NovelToon NovelToon
Cinta Dalam Perjodohan

Cinta Dalam Perjodohan

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Perjodohan / Obsesi / Beda Usia / Pernikahan rahasia / Dijodohkan Orang Tua / Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:1.9M
Nilai: 5
Nama Author: Marica

Maaf untuk para readers jika kalian merasa bingung saat karya ku ini berganti judul. Setelah aku pikir-pikir judul Izinkan aku mencintaimu kurang pas dengan isinya jadi aku ganti dengan judul Cinta Dalam perjodohan.

Erlangga Bayu Pramuja, anak bungsu dari Egi Pramuja dan Monica Alandra Putri Pramuja, Si Playboy, pemain cinta, dan pecinta one night stand.

Dijodohkan oleh keluarganya dengan perempuan yang polos dan dari keluarga yang sederhana. Akan tetapi siapa sangka Erlangga akan jatuh hati dan dibuat jungkir balik oleh gadis yang jauh dari tipenya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Marica, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kumpul Keluarga

Tepat pukul empat pagi Erlangga sampai ke rumahnya. Rasa kantuk benar-benar sudah menyelimuti diri Erlangga. Tidak menunggu waktu lama, Erlangga langung keluar dari dalam mobil dan melangkah cepat ke kamarnya.

Tanpa berganti pakaian, ataupun melepas sepatunya, Erlangga langsung merebahkan tubuhnya ke tempat tidur dengan posisi tengkurap. Rasa kantuk yang luar biasa membuatnya cepat pergi ke alam mimpi.

*****

Matahari sudah terbit tinggi, bahkan panasnya sudah terasa seperti membakar bumi. Namun, Erlangga masih belum bergerak dari tempat tidurnya.

Hingga suara ketukan pintu dan suara maminya berhasil mengusik tidurnya.

“Bangun, Nak ... sudah siang,” suruh Monica.

Erlangga membalik tubuhnya seraya mengucek matanya menggunakan punggung tangannya. Beberapa kali Erlangga mengedipkan matanya agar bisa beradaptasi dengan cahaya di kamar itu.

Mata Erlangga kembali terpejam saat maminya membuka gorden kamarnya. Sorot dari cahaya matahari menyilaukan matanya.

“Silau, Mam,” rengek Erlangga.

“Biar kamu langsung bangun,” ucap Monica.

Erlangga memindahkan kepalanya ke atas pangkuan Monica saat maminya itu duduk di atas tempat tidur.

“Kamu ini kaya anak kecil saja,” ledek Monica.

“Aku 'kan anak mami yang paling kecil,” ucap Erlangga.

Monica mengusap kening Erlangga. Kasih sayang Monica pada anak bungsunya tercurah dari usapan itu.

“Kecil itu waktu kamu masih berumur satu bulan,” ucap Monica diikuti tawa kecilnya.

“Kamu tumben pulang ke rumah pas hari minggu?” tanya Monica.

“Lagi pengin saja,” jawab Erlangga. “Aku lagi kangen sama Mami.”

“Semalam bagaimana? Kamu jadi ngajak jalan Alana?” tanya Monica.

“Jadilah, Mam,” jawab Erlangga.

“Kalian ke mana saja?” tanya Monica.

“Muter-muter saja, Mam. Terus kami makan ayam kremes,” ucap Erlangga.

“Ayam kremes?”

“Iya, Mam. Dia tahu kalau aku suka sama ayam kremes,” ucap Erlangga.

“Kok dia bisa tahu? Mami gak pernah cerita sama dia?” tanya Monica.

“Dia katanya perhatiin aku pada waktu itu kita makan siang bersama kemarin itu,” jawab Erlangga.

“Tuh 'kan benar ... mami gak salah pilih. Alana perhatian banget sama kamu,” seru Alana.

“Hmmmm.”

“Eh, tapi Alana gak diapa-apain 'kan sama kamu?” tanya Monica.

Erlangga langsung menatap maminya yang sedang menatapnya curiga.

“Diapa-apain bagaimana sih maksud mami?” Erlangga bertanya balik kepada maminya.

“Kamu gak pegang-pegang dia, 'kan?” tanya Monica. “Awas saja jangan macam-macam sama Alana. Dia itu masih lugu banget.”

“Ada isinya juga gak. Jadi apanya yang mau dipegang,” ucap Erlangga.

“Kamu ini bicara suka asal saja.” Monica menoyor kepala Erlangga diikuti tawanya.

Erlangga tertawa dengan perkataannya sendiri. Bersama maminya Erlangga selalu bebas bicara. Bagi Erlangga maminya bukan hanya sekedar orang tua baginya, melainkan juga seperti seorang sahabat.

