NovelToon NovelToon
Godaan Istri Sah

Godaan Istri Sah

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Mengubah Takdir / Romansa / Dijodohkan Orang Tua / Romansa Fantasi
Popularitas:15.1k
Nilai: 5
Nama Author: Langit Biru

Wasiat perjodohan membuat dua insan di persatuan dalam sebuah ikatan , meski tidak ada cinta antara kedua nya , karena pria itu sudah memiliki kekasih yang cantik

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Langit Biru, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 22 Harapan baru

Hari-hari berlalu, dan hubungan antara Chandra dan Ira semakin erat. Tak ada lagi bayangan luka dari masa lalu yang terus menghantui. Di samping Ira, Chandra merasa... hidupnya perlahan pulih.

Pagi itu, mereka duduk di balkon apartemen Ira, menikmati secangkir kopi dan langit biru yang cerah.

“Ira…” ucap Chandra, memecah keheningan yang nyaman, “terakhir kali aku ngerasa begini... mungkin lima tahun yang lalu. Saat hidupku masih utuh.”

Ira menoleh, tersenyum kecil. “Sekarang hidup Mas udah utuh lagi. Tapi dengan cerita yang berbeda.”

Chandra menatapnya penuh syukur. Tak ada beban dalam tatapan itu—hanya ketulusan. Di sisi Ira, ia merasa tidak dihakimi, tidak direndahkan, dan tidak dituntut menjadi seseorang yang bukan dirinya.

Ia merasa dihargai.

Dulu, ia menjalani hari-hari dalam tekanan dan tuntutan. Tapi bersama Ira, ia bisa tertawa lepas, berbicara apa adanya, bahkan diam pun terasa menyenangkan.

“Ira…” bisiknya, menggenggam tangan gadis itu, “Terima kasih. Kamu buat aku merasa berarti lagi. Seolah... hidup yang dulu sempat hilang, sekarang kembali.”

Ira menggenggam balik, matanya berkaca-kaca. “Aku cuma pengen Mas bahagia. Itu aja.”

Mereka saling menatap, dan dalam tatapan itu, tak ada keraguan. Hanya harapan.

Angin sore berhembus lembut di balkon apartemen. Burung-burung mulai kembali ke sarangnya, dan langit mulai berubah warna menjadi jingga keemasan.

Ira duduk bersandar di bahu Chandra. Hening yang nyaman menyelimuti mereka. Tapi di balik senyum lembut Ira, ada pertanyaan yang sudah lama ia simpan.

Pelan-pelan, ia menegakkan tubuhnya dan menatap wajah pria yang kini selalu ada dalam hari-harinya.

“Mas…” suaranya lembut, namun terdengar serius. “Sudah lima bulan sejak Mas pisah sama Kak Dila. Tapi…” Ia menunduk sebentar. “Mas belum juga kasih kepastian.”

Chandra menoleh, sedikit terkejut, tapi tak menyela.

Ira melanjutkan, matanya menatap lurus ke mata Chandra.

“Masihkah Mas ragu sama aku?”

Suasana mendadak sunyi. Angin seolah berhenti berembus.

“Aku... nggak minta yang muluk-muluk. Aku cuma ingin kita menikah. Nggak perlu pesta besar. Nggak perlu undangan ribuan. Sederhana aja. Yang penting kita sah. Kita resmi. Aku capek kalau harus terus jadi bayangan, Mas...”

Chandra terdiam. Matanya berkedip pelan, lalu menghela napas panjang.

“Ira… bukan aku ragu,” jawabnya akhirnya. “Aku cuma... nggak mau mengulang kesalahan yang sama. Aku takut nyakitin kamu tanpa sengaja.”

Ira menggenggam tangan Chandra erat. “Kalau Mas takut menyakiti, kenapa tidak menjagaku sepenuh hati?”

Chandra menatapnya dalam. Di mata Ira, tak ada tuntutan. Hanya ketulusan.

Ia tersenyum pelan. “Kamu benar. Selama ini aku sibuk menyembuhkan diri... sampai lupa kamu yang selalu bantu sembuhin aku.”

