NovelToon NovelToon
Harumnya Madu

Harumnya Madu

Status: tamat
Genre:Romantis / Poligami / Tamat
Popularitas:316.8k
Nilai: 5
Nama Author: Shakeena

Arum memutuskan berhijrah, hidup dengan syari'at agamanya. Namun bukan hijrah namanya bila tanpa rintangan, suami yang dicintainya pergi untuk selamanya, berjuang keras menghidupi anaknya. Dan suatu ketika dia dikhitbah untuk menjadi madu. Bagaimakah ceritanya? Sanggupkah Arum menjadi madu?

Ini hanya fiksi ya, tidak ada kaitannya dengan cerita hidup siapapun. Happy reading 🤗🤗

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Shakeena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Terus Melamun

"Kamu ya yang namanya Arum?" tanya wanita itu tanpa basa-basi.

"Iya Mba, Assalamualaikum, ada yang bisa saya bantu," Arum menanggapi wanita itu dengan tenang walau sebenarnya dadanya bergemuruh, bukan karena takut, tapi Arum memang tidak biasa ribut dengan orang.

"Waalaikumusalam, jangan sok baik kamu!" kata wanita itu membentak Arum.

"Maksudnya apa ya Mbak? Saya gak kenal Mbak," Kata Arum mencoba tetap tenang.

"Oh, belum kenal. Kenalin saya Zulfa, calon istri Mas Ammar," kata wanita itu akhirnya memperkenalkan diri.

"Saya gak ngerti maksudnya Mbak Zulfa," Arum masih tetap bingung.

"Jangan berlaga b**o!! Saya itu harusnya menikah sama Mas Ammar, mamanya itu maunya saya yang jadi menantunya bukan janda gatel seperti kamu!!" kata Zulfa yang semakin menjadi-jadi.

Arum hanya diam saja, dia malas menanggapi Zulfa. Dia hanya berfikir...

Oh ini dia calon menantu idaman mamanya Mas Ammar...

"Heh malah bengong!! Awas ya kamu, secepatnya aku pastikan kamu dicerai sama Mas Ammar!!!" bentak Zulfa sambil meninggalkan toko dan langsung naik mobilnya.

Aini yang dari tadi kaget melihat Zulfa berkoar-koar. Hanya bisa ternganga dipojokan. Dia langsung menghampiri Arum saat Zulfa sudah pergi.

"Mbak kok diam saja dikatain gitu?" tanya Aini.

"Males Mbak ngeladeni orang macam itu, tapi jangan bilang Mas Ammar ya, nanti malah orangnya kepikiran," jawab Arum kemudian, lalu dia segera minum menenangkan hatinya yang masih tak karuan.

Mimpi apaa aku semalam... Astaghfirullaah....

" Tapi Mbak kok bisa tenang banget ya." Kata Aini terheran.

"Kelihatannya tenang ya? Padahal hatiku rasanya ambyar. Bukan aku takut sama Zulfa, tapi aku memang gak pernah berdebat, apalagi nglabrak orang," Arum menjelaskan sambil menenangkan diri.

*

Selepas Sholat Dhuhur dan makan siang Arum kembali duduk di meja kasir. Dan Aini sibuk melayani pembeli. Di tengah toko yang lagi lumayan ramai, Ammar datang mengantar Hanna yang baru pulang sekolah.

"Assalamualaikum Umma," kata Hanna sambil berlari memeluk Arum.

"Waalaikumusalam warahmatullahi wabarokatuh, sayangnya Umma," jawab Arum sambil menyambut pelukan gadis kecilnya.

"Mas," sapa Arum sambil mencium tangan Ammar.

"Iya, tokonya lagi ramai ya? Padahal pengen ngantar kalian ke Supermarket," tanya Ammar.

"Iya Mas, Alhamdulillah. Mas tinggal saja gak papa, nunggu operan shift saja. Kami bisa naik taksi online," jawab Arum.

"Iya baiklah, Hanna Abi kembali ke kantor ya, Dik titip Hanna. Assalamualaikum." Ammar berpamitan hendak kembali ke kantor.

"Waalaikumusalam warahmatullahi wabarokatuh," jawab Arum dan Hanna.

Tak lama kemudian satu persatu pembeli meninggalkan toko karena sudah selesai belanja. Kemudian Hasan dan Rizki yang kerja sore sudah datang.

"Assalamualaikum," ucap Hasan dan Rizki menyapa Arum dan Aini.

"Waalaikumusalam warahmatullahi wabarokatuh," jawab Arum dan Aini.

Hasan dan Rizki segera menaruh jaket dan bawaan mereka ke dalam loker, dan bersiap operan jaga toko.

"Hasan, Rizki.." panggil Arum. Hasan dan Rizki pun mendekati Arum tapi tidak terlalu dekat juga.

"Ini buku buat nyatat, kalau misal ada pembeli nyari sesuatu dan kita gak punya, kalian bisa tulis di sini. Terus, uang penjualan sampai hari ini saya ambil ya, saya sisain buat kembalian senilai 100ribu di kotak uang ini, lalu pesannya Pak Ammar, nanti malam seusai tutup toko kalian antar uangnya semua ke rumah ya, ini bukunya buat tanda terima nanti, jadi yang disetorkan berapa kalian tulis di sini, lalu dimasukkan ke dalam tas kecil ini. Bisa di mengerti?" tanya Arum usai memberi penjelasannya pada Hasan dan Rizki.

