NovelToon NovelToon
PENDEKAR BINTANG 9

PENDEKAR BINTANG 9

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Action / Fantasi / Barat
Popularitas:312.3k
Nilai: 5
Nama Author: el kurdi

Ali bin Abbas adalah seorang Pangeran dari sebuah Kerajaan di Benua Arab. Dengan bimbingan Sang Guru dia bertekad untuk mempersatukan semua Kerajaan yang ada di daratan Benua Gurun tersebut.

Seiring berjalannya waktu, terlepas dari usianya yang masih sangat muda, dia sudah menapaki puncak tertinggi kependekaran.

Akan tetapi dalam waktu yang singkat itu pula ternyata sudah banyak bermunculan aliran-aliran Sesat yang didalangi para pendekar tingkat tinggi.

Bersama Sembilan Muridnya mencoba mengumpulkan Lima Kitab tanpa tanding yang di percaya mampu membuat pemiliknya akan menjadi Penguasa nomer Satu di Dunia.

Akankah perjalanannya mampu mengubah perdamaian seperti yang diinginkannya? Ikuti terus ceritanya hanya di novel Pendekar Bintang Sembilan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon el kurdi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pendekar Muda Misterius

Setelah semua pertandingan selesai, para pendekar muda kembali ke asrama, dan semua penonton harus keluar dari perguruan sebelum matahari terbenam.

Ali menemui gurunya, dia ingin menceritakan sesuatu yang terjadi di perlombaan tadi, setelah mencari ke beberapa tempat, ternyata gurunya sedang bersama dengan para guru dan beberapa ketua perguruan, Ali sengaja menunggu diluar, tidak ingin mengganggu jalannya rapat tersebut.

Syaikh Abu Hamzah keluar bersama para ketua yang lainnya, dia melihat Ali sedang mondar mandir di depan ruangan, "guru ada yang ingin saya sampaikan" ucap Ali ketika melihat gurunya sudah keluar ruangan.

"kita bicarakan nanti setelah ba'da maghrib saja" jawab gurunya menunjuk matahari yang sudah hampir terbenam.

Ali menggukkan kepala lalu kembali kerumah gurunya, setelah mandi dan ganti pakaian Ali langsung ke masjid untuk menunaikan ibadah salat magrib, setelah itu dia pergi ke tempat guru pendamping perguruan Teratai Putih.

Ali memberikan mereka beberapa keping dinar, awalnya mereka menolak, tapi Ali memeksa akhir nya mereka menerimanya.

sebenarnya mereka ingin mengajak Ali ngobrol, tapi Ali sudah ada janji, jadi tidak bisa memenuhi keinginan mereka, setelah itu Ali kembali ke rumah gurunya, ternyata dia sudah ditunggu disana.

"apa yang ingin kau sampaikan?" tanya Syaikh Abu hamzah ketika Ali sudah duduk.

"begini guru.... " Ali menceritakan apa yang dia ketahui tentang pemuda yang memiliki kemampuan pendekar bintang 7, Mas'ud bin Malik dari perguruan Lembah Duri, Ali curiga dengannya, dia meminta izin gurunya untuk menyelidiki masalah ini.

Ali mendapatkan izin dari gurunya, gurunya juga menanyakan bagaimana caranya, namun Ali belum memikirkan caranya, tapi yang pasti Ali akan segera menyelidiki nya.

setelah itu Ali menemui Hamzah, mencari data data peserta perlombaan, setelah membaca nama nama para peaerta, Ali melihat sebuah nama dan menemukan sebuah cara untuk menggali informasi tentang Mas'ud.

dia pergi ke asrama putri, dia menemui Shafia, Aisyah dan Ruayyah, Ali menceritakan tugasnya dan meminta bantuan mereka untuk melancarkan rencananya, setelah cukup lama berdebat mereka akhirnya setuju.

setelah itu Ali mencari gadis yang bernama Laila binti Mas'ud, Ali menemukan dia di kamar nomer 12, sedang mendengar cerita kawan sekamarnya.

seperti di kamar kamar yang lainnya Ali kembali melontarkan pertanyaan yang sama "apakah disini ada yang bernama Laila binti Mas'ud? " tanya Ali.

gadis itu menoleh dan memperhatikan Ali dengan saksama, setelah cukup lama dia menatap Ali, dia baru ingat ternyata dia yang baru saja jadi perbincangan teman temannya. "apa saya mengenal anda? " tanya gadis itu.