“Cepat mandi terus kita pergi ke tempat Alana. Kedua kakak kamu dan keluarga mereka juga akan pergi ke sana,” ajak Monica.

“Mau ngapain, Mam?” tanya Erlangga.

“Main saja. Lagian cuaca panas gini enaknya makan es cream,” jawab Monica.

“Oh.”

“Sudah sana mandi. Gerak cepat nanti Alana bisa dibawa kabur sama yang lain loh,” ucap Monica.

“Biarin saja.” Erlangga merasa tidak peduli dengan hal itu.

“Katanya penakluk hati wanita. Masa naklukin hati Alana saja gak bisa,” ejek Monica.

“Ck, Mami.” Erlangga berdecak mendengar ejekan maminya.

“Mami sudah terlanjur seneng mau jadiin Alana mantu mami,” seru Alana.

“Mam, jujur Erlangga takut. Erlangga gak bisa membayangkan jika Alana tahu kalau aku yang menyebabkan ayahnya meninggal. Alana pasti bakalan benci banget sama aku,” ucap Erlangga.

Mendadak Monica pun ikut merasa takut.

“Jangan berpikir yang tidak-tidak. Alana itu gadis yang baik. Dia pasti bakalan bisa maafin kamu,” ucap Monica.

“Sudah sana mandi. Terus kita kamu makan siang dulu sebelum kita pergi ke tempat Alana,” ucap Alana.

“Baik, Mam,” sahut Erlangga.

Erlangga mengangkat kepalanya dari atas pangkuannya lalu melangkah ke dalam kamar mandi.

Bayangan Alana melintas di benak Erlangga saat ia mandi. Erlangga kembali gusar saat gadis itu tanpa permisi mengacaukan pikirannya.

Padahal mereka baru malam itu pergi berdua, tetapi rasa nyaman sudah Erlangga rasakan.

Erlangga menyudahi mandinya sebelum pikiran-pikiran liar bersama Alana kembali muncul di benaknya. Selesai mandi Erlangga memakai pakaiannya yang ia ambil dari lemari. Kali ini Erlangga memakai pakaian casual, kaos ketat berwana hitam dan celana jeans pendek.

Erlangga mematut dirinya di cermin. Dirinya merasa bangga dengan wajah tampannya. Jika wajah kakak laki-lakinya dominan ke papinya dan wajah kakak perempuannya dominan ke maminya. Wajahnya sendiri sangat dominan dengan kedua orang tuanya.

Setelah siap Erlangga keluar dari kamarnya. Ia berjalan dengan berlari kecil di anak tangga seraya memanggil maminya.

“Mami,” panggil Erlangga.

“Ya sayang. Mami di meja makan,” sahut Monica.

Mendengar sahutan dari maminya, Erlangga segera melangkahkan kakinya ke meja makan.

“Ayo, Sayang kita makan bersama-sama,” ajak Monica.

“Iya, Mam,” sahut Erlangga.

Erlangga menarik salah satu kursi yang ada di meja makan lalu ia duduki. Mata Erlangga tidak sengaja melihat maminya sedang melihat ke arah kursi yang selalu mendiang papinya duduki.

Erlangga pun meraih tangan maminya untuk ia genggam.

“Mami kangen sama papi?” tanya Erlangga

“Sangat,” jawab Monica.

Sudut mata Monica sudah mengeluarkan air mata.

“Mami jangan kaya gini terus dong nanti papi gak akan tenang di sana,” ucap Erlangga. “Katanya mami sudah iklhas.”

Monica mengusap air mata yang ada di sudut matanya. “Mami memang sudah iklhas. Hanya saja terkadang mami masih sangat merindukan papi kamu.”

Erlangga menarik maminya ke pelukannya. “Erlangga sama kak Evano dan kak Evelyn juga kangen sama papi.”

“Mami jangan sedih lagi. Sekarang Mami makan, terus kita pergi ke tempat Alana,” suruh Erlangga yang langsung diangguki oleh Monica.

Anak dan ibu itu kembali melanjutkan makan siang bersama. Selesai makan siang keduanya langsung pergi ke garasi rumah mereka.

Monica dan Erlangga masuk ke dalam satu mobil yang sama. Segera Erlangga melajukan mobilnya ke tempat Alana berjualan es cream.

Dalam perjalanan dering ponsel Erlangga berbunyi. Monica lebih dulu melihat ada nama Dinda pada layar ponsel anaknya.

“Ngapain si Dinda telepon kamu?” tanya Monica.

