NovelToon NovelToon
LOVE IN PARIS

LOVE IN PARIS

Status: tamat
Genre:Romantis / Duda / Komedi / Beda Usia / Diam-Diam Cinta / Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:187.6k
Nilai: 5
Nama Author: Haryani

Sebuah kecelakaan yang terjadi enam bulan lalu membuat Baby Corn harus kehilangan sebelah kakinya. Ia juga sempat mengalami koma selama tiga bulan. Sementara kekasihnya Lucky meregang nyawa di lokasi kecelakaan.

Seorang dokter bernama Maxime, memantau perkembangan kesehatan Baby dari mulai terapi sampai ia dinyatakan sembuh. Perlahan timbul rasa suka pada Baby. Karena berstatus duda, ia tak pernah mengakui jika dirinya jatuh cinta pada Baby.

Setelah siuman, Baby tinggal di Paris, Perancis, sebuah kota yang penuh keromantisan. Ia berharap bisa melupakan kenangan pahit setelah kehilangan sebelah kaki dan juga kekasihnya.

Cita-citanya terhenti karena fisik yang cacat, membuat Baby harus membuat kaki palsu. Di saat yang sama, perjuangan cinta dokter Maxime diuji ketika Baby memutuskan untuk masuk dunia modeling.

Bagaimana perjuangan dokter Maxime dalam meraih cintanya, apa Baby bisa menjadi supermodel?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Haryani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 22. SALAH PAHAM

"Ketika rasa cinta sudah menyerang hati dan kalbu, kadang otak tidak sinkron sama hati, jadi jagalah hatimu sebelum rasa cinta dari seseorang mulai menyapamu. Sakit hati itu nggak enak, loh!"

.

.

Kali ini Keluarga Nano Nano sedang berkumpul di ruang keluarga. Ada Mama Marrie, Daddy Oreo, Baby Corn dan Michael. Keempat orang itu saling memandang satu sama lain. Dari keempatnya yang paling berwajah jutek hanya Baby. Ucapan kakaknya tadi siang membuat ia menyimpulkan sesuatu.

"Ini pasti ada hubungannya dengan dokter Maxime," batin Baby.

"Ma, aku ingin Baby ikut aku balik ke Indonesia aja."

"Memangnya kenapa?"

"Aku nggak bisa menjaga Baby jika ia terus tinggal di sini."

"Bukankah ada Mama dan Daddy yang jagain Baby di sini!" Tolak Mama Marrie.

"Kalau begitu, jangan biarkan Baby dekat dengan dokter itu, aku nggak suka."

Mama Marrie dan Daddy Oreo saling berpandangan satu sama lain, lalu tertawa kemudian.

"Jadi, semua ini karena Baby dekat dengan dr. Maxime?"

Michael tampak tidak suka tentang semua hal yang berkaitan dengan dokter Maxime. Entah kenapa ada sesuatu yang mengganjal di hatinya, sehingga membuat Michael begitu protektif terhadapnya.

"Memangnya ada apa, bukankah mereka tidak ada hubungan, kenapa mesti dilarang?"

"Memangnya, Mama sama Daddy enggak tau, kalau selama ini, Baby masuk Rumah Sakit itu karena apa?"

"Tentu saja karena Baby sakit, Sayang."

"Bukan, Mam, tapi semua itu karena ulah mantan istri dr. Maxime yang tidak suka melihat Baby dekat dengan mantan suaminya!"

"Kata siapa?"

"Ma, tanpa sepengetahuan Mama dan Daddy, aku sudah membayar seseorang yang mengawasi Baby, selama aku tidak ada di sini!"

"Aku tidak mau melihat Baby terluka untuk kesekian kalinya."

Mama Marrie dan Daddy Oreo memang merasa sedikit aneh dengan beberapa hal yang terjadi pada putrinya selama ini. Tetapi mereka tidak menyangka jika semua itu karena ulah Cherry.

"Percaya sama aku, aku bisa kok buktikan hal itu, jika kalian nggak percaya."

Daddy Oreo akhirnya angkat bicara. "Meski aku belum percaya sepenuhnya, tetapi aku yakin jika perkataan Michael memang beralasan."

"Jadi, kedatanganmu secara tiba-tiba ke sini karena hal ini?" tanya Mama Marrie.

Michael mengangguk perlahan. Sementara itu Mama Marrie dan Daddy Oreo menghela nafas panjangnya.

"Lakukan apa yang menurutmu baik untuk adikmu, kamu tidak keberatan, bukan?"

Pandangan Daddy Oreo mengarah pada putrinya. Baby sontak menggeleng.

"Aku percaya sama abang, jadi apapun yang terjadi, aku setuju."

Meski mulut Baby tersenyum, tetapi entah kenapa hatinya terasa nyeri. Apakah keputusannya ini benar, entahlah. Dari tempat duduknya, Mama Marrie melihat ada gurat kesedihan di hati Baby.

"Apakah Baby memang menyimpan rasa untuk dr. Maxime?"

"Jika iya, sebaiknya aku menyelidikinya sendiri," gumam Mama Marrie.

