah membawa teropong.

Sampai di balkon dan benar saja langit di penuhi dengan bintang-bintang yang terlihat sangat kecil.

"Kamu suka?" tanya Fahri.

Bela tersenyum sehingga Fahri sangat terpesona dengan senyuman Kania.

"Aku sangat suka melihat bintang dan bulan di malam hari."

"Aku juga suka, hanya saja aku tidak bisa melihat nya karena takut pak Dimas marah."

Fahri tersenyum.

Kania termenung melihat langit dengan tatapan kosong. Tiba-tiba dia mengingat waktu umur nya tiga tahun.

Dia bisa ingat jelas pada waktu itu orang tua nya bertengkar hebat sampai harus berpisah.

Di usia itu dia masih belum bisa mengingat jelas hanya itu yang bisa dia ingat.

"Aku sangat merindukan kedua orang tua ku," ucap Bela, Fahri tersenyum.

"Aku juga merasakan hal yang sama. Aku sangat merindukan mereka sekarang dan ingin cepat bertemu dengan mereka."

"Ngomong-ngomong orang tua kamu ada di mana?" tanya Bela.

Fahri menggeleng kan kepala nya. "Aku tidak tau di mana Ayah karena aku di kandungan dia sudah hilang sementara Ibu memilih keluar negeri untuk bekerja di sana dan meninggalkan aku di sini bersama Bibik." ucap Fahri.

"Aku sudah berpisah dengan orang tua ku di umur tiga tahun. Aku di besar kan di panti asuhan namun saat umur ku 10 tahun aku di adopsi oleh orang tua angkat ku yang sekarang."

"Orang tua angkat yang menjual kamu ke Tuan Dimas?" tanya Fahri dengan nada kesal.

Bela tersenyum mendengar itu.

"Bukan seperti itu."

"Lalu bagaimana? Bukan kah itu benar? Setelah mereka mengadopsi kamu memanfaatkan kamu dan sekarang menjual kamu."

"Mungkin mereka sudah tidak sanggup untuk merawat ku, mereka juga sudah banyak kerugian mengurus ku," ucap Bela.

Fahri menggeleng kan kepala nya. "Aku heran sama kamu, Bela. Bisa-bisa nya sudah seperti itu kamu masih berpikir positif." ucap Fahri.

"Kalau kamu di posisi ku kamu pasti memikirkan hal yang sama, Fahri. Mereka sudah menyekolahkanku dan mengurus ku," ucap Bela.

Fahri menghela nafas panjang menatap wajah Bela.

"Sudah jangan membahas itu lagi. Mau bagaimana pun mereka adalah orang tua ku."

"Apa kamu merindukan orang tua kandung mu?"

"Tentu, aku sangat merindukan mereka. Aku sangat berharap suatu saat nanti aku di berikan kesempatan untuk bertemu lagi dengan mereka." ucap Bela.

"Apa kamu mau aku bantu mencari di mana mereka sekarang?"

"Percuma saja Fahri, aku dengar dulu mereka sudah pindah keluar negeri."

Fahri mendengar itu hanya bisa menghela nafas panjang.

Keesokan paginya...

"Aku pulang dulu," ucap Dimas sambil memakai pakaian nya.

"Tunggu dulu sayang, kenapa kamu sangat terburu-buru?" tanya Vivi.

"Aku harus segera ke kantor." ucap Dimas.

Dimas tidak mau berlama-lama di sana dia langsung pergi. Vivi menghela nafas panjang melihat Dimas pergi tanpa mencium atau mengatakan hal yang romantis seperti biasa.

"Aku semakin curiga kepada nya, aku tidak boleh percaya begitu saja."

Dimas sampai di kantor nya dia bertemu dengan Serli.

"Susu hangat untuk Pak Dimas," ucap Serli.

Dimas tersenyum tipis dan mengucap kan terimakasih.

"Apa bapak tidak berganti pakaian dari kemarin?" tanya Serli melihat pakaian Dimas sama seperti kemarin dan sedikit lusuh.

"Ini apa pak? Seperti nya ini bekas lipstik."

"Itu hanya bekas makanan."

Serli senyum curiga.

"Tadi malam Bapak tidur di apartemen non Serli kan?" tanya Serli.

"Itu bukan urusan kamu!"