Chandra mencium punggung tangan Ira, hangat dan lama.

“Kalau kamu bersedia, aku akan segera datang ke rumahmu. Melamar kamu secara resmi. Kita mulai hidup baru kita. Sederhana, tapi penuh cinta.”

Ira menunduk, menahan haru. Air matanya jatuh pelan bukan karena sedih, tapi karena lega.

Pagi hari di rumah keluarga Ira dan Dila.

Udara terasa sedikit lebih berat dari biasanya. Chandra berdiri di depan gerbang rumah itu, mengenakan batik rapi, membawa kotak hantaran sederhana di tangannya. Ini bukan kali pertama ia datang ke rumah itu, tapi kali ini... tujuannya sangat berbeda.

Ia menarik napas panjang sebelum menekan bel pintu.

Tak lama, seorang pembantu membukakan pintu, lalu mempersilakannya masuk.

Beberapa menit kemudian, muncullah pak Wiratma jaya, ayah Dila dan Ira, mantan mertuanya dengan wajah datar dan tatapan tajam yang tak banyak berubah sejak perceraian.

Chandra menunduk sopan.

“Assalamu’alaikum, Pak.”

Pak Wiratma jaya mengangguk singkat.

“Wa’alaikumussalam. Duduklah.”

Suasana hening. Hanya suara jam dinding yang terdengar. Chandra mencoba meredakan ketegangannya dan mulai berbicara dengan nada tenang tapi tegas.

“Pak... saya tahu kehadiran saya di sini mungkin tidak menyenangkan. Tapi hari ini saya datang bukan sebagai mantan suami Dila... saya datang sebagai lelaki yang ingin meminta restu Bapak.”

Pak Wiratma jaya menyipitkan mata. “Restu? Untuk siapa?”

Chandra menatap langsung ke arahnya. “Untuk Ira, Pak. Putri Bapak yang kedua.”

Keheningan menggantung tebal.

Pak Wiratma jaya meletakkan cangkir tehnya dengan perlahan. “Kamu sadar dengan apa yang kamu katakan, Chandra? Kamu mantan suami anak saya. Dan sekarang kamu mau menikahi adiknya?”

“Saya sadar, Pak. Dan saya juga paham bagaimana itu terdengar. Tapi saya mencintai Ira. Dan saya yakin, Ira pun mencintai saya. Hubungan kami bukan sekadar pelarian. Kami sudah saling mengenal, saling menghargai. Saya... merasa hidup saya kembali sejak bersama dia.”

Pak Wiratma jaya menatap Chandra tajam, seolah mencoba membaca isi hatinya.

“Kamu tahu, Chandra... saya kecewa waktu kamu gagal membina rumah tangga dengan Dila. Tapi saya juga tahu... anak saya yang satu itu bukan wanita yang mudah dipahami. Saya melihat sendiri bagaimana Ira berubah sejak bersamamu.”

Chandra terdiam, tak ingin membantah atau menyela.

“Kalau Ira memang yakin... dan kamu benar-benar serius, saya takkan menghalangi. Tapi satu hal yang harus kamu ingat.”

Chandra mengangkat wajahnya. “Apa itu, Pak?”

“Jangan sampai kamu ulangi kesalahanmu lagi. Jangan sakiti Ira seperti kamu dan Dila saling menyakiti dulu. Karena kalau itu terjadi... saya sendiri yang akan berdiri di depanmu.”

Chandra mengangguk dalam, suaranya mantap. “Saya janji, Pak. Saya akan jaga Ira seumur hidup saya.”

Pak Wiratma jaya mengangguk pelan. “Kalau begitu, bicarakan ini dengan Ibunya. Dan setelah itu, silakan bawa keluargamu untuk lamaran resmi.”

Chandra tersenyum lega. “Terima kasih, Pak. Terima kasih sudah memberi saya kesempatan kedua.”

---

Sore itu, di taman kota kecil tak jauh dari apartemen Ira.