"apa ada waktu? ada yang ingin saya tanyakan. " tanya Ali pada gadis yang masih duduk di tempatnya itu.

"berdua?" gadis itu memastikan, ada perasaan bahagia menyelimuti hatinya.

"ah, tidak..." Ali menoleh ketiga gadis di belakangnya.

raut wajahnya sedikit kecewa, "baiklah, apa ada hal penting? " selidik gadis itu.

Ali tidak menjawab, dia pergi ke balai tempat latihan, di tempat itu Ali ingin mengintrogasi Laila. "apa kamu dari perguruan Lembah Duri? " tanya Ali.

gadis itu menganggukkan kepala, "apa kamu kenal Mas'ud bin Malik?" tanya Shafia pada gadis itu.

gadis itu mengenali Shafia, menurut kabar yang dia dengar, putri dari perguruan Singa Langit itu kemampuannya sangat di perhitungkan, tapi sayangnya pumuda yang di hadapannya itu menunjukkan hal yang berbeda di pertandingan tadi siang. "ada urusan apa kalian menanyakan temanku? "

"temaaan?..... " Ali seolah olah kaget "aku pikir dia ayahmu?" ucap Ali penuh ekspresi di wajahnya.

Laila begitu kaget mendengar apa yang di ucapkan Ali. "bagaimana mungkin kau berpikir kalau dia ayahku, bukankah itu tidak mungkin? " jawab Laila mencoba meyakinkan yang lain.

"pertama dia terlihat berusia cukup dewasa, walaupun wajahnya memang bisa mengelabui sebagian banyak orang, yang kedua dia berasal dari perguruan di wilayah perbatasan, sehingga tidak ada yg mengetahui secara pasti asal usul kalian, dan ketiga tingkatan kependekarannya yang sudah mencapai perdekar bintang 7, sangat mencurigakan dan yang terakhir nama ayahmu sama dengan namanya, bukankah itu hal yang sangat kebetulan?" Ali memberikan penjelasan yang cukup panjang.

"itu tidak bisa di jadikan alasan untuk semua kecurigaanmu" jawab Laila ketus.

semua menghela nafas panjang, siasat pertama tidak berjalan dengan lancar, "apa kau percaya jika Aku yang akan menghentikan langkah ayahmu di perlombaan ini? " Ali mencoba cara kedua.

gadis itu menahan tawanya, dia menatap Ali dengan sangat serius, "aku tahu kau adalah orang dalam, tapi aku tidak menyangka jika kau akan melakukan segala cara untuk mendapatkan gelar juara." gadis itu mengira Ali akan melakukan hal yang buruk pada ayahnya.

"Heh, apa kau tau tingkatan kependekarannya pangeran?" kini Aisyah sudah tidak bisa berdiam diri lagi.

"ah, kau memang sangat beruntung, banyak gadis yang bersedia mati demi menyenangkan hatimu" jawab Laila mencibir Aisyah dan yang lainnya.

Ruqayyah sudah kehilangan kesabarannya dia sudah menarik pedangnya, namun Ali menghalanginya. "sebenarnya aku kemari untuk memastikan apa alasan ayahmu melakukan semua ini, tapi kau mempersulitnya, jadi jangan pernah mengatakan kalau aku tidak mencoba membantumu. " Lalu Ali membalikkan tubuhnya ingin meninggalkan gadis itu.

"anak sepertimu bisa membantu apa untuk perguruan kecil di perbatasan seperti kami?" gadis itu duduk lemas di balai latihan.

