NovelToon NovelToon
Senyumku Untuk Anakku Dan Racun Ku Untuk Kamu

Senyumku Untuk Anakku Dan Racun Ku Untuk Kamu

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Selingkuh / Diam-Diam Cinta
Popularitas:13.1k
Nilai: 5
Nama Author: Queen_Fisya08

Fisya Alexander tak pernah menyangka rumah tangga yang ia jaga sepenuh hati justru menjadi awal kehancurannya.

Suaminya, Jason, berselingkuh dengan sahabat yang paling ia percaya namun pengkhianatan itu belum seberapa dibanding rencana keji yang mereka siapkan di ruang bersalin

Saat dua bayi perempuan lahir di hari yang sama, sebuah pertukaran terjadi, mereka yakin telah merebut segalanya dari Fisya.

Sayangnya, mereka tidak pernah sadar bahwa Fisya melihat semuanya

Sejak malam itu, senyum Fisya hanya untuk putrinya, sementara racunnya disiapkan untuk mereka yang telah menghancurkan hidupnya.

Ketika rahasia mulai terungkap, siapa yang sebenarnya sedang menjebak siapa ?

Jangan lupa tekan love sebelum melanjutkan membaca dan tinggalkan komentar dan Vote juga ya besty!🫰

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Queen_Fisya08, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Rahasia Masa Lalu

Jason membanting pintu mobilnya dengan keras begitu tiba di depan rumah Kasandra.

Wajahnya masih dipenuhi amarah setelah pertengkarannya dengan Sebastian di perusahaan Alexander Group.

Ia melangkah cepat menuju pintu rumah.

Tok! Tok! Tok!

Pintu terbuka. Nisa tampak terkejut melihat Jason datang dengan wajah yang sangat marah

"Selamat sore, Pak Jason." Sapa Nisa

"Di mana Kasandra?" Tanya Jason

"Di kamar, Pak." Jawab Nisa

Tanpa menjawab lagi, Jason langsung menaiki tangga.

Brak!

Pintu kamar terbuka begitu saja.

Kasandra yang sedang duduk di depan meja rias langsung menoleh.

"Kamu akhirnya datang juga." Nada suaranya dingin.

Jason menutup pintu dengan keras.

"Ada apa denganmu di kantor ? Kenapa kamu pulang tanpa memberitahu aku"

Kasandra berdiri.

"Seharusnya aku yang bertanya."

"Kenapa kamu tidak mau mendengarkan ucapan ku tadi"

Jason mengernyit.

"Ucapan yang mana?"

Kasandra mengepalkan kedua tangannya.

"Aku sudah menarik mu untuk pergi jangan ladeni atau berurusan dengan pria itu"

"Maksudmu Sebastian pria gak tahu diri itu" Ucap Jason

"Apa kamu mengenalnya?" Tanya Jason penuh selidik

Kasandra langsung menjawab

"Ya, aku mengenal wajah pria itu."

Jason tertawa kecil.

"Kamu mengenalnya?" Ulang Jason penasaran

Kasandra mengangguk pelan.

"Lebih tepatnya... Aku pernah melihat wajahnya."

Jason mulai serius.

"Di mana?"

Kasandra menarik napas panjang.

"Di hotel setahun yang lalu"

Satu kata itu membuat Jason langsung membeku.

Kasandra menatap lurus ke arah Jason.

"Dia pria yang berada di kamar hotel bersama Fisya malam itu."

"Aku tidak mungkin salah melihat wajahnya, aku yakin itu dia" ucap Kasandra

Mata Jason membelalak tidak percaya

"Apa?"

Kasandra mengangguk mantap.

"Ya Jason! Makanya aku meminta mu untuk pergi akan tetapi kamu tidak menghiraukan aku"

Jason langsung terdiam namun beberapa detik kemudian ia kembali memandang Kasandra dengan penuh curiga.

"Tunggu."

Jason menyipitkan matanya.

"Kenapa kamu begitu yakin pria malam itu adalah Sebastian?"

Kasandra mengembuskan napas panjang.

"Karena aku melihatnya sendiri."

Jason membeku.

"Apa?"

"Malam itu aku melihat seseorang masuk ke kamar tempat Fisya berada dari kejauhan, aku mengira orang itu adalah kamu," ucap Kasandra lirih.

Jason menatapnya tanpa berkedip.

"Aku memang datang terlambat. Kamu sendiri tahu malam itu aku sedang menghadiri jamuan di tempat kerjaku"

Kasandra mengangguk pelan sebelum melanjutkan.

"Beberapa jam kemudian aku kembali ke kamar itu. Saat itulah aku sadar... pria yang masuk sebelumnya bukan kamu."