.

.

🍂Apartemen Maxime.

"Hatchi ... hatchi .... "

Entah sudah berapa kali Maxime bersin-bersin hari ini. Tetapi, seingatnya ia tidak mencium hal-hal yang aneh.

Lalu, sesudahnya, bel pintu apartemennya berbunyi. Maxime segera menuju pintu untuk membuka pintu dan melihat siapa tamunya.

"Michael, silakan masuk!"

"Tidak perlu, aku hanya mau mengingatkanmu untuk jangan pernah mendekati Baby lagi."

"Kenapa, bukankah dia pasienku?"

"Jika kamu menanggap dia hanya sebatas pasien, lakukan secara profesional, atau aku akan bertindak!"

"Oh, iya, peringatkan mantan istrimu, jangan pernah berani untuk melukai Baby, paham!"

Maxime mulai menyadari arah pembicaraan ini, ternyata semua karena ulah Cherry. Belum sempat semuanya tuntas, ada suara Jas Jus yang baru saja keluar dari dalam kamar dan hanya memakai jubah mandi dan sebuah handuk yang memilit di kepalanya.

Jas Jus membeku di depan pintu kamar. Ia kaget saat melihat siapa tamunya malam itu. Begitu pula dengan Michael yang melihat ada Jas Jus yang hanya memakai jubah mandi keluar dari kamar.

"Kak Michael ...."

Maxime dan Michael sama-sama kaget melihat kemunculan Jas Jus dengan pakaian seperti itu.

"Apa yang baru saja mereka lakukan?" batin Michael.

"Dasar dokter mesum, bisa-bisanya bermain dengan anak di bawah umur," kesal Michael.

Tanpa mengucap satu patah kata pun, Michael beranjak pergi dari sana, tetapi kemudian langkahnya terhenti, lalu ia menoleh kembali.

"Ingat perkataanku tadi!" ucap Michael dengan nada mengancam lalu segera pergi meninggalkan apartemen Maxime tanpa berpamitan.

Kini Michael pergi dengan kesalahpahaman yang baru. Jas Jus yang kaget dengan kedatangan pujaan hatinya, segera mengejar Michael.

Saat hendak melampaui pintu apartemennya, tangan Maxime menghalanginya.

"Uncle, kenapa nutupin jalan, sih. Itu pangeranku, hadeh!"

Sontak saja kedua mata Maxime melotot tajam ke arah Jas Jus. "Kamu suka dia?"

Dengan polosnya Jas Jus mengangguk. Tiba-tiba kepala Maxime berdenyut kencang. "Astaga, drama apalagi ini?"

"Masuk!" titah Maxime.

Karena kesal, Jas Jus hanya menjejakkan kakinya dengan kasar ke lantai, lalu berjalan malas ke dalam. Tentu saja omelan yang panjang nan syahdu kembali memenuhi ruangan demi ruangan di apartemen Maxime.

Maxime masih mencerna hal apa yang harus ia lakukan saat ini, setidaknya agar ia bisa menekan Cherry lebih dalam lagi. Ia pun sama halnya dengan Michael yang jengah akan kelakuan tidak beratitude dari Cherry. Tetapi sampai saat ini, ia belum menemukan cara, agar wanita itu jera akan semua kelakuannya.

.

.

"Kalau kamu nggak siap jaga hati orang itu, kamu jangan ambil, karena waktu kita nggak siap komitmen dan jaga hati dia, kita sakitin hati dia terus."

"Abang, maksudnya apa sih, bilang kek gitu. Tahu nggak sih perasaan adiknya tuh seperti apa, bisa-bisanya jadi orang nyebelin!" omel Baby sambil membuang boneka boba miliknya ke lantai.

Akankah ada sesuatu diantara mereka berempat? Komen yuk, jangan lupa kembangnya, ya. Makasih.

.

.

...🌹Bersambung🌹...

1
Jolanda Lengkey
/Kiss//Kiss//Kiss/
Jolanda Lengkey
congrats baby/Heart//Rose//Kiss/
👑
lanjut 🔥🔥🔥
👑
💕💕
👑 Keluarga author
keren
👑Meylani Putri Putti
⭐⭐⭐⭐⭐ u mu
👑Meylani Putri Putti
hadir funny
Darah Biru (Bangsawan)
semangat sayang 😘
Sakura_Merah
bayi jangung imut bener,, yang pastinya bakal jadi bucin 🥰🥰
Sakura_Merah
ngakak aku pas tahu nama mom dan dady baby marrie dan oreo 😅😅
Sakura_Merah
mulai tercium aromannya nih
Sakura_Merah
benar beb tampar mereka dengan prestasi mu
Sakura_Merah
mulai mewek aku😭😭
Lucyna
akhirnya baby mendapatkan hati baru lagi
👑Meylani Putri Putti
akak mey dtng lg funny
👑Meylani Putri Putti
hadir lg yani
👑Keluarga author
fav and rate
👑Keluarga author
keren 😘
👑keluarga author
rate 🌟🌟🌟🌟🌟
👑keluarga author
jejak dukungan 🤗
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!