Wanita yang dulunya berumur tujuh belas tahun menemukan seorang anak kecil berumur empat tahun di bawah reruntuhan malam, tempat dimana sebuah bangunan besar menimpa separuh badan anak kecil tersebut.
Lalu anak tersebut dibawa pulang oleh Wanita dan diurus dengan kasih sayang yang tulus dan penuh cinta.
Tapi selama ini, ada satu hal yang tidak diketahui oleh anak kecil tersebut. Wanita yang menolongnya itu rela dijodohkan dengan pria yang berstatus menjadi Ketua Mafia. Karena apabila Sang Wanita menolak perjodohan yang diberikan oleh kedua orang tuanya itu, maka Anak kecil yang ia tolong akan dibawa pergi jauh oleh Sang Ayah Wanita dan mereka diyakini tidak bisa bertemu walau itu juga berhubungan kontak telfon.
Bagaimana selanjutnya? Apakah Sang Wanita menerima atau menolak perjodohan? Dan seperti apa kehidupan kedepan sang wanita dan Anak kecil tersebut? Apa anak kecil tersebut akan dikirimkan keluar Negeri tanpa Sang Wanita?
Tunggu kelanjutannya pada Novel KEDUANYA MAFIA.
#Aletta
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ALETTA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Makan Bersama
Langit gelap berganti menjadi langit terang, orang-orang berpakaian hitam makin banyak yang sibuk dengan aktifitasnya masing-masing.
Ada yang sedang menyapu lantai, mengabsen anak-anak yang sudah bangun tidur, membersihkan debu pada kaca jendela, serta ada yang sedang menyiapkan alat makan di atas meja.
Tepat pukul 07:00 mereka semua sudah duduk di kursinya masing-masing untuk menikmati sarapan pagi. Segala aktifitas yang mereka lakukan sebelumnya diberhentikan.
Sungguh besar kantin Markas Black Tiger yang mengalahkan kantin Markas Queen off The Moon jika keduanya dibandingkan.
Akifah pun ikut duduk untuk menyantap sarapan paginya bersama para anggota yang lain.
Namun bedanya, Akifah duduk di meja para Petinggi Black Tiger. Yang terdiri dari tangan kanan Black Tiger, pelatih anggota Black Tiger, guru yang mengajar para anggota Black Tiger, anggota inti Black Tiger, senior-senior Black Tiger dan masih banyak lagi yang tidak bisa disebutkan.
Akifah duduk bersampingan dengan Bang Ariel, dan di samping Bang Ariel ada tangan kanan Black Tiger, mereka makan dengan menikmati makanan masing-masing, hanya ada bunyi garpu dan sendok yang saling beradu satu sama lain di atas piring berwarna putih.
Setelah selesai sarapan, mereka akan diabsen kembali. Lalu, pergi untuk melakukan aktifitas masing-masing. Akifah yang belum selesai makan, merasa kagum dengan sikap anggota Black Tiger.
Ketika mereka semua selesai diabsen, dengan kompaknya mereka berdiri dari tempat duduk masing-masing, mengangkat piring kotor bekas mereka makan, lalu berjalan sambil memberi tanda hormat ketika melewati barisan meja pimpinan.
Piring kotor itu, diletakkan di tempat yang biasanya mereka letakkan, yang nanti akan dibersihkan oleh anggota laki-laki Black Tiger. Sedangkan anggota perempuan Black tiger nanti akan lebih dulu memulai aktifitas mereka.
...****************...
Dilain tempat, Markas Queen of The Moon para anggotanya kini telah siap berbaris dengan rapi. Mereka akan memulai untuk melakukan lari pagi seperti biasanya.
"Baiklah perhatian semuanya" ucap seorang wanita yang berdiri di atas beton lumayan tinggi, itu tempat biasa pembina berdiri untuk mengarahkan orang-orangnya. Ia sedikit berteriak menggunakan microphone karena ramainya para anggota Queen of The Moon di lapangan luas ini.
"Sedikit arahan yang perlu Saya beritahukan. Rute kali ini jalannya memutari markas, waktu tempuh 1 jam 25 menit, jangan ada yang hilang dari barisan, siap hilang - siap pula tanggungannya" ucap wanita tersebut dengan suara yang lantang.
"FAHAM??!" lanjut wanita itu, dengan suara kerasnya yang memberat.
"Siap Komando Vio" jawab kompak anggota Queen of The Moon seluruhnya, dengan tangan kanan masing-masing mereka disejajarkan pada samping alis, membentuk tanda hormat kepada Viola Odelia Deanandra selaku tangan kanan Queen of The Moon.
Lari pagi dimulai dengan bunyinya peluit yang ditiupkan oleh Viola, dari tempat ia berdiri. Terlihat seluruh anggota Queen of The Moon berlari kecil menuju gerbang untuk keluar dari gedung tersebut.
Sekitar 30 menit berlalu, belum ada tanda-tanda mereka akan selesai dengan larinya. Barisan yang tertata rapi itu, tidak ada yang kosong dan tergeser satu pun anggotanya, atau ada yang berencana untuk keluar dari barisan tersebut.
Barisan yang terdiri dari lima banjar itu, sangat panjang sampai kebelakang. Rute mereka kali ini, hanya memutari gedung markas Queen of The Moon.
Gedung yang letaknya jauh dari pemukiman, dan berada di tengah hutan yang sangat luas. Banyak juga pepohonan di sepanjang jalannya.
20 menit waktu berlalu, regu pertama yang berdiri paling depan telah sampai kembali pada lapangan markas. Lalu disusul kembali dengan regu kedua sampai regu terakhir.
Di lapangan tersebut sudah tersedia handuk putih kecil yang nantinya digunakan untuk menyeka keringat, bersama air mineral untuk menghilangkan dahaga mereka masing-masing saat berlari.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
......................
......................
Thank you readers 🌹😉🤍 #Alettaßýæfïřà