NovelToon NovelToon
Ayah Untuk Anak Kembarku

Ayah Untuk Anak Kembarku

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:265.7k
Nilai: 5
Nama Author: Shakeena

Silvira, wanita berparas cantik yang ditinggal meninggal suaminya, ia memiliki putra kembar yang pintar namun selalu merindukan kasih sayang ayahnya.

Silvira tak sengaja bertemu mantan kekasihnya waktu kuliah dulu. Namun sang mantan sudah berkeluarga, dia sebenarnya sangat menginginkan mantan kekasihnya itu kembali, namun keinginan itu ditepis jauh-jauh setelah mengenal istrinya, dan dia mendapat hidayah untuk belajar agama lebih baik menjadi wanita sholiha agar mendapat pasangan yang sholih pula.

Siapakah lelaki yang memikat hatinya? Bahagiakah kehidupannya selanjutnya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Shakeena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

#22

"Silakan duduk Nak Azam," ucap papi. Azam segera duduk bersama Aditya dan papi di ruang tamu.

"Ini Nak Azam, wah namanya mirip dengan anak papi Adam papanya si kembar, gak terasa sudah setahun lebih dia meninggalkan kami semua," ucap Papi mengenang anaknya. Azam hanya terdiam mendengarkan dengan seksama.

"Kami sebenarnya juga terkejut atas pernikahan kalian, awalnya papi menentang Rosa menikah lagi, kenapa begitu cepat dia melupakan Adam anak kami, tapi kemudian kami menimbang lagi, ikut merasakan juga, bagaimana sulitnya membesarkan anak sendiri tanpa suami di usia yang masih muda, Rosa juga butuh seseorang untuk dia sandari, untuk mendukungnya, untuk bersama-sama membesarkan dua anaknya, jadi begitulah kejadiannya, saking kerasnya berpikir dan belajar mengikhlaskan Rosa menikah lagi, papi sampai sakit, sehingga kami tidak bisa menghadiri pernikahan kalian, namun jangan khawatir, kami sudah menerimamu sebagai suami Rosa dan ayah untuk Farhan dan Fahri," ucap Papi panjang lebar.

"Iya Pi, terima kasih sudah menerima dan merestui pernikahan kami," ucap Azam.

"Jadi sejak Rosa menikah dengan Adam, dia tidak pernah kami anggap menantu, tapi kami jadikan putri kami sendiri, karena seperti yang kamu ketahui dia adalah anak yatim piatu, maka dari itu kami selalu memikirkan kebahagiaannya juga anak-anaknya," lanjut papi, Azam hanya mengangguk-angguk mendengarnya.

"Hari ini papi lega dan senang melihat Rosa sudah terlihat sangat bahagia, kamu juga rupanya mendidik dia dengan baik karena sekarang dia sudah berjilbab, terima kasih sudah mau mengambil tanggung jawab untuk Rosa dan si kembar sebagai suami dan ayah mereka,"

"Hidayah itu datangnya dari Allah Pi, saya cuma menyampaikannya dengan perlahan, alhamdulillah Silvira mau mengikuti, dan semoga bisa istiqomah," ucap Azam.

"Assalamualaikum," terdengar salam dari depan.

"Waalaikumusalam," sahut yang di ruang tamu. Kemudian muncul dua orang wanita berjilbab dan seorang laki-laki bersama tiga anak seusia si kembar, dan seorang bayi dalam gendongan ibunya.

"Lho ada tamu Pi," ucap seorang wanita yang menyalami papinya dan aditya.

"Iya, ini Azam suami Rosa, nak Azam kenalkan yang ini Adistia putri tertua saya, kakaknya Adam, itu suaminya Indra, dan ini Silvia istrinya Aditya, ini Rafli dan Rania anaknya Adistia, beda setahun jadi seperti anak kembar, yang itu Salma anaknya Aditya, yang bayi digendong Silvia itu Salman adiknya Salma," ucap Papi memperkenalkan semua anggota keluarganya pada Azam. Azam hanya tersenyum dan melihat mereka satu-persatu.

"Fahri sama Farhan dateng Opa?" tanya Rafli.

"Iya ada di belakang," jawab Papi.

"Yeaaa!!!!" anak-anak segera berhambur ke halaman belakang.

"Beib tolong panggilkan Mba Rosa di belakang, kita mau ngobrol bisnis sama papi dan mba Adisti," pinta Aditya kepada istrinya. Silvia mengangguk dan segera ke belakang mengikuti perintah suaminya.

Silvira segera ke depan menemui mereka semua.

"Mba Adis," ucap Silvira.

"Rosa, kamu kah itu?" ucap Adistia yang terkejut melihat perubahan penampilan Silvira.

Kemudian mereka berdua berpelukan.

"Tahniah, selamat ya Rosa, kamu sudah menikah lagi, dan terlihat sangat bahagia," ucap Adistia.

Kemudian mereka semua berbicara tentang rencana Silvira untuk pengelolaan klinik kecantikan oleh Aditya seperti yang tadi dia dan Aditya bicarakan di klinik. Papi menyambut gembira rencana itu, namun dengan syarat bahwa Silvira tetap berkunjung ke rumah papi walaupun bisnisnya di sini dikelola oleh Aditya. Mba Adistia sebagai notaris juga berjanji akan membuatkan surat perjanjian mereka.

Setelah itu mereka makan siang bersama sambil bercengkrama dan mengobrol, sehingga semakin mendekatkan Azam dengan keluarga papi.

