NovelToon NovelToon
Menikahi Pangeran Nakal

Menikahi Pangeran Nakal

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa Fantasi / Cinta Seiring Waktu / Penyesalan Suami
Popularitas:2.1k
Nilai: 5
Nama Author: micemicu

Pangeran Nicholas Veer Ralph, putra bungsu dari Raja Luther pemimpin Kerajaan Tharvis, terkenal sebagai seorang yang angkuh, pemarah, dan pemberontak. Bahkan reputasinya sebagai seorang pemain wanita telah tersebar luas di seluruh negeri. Sikapnya yang sangat berbeda dari kedua saudara kandungnya membuatnya menjadi sorotan. Demi mengubah perilakunya, Raja Luther berencana menjodohkannya dengan Putri Madeleine, dengan harapan bahwa pernikahan akan membawa perubahan. Namun, Nicholas menolak dengan keras dan malah mencari pasangan yang bisa dia kendalikan. Dalam pencariannya, Nicholas bertemu dengan Anastasia Rosalie, seorang perempuan baik hati dan lembut dari kalangan bawah. Dia menjebak Anastasia agar mau menikah dengannya untuk memenuhi ambisi pribadi, tanpa memikirkan konsekuensi yang mungkin akan terjadi.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon micemicu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Gara-Gara Pai

...⚜️⚜️⚜️...

"Esok hari akan digelar kompetisi berburu tahunan di area hutan barat. Dan kudengar, jajaran lady muda yang cantik dari berbagai paviliun bangsawan akan datang berbondong-bondong ke sana untuk memberikan dukungan," bisik Ramond bersemangat, matanya berkedip nakal.

Sebelah alis tebal Nicholas terangkat naik. "Lalu? Kenapa caramu menyampaikannya seolah-olah kau sedang membagikan sebuah skandal besar?"

"Kami mengira setelah kau resmi mengikat janji suci pernikahan, kau tidak akan sudi lagi berpartisipasi dalam agenda luar seperti itu."

"Siapa yang mengatakan hal konyol seperti itu? Berburu adalah hobi utamaku, dan tidak akan ada satu pun entitas di dunia ini yang mampu melarangku. Lagipula... kalian tahu sendiri sejak awal bahwa aku tidak pernah mencari seorang istri untuk dijadikan pendamping dalam arti yang sesungguhnya," tutur Nicholas dingin, nada suaranya mendadak berubah datar tanpa emosi.

"Termasuk... melanjutkan hobi lamamu dalam menjajahi para wanita, kan?" goda Ramond dengan cengiran tanpa dosa.

Nicholas langsung menghujamkan tatapan mata yang teramat tajam dan menusuk. Mulut ember sahabatnya yang satu ini tampaknya memang benar-benar minta dijahit.

"Hehe... maaf, maaf, aku hanya bercanda," Ramond bergegas memundurkan tubuhnya, cengegesan demi menyelamatkan diri dari amukan sang pangeran.

"Aku akan tetap ikut bergabung besok," putus Nicholas tanpa perlu berpikir dua kali.

"YESS!!!" seru Agast dan Ramond kompak sembari mengepalkan tangan ke udara.

Sementara itu, Eknath hanya memilih bungkam sejak tadi, sepasang matanya terus terfokus menatap ke arah pintu dapur tempat Anastasia berada.

"Namun, sepertinya esok hari formasi kita tidak akan lengkap. Eknath bersikeras tidak ingin ikut mendaftar," adu Agast, melirik pria di sebelahnya.

Nicholas menoleh, menatap sahabatnya yang satu itu dengan kerutan di dahi. "Kenapa? Kau mendadak ingin bertobat, hm?" ledek Nicholas setengah terkekeh.

Eknath mengembuskan napas panjang yang sepertinya penuh akan beban pikiran. "Aku hanya sedang berusaha menghindari lingkaran kebiasaan buruk itu mulai sekarang. Apa kalian sama sekali tidak mendengar rumor buruk dari wilayah negeri tetangga? Ada wabah penyakit kulit menular yang mengerikan yang menyerang pria-pria akibat gemar bertukar tidur dengan banyak wanita."

