Nindi seorang gadis belia yang masih duduk kelas akhir bangku menengah atas. terpaksa harus menikah.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Husnel, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
kedatangan
Sorenya datanglah pak RT dengan seorang pemuda, membawa beberapa map.
Ardian kebetulan pun baru pulang kantor dengan Angga.
" Maaf nak Ardian kami mengganggu istirahatnya". kata pak RT.
" Nggak pak, silahkan duduk. oh ya. mas ini siapa namanya". tanya Ardian.
" Nama saya bayu pak ini arsip yang bapak minta tadi". kata Pemuda itu.
" Oh ya, saya periksa dulu ya". kata Ardian ramah.
" Ini loh nak Ardian, Kebetulan bayu ini kemenakan saya, dia baru kuliah. jadi belum ada kerjaan, pas ditawarkan kerja yang nak Ardian katakan itu, kemenakan saya ini mau". Cerita pak RT..
" Oh..... gitu.ini bagus juga nilainya, oh ya Bayu punya pengalaman, atau keahlian lain nggak".
tanya Ardian lagi.
" Saya bisa mekanik pak, karena saya pernah kerja 2 tahun di bagian mekanik". jawab Bayu.
Ardian angguk kepalanya tanda mengerti. Dan BIK Ina sibuk meletakkan minuman buat tamu.
" Silahkan minum pak RT dan Bayu". kata Ardian mempersilahkan.
" Makasih nak". jawab pak RT.
" Begini ya, Bayu. kalau emang siap.untuk sementara, besok sudah mulai kerja, sebelum saya temukan kerjaan yang cocok, nggak apa apakan". tanya Ardian..
" Dapat kerja aja saya sudah senang pak. terima kasih, besok saya untuk kerja". kata Bayu semangat.
" Oh ya. kamu bisa bawa mobil". tanya Ardian lagi. " " Bisa pak".
" kalau begitu selamat ya". kata Ardian. Dan pesan ke teman yang lain. nanti saya akan panggil untuk kerja, sesuai bidangnya".
pak RT dan Bayu serentak mengucapkan Terima kasih, dan mereka pun pamit pulang.
malamnya Ardian mengajak istri untuk keluar.
" Kak, emangnya kita kemana kak". tanya Nindi.
"Kita ke pantai di sana ada cave yang romantis, tadi kakak lihat di google". jawab Ardian
Nindi mengangguk senang.
sampai di cave, Ardian menggandeng tangan istrinya di sebuah meja yang sudah di pesannya lewat on-line.
" maaf ya. baru saja kita tinggal di sini. kita sudah dialami kejadian yang membuat mu stres". ucap Ardian membelai rambut istrinya.
" Nggak apa apa kak, aku belajar mengerti". jawab Nindi.
" Inilah yang membuat kakak makin cinta, kamu ndak pernah ngeluh, makasih ya sayang kamu sudah membuat kakak bahagia". ucap Ardian lagi. dia mencium tangan istrinya.
mereka menikmati malam yang sejuk dan romantis itu, tak terasa hari sudah larut. mereka pun pulang. mengingat aktivitas yang akan dikerjakan besok. Dan tak lupa membawa makanan untuk yang di rumah.
Sampai di rumah, mereka dikagetkan kedatangan papinya.
" Papi kapan datangnya, kok nggak kasih kabar.
" namanya suprise". jawab papi Nugraha.
" Berarti mami tau dong. pantas aja nggak mau di ajak tadi". tanya Ardian pada mami.
Mami Rasti hanya senyum saja.
" Gimana kerjaannya pi, apa sukses". tanya Ardian pada papinya.
" Sudah, . makanya papi langsung kesini"
Nindi menyiapkan makanan yang dibelinya tadi.
" pi. makan dulu yok, pasti papi lapar kan, ini sudah disiapkan Nindi ". kata mami.
"oh.. nasi gudeg... papi suka". kata Nugraha.
" Iya pi. tadi kami beli di dipinggir jalan.orang rame sekali, kami pikir pasti enak. makanya kami beli pi". jawab Ardian.
Semuanya makan kecuali Nindi, dia nggak mau lagi. karena masih kenyang makan di pantai tadi.. setelah semuanya selesai. mereka pun pindak keruang keluarga. Nindi membantu BIK ina membereskan meja makan.
" Sayang duduk sini, papi bicara". kata mami pada Nindi yang ada di dapur.
" iya mi". ucap Nindi.