NovelToon NovelToon
My Dear Arrogant Husband

My Dear Arrogant Husband

Status: tamat
Genre:Romantis / Istri ideal / Trauma masa lalu / CEO / Cinta Seiring Waktu / Office Romance / Romansa / Tamat
Popularitas:7.6M
Nilai: 4.7
Nama Author: Apple Cherry

Sequel Cold Husband.

Elleora, tidak pernah menyangka bahwa dirinya akan jatuh cinta pada pria ketus, angkuh dan menyebalkan.


Kennard Xavier Chin adalah putra sulung pasangan Dannis Chin dan Araabella Islean Frederic. Tanpa sengaja bertemu dengan gadis ceroboh seperti Elleora, yang ternyata adalah sekertaris barunya di kantor.


Karena suatu kejadian, membuat Ken berhutang budi pada Rara, entah kenapa dengan hatinya. Ken mulai merasakan ada yang aneh dengan hatinya.


Terlebih, Rara memiliki wajah yang begitu mirip dengan mantan kekasihnya yang sudah meninggal beberapa tahun silam.


Mungkinkah, Kennard menyukai sekertaris barunya itu? Lalu apa jadinya, jika gadis itu malah ingin menjauh darinya, hingga ia pun memutuskan untuk mengundurkan diri dari kantor Kennard.


Ikuti terus ceritanya ya 😅


LIKE
KOMEN
RATE BINTANG LIMA


gomawo 🙏

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Apple Cherry, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

MYDAH : Berkirim pesan

"Kau benar, aku akan berusaha melupakan masalaluku dengan Hanna, biar bagaimanapuj hubunganku dan Hanna memang sebelumnya kurang baik, Hanna menuntut kebebasan, sedangkan aku tidak suka wanita yang suka membangkang, aku akan mencoba menghilangkan semua ingatanku tentang Hanna, perlahan." tutur Ken.

Kevin mengangguk, ia juga merasa lega, karena akhirnya setelah tiga tahun Ken menutup diri, dan kali ini Ken mau mendengarkan masukan dari orang lain, itu membuat Kevin merasa senang dan bersyukur.

"Saya akan selalu mendukung Tuan Ken, dan semoga saja Tuan segera mendapatkan ganti yang lebih baik dari nona Hanna, saya doakan Tuan." ujar Kevin.

Ken tersenyum tipis, pikirannya malah tertuju pada gadis polos yaitu sekertarisnya sendiri, ia tersenyum ketika mengingatnya.

"Menurutku, nona Rara adalah gadis yang baik, dia juga sangat disukai oleh Nyonya Araa, apa Tuan tidak memiliki perasaan terhadapnya? maaf kalau saya lancang." tanya Kevin pada bossnya.

Ken terdiam, sebelum ia menarik napas dalam-dalam.

"Mana mungkin aku menyukainya secepat itu, baru satu bulan aku mengenalnya, lagipula dia belum tentu menyimpan perasaan untukku, aku tidak mau terburu-buru mengambil tindakan," sahut Ken.

Kevin tersenyum tipis, ia sangat mengenal bossnya, kalau seperti itu ia dapat menilai Ken sebenarmya memiliki perasaan khusus terhadap Rara, hanya saja Ken belum sepenuhnya sadar, terutama ia baru mau memulai menata hatinya kembali.

"Baiklah Tuan, oh iya saya juga ingin menyampaikan pesan dokter, sebaiknya Tuan Ken tidak ke kantor dulu, dokter menyarankan agar Tuan beristirahat sampai keadaan Tuan benar-benar pulih, baru Tuan boleh bekerja kembali di kantor." tutur Kevin.

Ken memijat keningnya, "Aku bosan di rumah, rasanya sudah ingin kembali ke kantor, hanya saja memang kepalaku masih agak sakit,

mungkin aku harus beristirahat beberapa hari lagi, daripada semakin parah, dan masuk rumah sakit, aku benci rumah sakit." sahutnya.

Kevin mengangguk.

"Iya, masalah di kantor biar menjadi urusan saya dan sekertaris Rara, saya juga sudah menjalankan perintah Tuan untuk tidak memotong gaji sekertaris baru itu, apa dia sudah berterimakasih pada Tuan?" tanya Kevin.