Sudah menjadi rahasia umum sekaligus tradisi kelam di antara lingkaran pertemanan mereka berempat, setiap kali mereka tuntas memenangkan kompetisi berburu, mereka akan menghabiskan malam bersama para lady yang menjadi pemandu sorak di awal laga. Aturan mainnya sederhana, siapa pun yang berhasil keluar sebagai juara pertama, ia berhak menjadi orang pertama yang memilih lady tercantik untuk menemani malamnya. Dan sejauh ini, posisi juara bertahan mutlak selalu jatuh ke tangan Nicholas.

"Kau mendadak menjadi seorang pengecut hanya karena rumor konyol begitu? Payah!" cibir Ramond, mengacungkan jempolnya terbalik ke arah Eknath.

"Terserah apa pun penilaian kalian terhadapku. Namun, aku tidak ingin mengambil risiko sekecil apa pun lagi. Ingat, aku adalah satu-satunya anak laki-laki yang menjadi garis keturunan penerus di keluargaku," tegas Eknath tak tergoyahkan.

"Kau berbicara seolah-olah ajalmu akan menjemput esok pagi. Sungguh menyeramkan," timpal Agast sembari bergidik ngeri, mengusap kedua lengannya yang mendadak meremang.

...***...

Buah dari kesabaran menunggu Anastasia meracik kue di dapur akhirnya terbayar dengan sangat memuaskan. Dua loyang pai hangat yang dibawa Anastasia aroma harumnya langsung menguar, memenuhi seisi ruang makan dan menggugah selera. Dari wanginya yang memikat saja sudah menjadi jaminan bahwa pai tersebut memiliki cita rasa yang luar biasa.

"Aku sampai bingung harus mencicipi yang mana terlebih dahulu. Semuanya benar-benar membuat air liurku menetes," cetus Agast, matanya bolak-balik menatap pai labu dan pai apel bergantian.

"Aku ingin yang ini," sahut Nicholas dan Eknath hampir bersamaan, telunjuk keduanya kompak mengarah pada loyang pai apel yang sama.

Agast, Ramond, dan Anastasia seketika terdiam. Atmosfer di ruang makan mendadak berubah canggung saat melihat Nicholas dan Eknath saling menoleh, lalu mengunci tatapan dengan pandangan yang teramat tajam dan menusuk.

"Karena kau adalah seorang Pangeran kerajaan, aku mempersilakanmu untuk mengambil potongan pai apel itu terlebih dahulu," ujar Eknath akhirnya, memecah ketegangan dengan suara datar.

"Baguslah kalau kau masih tahu diri," balas Nicholas sinis.

Anastasia diam-diam menelan ludah dengan berat. Apakah lingkaran pertemanan ini memang biasa bertukar gurauan sekaku ini? Atau mungkinkah ketegangan di antara keduanya merupakan hal yang serius? Nicholas dan Eknath terlihat seperti dua orang yang tengah menyimpan dendam terselubung. Kebingungan yang sama pun tampak jelas membayang di wajah Agast dan Ramond.

Nicholas menarik piring berisi potongan pai apel ke hadapannya. Manik matanya bergerak melirik ke sana-kemari, seolah tengah mencari satu elemen yang kurang.

"Mencari madu, ya?" tanya Anastasia menebak.

Ia mulai menghafal kebiasaan kecil Nicholas. Saat berada di kediaman Agast tempo hari, Nicholas selalu menambahkan madu ke dalam semua jenis makanan yang disantapnya. Begitu pula saat mereka telah kembali ke istana.

Nicholas hanya bergumam pelan. "Hmm."

"Tunggu sebentar."

Anastasia melangkah cepat untuk mengambil kendi berisi madu murni, lalu kembali berdiri di sisi Nicholas. Dengan hati-hati, ia mengoleskan beberapa sendok madu di atas pai apel tersebut.

Nicholas menunggu dengan sabar, sementara ketiga sahabatnya belum berani menyentuh makanan mereka. Sesuai protokol turun-temurun yang berlaku di Tharvis, jika berada di satu meja yang sama dengan anggota keluarga kerajaan, maka hak istimewa untuk mencicipi hidangan pertama kali wajib diserahkan kepada sang bangsawan.

"Sudah selesai. Silakan dinikmati," Anastasia mempersilakan manis.

Nicholas mendongak, menatap lekat paras Anastasia. "Suapi aku," titahnya manja.

Anastasia mengerjapkan mata, memastikan pendengarannya tidak salah. Nicholas memintanya untuk menyuapinya? Di hadapan para lord yang gemar berceloteh jahil? Ingin rasanya ia merasa heran, namun ia buru-buru sadar bahwa pria ini adalah Nicholas yang penuh kejutan.

