NovelToon NovelToon
Anak Kembar CEO Kaya

Anak Kembar CEO Kaya

Status: tamat
Genre:Lari Saat Hamil / Anak Genius / Anak Kembar / Tamat
Popularitas:203.3k
Nilai: 5
Nama Author: Ame_Rain

Beberapa tahun yang lalu, Gallen pernah bertemu dengan seorang gadis yang meninggalkannya begitu saja setelah malam panas mereka. Dan setelah enam tahun berlalu, mereka kembali bertemu? Bahkan Zoya memiliki seorang anak laki-laki!

"Anakku, kan?"

"Bukan!"

"Kau pikir bisa membohongiku? Darimana bayi itu muncul kalau bukan karena malam itu? Kau pikir kau itu amoeba yang bisa membelah diri?!"

***

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ame_Rain, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

22. Kebohongan yang Zoya Buat

...Kau pasti berbohong karena ingin menyembunyikan anakku dariku, kan?"...

...***...

Keduanya sama-sama terdiam saat saling berhadapan. Gallen melihat wanita di hadapannya, lalu beralih melihat Noah yang saat ini berdiri di samping Zoya berkali-kali.

"Tunggu. Jangan bilang anak ini --- mphhh."

Zoya berlari lalu membungkam mulut Gallen sebelum pria itu mengatakan sesuatu.

"Win, aku titip Noah. Bawa dia pulang sekarang juga!" Perintahnya.

Winona yang masih terkejut dan tidak tahu menahu mengapa sahabatnya itu tiba-tiba bertingkah liar hingga membekap mulut pria yang tak dikenalnya langsung mengajak Noah untuk pergi. Ia menarik tangan Noah, membawanya menuju mobil. Anak-anak tidak boleh melihat adegan kekerasan semacam ini!

"Noah," Panggil Winona, "Kita pergi sekarang."

Noah hanya mengikut saat Winona membawanya. Dilihatnya kembali Mamanya yang masih berdiri di belakang. Bocah laki-laki itu tersenyum. Akhirnya, usahanya sukses.

***

"Apa yang kau lakukan?!" Teriak Gallen setelah Zoya melepaskan tangannya dari mulut pria itu. Zoya menatap Gallen dengan berani, sama seperti yang dulu dilakukannya.

"Bos pasti mau mengatakan sesuatu yang aneh-aneh, kan? Mana mungkin aku diam saja melihat itu!" Jawabnya.

Gallen terdiam saat mendengar itu. Aneh. Jelas sekali ada banyak yang berubah dari wanita dihadapannya ini. Tapi saat dirinya melihat Zoya lagi, semua perbedaan itu tidak penting lagi. Gallen harus mengakui bahwa perasaannya tidak pernah berubah meski waktu telah berlalu.

"Cara bicaramu berbeda." Katanya. Zoya menatap Gallen.

"Penampilanmu juga. Dulu kau tidak sekurus ini, dan kau juga tidak pernah memakai lipstik apalagi warna merah seperti ini."

Zoya memandang bagian tubuhnya yang di tatap oleh Gallen, "Hih, Bos!" Zoya menyilangkan kedua tangannya di depan badan, "Jangan aneh-aneh, ya!"

Gallen tertawa. Kapan ya, dia bisa tertawa lepas seperti ini?

"Ah, benar juga." Dia kembali teringat, "Noah, dia anakmu?" Tanyanya.

Zoya terdiam selama beberapa detik. Oh, astaga. Apa yang harus dirinya katakan sekarang?

Mata elang Gallen menatap Zoya penuh selidik. Sebelah bibirnya tertarik ke atas. Gallen sempat bingung mengapa dirinya tak merasa terganggu dengan keberadaan Noah, bahkan sampai mau menemui anak itu saat diberitahu bahwa dia hanya sendirian di rumah karena ibunya sedang bekerja. Tapi, ternyata karena ini?

"Anakku, kan?" Tebaknya.

"Bukan!" Tolak Zoya langsung.

Gallen yang mendengar itu pun terkekeh tak percaya, "Kau pikir bisa membohongiku? Darimana bayi itu muncul kalau bukan karena malam itu? Kau pikir kau itu amoeba yang bisa membelah diri?!"

Oya menelan ludahnya sendiri. Astaga, astaga. Bagaimana ini? Gallen benar-benar tidak percaya pada perkataannya.

