Setiap dari kita mungkin pernah merasa benci kepada diri sendiri, penyesalan, iri dengan yang punya, terganggu dengan penilaian orang lain, hingga membuat kita memilih untuk menutup diri sampai kita sadar bahwa dunia ini indah dan masih ada cahaya yang bersinar untuk kita.
****
Cassie memilih untuk menjauh setelah pernyataan cintanya di tolak dengan cara yang kejam. Lalu menjadi bulan -bulanan teman-teman nya. Namun siapa sangka, Cassie justru bertemu dengan Aaron, yang dijadikan Cassie sebagai pelarian. Ia bahkan mengubah penampilannya demi Aaron. Sementara itu, Aaron justru bersikap ketus kepada Cassie
Di sisi lain, Aaron juga memiliki sifat yang tak terduga oleh Cassie yang melihat cowok ganteng itu kadang perhatian terhadapnya kadang pula acuh tak acuh bahkan cenderung dingin dan ketus sekali.
Namun, semua itu berubah ketika Cassie mengetahui rahasia Aaron, si cowok cantik...
Bagaimana kisah mereka berdua?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Violetta Slyterin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 22.
Rumah Pak Salim, Jakarta Timur.
Malam hari yang panas karena musim kemarau panjang membuat Cassie tidak bisa tidur pulas dan nyaman. Gadis itu sudah menyalahkan kipas angin yang diputar dengan tombol tiga untuk ia dapat merasakan kesejukan udara di malam hari itu. Ia menyingkirkan selimut di kedua kakinya yang memakai celana piyama pendek lalu jalan ke jendela kamarnya yang telah dibuka lebar- lebar sejak sore hari sebelum jam tidurnya.
"Ehhh,enaknya kalau ada Ac di kamarku untuk ku bisa tidur dengan pulas dan nyaman di malam hari ku seperti Kak Aaron dan Kenny di rumah sebelah. " kata Cassie menatap ke kamar tidur Aaron yang tirainya tertutup rapat namun cahaya lampu terlihat jelas dari balkon kamarnya.
Ketika Cassie sedang melamun sambil menatap langit malam, jendela kamar tidur Aaron telah terbuka untuk Aaron yang memandangi Cassie di balkon kamar pemuda itu sendiri.
"Cas, kenapa jam segini masih kamu belum tidur dan masih berjemur di balkon sendirian? " tanya Aaron yang menyiram air dari botol minuman ke arah Cassie di balkon sebelah rumahnya atau lebih tepat kamarnya sampai Cassie kaget.
"Kak Aaron, kau menyapaku? " tanya Cassie tak percaya kalau Aaron menyapanya dengan cara yang unik yaitu mengagetkan dirinya dengan ia disiram air dari botol minuman pemuda tampan itu sendiri.
"Iyaa, karena aku terganggu dengan suaramu itu yang mengeluhkan kamarmu tak ada Ac yang bisa menyejukkan mu untuk tidur di kamarmu. " jawab Aaron dengan mimik wajahnya yang imut dan manis di dalam pandangan mata Cassie.
"Ouh, maaf deh, Kak Aaron. Oh ya, kapan Kakak pulang dari Semarang kok Kakak tidak kabari aku sih? " tanya Cassie yang tanpa sadar telah manjat ke balkon sebelah rumahnya atau lebih tepatnya ke balkon kamar tidur Aaron.
"Hei.... Kau apa-apaan sih naik dan menyeberang ke balkon kamar ku?" Aaron menangkap tangan Cassie agar gadis itu dapat turun di lantai depan beranda kamarnya dengan aman.
"Habisnya aku kangen kamu, Kak Aaron." jawab Cassie yang menatap lembut Aaron.
"Aku pulang dari Sekarang barusan saja, maaf ku tak punya nomor WA mu jadi aku tak bisa kirim kabar ku kepada mu. " kata Aaron yang bingung sendiri kenapa ia harus memberitahu kabar kepulangannya kepada Cassie
"Hmm, baik, aku akan memaafkan Kakak Aaron asalkan Kakak berikan nomor WA Kakak kepada ku. " kata Cassie yang menatap Aaron yang kini terlihat menjulang tinggi di depannya.
"Tunggu sebentar aku ambil hpku dulu di dalam kamarku. " kata Aaron yang membalikkan badan untuk masuk ke kamarnya lalu mengambil HP nya dan memberikan nomor WA kepada Cassie.
Cassie memasukkan nomor WA Aaron di hpnya sambil duduk dengan santai di pinggir tempat tidur Aaron. Lalu, Aaron pamit untuk pergi mandi kepada Cassie yang menganggukan kepalanya untuk menjawab Aaron sambil berbaring di atas tempat tidur Aaron lalu terlelap nyaman.