Ali menghentikan langkahnya, dan berbalik "apapun yang kau inginkan, selama aku mampu." jawab Ali.

"kami hanya ingin perguruan Lembah Duri bisa lebih di anggap dan di hargai oleh perguruan perguruan lainnya," ucap Laila dengan pandangan menerawang.

Ali menoleh ke tiga gadis yang bersamanya, dan memberi isyarat agar menghiburnya, mereka juga merasakan kesedihan Laila dan mencoba menghiburnya, "apapun alasannya jalan yang di tempuh ayahmu itu salah, aku insya Allah bisa membantu kamu menaikkan tingkat kependekaranmu." Ali juga ikut menghibur Laila.

tidak hanya Laila, yang lain juga terkejut mendengar tawaran Ali padanya. "apa benar kamu bisa mengelahkan ayahku?" tanya Laila tidak yakin dengan cerita cerita yang di dengarnya dari tadi.

lalu Aisyah menceritakan kejadian di rumahnya, saat Ali mengalahkan Hisyam bin Hannan, lalu mengalahkan ketua perguruan Tapak Suci Hannan bin Malik yang sudah memasuki tingkatan pendekar bintang 8, Laila tidak percaya dengan cerita itu, Laila melihat sendiri tadi siang kalu lawan dari Hisyam lebih memilih mundur daripada bertarung melawannya.

Ruqayyah binti Harits juga menceritakan kalau maha guru disana juga sangat menghormati Ali karena kekuatan yang dimiliki Ali, bahkan ketua perguruan Teratai Putih juga tidak berniat melawannya, cerita cerita itu sungguh membingungkan Laila.

"aku tidak tau apa rencana kalian menceritakan itu semua, tapi aku melihat sendiri dia tadi memenangkan pertarungan itu karena faktor keberuntungan saja. " Laila nemanggapi yang lainnya.

Ali pergi memunguti ranting ranting pohon yang sudah kering dan menumpuknya di depan mereka duduk. "untuk menjadi pendekar bintang 5 kau harus menguasai salah satu dari Empat unsur Alam" ucap Ali, tanpa basa basi lagi Ali mengeluarkan jurus Tapak Api dan seketika itu juga tumpukan kayu itu terbakar dan dalam sekejap saja kayu kayu itu menjadi bara.

Laila terhempas kebelakang karena sangat terkejut, dia sangat takjub melihat kekuatan jurus itu.

~***1086kata.

saya sampaikan banyak terima kasih kepada para pembaca yang telah memberikan like nya di setiap chapter di novel ini.

saya tahu untuk memberikan vote kalian membutuhkan poin, jadi saya tidak berharap banyak untuk itu, tapi saya mengharapkan komentar komentar kalian yang membangun untuk kemajuan novel ini...

terima kasih.

Marhaban ya ramadhan

selamat menunaikan ibadah puasa bagi yang menjalankan nya***.

1
Bhazir Taniaguru
Luar biasa
Roni Sakroni
gmn nih kok melenceng jauh dari misinya.....
Roni Sakroni
kpn ngurusin negara klo terlena gitu di hutan
Roni Sakroni
orang sombong dimakan garong
Roni Sakroni
mati suri dibungkus morim..
Roni Sakroni
apaaaaaaa........ tunangan......?????
Roni Sakroni
Pangerannya terlalu baik
Roni Sakroni
sombongnya
Roni Sakroni
mantap tentang sejarah kerajaan Islam di tanah arab.
Aditya Gbng
terbaik
Aditya Gbng
semangat
Muhamad Sabir Ahmad
kenapa cerita ini berhenti separuh jalan???
Hadi Darmawan
tetap semangat boss
Hadi Darmawan
terus semangat boss
Muhamad Sabir Ahmad
wa'alaikumsalam wbkt
Batam Jaya
ceritanya udah tamat sampai di sini
Ayahandilala
Syukran thor ajiib
Ayahandilala
semangaat thor,saluuut
Ayahandilala
Masyaallah Tabarakallah
budi susilo
kok lama banget nggak ups kemana ya author
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!