"Darimana Bos bisa bilang kalau Noah itu anak Bos? Jelas-jelas kalian enggak mirip." Zoya mencoba memberikan alasan.

"Ada kemiripan diantara kami." Jawab Gallen yang membuat Zoya terhentak. Benarkah? Gallen dan Noah mirip? Kok, Zoya tidak tahu?

"Mirip?" Ia masih mencoba untuk terlihat tenang, "Bos, apa Bos enggak salah lihat? Bagian mananya yang mirip?" Tanya Zoya. Ia juga penasaran memangnya bagian mana dari Noah yang terlihat mirip dengan Gallen.

Gallen melipat kedua tangannya di dada. Dia terlihat sangat percaya diri.

"Telinganya."

"Telinga --- Apa?" Zoya ternganga mendengar jawaban Gallen, "Bos, apa bos enggak salah? Telinga?"

Gallen masih terlihat percaya diri. Astaga, Zoya benar-benar tidak paham dengan cara berpikir pria di hadapannya ini. Telinga katanya? Hanya karena telinga mereka mirip lalu Gallen langsung mengatakan bahwa Noah itu anaknya?

"Yah, jika dilihat dari umurnya aku yakin anak itu adalah anakku. Dan model telinga sepertiku itu jarang, jadi itu semakin memperkuat bukti bahwa Noah adalah anakku." Lanjutnya.

"Hah," Zoya menghela napas panjang, "Aku sudah mengatakan bahwa Noah itu bukan anak Bos, jadi Bos jangan terlalu percaya diri seperti itu." Katanya.

"Sudahlah, aku ingin pulang sekarang."

Zoya hendak berbalik, namun Gallen justru menangkap tangannya, "Aku tidak bisa percaya dengan kata-katamu. Kau pasti berbohong karena ingin menyembunyikan anakku dariku, kan?" Tiba-tiba ekspresinya jadi serius. Jujur saja Zoya sedikit takut saat melihat ekspresi Gallen yang seperti itu. Namun, untuk melindungi Milo dan Noah, ia tetap tidak ingin Gallen tahu kebenarannya!

Zoya menepis tangan Gallen, "Bos, aku sudah bilang bahwa Noah bukan anakmu. Kenapa Bos terus memaksa untuk diakui sebagai ayahnya?" Zoya benar-benar tidak ingin Gallen tahu. Sejak saat memutuskan untuk melahirkan anak itu, Zoya sudah meyakinkan diri untuk bertanggung jawab penuh atas kedua anaknya sendiri tanpa melibatkan pria itu. Jadi kenapa ia harus mengakui bahwa Gallen adalah ayah dari kedua anaknya?

"Bohong. Kau pasti sengaja mengatakan itu karena ingin memisahkan aku dengan anakku." Katanya lagi.

Zoya terkekeh. Sebagai jurus pamungkas, ia mengangkat tangannya dan menunjukkan cincin polos yang tersemat di jari manisnya, "Bos lihat ini? Aku sudah menikah." Katanya.

Gallen membulatkan matanya, terkejut setelah mendengar kalimat itu.

"Dan bagaimana mungkin aku mengakui Bos sebagai ayah dari anakku? Ayahnya saja masih hidup, kami hidup bahagia sampai sekarang."

Mungkin karena syok, Gallen tak dapat menjawab setelah mendengar kata-kata Zoya. Pria itu hanya menatap ke depan, menatap wanita yang terus dicintainya selama enam tahun ini.

"Maaf, Bos. Tapi aku akan pulang sekarang. Suami dana anakku pasti akan khawatir kalau aku tidak pulang juga."

Zoya kemudian melepaskan tangan Gallen yang masih memegang tangannya, lalu segera berbalik untuk pergi dari sana. Dengan begini, Gallen mungkin akan berhenti mencari-cari tahu kebenaran tentang Noah ataupun Milo.

***

"Argh!"

Zoya meninju bantalnya. Dasar. Bagaimana ini? Dia sudah berbohong pada Gallen, tapi mengapa justru hatinya terasa sakit sendiri?

"Hah," Zoya menghela napas panjang. Jika dirinya jujur pada Gallen, apa yang kira-kira akan dilakukan oleh pria itu? Menghinanya? Atau justru Gallen akan mengambil Milo dan Noah karena merasa dirinya tidak pantas menjadi ibu bagi kedua anak itu?