Selepas Ashar, Azam dan Silvira berpamitan. Namun si kembar ingin menginap di rumah Oma Opanya karena memang mereka sedang libur semester.

"Mi, Pi, kami pulang dulu ya titip Fahri Farhan," ucap Silvira.

"Iya sayang, hati-hati," ucap Mami.

"Kak, Mas, jangan lewatkan sholat ya, murojaah terus hafalannya biar tidak lupa, jadi anak baik dan nurut sama Oma Opa, jangan merepotkan beliau berdua ya," pesan Azam.

"Baik Abati," sahut keduanya sambil memeluk Azam dan Silvira bergantian.

Azam dan Silvira memasuki mobilnya dan melaju kembali ke kota mereka.

"Mas gak capek? Mau gantian nyetirnya?" tanya Silvira.

"Gak lah, kamu istirahat aja, nanti kalau sudah sampai aku bangunin," ucap Azam sambil melirik istrinya yang terlihat capek.

"Gak mau ah, nanti kalau aku tidur, Mas Azam ikutan ngantuk lagi, kan bahaya,"

"Ini syaa Allah nggak sayang, tadi disuguhin kopi, bakal melek deh jangan khawatir," ucap Azam.

Saat Maghrib, mereka singgah di Masjid untuk sholat. Selesai sholat Silvira keluar duluan dan menunggu Azam di samping mobil mereka, Silvira merasakan angin sejuk menyapa dirinya. Dia melihat penjual bakso tidak jauh dari tempatnya berdiri. Tercium sedapnya wangi kuah bakso yang membuat cacing di perutnya menari.

"Kamu mau bakso," ucap Azam yang mengagetkannya.

"Mas, ngagetin aja," sahut Silvira.

"Habisnya kamu dari tadi lihatin abang bakso aja, mau makan baksonya apa abangnya?" goda Azam.

"Siapa yang liatin abangnya, aku lihatin baksonya kok," ucap Silvira.

"Okelah kita makan bakso ya, Mas pesenin," ucap Azam sambil berjalan ke arah abang bakso.

Tak lama kemudian Azam membawa nampan berisi dua mangkuk bakso dan botol kecap, saos tomat, serta sambal.

"Kita makan di dalam yuk biar kamu bisa leluasa makannya," ucap Azam. Silvira segera berdiri dan membuka pintu tengah mobil, dan masuk ke dalamnya, Azam meletakkan nampan itu di jok tengah mobil, kemudian dia naik dan menutup pintu, kemudian menyalakan pendingin mobil. Silvira melepas cadarnya dan menikmati Baksonya.

"Kalau aku tuh, suka yang kuahnya putihan kaya gini Mas, aku gak suka saos tomat, jadi beli apapun itu kalau buat aku tolong gak pake saos tomat ya," ucap Silvi.

"Iya, akan aku ingat itu," ucap Azam sambil menuang botol kecap dan mengambil dua sendok sambel.

"Aku juga ga suka saos tomat itu, pasti banyak pewarnanya, beda dengan yang di rumah kan," lanjutnya sambil melahap baksonya.

Seusai makan, mereka melanjutkan perjalanan pulang. Silvira yang tadinya keukeuh tidak mau tidur, lama kelamaan tidak terdengar suaranya. Azam melirik ke arah Silvira dan tersenyum melihat istrinya itu akhirnya tertidur.

Sesampainya di rumah, Silvira masih terlihat pulas. Azam tidak tega membangunkannya, kemudian dia menggendongnya masuk ke dalam. Silvira yang terbangun karena terkejut terpesona dengan harum tubuh maskulin suaminya itu. Dia lalu melingkarkan kedua tangannya ke leher Azam dan menciuminya.

"Heh, kamu menggoda Mas ya?" tanya Azam yang baru sadar istrinya telah bangun.

"Gak godain kok, cuma cari pahala," sahut Silvira, mendengar hal itu Azam mempercepat langkahnya menuju kamar mereka.

1
Cis Siu
bAgus banget
Citra Julinar
💜💜💜
Rita Piliang
musiknya terlalu dominan dr pada audio pembacanya
Nina Hani Anissa
Luar biasa
Inchess qopsie
perasaan kecelakaan mulu deh🙏😊
Lia Fitria
Semoga Azam sepat sembuh & tidak amnesia
Lia Fitria
Beruntung ya Silvira punya adek ipar yang ju"r
🌷𝙈𝙗𝙖 𝙔𝙪𝙡 ☪
udah mampir n baca 👍👍👍💪💪💪
🌷𝙈𝙗𝙖 𝙔𝙪𝙡 ☪
alhamdulillah... semua dikasih kemudahan dan rezeki berlimpah banyak keturunan..❤❤❤
wa fiiki baarokalloh ukhti Shakeena..
Nurhayati
next.....next.....
🌷𝙈𝙗𝙖 𝙔𝙪𝙡 ☪
hamidunkah silvira?
Siti Fathonah
lanjuuuttt
Siti Fathonah
lanjuuuuttt thorrrrr
Siti Fathonah
lanjuuuuttt
Siti Fathonah
lanjuuuuttt thorrr
Siti Fathonah
lanjuuuuttt
Syifa Syifa
ko jarang up nya
🌷𝙈𝙗𝙖 𝙔𝙪𝙡 ☪
seneng liat rasa persaudaraan mereka... maa Syaa Allah
Nurhayati
lanjut
🌷𝙈𝙗𝙖 𝙔𝙪𝙡 ☪
good job silvira👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!