Rahang Jason mengeras dan kedua tangannya mengepal kuat.

"Kenapa baru sekarang kamu mengatakan semua ini?"

Kasandra menarik napas panjang.

"Karena saat itu situasinya benar-benar kacau. Aku langsung meminta seseorang membawa Fisya keluar dari kamar, lalu menghubungimu. Aku mengatakan kalau Fisya sedang tidak sadarkan diri dan kita masih bisa menjalankan rencana kita."

Kasandra menatap Jason tajam.

"Apa kamu masih ingat ucapanku malam itu?"

Jason terdiam beberapa saat, wajahnya perlahan berubah tegang.

"Kalau memang malam itu Sebastian yang bersama Fisya..."

"...berarti Agnes..." Ucapannya menggantung di udara.

Perlahan Jason mengangkat wajahnya dan sorot matanya berubah tajam.

"Agnes kemungkinan adalah anak Fisya dan Sebastian."

Ia menggeleng pelan, seolah tak percaya dengan kesimpulannya sendiri.

"Ini benar-benar di luar dugaan."

Kasandra mendengus sinis.

"Apa yang tidak mungkin? Justru ini lebih baik. Kita bisa melampiaskan semua kebencian kita kepada Fisya dan Sebastian melalui putri mereka... Agnes."

Sudut bibir Jason terangkat membentuk seringai penuh arti.

"Ya... kamu benar, Kasandra."

"Kalau begitu, kita akan membuat hidup Agnes menderita sepertidi neraka." Tatapan Jason berubah semakin dingin.

"Kalau bukan karena rencana kita untuk menguasai seluruh harta milik Fisya, aku tidak akan pernah sudi menikahi wanita itu." Ucap Jason

"Wanita yang saat itu sedang mengandung anak hasil perbuatan pria lain." Lanjutnya

Kasandra tersenyum pahit.

"Dan kamu pikir aku tidak sakit melihatmu menikahi Fisya? Dia sahabatku sendiri."

Jason tertawa pelan dengan nada penuh ejekan.

"Aku tahu, Kas. Tapi wanita bodoh itu sampai sekarang masih belum sadar kalau pria yang menodai dan menghamilinya bukanlah aku."

Kasandra mengangguk, tetapi kegelisahan masih terpancar jelas dari wajahnya.

"Lalu... bagaimana dengan Sebastian?"

Jason mengembuskan napas panjang.

"Itulah masalahnya."

"Pria itu sekarang selalu berada di sisi Fisya sebagai asisten pribadinya."

Ia menyipitkan mata.

"Entah ini hanya kebetulan... Atau dia mulai mengingat apa yang terjadi malam itu."

Wajah Kasandra langsung menegang.

"Kalau Sebastian benar-benar mengingat semuanya... Dan menceritakan kejadian itu kepada Fisya..."

Jason segera memotong ucapannya.

"Itu tidak boleh terjadi."

"Sebelum semuanya terlambat... Kita harus mencari tahu seberapa banyak yang Sebastian ketahui dan ingat" ucap Jason

"Karena kalau dia mengingat malam itu dan Sebastian membantu Fisya, semua rencana kita akan gagal dan kita akan masuk penjara" ujar Jason lagi

Kasandra menatap Jason lalu mengangguk

"Ya... kamu benar! Lalu apa yang akan kita lakukan"

Jason menatap Kasandra beberapa saat

"Kita harus cari cara agar Sebastian menjauh dari Fisya"

Kasandra pun mengangguk

Namun, tanpa mereka sadari...

Di balik pintu kamar yang tidak tertutup rapat...

Nisa berdiri mematung, wajahnya pucat pasi dan tangannya gemetar hebat.

Air mata perlahan mengalir membasahi kedua pipinya.

"Ya Tuhan... Jadi selama ini semua ini adalah rencana mereka."

"Mereka begitu kejam... hanya demi harta, mereka rela menghalalkan segala cara." Nisa menutup mulutnya dengan kedua tangan agar isaknya tidak terdengar.

"Dan Bu Fisya... sama sekali tidak tahu kebusukan suami dan sahabat yang paling dipercayainya."

Ia mundur selangkah demi selangkah dengan napas yang memburu.

Di dalam hatinya tumbuh tekad yang belum pernah ia rasakan sebelumnya.