"Biarkan saja, mungkin dia sendiri sampai belum sempat menggunakan gajinya, sejak kemarin aku merepotkan dia terus, entah kenapa juga aku malah menelpon dia, meminta dia datang kemari di saat aku sakit, pikiranku kacau saat itu, untung saja dia sangat penurut, sejujurnya aku menyukai tipe wanita yang seperti itu," tutur Ken tidak sadar kalau ia baru saja berterus terang pada Kevin.

Kevin tersenyum kecil, secara tidak langsung Ken sudah memiliki perasaan khusus terhadap Rara, tapi Ken itu terlalu gengsi untuk mengakuinya, jadi ia terkesan angkuh dan cuek padahal di dalam hatinya menaruh perasaan pada sekertarisnya, pikir Kevin.

"Kau jangan tertawa, kau kira aku tidak tahu, kalau kau barusan menertawaiku." celetuk Kennard pada asisten pribadinya itu.

Kevin langsung diam seribu bahasa.

"Maafkan saya Tuan, saya hanya tersenyum tidak tertawa, mana berani saya menertawakan Tuan." ucapnya sambil memasang wajah serius kembali.

"Terserah kau sajalah, sekarang kau boleh pergi, bukannya kau tadi bilang harus menjemput papa di bandara?" tanya Ken.

"Benar Tuan, Tuan Chin meminta saya menjemputnya, setelah itu ia meminta agar mengantarnya langsung ke apartemen Tuan Ken, beliau ingin melihat keadaan Tuan," sahut Kevin.

"Katakan padanya, kalau aku baik-baik saja, tidak perlu repot langsung kemari, memangnya dia tidak lelah?" Ken meminum lagi sisa teh hijau yang tadi di buatkan Rara, teh itu sudah dingin, mendadak Ken malah jadi teringat Rara, ia malah ingin di buatkan teh hijau lagi, Ken segera menghilangkan pikiran tersebut, ia tidak mau terlalu cepat mengambil keputusan, ia masih belum yakin betul dengan perasaanya sendiri.

Kevin diam-diam memperhatikan bossnya yang terlihat sedang melamun, ia sudah menduga pasti bossnya itu sedang memikirkan sekertarisnya, ia menggeleng melihat sikap Ken yang terlalu gengsian menurutnya.

"Tuan, kalau begitu saya pamit menjemput tuan Chin terlebih dahulu ya, saya permisi." ucap Kevin.

Ken terkesiap, ia tersadar dari lamunannya.

"Kau bilang apa tadi?" tanya Ken pada Kevin.

"Saya pamit dulu Tuan," sahut Kevin.

"Ah itu, baiklah kau pergi saja, hati-hati," ucap Ken.

Kevin pun segera pergi meninggalkan apartemen Ken, ia segera menjemput Dane di bandara.

***

Di kamarnya, Rara yang baru saja selesai membereskan kamar, ia bermaksud ke dapur untuk membuat makan siang, tapi handphone miliknya malah bergetar.

Rara meraih ponselnya, ternyata ada beberapa pesan masuk yang belum dibaca, ada pesan dari Zhang Wei, dan yang membuatnya kaget ternyata ada pesan masuk dari bossnya, Kennard.

"Tuan Ken? tumben sekali ia meninggalkan pesan singkat untukku? biasanya kalau ada kepentingan, ia menelpon." gumamnya.

Rara segera membuka pesan tersebut, lalu ia malah terdiam.

Apa kau sudah sampai rumah?

Itu adalah isi pesan yang dikirimkan oleh Ken untuk Rara.

Rara masih merasa aneh, karena tidak biasanya bossnya mengajaknya berkirim pesan seperti ini.

Tapi Rara harus tetap membalasnya, ia juga teringat kalau ia belum sempat mengucapkan terimakasih pada bossnya, karena gajinya tidak jadi di potong.

Aku sudah sampai rumah, oiya Tuan terimakasih karena kebaikan Tuan tidak memotong gajiku, aku lupa mengucapkan terimakasih kemarin.

Rara mengirim pesan tersebut pada bossnya.

Tak berapa lama, pesan itupun mendapat balasan dari Ken.

