Seorang gadis, memulai kisah cintanya dengan hal yang mengejutkan, bagaimana tidak? setelah dilecehkan ia malah terperangkap dalam cinta yang pemuda itu berikan, akan kah perjalan kisahnya berjalan dengan baik? Baca kisah selengkapnya...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mys05, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 22
Lia Chan menyuruh sopir taksi itu berhenti di depan gerbang kediaman Bibi Fan, tujuannya saat itu adalah mmebawa kembali pulang Juno, yang sudah ia titipkan pada wanita paruh baya tersebut, dengan perasaannya yang masih tidak karuan, Lia Chan mengetuk pintu rumah tersebut perlahan. Tidak lama Bibi Fan pun membuka pintu tersebut dan menyuruh Lia Chan masuk.
Raut wajah Lia Chan terlihat pucat, matanya sembab, hal itu sangat jelas jika gadis itu sedang tidak baik-baik saja.
"Apa ini? Kau menangis?"
Bibi Fan menyeka air mata yang membasahi wajah cantik Lia Chan, yang nyaris tanpa cacat.
Gadis itu langsung memeluk Bibi Fan yang sudah ia anggap seperti ibu kandungnya sendiri, ia menangis tersedu-sedu di pelukan Bibi Fan.
"Lia Chan, katakan padaku, apa yang terjadi?"
Bibi Fan mengelus punggung gadis itu, tercium jelas bau Parfum khas pria dari tubuh Lia Chan.
"Apa ada seseorang yang mengganggumu?"
Bibi Fan terus mencoba menenangkan Lia Chan, gadis itu menggelengkan kepalanya dengan air mata yang terus berderai.
"Ayo sebaiknya kau tenang, kita duduk dulu, Juno sudah terlelap, tenangkan dirimu." tegas Bibi Fan
Wanita paruh baya itu menuangkan segelas air untuk Lia Chan, ia terus berusaha menenangkan gadis itu dengan penuh kelembutan.
"Sekarang katakan, apa yang sebenarnya terjadi?"
"Aku-"
Lia Chan tidak kuasa menahan air matanya gadis itu hanya terus menangis, setiap kali mengingat Nicko yang tidak lain adalah ayah dari anaknya.
"Aku bertemu dengan ayah Juno."
Hal itu cukup membuat Bibi Fan terkejut, bagaimana tidak, setelah Juno berumur lima tahun, pemuda itu baru muncul, selama ini kemana saja ayah dari Juno tersebut. pertanya itu terus tertumpuk dalam benak pikiran Bibi Fan.
"Lalu apa yang terjadi? apa dia tahu tentang hal ini?"
Lia Chan menggelengkan kepalanya dengan air mata yang terus berderai
"Dia malah menuduhku hamil oleh pria lain," ucap Lia Chan dengan suara bergetar
Tentu saja Bibi Fan pun akan sangat jengkel mendengar hal tersebut, bersusah payah Lia Chan membesarkan anaknya sendirian, kini pria itu datang tanpa rasa bersalah, dan malah menuduh Lia Chan menghianatinya.
"Bi aku tidak ingin melihat wajahnya lagi, aku sudah tidak ingin berurusan dengannya lagi."
"Aku mengerti Lia Chan, tenangkan dirimu."
Tak Hentinya Bibi Fan memeluk gadis yang sudah ia anggap seperti anak kandungnya tersebut, Bibi Fan pun ikut merasakan bagaimana sulitnya menjadi Lia Chan, itu bukan hal yang mudah tentunya, dalam batin bagi Bibi Fan, ingin rasanya ia memukul pria yang sudah membuat hidup anak angkatnya itu menderita, tanpa Bibi Fan sadari, pria itu adalah Nicko, seseorang yang ia temui bersama Juno beberapa waktu lalu.
Malam sudah semakin larut, Lia Chan mengangkat tubuh kecil Juno dari atas tempat tidur Bibi Fan dengan penuh kehati-hatian.
"Biarkan dia menginap, ini sudah larut."
"Tidak Bi, mala ini aku ingin tidur bersama Juno, terima kasih Bibi sudah banyak membantuku."
Wanita paruh baya itu memiringkan senyumnya pada Lia Chan, ia menatap Lia Chan yang saat itu sudah melangkah keluar rumahnya, guna menuju rumah yang tepat berada di sebelah kediaman Bibi Fan.
Bagi Lia Chan adalah memeluk sang buah Hati, seketika semuanya terlupakan jika dirinya melihat wajah polos Juno yang sedang terlelap, Gadis itu menurunkan tubuh kecil Juno di atas tempat tidurnya, tidak lupa ia mengecup pucuk kepala sang anak, guna menunjukan rasa kasih sayangnya yang begitu besar.
"Maafkan Mamy Juno."
Kata itu selalu terucap setiap kali Juno terlelap, tak hentinya ia mengucapkan kalimat tersebut pada sang buah hati, karna menurut Lia Chan ia belum bisa membahagiakan malaikat kecilnya tersebut, kepolosan Juno bahkan sering meminta seorang Papa, pada Lia Chan, namun gadis itu menolak dengan sangat lembut, karna ia pun takut menyakiti perasaan anaknya.
NEXT GUYS LIKE KOMEN DAN BANTU VOTENYA😍
PROSES REVISI, MOHON MAAF UNTUK BEBERAPA BAB AUTHOR HAPUS, ADA BEBERAPA BAGIAN YANG SEDIKIT MENGALAMI PERUBAHAN, DI MOHON PENGERTIAN DAN KESABARANNYA, SECEPATNYA AUTHOR MENYELESAIKAN HAL INI OKE😍
UNTUK HAL INI KALIAN BISA BACA JUGA KARYA KU YANG LAIN YANG BERJUDUL
*Not Wrong Destiny 2
*Why Fall In Love
*Just 1 Years
*Ignorance Of Love
HAYU DI RAMAIKANN, HAPPY READING
hmor naik pitm