NovelToon NovelToon
OBSESSION OF THE SEVEN

OBSESSION OF THE SEVEN

Status: sedang berlangsung
Genre:BTS / CEO / Crazy Rich/Konglomerat / Harem
Popularitas:270
Nilai: 5
Nama Author: aera_yong

Genre: Dark Romance / Reverse Harem / Thriller Psikologis.

Premis Utama: Althea, seorang gadis yatim piatu yang bekerja sebagai pengarsip dokumen kuno, terjebak di dalam "Septem Foundation"sebuah yayasan elit rahasia di bawah kendali tujuh pria berkuasa dan manipulatif yang terinspirasi dari pesona member BTS.

Kehadiran Althea di mansion tersebut ternyata bukan kebetulan, melainkan sebuah jaring laba-laba yang sudah disiapkan sejak lama. Ketujuh pria ini memiliki masa lalu kelam yang terikat dengan Althea, dan kini mereka bersaing secara dingin sekaligus obsesif untuk saling memperebutkan hak "memiliki" dirinya. Cinta mereka yang awalnya terasa seperti perlindungan mewah perlahan berubah menjadi sangkar emas yang posesif, berbahaya, dan mematikan.

Ketegangan psikologis saat Althea mencoba mengungkap misteri ingatan masa lalunya yang hilang, sembari bertahan hidup di antara dominasi, manipulasi, dan cinta gila dari tujuh pria

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon aera_yong, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Langkah Pertama Faksi Oposisi (3)

Kabar mengenai peretasan yang dilakukan oleh Acheron Group menyebar seperti racun yang mendidih di sepanjang pembuluh darah mansion. Langit hari Selasa tidak lagi menampakkan warna biru awan badai yang kelabu berarak rendah, menumpahkan gerimis yang membasahi kaca-kaca paviliun yang kini kosong.

Jika hari Selasa di musim lalu adalah tentang melodi piano Suga yang meretas isi kepala Althea, maka Selasa kali ini adalah tentang pertahanan siber yang brutal.

Sejak pukul enam pagi, Althea telah berada di Studio 03 ruang bawah tanah kedap suara milik Suga.

Namun, atmosfer di dalam ruangan itu tidak lagi dihiasi oleh pencahayaan LED biru redup yang menenangkan. Seluruh monitor raksasa di meja konsol mixer Suga kini dialihkan fungsinya menjadi dinding digital yang menampilkan baris-baris kode biner hijau dan merah yang berkedip dalam ritme yang panik.

Suga duduk di kursi kerjanya, masih dengan sweater rajut hitam longgarnya.

Namun, penampilannya jauh lebih kacau dari biasanya. Rambut hitamnya berantakan, sebatang rokok yang belum dinyalakan terselip di bibirnya, dan sepasang matanya yang sipit menatap layar dengan intensitas kegilaan yang mengerikan.

Jemarinya yang pucat bergerak di atas papan ketik mekanik dengan kecepatan yang tidak manusiawi, menciptakan suara ketukan yang konstan seperti rentetan tembakan senapan mesin.

*TAK! TAK! TAK! TAK!'

"Bajingan-bajingan Jenewa ini benar-benar tidak punya tata krama," desis Suga, suaranya terdengar sangat serak dan penuh dengan distorsi amarah. Ia tidak menoleh saat Althea melangkah mendekat dan berdiri di samping kursinya.

"Mereka menggunakan protokol peretasan tingkat militer, Althea. Mereka mencoba menembus mainframe Septem melalui celah server Prancis yang dulu digunakan Rm untuk memalsukan kematianmu."

Althea meletakkan tangan kanannya di atas sandaran kursi Suga, membungkuk sedikit untuk melihat grafik serangan siber yang terus berkedip merah di layar monitor tengah.

"Apakah mereka sudah berhasil mengambil data mentah ku, Tuan Suga?"

Suga menghentikan gerakan tangannya selama satu detik. Ia menoleh perlahan, mendongak untuk menatap Althea. Di bawah temaram cahaya monitor, lingkaran hitam di bawah matanya membuat Suga tampak seperti malaikat maut yang kelelahan.

Namun, ketika matanya mengunci pandangan Althea, ada berkas obsesi yang sangat protektif di sana.

"Belum," bisik Suga, suaranya merendah, bergetar oleh arogansi seorang genius yang egonya ditantang.

"Mereka baru merobek lapisan terluar dari dinding api (firewall) kuantum ku. Mereka mengira mereka bisa masuk ke server inti tempat aku menyimpan rekaman frekuensi biologis mu. Mereka tidak tahu... bahwa aku lebih memilih menghapus seluruh internet di Eropa daripada membiarkan satu bit pun dari datamu jatuh ke tangan orang lain."

Suga kembali berbalik ke layar, menekan tombol Enter dengan hantaman yang keras.

Seketika itu juga, salah satu layar monitor raksasa menampilkan visual peta dunia digital yang berpusat di Jenewa, Swiss. Sebuah grafik gelombang audio berfrekuensi sangat tinggi gubahan terbaru Suga yang telah dimodifikasi menjadi virus siber mulai merayap masuk ke dalam jaringan balik milik Acheron Group.

"Kau tahu apa yang sedang kulakukan sekarang, Althea?" Suga terkekeh rendah, sebuah tawa sinis yang terdengar sangat dingin di dalam studio yang kedap suara.

"Aku tidak hanya menahan serangan mereka. Aku mengirimkan simfoni kematian digital ke server pusat mereka di Jenewa. Dalam beberapa jam, seluruh sistem navigasi satelit dan enkripsi perbankan Acheron di Swiss akan mengalami gagal fungsi total akibat distorsi frekuensi yang kukirimkan."

*BEEP! BEEP! BEEP!'

Tiba-tiba, interkom di dinding studio berbunyi, menampilkan wajah J-Hope dengan latar belakang ruang kendali utama yang juga dipenuhi lampu peringatan.

"Suga-hyung!" suara J-Hope terdengar dari speaker interkom, memutus keintiman di dalam studio.

"Serangan siber mereka hanya pengalihan isu! Tim intelijen fisik Acheron baru saja mendeteksi adanya pergerakan tiga kendaraan taktis lapis baja tanpa tanda pengenal yang bergerak mendekati batas perimeter terluar hutan pinus kita. Mereka bergerak di dunia nyata, Hyung!"

Suga mendengus kasar, meraih rokok di bibirnya lalu melemparkannya ke lantai dengan muak.

Ia menoleh pada Althea, tangan pucatnya terulur untuk mencengkeram pergelangan tangan Althea dengan kekuatan yang cukup intens namun tidak menyakiti.

"Pergilah ke atas bersama Hoseok dan Jungkook, Althea," perintah Suga, matanya berkilat penuh kegilaan yang gelap.

"Biarkan anjing-anjing itu datang mendekat di dunia fisik. Di sini, di dunia digital, aku akan memastikan seluruh jaringan komunikasi mereka mati total, membuat mereka bertarung dalam kegelapan tanpa tahu arah pulang."

Althea menarik tangannya perlahan, memberikan anggukan kepala yang anggun sebagai tanda perintah yang dipatuhi.

Langkah kakinya yang tenang saat keluar dari studio bawah tanah memancarkan aura seorang Ratu yang siap menyaksikan bagaimana bidak-bidak caturnya menghancurkan faksi oposisi yang berani mengusik kedamaian istana kacanya.

---

Bersambung~

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!