NovelToon NovelToon
TERJERAT OBSESI ELZIO

TERJERAT OBSESI ELZIO

Status: sedang berlangsung
Genre:Obsesi / One Night Stand / CEO / Percintaan Konglomerat / Office Romance
Popularitas:2.3k
Nilai: 5
Nama Author: Ariska Kamisa

"Dendanya lima miliar rupiah, Clara. Atau... kamu tanda tangani kontrak tiga tahun jadi asisten pribadi saya!"
Berniat kabur dari masa lalu dan hidup mandiri, Clara justru terjebak dalam jaring laba-laba Elzio Mahendra—CEO tampan, kaya raya, dan obsesif yang tak mempan digertak. Hanya demi mengikat Clara di sisinya, Elzio tak ragu membeli perusahaan tempat Clara melamar dan menjeratnya dengan kontrak denda bernilai fantastis.
Segala cara Clara lakukan agar Elzio ilfil—mulai dari bersikap super galak, memboroskan uangnya, hingga kabur naik KRL. Namun, bukannya menyerah, sang CEO gila justru makin gila dan posesif padanya.
Di tengah intrik perjodohan elit dan trauma masa lalu yang menghantui, akankah Clara berhasil bebas dari jerat denda lima miliar, atau justru akhirnya bertekuk lutut dalam pelukan sang CEO?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ariska Kamisa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 12

"ASTAGA! INI DI MANA LAGI?!"

​Jeritan melengking Clara memecahkan keheningan pagi yang tenang di dalam master bedroom penthouse lantai 45.

​Clara terduduk spontan di atas ranjang king-size yang kelewat empuk. Matanya membelalak lebar menatap sekeliling—dinding kaca raksasa yang menampilkan pemandangan pencakar langit Jakarta, langit-langit berukir mewah, dan lampu gantung kristal yang megah.

​Namun, yang membuat napasnya benar-benar tercekat adalah sosok pria di sampingnya. Elzio berbaring miring sambil menopang kepala dengan satu tangan, bertelanjang dada memperlihatkan otot dadanya yang kokoh, dan hanya tertutup selimut sebatas pinggang.

​"Selamat pagi, sweetheart," sapa Elzio santai. Bibirnya menyunggingkan senyum tipis yang memprovokasi, sama sekali tidak merasa terganggu dengan teriakan histeris Clara.

​"Elzio! Lu benar-benar manusia gila!" bentak Clara galak, menarik selimut untuk menutupi tubuhnya sendiri yang masih mengenakan piyama sutra. "Gue kan udah bilang enggak mau pindah! Kenapa lu culik gue ke sini pas gue lagi tidur, hah?!"

​"Kosan kamu terlalu sempit untuk calon istri saya," jawab Elzio tenang. Tangannya terulur hendak merapikan rambut Clara yang berantakan, namun Clara langsung menepisnya kasar.

​"Gue bukan calon istri lu! Lu—"

​CLLIK.

​Pintu kamar utama mendadak terbuka tanpa ketukan.

​"Elzio, Mama bilang berapa kali kalau masuk rumah itu sapa—"

​Kalimat seorang wanita paruh baya berpenampilan sangat elegan itu terhenti seketika. Wanita itu mengenakan gaun sutra simpel, perhiasan mutiara di lehernya, dan memegang tas mahal. Matanya membelalak sempurna menatap pemandangan di atas ranjang: anak laki-lakinya yang bertelanjang dada sedang mengurung seorang wanita berpiyama dengan rambut berantakan.

​Clara membeku total. Jantungnya rasanya mau melompat keluar dari dada.

​Dominica Mahendra. Clara mengenali wajah wanita itu dari majalah bisnis. Ibu kandung Elzio Mahendra.

​Darah Clara mendadak dingin. Otaknya langsung memutar berbagai skenario novel dan drama klasik: Ibu pejabat kaya raya yang angkuh akan melempar cek kosong, menghina latar belakangnya yang miskin, memaki-makinya sebagai cewek murahan, dan mengusirnya detik ini juga.

​Clara sudah memasang kuda-kuda, siap menerima serangan kata-kata pedas dan cemoohan.

​"Ma..." panggil Elzio singkat, santai tanpa dosa.

​Namun, kejadian berikutnya membuat ekspektasi Clara hancur berkeping-keping.

​"ELZIO MAHENDRA! APA-APAAN KAMU?!"

​Bukannya memaki Clara, Dominica justru berjalan cepat mendekati ranjang, mengangkat tas Chanel-nya, dan BUK! BUK! memukuli bahu tegap Elzio tanpa ampun dengan tas mewahnya.

​"Aww! Ma, sakit!" ringis Elzio, menangkis pukulan mamanya sambil terkekeh pelan.

​"Biar sakit! Dasar anak kurang ajar!" omel Dominica dengan napas terengah-engah, wajah cantiknya memerah karena marah. "Mama tidak pernah mengajari kamu jadi pria tidak bertanggung jawab ya! Kamu meniduri anak gadis orang tanpa ikatan nikah?! Di kamar kamu sendiri?! Mau ditaruh di mana muka Mama, Elzio?!"

​Clara melotot, mulutnya menganga lebar. Lho? Kok malah Elzio yang dipukulin?

​"Ma, dengar dulu," potong Elzio santai, membetulkan posisi duduknya sambil mengusap bahunya yang kena pukul. "Saya tidak meniduri dia tanpa tanggung jawab. Saya sudah melamar dia berkali-kali."

​"Lalu kenapa kalian belum menikah?!" semprot Dominica galak, menunjuk Elzio dengan jarinya.