Aaron kembali ke kamarnya sesudah mandi dan berpakaian rapi. Ia melihat Cassie tidur pulas dan nyaman di tempat tidurnya. Ia pun dengan sabar menyelimuti Cassie dengan selimutnya sendiri. Dan, memilih untuk tidur di sofa panjang di samping meja kerjanya.
Pagi harinya Cassie membuka mata dengan raut wajahnya yang cantik dan manis menatap Aaron yang masih terlelap nyaman di sofa panjang, lalu ia diam-diam lari ke balkon kamar tidur Aaron untuk manjat kembali ke kamarnya sebelum ada orang yang melihatnya tidur di kamarnya Aaron.
"Cassie, sudah pagii.. Cepat bangun, mandi lalu berpakaian seragammu dan turunlah ke ruang makan untuk sarapan pagi sebelum berangkat ke sekolah.. " suara Mamanya dari lantai bawah telah terdengar oleh Cassie.
"Iya, Maaa...! " sahut Cassie sambil menoleh ke arah Aaron yang sudah bangun tidur dan duduk di sofa panjang sedang menatap dirinya dengan tatapan mata yang membiusnya.
Aaron sendiri sadar bahwa gadis SMA itu tengah membalas tatapannya sampai ia harus cepat mengalihkan perhatiannya pada pintu kamarnya yang sudah dibuka oleh Kenny Rogers adiknya.
"Kak, boleh aku pinjam uang sekitar tiga ratus ribu rupiah untuk membeli helm sepedaku yang baru? " tanya Kenny Rogers mengulurkan tangan kepada Aaron.
Aaron mengambil dompetnya lalu menyerahkan uang tunai sebesar tiga ratus ribu rupiah kepada Kenny Rogers yang langsung melompat gembira mendapatkan uang darinya lalu berlari turun ke lantai bawah.
Aaron menengok ke arah kamar Cassie yang kini kosong usai perhatiannya teralihkan kepada adik semata wayangnya itu lalu ia mengambil handuk dan pergi ke kamar mandi.
Di teras depan rumah.Cassie menunggu Kenny Rogers yang sedang mengambil sepeda dari halaman rumah O'om Hermanto dan melihat ke arah Aaron yang berjalan keluar dari dalam rumah menuju ke mobil. Aaron yang menyadari bahwa ada orang yang sedang memandanginya itu segera menoleh dan melihat Cassie diluar pintu gerbang rumahnya.
"Hai, selamat pagi untuk mu Cassie.Apakah kau ingin berangkat ke sekolah bareng Kenny? " sapa Aaron ramah sambil membuka pintu mobilnya.
"Iya, Kak Aaron dan selamat pagi juga untuk Kak Aaron. " jawab Cassie segera dengan senyuman manis dibibirnya.
"Ouh, oke. Kau tunggu saja sampai Kenny keluar dari dalam. Hmm, aku berangkat kerja dulu ya? Dah," kata Aaron yang melambaikan tangannya kepada Cassie sambil masuk ke mobilnya lalu meluncur keluar dari halaman rumahnya.
Cassie termangu usai sadar kalau tadi Aaron si cowok es batu pahat melambaikan tangan pada Cassie dan pamit pergi kerja kepadanya. Gadis itu merasakan debar jantungnya tak beraturan di saat itu juga sampai ia terkejut karena Kenny ada didepannya sambil menggunakan telapak tangan untuk menyadarkannya dari lamunannya.
"Chaplin, ayo kau naik ke sepedamu lalu kita bisa berangkat ke sekolah bersama-sama. " kata Kenny Rogers yang sudah duduk di sepeda di luar pintu gerbang rumah Pak Hermanto kepada Cassie.
"Ehhh, ya.. " jawab Cassie cepat duduk di sepeda lalu mengayuh menuju ke sekolah bersama- sama dengan Kenny Rogers yang bersepeda di belakang sepedanya.
Di pintu gerbang sekolah menengah atas Seruni Indah, Jakarta Timur. Cassie dan Kenny telah memarkirkan sepeda mereka di parkiran khusus untuk sepeda sebelum berjalan di jalan setapak menuju ke koridor yang mengarah ke arah sudut kanan gedung sekolah. Dimana, disana ada anak tangga berbentuk hurup L yang di lantainya ada beberapa ruang kelas, diantaranya adalah kelas Cassie dan Kenny Rogers yang kini sama-sama satu kelas setelah mereka naik kelas 11 A.
"Cas, Ken.. Kalian baru datang ? " tanya Silvana teman sekelas mereka di depan pintu kelas dengan senyuman ramah kepada mereka berdua sambil memegangi sapu lantai.
"Iya, nih Sil. Tapi, kami akan bantuin kamu piket kelas dengan merapikan bangku dan meja juga membuang sampah kemarin di tempat sampah kelas kita. " jawab Kenny yang segera menaruh tas sekolah di bangkunya lalu berjalan ke lemari penyimpanan perlengkapan kebersihan kelas di sudut kanan ruang kelas mereka.
Bersambung!!