"Aaakk..." Nicholas membuka mulutnya perlahan, sembari menarik lembut pergelangan tangan Anastasia agar duduk di kursi sebelahnya.

Anastasia patuh. Ia membersihkan jemarinya menggunakan kain serbet sebelum memotong bagian pai dan menyuapkannya ke mulut Nicholas. Tepat setelah memastikan potongan kue itu sukses dikunyah oleh sang pangeran, ketiga lord di hadapan mereka barulah menyusul untuk menyuapi diri mereka sendiri dengan penuh semangat.

Pada kunyahan pertama, sepasang mata abu-abu Nicholas seketika melebar sempurna. Perpaduan rasa manis, sedikit asam dari apel segar, serta tekstur kulit pai yang renyah berpadu dengan begitu genius di dalam mulutnya, diperkaya oleh aroma kayu manis yang memanjakan lidah. Ini bukan sekadar enak, melainkan luar biasa!

"Wah! Pai buatanmu benar-benar mengagumkan, Putri Anastasia!" puji Agast heboh setelah suapan pertama.

"Apakah seluruh penduduk di Pulau Erast pandai membuat kue seenak ini? Rasa-rasanya aku sanggup menyantap pai buatanmu setiap hari tanpa kenal bosan," timpal Ramond melebih-lebihkan.

"Komposisi isiannya sangat pas. Ini lezat. Kau tidak hanya memiliki paras yang cantik, tetapi juga teramat cerdas dalam urusan dapur," puji Eknath dengan tulus.

Pipi Anastasia seketika merona merah akibat dihujani pujian. Ada rasa lega yang luar biasa membubung di dadanya karena para sahabat suaminya menyukai kue tersebut. Sejujurnya, ia sempat didera rasa gugup yang hebat, khawatir jika resep turun-temurun dari mendiang orang tuanya tidak akan cocok dengan selera lidah kaum bangsawan.

"Terima kasih banyak atas pujian kalian," ucapnya tulus.

Anastasia kemudian mengalihkan pandangannya pada Nicholas yang hanya diam membisu sembari terus mengunyah. Ia sangat ingin mendengar bagaimana tanggapan dari suaminya sendiri. Ketiga lord pun mendadak menghentikan kunyahan mereka, ikut menatap Nicholas dengan rasa penasaran yang tinggi.

Merasa ditatap secara intens, Nicholas meletakkan garpunya. "Kenapa kalian semua menatapku seperti itu?"

"Hanya kau satu-satunya di meja ini yang belum melayangkan pujian untuk masakan Putri Anastasia," sahut Agast memancing.

"Apa yang perlu dilebih-lebihkan? Cita rasanya biasa saja, tidak berbeda dengan pai yang biasa dibuat oleh rakyat jelata pada umumnya. Kue buatan jajaran juru masak kerajaan jauh lebih enak dari ini. Jadi, kurasa tidak ada hal istimewa yang patut dipuji secara berlebihan," tutur Nicholas dengan nada suara yang terdengar begitu datar dan dingin.

Padahal, di lubuk hatinya yang terdalam, ego Nicholas bergejolak hebat. Lidahnya tidak bisa berbohong bahwa pai ini adalah salah satu yang terbaik yang pernah ia rasap. Namun, entah mengapa untai kalimat yang meluncur dari bibirnya justru berbanding terbalik dengan kenyataan.

Gengsinya yang setinggi langit menolak keras untuk mengakui keahlian Anastasia di depan orang lain. Terlebih, muncul letupan kekesalan tersendiri di dadanya saat menyadari bahwa makanan selezat ini seharusnya menjadi hak eksklusif miliknya saja, bukan malah dibagikan dan dinikmati bersama pria lain.

Senyuman hangat di bibir Anastasia seketika surut total mendengar penilaian dingin tersebut. Harusnya ia sudah bisa memprediksi tabiat Nicholas dan tidak menaruh ekspektasi terlalu tinggi sejak awal. Tentu saja, hidangan buatan koki istana yang menempuh pendidikan di akademi kuliner ternama jauh lebih berkelas dibandingkan hasil racikannya. Mengharapkan sebuah pujian tulus dari mulut suaminya adalah sebuah kebodohan.