Angin sore sejuk menyapu rambut panjang Ira yang diikat rapi. Ia duduk di bangku taman, menatap air mancur sambil memegang dua gelas minuman dingin. Tak lama, Chandra datang menghampiri dengan wajah penuh semangat.

“Mas, kamu dari mana? Aku udah nunggu setengah jam,” tanya Ira sambil tersenyum manja.

Chandra duduk di sampingnya, menatap wajah perempuan yang selama beberapa bulan ini menjadi cahaya hidupnya.

“Aku dari rumah orang tuamu,” jawab Chandra sambil menyerahkan setangkai bunga mawar putih kecil yang ia sembunyikan di balik jasnya.

Ira membelalak. “Hah? Serius? Mas ke rumah?”

Chandra mengangguk. “Iya. Aku udah bicara langsung sama Ayah. Aku bilang aku serius sama kamu. Aku mau menikahi kamu, Ira. Bukan sekadar pacaran diam-diam lagi.”

Ira terdiam. Tangannya gemetar memegang gelas. Matanya mulai berkaca-kaca.

“Terus… gimana?” bisiknya lirih.

Chandra tersenyum hangat, lalu memegang tangan Ira. “Ayahmu mengizinkan, Ira. Dengan satu syarat... aku nggak boleh nyakitin kamu. Dan aku janji, itu nggak akan pernah terjadi.”

Ira menutup mulutnya dengan tangan, air matanya jatuh satu per satu. Bahagia yang selama ini ia simpan dalam diam akhirnya pecah malam itu.

“Mas...” suaranya bergetar, “aku gak mimpi, kan?”

Chandra menggeleng, lalu menarik Ira ke dalam pelukan. “Kita akan mulai hidup baru, Ra. Dengan cinta yang saling jaga, bukan saling tuntut.”

Ira mengangguk dalam pelukannya. “Aku siap, Mas. Bahkan kalau cuma tinggal di rumah kecil pun... aku tetap mau.”

Chandra terkekeh pelan. “Kita gak butuh rumah besar, cukup hati yang lapang.”

Sore itu, langit tampak lebih indah. Tak ada janji yang megah, tapi ada dua hati yang sepakat untuk saling menggenggam, menuju kehidupan baru yang lebih tulus.

bersambung ...

1
falea sezi
tinggal aja suami mu lo dia berniat selingkuh
falea sezi
males bgt punya suami patriarki gini
falea sezi
cih pasangan menjijikkan
falea sezi
bkin cerai lah males bgt dpet suami bekas jalang Thor ksian mala lahh bkin dia tau suaminya abis tidur ma jalang karena kebodohan dia
falea sezi
hrusnya lu rekam jalang Kasih tau ke istri nya biar Cerai karena lu sama reno cocok sama sama sampahhhhh/Puke/
falea sezi
please deh Thor secara reno uda tukang selingkuh.. selingkuh g ada obat Thor haduhh mending bkin cerai para pembaca gemes jd males like tau
falea sezi
g jijik ta mala qm aduh bego
falea sezi
harusnya lu tau suami lu ama jalang uda prnah tidur bareng emank g jijik apa bekas dilla menjijikan najis
falea sezi
klo g di bkin cerai sumpah q Kasih rating buruk
falea sezi
males dpet suamibekas jalang
falea sezi
g rela q klo mereka g cerai sumpah malah berhak bahagia
falea sezi
bkin crrai aja lah
falea sezi
yg lu tidurin mala sebut dilla jalang laki goblokkkk
Langit_biru12
iya dari platform nya yg suruh ganti judul
Aksoro Soro
di ganti judulnya
sjulerjn29
berkeliling kesana kemari nemu juga cerita yang menarik 🤭
semangat thor.. mampir juga dong ke ceritaku..
Aksoro Soro
kapan update lagi author
Aksoro Soro
lagi dong author updatenya kirain kelanjutan kisah Reno dan Mala apakah Reno berhasil membawa Mala pulang
Aksoro Soro
Author visualnya dong ya ya di tunggu kelanjutan ceritanya Mala dan reno
Aksoro Soro
bingung mau komen apa terserah author ajja yang penting Mala dan Reno happy ending ya author
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!