NovelToon NovelToon
OBSESSION OF THE SEVEN

OBSESSION OF THE SEVEN

Status: sedang berlangsung
Genre:BTS / CEO / Crazy Rich/Konglomerat / Harem
Popularitas:593
Nilai: 5
Nama Author: aera_yong

Genre: Dark Romance / Reverse Harem / Thriller Psikologis.

Premis Utama: Althea, seorang gadis yatim piatu yang bekerja sebagai pengarsip dokumen kuno, terjebak di dalam "Septem Foundation"sebuah yayasan elit rahasia di bawah kendali tujuh pria berkuasa dan manipulatif yang terinspirasi dari pesona member BTS.

Kehadiran Althea di mansion tersebut ternyata bukan kebetulan, melainkan sebuah jaring laba-laba yang sudah disiapkan sejak lama. Ketujuh pria ini memiliki masa lalu kelam yang terikat dengan Althea, dan kini mereka bersaing secara dingin sekaligus obsesif untuk saling memperebutkan hak "memiliki" dirinya. Cinta mereka yang awalnya terasa seperti perlindungan mewah perlahan berubah menjadi sangkar emas yang posesif, berbahaya, dan mematikan.

Ketegangan psikologis saat Althea mencoba mengungkap misteri ingatan masa lalunya yang hilang, sembari bertahan hidup di antara dominasi, manipulasi, dan cinta gila dari tujuh pria

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon aera_yong, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kanvas yang Menjadi Saksi Bisu (3)

Hari Jumat selalu menjadi milik Kim Taehyung, nama yang menggema di dunia seni gelap sebagai seniman dengan obsesi paling fanatik.

Namun, tidak ada lagi pita sutra hitam yang melilit pergelangan tangan Althea, tidak ada lagi singgasana gotik yang mengurungnya di bawah sorotan lampu perimeter yang menyiksa.

Pukul sepuluh pagi, Althea melangkah masuk ke dalam galeri seni di sayap timur mansion.

Ruangan itu kini telah dibersihkan dari ribuan kelopak mawar hitam yang sempat membuatnya pening sebulan lalu. Udara di dalam galeri terasa dingin, beraroma tajam dari campuran cat minyak pekat, terpentin, dan logam senjata.

V berdiri di tengah ruangan, membelakangi pintu masuk. Ia mengenakan mantel beludru merah tua yang berbercak cat kering, rambut cokelatnya yang agak panjang dibiarkan berantakan dibasahi keringat tipis.

Di hadapannya, sebuah kanvas raksasa berukuran dua meter berdiri kosong, putih bersih tanpa noda.

Begitu mendengar suara langkah kaki Althea, V berbalik perlahan. Di tangannya, ia tidak memegang kuas kayu panjangnya. Pria dengan wajah klasik itu menggenggam sebuah pistol revolver berlapis perak murni dengan ukiran sulur mawar yang rumit di sepanjang larasnya.

"Kau datang, Ratu-ku," suara V beralun berat dan dalam, bergetar seperti dawai selo yang dimainkan dengan tempo lambat. Ia berjalan mendekati Althea, tatapan matanya yang sayu namun tajam mengunci seluruh eksistensi gadis itu.

V berhenti tepat satu langkah di depan Althea. Tanpa sepatah kata pun, ia membalikkan posisi pistol di tangannya, menyodorkan gagang revolver berlapis gading itu ke arah Althea.

"Ambil ini," bisik V, matanya berkilat penuh kegilaan estetika yang baru.

Althea menatap senjata api di hadapannya sebelum perlahan mengulurkan tangan kanan, menggenggam gagang revolver tersebut. Bobot logamnya terasa berat dan dingin di jemarinya, kontras dengan kehangatan jubah sutra perak yang melapisi Armor Taktis Ringan buatan J-Hope di tubuhnya.

"Apa maksud semua ini, Tuan V?" tanya Althea tenang, menaikkan sebelah alisnya.

V melangkah ke belakang Althea, menempelkan dada bidangnya pada punggung Althea. Tangan besarnya yang hangat naik, melingkari tangan Althea yang sedang memegang pistol, lalu membimbing lengan gadis itu untuk terangkat lurus ke depan, membidik tepat ke tengah kanvas putih yang kosong.

"Dunia luar anjing-anjing Acheron Group itu mengira kau adalah kelemahan terbesar yang membuat Septem bertekuk lutut, Althea," bisik V tepat di dekat telinga Althea, embusan napasnya terasa intim sekaligus mematikan.

"Mereka mengira kau adalah objek rapuh yang bisa mereka culik untuk menghancurkan kami dari akarnya. Mereka tidak tahu... bahwa kau adalah kematian yang kami puja."

V menekan sedikit jari Althea di atas pelatuk revolver.

"Bidik kanvas itu, Sayang. Bayangkan wajah pemimpin Acheron yang mencoba merusak istanamu berada di sana. Tarik pelatuknya."

*BANG!'

Suara ledakan tembakan memecah keheningan galeri, menggema hebat menembus dinding kedap suara.

Peluru perak itu melesat cepat, merobek kain rami kanvas putih di depan mereka hingga menciptakan lubang hitam kecil di tengahnya, disusul oleh kepulan asap mesiu tipis yang menguar di udara.

V terkekeh rendah sebuah tawa yang sarat akan kepuasan gila yang mendalam. Ia melepaskan bimbingan tangannya, berjalan mundur beberapa langkah untuk mengagumi lubang peluru di atas kanvas kosong tersebut.

"Indah sekali..." gumam V, jemarinya meraba lubang robekan kain yang hangus. Ia menoleh pada Althea dengan binar mata seorang fanatik yang telah menemukan puncak mahakaryanya.

"Aku tidak akan melukis mu sebagai tawanan lagi, Althea. Mulai hari ini, aku akan melukis momen di saat kau menghancurkan musuh-musuh mu. Kau adalah seniman yang memegang senjata, dan darah mereka akan menjadi warna baru di atas palet cat kita."

Althea perlahan menurunkan revolver peraknya, menyunggingkan senyuman miring yang sangat dingin di bibirnya. Manipulasi yang ia tebar kini telah mengubah sang seniman gila menjadi pengawal estetika yang siap mengabadikan pertumpahan darah demi menjaga takhtanya.

Besok adalah hari Sabtu, dan gemuruh senjata yang sesungguhnya di hutan pinus sudah menunggu komando dari Jeon Jungkook.

---

Bersambung~

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!