​Elzio menoleh ke arah Clara, menyunggingkan senyum menyebalkan. "Salahkan wanita di sebelah saya, Ma. Saya sudah melamar dia empat kali, tapi selalu ditolak mentah-mentah."

​"Empat kali?!" Dominica membelalak, lalu mengalihkan pandangannya pada Clara.

​Clara mendadak gugup setengah mati. Pikirannya makin kalut. Nah, sekarang pasti gue yang dimarahin karena berani nolak anaknya.

​Dominica melangkah mendekati sisi tempat tidur Clara. Dia menatap Clara dari ujung kepala sampai ujung kaki dengan teliti. Clara menahan napas, bersiap menerima makian.

​Namun, raut wajah Dominica mendadak melunak. Matanya berbinar-binar penuh binar kekaguman. Dia langsung duduk di tepi ranjang dan menggenggam kedua tangan Clara yang dingin.

​"Kamu... kamu benar-benar menolak anak ini empat kali?" tanya Dominica dengan suara yang mendadak selembut sutra.

​Clara berkedip bingung, menelan ludah ragu. "S-saya... iya, Tante. Eh, Bu..."

​"Luar biasa!" puji Dominica tiba-tiba, senyum mewahnya mengembang lebar. "Akhirnya ada wanita yang punya akal sehat dan tidak silau sama uang anak Mama ini!"

​"Hah?" Clara makin cengli.

​Dominica menoleh menatap Elzio penuh kemenangan, lalu kembali menatap Clara dengan wajah memelas. "Nak, siapa namamu? Clara ya? Dengarkan Tante ya, Sayang..."

​"Iya, Tante?"

​"Tante mohon... tolong nikahi Elzio," pinta Dominica tanpa basa-basi.

​Clara hampir tersedak ludahnya sendiri. "Maksud Tante gimana?!"

​"Mama!" tegur Elzio, terkekeh pelan di belakangnya.

​Dominica tidak mengacuhkan Elzio dan makin erat menggenggam tangan Clara. "Tante ini sudah stres berat, Clara! Umur Elzio ini sudah masuk kepala tiga, sudah jadi perjaka tua yang tidak pernah kelihatan jalan sama cewek! Kamu tahu gosip di luar sana? Orang-orang bilang Elzio itu sukanya sama Arka! Asisten pribadinya sendiri! Karena mereka kemana-mana berdua terus!"

​Clara refleks menahan tawa yang hampir meledak dari tenggorokannya. Dia melirik Elzio yang langsung berdehem canggung mendengar ucapan mamanya.

​"Mama, gosip itu tidak benar," potong Elzio dingin.

​"Makanya kamu nikah!" bentak Dominica pada anaknya, sebelum kembali memasang wajah manis pada Clara. "Clara, Sayang... kalau kamu mau nikah sama Elzio, Tante sendiri yang bakal kasih kamu uang jajan satu miliar rupiah! Tunai! Tanpa syarat apa pun dari Elzio!"

​Satu miliar rupiah?!

​Clara terperanjat hebat. Matanya membelalak menatap ibu dan anak di depannya. Pria anak kaya ini menahannya pakai denda lima miliar, sedangkan ibunya malah mau membayarnya satu miliar cuma-cuma agar mau menikahi anaknya!

​"T-Tante... ini enggak salah?" gagap Clara penuh kebingungan.

​"Enggak salah dong! Satu miliar itu uang kecil dibanding rasa tenang Tante kalau anak perjaka tua ini akhirnya ada yang punya!" ujar Dominica mantap. Dia lalu berdiri dan merapikan gaunnya. "Tante kasih kamu waktu berpikir. Tapi Tante mohon, terima ya, Sayang? Biar gosip Elzio pacaran sama Arka itu hilang dari muka bumi!"

​Dominica menepuk bahu Elzio kasar. "Kamu! Cepat pakai baju dan antar calon menantu Mama sarapan! Kalau kamu bikin dia kabur lagi, Mama coret kamu dari ahli waris!"

​Dengan langkah anggun namun tegas, Dominica membalikkan badan dan keluar dari kamar, membanting pintu dengan rapat.

​Keheningan kembali menyelimuti kamar megah itu.

​Clara masih terduduk kaku dengan mulut sedikit terbuka, mencoba memproses badai kejadian yang baru saja terjadi dalam sepuluh menit terakhir.

​Di sampingnya, Elzio bersandar di kepala ranjang, menatap Clara dengan binar mata geli dan sangat puas.

​"Kamu dengar sendiri kan, Clara?" bisik Elzio rendah, mendekatkan wajahnya ke telinga Clara. "Mama saya sendiri yang suruh kamu nikah sama saya. Bahkan dia mau bayar kamu satu miliar."

​Clara menoleh cepat, memelototi Elzio galak untuk menutupi rasa canggungnya. "Keluarga lu beneran enggak ada yang normal ya?! Ibunya sama anaknya sama-sama gila!"

​Elzio tertawa renyah—suara tawa hangat yang jarang sekali terdengar dari bibirnya. Dia meraih jemari Clara, mengecup punggung tangan wanita itu dengan penuh kelembutan yang memabukkan.

​"Kami tidak gila, sweetheart," desis Elzio rendah, menatap lurus ke dalam iris mata Clara. "Kami hanya tahu mana barang paling berharga yang tidak boleh dilepaskan."

1
umie chaby_ba
mampir thor..🙏
Ariska Kamisa: terimakasih banyak kak 🙏🙏🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!