Tidak apa-apa, aku tidak tega memotong gajimu, mobilku terlalu mahal biaya perbaikannya, lain kali jangan mengulanginya.

Rara membulatkan mulutnya, ternyata bossnya masih saja ketus, bahkan saat berkirim pesan, batin Rara.

Terimakasih Tuan, saya juga tidak akan mengulangi kesalahan saya lagi, saya juga takut gaji saya di potong nantinya, saya akan lebih berhati-hati.

Balas Rara, ia mendengus, "Ku kira dia sudah berubah, ternyata masih tetap angkuh, tapi bukan Kennard namanya kalau berubah seratus delapan puluh derajat, kalau seperti itu aku malah akan curiga dia terbentur tembok, dengan begini aku sudah merasa lega, ternyata dia baik-baik saja," gumamnya.

Di kamarnya, Ken malah terkekeh membaca balasan pesan dari Rara, sudah lama sekali ia tidak merasa tertawa selepas ini, ia merasa terhibur setelah sekian lama ia lebih banyak menyendiri.

"Benar-benar gadis yang menarik, tapi aku tidak mau gegabah, semuanya harus dengan pertimbangan, aku masih belum yakin, apa aku bisa melakukannya, menerima tawaran mama, untuk menikahi gadis itu, lagipula belum tentu dia mau menerimaku, bisa saja dia sudah memiliki kekasih, siapa yang tahu?" gumamnya, ia tiba-tiba mendapatkan ide, ia mengetik lagi balasan untuk Rara.

Apakah kau sudah memiliki kekasih?

Tanpa sadar ia langsung mengirim pesan balasan tersebut, padahal tadinya ia hanya sekedar mengetik tidak bermaksud mengirimnya sungguhan.

"Astaga! kenapa aku malah mengirimnya?" decaknya yang tidak sadar sudah menekan tombol send, dan pesan itupun bahkan sudah terbaca oleh Rara.

"Bodoh sekali kau Ken!" Ken memaki dirinya sendiri, ia masih menunggu jawaban Rara, tapi juga ia merasa sangat bodoh karena menanyakan hal seperti tadi.

Rara terkejut, ia masih terbengong saat menerima pesan dari bossnya itu.

"Apa maksudnya ini, kenapa dia malah menanyakan hal seperti ini padaku?" gumamnya.

Akhirnya Rara mengetik balasan juga, ia hanya berkata jujur saja pikirnya.

Belum.

Satu kata balasan dari Rara untuk pertanyaan bossnya tadi.

Ken membaca balasan pesan tersebut, mendadak wajahnya memerah.

"Dia bilang belum?" Ken tanpa sadar malah merasa lega, ia bahkan tersenyum-senyum sendirian.

______________

Author : Jangan lupa like komen yang banyaaak kalau mau di up lagi 😁😌

vote turun lagi padahal udah up banyak seharian kemarin, hadeeeh 😒😒😒😒😑

1
Puput
Hey bodoh, semuanya emang membutuhkan uang tapi gak semuanya tentang uang🙄
Elen: /Facepalm//Scream/
total 1 replies
Puput
ini namannya campuran antara Korea, Nama orang dari negara negara barat sana China ya thor?
Rat Miyati
Luar biasa
Rat Miyati
Lumayan
Ellllll8
sedihhh Bgtttt thorrr tpi aku suka ceritanya bikin terharuuu
Ellllll8
ohh my God kennnn
Ellllll8
bagussss bgttt Thor bikin baperr
Ellllll8
hhhaaaa ciecieee kennnn buat aku trbng ajaaa
Ellllll8
ohhh my God maunya dijodohkan aja Daddy dane
Murni Asih
bgua
Nurilbasyaroh
bkn rara yg baper tpi aku yg baca jadi baper
Nurilbasyaroh
galak tapi perhatian sweet banget!
Nurilbasyaroh
ok ok lah buat visual y
Anita Septiani
ceritanya bagus.....
senja indah
aplk oren aplksi apa
Atika Darmawati
ok
Ismalinda
Luar biasa
Fitrianinaim_queen03
Kevin, makin lama makin meresahkan 🥴🥴
Eva Rubani
apa rara lg hamil tp dia ngak tau
Eva Rubani
istri Sultan...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!