Adzkiya Zanna Myesha, putri dari Rasya Bramantio dan Tazkia Shafia. Adzkiya memiliki satu orang adik perempuan Zakia Afza Almahrya, jarak umur antara adik kakak ini hanya 2 tahun.
Adzkiya tumbuh dengan kasih sayang Nenek dan kedua orang tuanya, tetapi kasih sayang orang tuanya perlahan mulai memudar sejak suatu insiden yang menimpa keluarganya. Adzkiya harus menelan pahit pahit apa yang sudah menjadi takdirnya, ia dijauhi sang Bunda tercintanya.
Tetapi inilah Adzkiya yang selalu berusaha membahagiakan Ayah dan Bundanya,mengorbankan semua waktunya dimana saat semua anak seumurannya sibuk dengan dunianya tetapi tidak dengan Adzkiya, ia menjadi remaja yang pintar, cerdas, kuat, tangguh, cantik dan penuh prestasi.
Inilah kisah Adziya dari mula semua yang ada perlahan memudar dan ia harus bangkit menjadi dirinya sendiri.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon arti_pen00, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
22
...Happy Reading...
...****************...
Adzkiya tersenyum didepan cermin lemari, Adzkiya merapihkan kerah baju dan memasang dasi nya. Hari ini Adzkiya sudah masuk sekolah ia sudah melewatkan 3 hari kegiatan Ospeknya pada minggu lalu, sengaja ia tidak mengikuti kegiatan tersebut.
Tap ... tap ... tap ....
Adzkiya berjalan menuju meja rias tangannya menggapai sebuah liptint.
Adzkiya tersenyum melihat liptint itu lalu meletakkan kembali Liptint tersebut, 2 hari yang lalu Bilqish mengirimkan paket untuk Adzkiya yang berisi pakaian muslim dan beberapa liptint, celak dan juga parfum kasturi.
Adzkiya memakai parfum kasturi pemberian Bilqish di pergelangan tangan.
"Parfum yang bagus terimakasih Bilqish aku suka." ia meletakkan kembali parfum di meja rias.
"Bissmillah semoga hari ini berjalan dengan lancar."
Adzkiya berjalan meninggalkan kamarnya ia melangkah menuju kamar neneknya.
Ceklek.
Adzkiya memutar knop pintu dan mendorong pintu ia melangkah masuk.
"Assalamualaikum."
Blam
Adzkiya kembali menutup pintunya,terlihat Nenek Fatma sedang bersandar di ranjangnya,Adzkiya berjalan menghampiri nenek Fatma.
"Waalaikumussalam, kemari Adzkiya."
Adzkiya menghampiri nenek Fatma Adzkiya menarik kursi dan duduk di samping sisi ranjang.
"Nenek hari ini Adzkiya akan mulai sekolah doakan yang terbaik untuk Adzkiya ya nek."
Nenek Fatma mengusap kepala Adzkiya ia tersenyum dan memberikan sebuah kotak kecil kepada Adzkiya.
"Apa ini nek?." tanya Adzkiya dengan tangan yang sudah menerima kotak dari nenek Fatma.
"Buka saja itu hadiah dari nenek untuk kamu Adzkiya Semoga kamu suka."
Adzkiya membuka kotak kecil itu. Adzkiya mengangkat sebuah gelang rajut berwarna coklat.
"Nenek membuatnya sendiri, nenek harap Adzkiya mau memakainya."
"Tentu nek Adzkiya akan memakai nya,ini sangat indah Nek terimakasih."
Nenek Fatma mengangguk "Sudah sana berangkat, Nenek tidak mau kalau sampai cucu Nenek telat."
Adzkiya menyengir "Hehe iya nek, Adzkiya pamit ya nek Assalamualaikum."
"Waalaikumussalam."
Adzkiya mencium tangan nenek nya lalu pergi melangkah menuju pintu.
Blam.
Adzkiya menutup pintu kamar dan berjalan menuruni tangga dan menghampiri pak Uzar yang sudah siap mengantarkan Adzkiya. Adzkiya membuka pintu mobil dan masuk kedalam mobil.
Blam
Adzkiya menutup pintu mobil lalu memasang self belt, Pak Uzar melajukan mobil menuju sekolah Adzkiya SMA Xanderia.
Setelah beberapa puluh menit akhirnya mereka sampai didepan SMA Xanderia, Pak Uzar menepikan mobil didepan gerbang.
Adzkiya melepaskan self belt.
"Pak Uzar terimakasih." ucap Adzkiya yang sembari membuka pintu mobil.
Blam.
Adzkiya menutup pintu mobil, Pak Uzar menurunkan kaca mobil.
"Sama sama Non semangat sekolahnya."
Adzkiya mengangguk "Assalamualaikum Pak." ucap Adzkiya yang melangkah meninggalkan Pak Uzar.
"Waalaikumussalam."
Adzkiya berdiri tepat didepan gerbang ia menghembuskan nafas panjang banyak harapan dirinya disekolah ini.
"Bismillah." ucap Adzkiya yang berjalan masuk gerbang. Adzkiya berjalan di antara siswa siswi yang tengah ramai berjalan di sepanjang Koridor. Adzkiya berhenti tepat di ruang berpapan nama X MIA 3.
Adzkiya berjalan masuk keruangan tersebut, terlihat sudah banyak siswa maupun siswi yang sudah berada di ruangan. Adzkiya melirik kursi kosong barisan sebelah kiri kedua dari depan. Adzkiya duduk dan meletakkan tasnya di atas meja.
Semua murid terlihat sudah saling mengenal bahkan mereka sudah membentuk perkumpulan geng, mereka semakin akrab. Adzkiya terus menatap sekelilingnya sudah hampir 15 menit ia duduk tidak sama sekali tidak berbicara satu kata pun.
Tap ... tap ... tap ....
Suara langkah pria muda dengan sepatu kulitnya berjalan memasuki kelas dan berhasil menenangkan kelas yang sebelumnya berisik menjadi hening. Semua murid kembali ketempat duduk masing masing.
...****************...
^^^Oktober 2022^^^
^^^Gaga^^^
Semangat kak🥳
jangan ke lupa mampir juga🙈