“Mana aku tahu, Mam,” jawab Erlangga. “Belum juga aku angkat.”

“Sini biar mami yang angkat teleponnya.” Monica mengambil alih ponsel Erlangga.

Monica menggeser tombol hijau untuk menerima panggilan dari Dinda.

“Halo, anak saya lagi sibuk. Jangan diganggu.”

Dan setelah itu monica langsung memutuskan sambungan telepon itu.

Erlangga rasanya ingin tertawa. Dirinya tidak bisa membayangkan wajah Dinda di sana.

“Mami galak banget,” ledek Erlangga.

Monica langsung memicik tajam ke Erlangga yang langsung membuat Erlangga bungkam seketika.

Erlangga kembali berkonsentrasi mengemudikan mobilnya. Beruntung Erlangga dan Monica sampai ke tempat tujuan mereka saat kemacetan terjadi.

Sampai di sana ternyata kedua kakaknya beserta keluarganya sudah sampai.

“Halo, semua,” sapa Monica.

“Halo, Mami,” sapa Evelyn.

“Kalian baru sampai?” tanya Evano.

“Tuh adik kamu. Jam 1 baru bangun tidur,” jawab Monica.

Hari itu keluarga besar mereka sengaja ingin menghabiskan waktu di luar rumah. Pilihan mereka jatuh pada tempat Alana.

Meskipun cuaca panas, tetapi di tempat itu sangatlah sejuk. Mungkin karena masih banyak pepohonan.

Melihat kelurganya sedang asyik bermain. Erlangga memilih pergi ke tempat Alana, ia ingin mengobrol dengan Alana. Namun, siapa sangka jika ternyata ada Satria di dalam stand itu.

Mendadak hawa panas seolah menyerang diri Erlangga.

1
irma hidayat
bisa menahan 3thn asalnya hoby nya celap celup erlangga mungkin kah bisa nahan🤭
irma hidayat
jijik erlangga, masa sebaik alana dapat yg suka celap celup
Andrea
/Rose//Rose/
Nunung
Akhirnya gol juga bara sama levia 😁😁 aku seneng banget Thor love you Thor moga sehat selalu Aamiin .
ig: Marica_Author
aaaaaaaaaaaaa
Diana Susanti
ending boleh,,, tapi extra part dooong
Diana Susanti
mantab lg up MP nya yg sudah kadaluwarsa
Roza Roza
lama Kali up nya
Siti Syarifah
woalaaaah maunye
Diana Susanti
50 jeti,,, hohohoho aku mauuuuuuuuuuu
ig: Marica_Author: Tadinya mau 100 juta, tapi kayaknya kebanyakan. Jadi 50 juta aja. Emang ya enaknya dunia halu kek gini. Mau ngapain aja juga sah sah aja
total 1 replies
suci ika rachmawati
tinggal bilang i love u
Diana Susanti
cinta nya bara nggak kehitung sama vie
Siti Syarifah
Luar biasa
Diana Susanti
cika hamil
ig: Marica_Author: tunggu part selanjutnya ya Kak.
total 1 replies
Roza Roza
kurang greget bacanya,up nya lama dan kurang panjang
ig: Marica_Author: kalau panjang takut bosan😅😅😅😅.

Terima kasih juga sarannya
total 1 replies
Nunung
Tenang levia si Mak lampir sudah mereka atasi ya .see you Thor moga sehat selalu Aamiin .
Nunung
tuh levia gimana gak baiknya bara nyari kueh sampai ke Bogor demi sang istri tercinta....hehehe padahal mah biar levia jangan marah karena habis menghukum si pelakor Arini,
Roza Roza: up nya kpan lagi ya,lagi seru2 nya
total 2 replies
Nunung
Lama lama aku gemes banget ma mereka berdua...,..aku nungguin levia lulus dari sekolahnya , biar mereka cepet cepet bisa unboxing 🤭🤭🤭🤭 . ku beri bintang 5 ya Thor 👍👍👍 top banget .
ig: Marica_Author: amin 🥰🥰🥰🥰🥰
total 3 replies
Nunung
🤣🤣🤣🤣 puas kau Arini dapat hukuman dari 3 lelaki ganteng , makanya kalau hidup itu cari yg aman aman saja Arini jangan serakah kan jadi ke bongkar semua kejahatan mu .
suci ika rachmawati: Hahaha...lanjutkan...arini biarkan membusuk d situ
total 1 replies
Nunung
Ahh Arini kamu cari masalah dan mencari kematian mu sendiri.... selamat menikmatinya . lanjut thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!