Karena Zoya percaya, Gallen tidak akan mungkin menerima dirinya sekalipun dia mau menerima kedua anak itu. Tapi apa dirinya egois jika tidak ingin jujur tentang hubungan mereka bertiga?

"Ah, aku enggak tahu lagi!"

Zoya menutup wajahnya dengan kedua tangan. Apalagi dirinya baru saja berbohong bahwa ia memiliki suami. Tidak dirinya sangka bahwa cincin tak bermodel miliknya ternyata akan berguna seperti ini. Tapi jika suatu saat nanti mereka bertemu dan Gallen tahu bahwa Zoya berbohong padanya tentang itu, maka kebohongannya bahwa Noah adalah anak dari dirinya dan suami juga pasti akan terbongkar.

Disaat Zoya tengah memikirkan alibi apa yang cocok digunakan untuk membohongi Gallen, Noah yang ada di kamar sebelah juga sedang sibuk dengan sesuatu. Bocah laki-laki itu mencari nama seseorang di kontak yang ada pada jam tangan pintarnya, lalu menekan tombol telpon.

"Datanglah kesini besok. Aku butuh bantuanmu."

Bocah itu tersenyum mendengar jawaban di seberang telepon. Dengan begini, keadaan masih bisa dibalik kembali.

***

1
Ameee
Aku ada di KBM. Mampir kesana ya sayang-sayangku 😘
Addb_Rh
si Zoya mah, kelamaan mikir, keburu anak mu minta di sunat🤣

Udah ada buntut dari Gallen, tinggal iya in aja. Dia mo tanggungjawab dr dulu, lu yg kabur😮‍💨
Addb_Rh
gitu aja terus sampai gajah bertelor😌

dasar Zoya🤣
Addb_Rh
Zoya mah malu-malu kucing. Bilang iya aja, kebanyakan alasan yg di pikir.. 🤣
Addb_Rh
kirain bakal bilang "bangun sayang" sama si Zoya😌
Addb_Rh
lanjutkan saja sandiwaranya Gallen.. sampai di ijab si Zoya🤣
Addb_Rh
gak usah di ingetin bang, di lakuin aja lagi
biar nambah personil🤣
Addb_Rh
dan akhirnya y Zoy🤣
Jan kabur kuburan lagi makanya😅
Addb_Rh
makanya jan kabur-kaburan mulu Zoy, 😅😅
Addb_Rh
🤣🤣🤣 polahe polahe bos mu iku
Addb_Rh
berkeliaran, emangnya hantu apa. 🤣🤣
Addb_Rh
si Zoya pen ku getok pake tutup panci deh, orang mau tanggung jawab pake kabur-kaburan lagi, 😌
Addb_Rh
Si Zoya main petak umpet mulu, gemes deh pen ku cubit😅

Rencana apa yg kamu punya Gallen🙄🙄
Addb_Rh
si Alby nge lag, di kata terakhirnya🤣

Gallen, kalo Zoya masih ragu udah culik aja, kelamaan
😌😌
Addb_Rh
lagian elu ngelamar gak Romantis bgt bang, bikin trust issue lho🤣🤣
Addb_Rh
jangan bandel lagi Zoy. Gallen dah mo tanggung jawab lho.
drpd lu yg rugi, udah di icip, besarin anak sendiri. pilihan sendiri emang, susah sendiri. 😩😩
Addb_Rh
datanglah satu lagi😌
apa gi speechless si Gallen

kalo kata ku mah, ambil rambutnya aja satu, buat tes DNA deh.
Zoya keras kepala soalnya, gak bakalan mau ngaku dia kalo gk di.. ancem mungkin, 🙄
Addb_Rh: "gak" maksudnya, bukan "gi" 🤣
total 1 replies
Addb_Rh
ngakak wehh🤣 dr yg kaya amoeba membelah diri, lanjut ayam sakit, abis ini apa? kucing berenang? 🙄🙄
Addb_Rh
Zoy, ngapa gak ngaku aja dah. Si Gallen kek nya mau kok nerima. Tinggal minta nafkah seratus juta tiap bulan😌🤣
Addb_Rh
daaaan, finally... ketemu deh..

Kira-kira Gallen curiga gk ya sama bocil itu, anak Zoya. anaknya juga bukan?
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!