"Bapak jujur saja, ini saya bawa baju ganti untuk Bapak. Tidak mungkin dengan pakaian seperti ini Bapak rapat di luar."

"Rapat di luar?" ucap Dimas kaget.

"Loh kok Bapak kaget gitu? Bukan nya bapak sendiri yang bilang kalau jam sepuluh pagi bapak ada urusan di luar."

Dimas terdiam sejenak.

"Oh iya, terimakasih banyak sudah mengingatkan saya."

"Kalau boleh tau rapat apa yah pak jadi saya bisa memeriksa nya terlebih dahulu."

"Tidak perlu! Sekarang berikan saya sabun dan juga shampo saya mau mandi."

"Saya tidak memiliki benda itu pak."

"Cari sampai dapat, jangan sampai karena ini saya telat."

Melihat Dimas panik dia juga jadi ikut panik dan langsung pergi mencari yang di minta oleh Dimas.

Tidak beberapa lama Dimas meninggal kan perusahaan dengan keadaan rapi.

"Huff dasar! Bisa-bisa nya dia memberikan pakaian kotor yang bau perempuan ini kepada ku," Serli merutuki bos nya itu.

"Ini bukan hanya bau perempuan tapi bau pandan bau keringat bau parfum Pak Dimas, wangi nya campur aduk membuat aku mau muntah." ucap Serli.

"Fahri tolong kembalikan baju ini ke rumah pak Dimas," ucap Serli kepada Fahri yang baru saja datang. Fahri mengangguk.

"Permisi Mbak ini ada pakaian kotor Tuan Dimas." ucap supir di berikan kepada Bela.

Bela menerima nya dan menukar dengan Bekal.

"Hari ini pak Dimas tidak di kantor mbak, seperti nya pak Dimas juga tidak akan makan siang di kantor."

"Ini bukan untuk pak Dimas melainkan untuk Fahri. Mbak Serli sudah bilang kalau pak Dimas ada urusan di luar." ucap Bela.

Bela melihat Bekal baru Dimas.

"Perasaan kemarin ada bekal kecil seperti ini, namun kenapa sekarang tidak ada yah?"

Di tempat lain setelah satu jam perjalanan mobil Dimas berhenti di sebuah bangunan lama besar dan terlihat sangat bersih dan juga ramai anak-anak.

Panti asuhan Bela kasih.

Dimas mengunjungi salah satu Panti asuhan terbesar di kota itu.

"Om Dimas..." anak-anak di gegerkan karena kedatangan Dimas, semua datang memeluk Dimas.

Para guru-guru juga keluar menyambut Dimas.

"Om Dimas kenapa baru datang? kami sangat merindukan om Dimas." ucap anak-anak panti itu.

"Maafin om yah, om baru bisa datang karena banyak pekerjaan."

"Ayo anak-anak masuk dulu ke kelas." anak-anak harus masuk ke kelas karena mau lanjut belajar sementara Dimas bersama ketua yayasan.

"Pak Dimas sudah lama tidak datang ke sini bagaimana kabar bapak?" tanya ketua yayasan.

"Sehat Bu, Ibu apa kabar?" tanya Dimas.

1
Shifa Burhan
nyesal aku baca novel ini yang seenak jidat nya mematikan pemeran utama nya hampir 300 episode, eh ujung2nya seenak jidak author mematikan pemeran utama wanita nya
Dedeh Herawati
jngn nekad fahri....saingan Lo boss
Yusna Wati
males banget liat alur cerita mudah2an gk ada kelanjutan masak bella peran utamany meninggal
Yusna Wati
kan bingung jdi akhir cerita klo peran utama meninggal jdi gk seru
Hanisah Nisa
lanjut
Yusna Wati
jdi males bacany masa peran utamanya meninggal gk sesuai dengan judulny
Hanisah Nisa
lanjut upnya
Hanisah Nisa
lanjut
Hanisah Nisa
lanjut upnya
Hanisah Nisa
lanj
Hanisah Nisa
lanjut
Hanisah Nisa
lanjut.....semoga saja.... mimpi....
Hanisah Nisa
lanjut
Emay Romayah
👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍
Hanisah Nisa
lanjut
Hanisah Nisa
lanjut upnya
Hanisah Nisa
lanjut
Hanisah Nisa
lanjut...
Hanisah Nisa
lanjut
Hanisah Nisa
lanjut upnya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!