Eknath menjadi orang pertama yang menangkap kilat kesedihan yang membayang di sepasang mata teduh Anastasia. Hatinya mendadak terenyuh dirundung rasa iba. Sejak hari pertama mereka dipertemukan, pesona sunyi Anastasia entah bagaimana selalu berhasil menyedot fokus perhatiannya. Gadis ini berbeda, ada ketulusan di dalam dirinya yang membuat Eknath didera keinginan besar untuk bertindak sebagai pelindungnya. Penyesalan mendalam kembali menghantam dada Eknath atas sarannya yang mendesak Nicholas untuk menikahi Anastasia waktu itu.

"Karena aku tidak tinggal menetap di istana, aku tidak tahu seberapa hebatnya kemampuan koki di sini. Namun seumur hidupku, aku belum pernah mencicipi pai apel se-sempurna ini, Putri Anastasia. Bolehkah aku meminta hak istimewa agar kau bersedia membuatkannya lagi untukku setiap kali aku datang berkunjung nanti?" tanya Eknath, menatap Anastasia dengan binar mata yang sarat akan ketulusan.

Anastasia menoleh ke arah Eknath, lalu memaksakan seulas senyum simpul. Namun, Eknath tahu senyuman itu tidak selaras dengan hatinya, gurat luka akibat ucapan Nicholas masih tertinggal jelas di sana.

"Tentu saja boleh, Lord Eknath. Aku akan dengan senang hati menyiapkannya untukmu," jawab Anastasia lembut.

Dada Nicholas seketika bergemuruh hebat laksana dihantam badai yang terbakar cemburu. Siapa sebenarnya Eknath ini hingga berani mengajukan permintaan seperti itu pada istrinya? Dan bajingan itu dengan lancang memanfaatkan situasi untuk mencari perhatian! Nicholas semakin meradang seketika melihat Anastasia langsung menyetujui permintaan itu tanpa memikirkan bagaimana posisinya sebagai suami yang sah di meja tersebut.

Dasar tidak tahu tata krama! maki Nicholas habis-habisan dalam benak yang kian gelap. Ego bangsawannya merasa terhina oleh tabiat Anastasia yang dinilainya terlalu haus akan pujian murah dari pria lain. Sifat rendah hati istrinya kini justru terlihat menjengkelkan di matanya. Nicholas benar-benar muak.

BRAK!

Bunyi hantaman keras seketika menggema di ruang makan. Semua orang di meja tersebut tersentak kaget saat melihat Nicholas menggebrak meja dengan kasar, lalu bangkit berdiri dan melangkah lebar meninggalkan ruangan tanpa mengucap sepatah kata pun.

"Ada apa sebenarnya dengan temperamennya itu?" bisik Ramond dengan dahi berkerut.

Agast hanya bisa mengangkat kedua bahunya tak acuh, sama sekali tidak berani menebak arah pikiran pangeran bungsu tersebut.

Anastasia bergegas mendorong kursinya ke belakang, berniat melangkah cepat untuk menyusul suaminya. Namun, belum sempat kakinya melangkah, pergelangan tangannya telah dicegah dengan cekatan oleh Eknath.

"Biarkan saja dia sendiri terlebih dahulu, Putri Anastasia. Mungkin Pangeran Nicholas hanya sedang didera kelelahan akibat urusan Swindon," tahan Eknath dengan nada menenangkan.

Eknath tahu betul tabiat buruk Nicholas, pria itu tidak akan segan-segan menumpahkan kemarahan yang membabi buta kepada Anastasia jika istrinya nekat mengusik atau melayangkan banyak pertanyaan di saat suasana hatinya sedang buruk. Menahan Anastasia di sini jauh lebih aman daripada membiarkan gadis itu menjadi pelampiasan amarah Nicholas yang tidak berdasar.

Hati Anastasia didera dilema yang hebat. Logikanya mendesak untuk mengejar Nicholas demi meluruskan kesalahpahaman, namun cekalan tangan Eknath menahannya tetap di tempat. Batinnya seketika didera kegelisahan.

1
Red Blossom
Thor Anastasia biar sama Lord Alfred aja.
micemicu: 🤭 nanti ceritanya jadi kisah cinta yg berbeda dong kak.. tp entar dipikirkan yaa
total 1 replies
paijo londo
kyaknya yg bakalan jadi budak cinta nih pangeran Nicholas deh sekarang kelihatan yg posesif sama Anastasia istri polosnya🤭🤭🤭
micemicu: iyaa nih, mulai rada rada diaaa
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!