"Suatu hari nanti... apa pun risikonya... aku harus menemukan cara agar Bu Fisya mengetahui seluruh kebenaran ini." Batinnya

1
Ma Em
Arman awas jgn lalai jaga Sebastian ada orang datang untuk mencelakai Sebastian lagi , Arman hrs waspada .
Ma Em
Semua ga Sebastian cepat sadar jgn sampai Baron bisa celaka lagi untuk kedua kalinya , Jason kamu terlalu ambisi untuk menguasai harta orang sehingga Jason melalukan segala cara agar TDK ada orang yg menghalangi niat busuknya , semoga kejahatan Jason dan Kasandra segera terungkap dan membusuk dipenjara .
Ma Em
Semoga Sebastian selamat dan cepat sehat kembali , dan Baron cs segera tertangkap agar terbongkar siapa yg membayar Baron untuk membunuh Sebastian .
Yeni Astriani: udah jelas yg Jason yg menyuruh Baron untuk mencelakai Sebastian, semoga orang kepercayaan Sebastian bertindak.
nanti pas ultah Tina seret Jason dan Kasandra ke dalam penjara apalagi hukuman Jason berlapis.
total 1 replies
sunaryati jarum
Jangan.lupa dikunci , ruangan Fisya dan pengawasan terhadap Jason dan Kasandra.Kamu.telpon dulu Tina , jangan buru-buru
Ma Em
Sebastian kena jebakan Jason dan Kasandra , hati2 Sebastian kamu hrs waspada kalau kamu celaka Jason akan senang karena TDK ada lagi penghalang untuk melakukan apapun pada Fisya dan Tina .
sunaryati jarum
Nah sudah ada sedikit jalan untuk mengetahui ayah Tina, sebenarnya Kasandra tahu,dia kan dalangnya.Delspsn belas tahun tersimpan rapat ,maka sekarang sesuai rencana Fisya akan dibongkar.Untuk memastikan Tina itu putri kamu Sebastian ,segera tes DNA.Emak sudah tidak kali ini usul ,Nak Bastian.😄😄😄
sunaryati jarum
Emak tidak sabar melihat Jason dan Kasandra hancur dikuliti karena kejahatannya dibongkar Fisya di depan umum.Ada ya ibu yang hanya demi harta bukan haknya tega menyuruh seseorang untuk membunuhnya.Agnes sekarang tidak bisa kau sentuh Kasandra , karena orang - orang Fisya dan Sebastian selalu melindunginya.Kamu tidak tahu jika telepon kamu telah diretas oleh orang - orang Fisya dan gerak - gerikmu juga tak lepas dari pengawasan mereka.Jadi makin kau banyak melakukan rencana kejahatan pada Agnes dan Fisya maka makin banyak bukti kejahatan kamu di tangan Fisya
Ma Em
Semoga Sebastian segera bisa membuktikan bahwa wanita yg tidur dgn Sebastian adalah Fisya dan Tina adalah anak kandung Sebastian .
Ma Em
Sudah tdk sabar nunggu waktu terbongkarnya kejahatan Jason dan Kasandra , Kasandra skrg suruh orang untuk menculik Agnes bahkan Agnes untuk dibunuh , Kasandra setelah tau kebenaran nya bahwa Agnes anak kandung nya pasti Kasandra dan Jason akan menyesal sampai mati .
Queen_Fisya08: sebentar lagi kak akan ketahuan
total 1 replies
Anto D Cotto
menarik
Anto D Cotto
lanjut crazy up thor
sunaryati jarum
Selain Agnes yang mendengar omongan Kasandra,tidak tahu kebenarannya.Karena yang tahu kebenarannya antara Agnes da Tina,hanya Fisya,Bi Lili,dan Bi Nisa .Masa Kasandra tidak curiga pada Tina yang wajahnya mirip Fisya,dasar bodoh karena hanya terobsesi memiliki harta Fisya,sampai mengabaikan kenyataan.
Ma Em
Thor jgn sampai Agnes bertemu Kasandra takut dicelakai .
sunaryati jarum
Jangan sampai Agnes ketangkap Kasandra
sunaryati jarum
Bagus Fisya itu juga cara mempermalukan Jason dan Kasandra.
sunaryati jarum
Segera tes DNA Bastian dengan Tina,emak sudah usul dua kali ini Lho, jangan sampai Angel mengaku putri kamu
sunaryati jarum
Baik Sebastian dan Fisya tahu siapa pasangan yang membuat hadirnya Tina
sunaryati jarum
Ternyata Fisya sudah tes DNA sungguh cerdas,dan rencana yang bagus
Datu Zahra
wes dah nongol masalah Angel. Kalau sampe Sebastian bisa masuk jebakan Angel, bodoh sih berarti. percuma kaya dan berkuasa
sunaryati jarum
Jangan sampai sampai Angel berbuat buruk untuk menipu Sebastian yang ada dia malah masuk penjara.Tidak mudah membohongi Sebastian.Semoga Sebastian segera melihat tana lahir kupu kupu di paha Fisya,atau segera tes DNA dengan Tina
Anonim: ANGEL HARUS DIBUNUH
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!