"In syaa Allah mengerti Bu," jawab Hasan dan Rizki hampir bersamaan.

"Baiklah sebentar lagi saya tinggal ya, kalau ada apa-apa bisa telpon saya atau pak Ammar," kata Arum sambil bersiap-siap pergi bersama Hanna. Tak lama kemudian taksi online yang mereka pesan datang, Arum dan Hanna segera masuk mobil itu.

Arum masih terdiam menatap jendela di sisi kirinya, masih terngiang di telinganya bagaimana ancaman Zulfa yang akan membuat Ammar menceraikannya.

Ya Allah... Rabb semua manusia, kami mohon lindungilah pernikahanku dengan mas Ammar. Kami meniatkan pernikahan kami untuk ibadah kepadaMu, karena itu mudahkanlah kami melalui setiap cobaan dariMu. Aamiin...

"Umma Ummaaa," panggil Hanna sambil menggoncang-goncangkan lengan Arum. Dan Arum baru tersadar dari lamunannya.

"Eh iya sayang, ada apa nak?" tanya Arum.

"Umma kok bengong terus, dipanggilin gak nyahut. Kita mau kemana ini?" tanya Hanna balik.

"Oh iya, maaf ya sayang, kita mau ke supermarket, mau belanja," kata Arum menjelaskan. Sesampainya di supermarket Arum membeli bahan-bahan untuk membuat kue, juga sayuran dan bahan lain untuk memasak di rumah mertuanya. Setelah selesai mereka menuju food court untuk membeli minuman dan beristirahat.

"Kamu mau minum apa sayang?" tanya Arum kepada Hanna yang duduk di depannya.

"Milkshake taro Umma," jawab Hanna sambil melihat-lihat menu lagi.

"Sama kentang goreng boleh?" tanya Hanna kemudian.

"Iya sayang," jawab Arum, kemudian ia memesan pada pelayan.

Arum tetap kepikiran apa yang akan terjadi besok. Apakah dia bisa memasak dengan nyaman di rumah mertuanya? Bagaimana sikap ibu mertuanya? Apakah Zulfa juga akan datang dan mengacaukan acara mereka?

Yaa Allah... mudahkanlah segala urusan kami. Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu.

"Umma.. Ummaaa!" panggil Hanna.

"Eh iya sayang, ada apa?" jawab Arum terkaget.

"Tadi Abi bilang besok mau ke tempat uti ya?" tanya Hanna sambil menyedot milkshake taronya.

"Iya sayang, ada om Benny sama Om Hendra juga, sama istri dan anaknya," jawab Arum.

" Yeay, pasti seru banyak temannya," kata Hanna sambil tersenyum bahagia.

"Iya, kalian pasti senang. Sayang sudah sore nih, kita pulang yuk, sebentar lagi Abi, mas, sama kakak pulang juga. Umma juga belum masak buat makan malam," ajak Arum.

"Iya Umma, ini juga sudah habis kentang sama milkshakenya," jawab Hanna.

"Oke, Umma pesan taksi online dulu ya, yuk sambil jalan keluar."

*

Sesampainya di rumah, Arum dan Hanna segera mandi. Setelah mandi dan sholat Ashar. Mereka ke depan menunggu Ammar dan anak-anak pulang. Tak berselang lama mobil Ammar memasuki halaman rumahnya yang kecil itu. Dan mereka turun dari mobil. Arum dan Hanna segera menyambut mereka.

"Assalamualaikum," ucap Ammar, Salman, dan Rayhan.

"Waalaikumusalam warahmatullahi wabarokatuh," jawab Arum dan Hanna, mereka saling bersalaman sebelum akhirnya masuk rumah.

Arum pergi ke dapur menyiapkan makan malam, sedangkan Ammar dan anak-anak yang sudah mandi berkumpul di ruang tengah. Setelah Arum selesai memasak, dia juga ikut menyusul mereka di ruang tengah.

"Gimana tadi belanjanya sayang?" tanya Ammar pada Arum.

"Ehm," belum selesai Arum bicara, Hanna sudah mendahuluinya.

"Tadi itu Umma bengong terus, di mobil bengong, di food court bengong." tukas Hanna.

"Iyakah Dik? Ada apa?" tanya Ammar.

1
Yant08
Luar biasa
Coretan Penaku
MasyaAllah menarik bacanya..
jangan lupa mampir ya ukh di karyaku juga ya, dan beri dukungan. sekalian boleh minta folback nya agar bisa berteman/Smile/
Oh Dewi
Mampir ah...
Sekalian rekomen buat yang kesusahan nyari novel yang seru dan bagus, mending coba baca yang judulnya (Siapa) Aku Tanpamu wajib searchnya pakek tanda kurung dan satu novel lagi judulnya Caraku Menemukanmu
Ayomi Hartinta
salut bgt buat arum dn fitri..
bisa berbagi....
LiMa
ha... ketahuan Ammar curi² tidur sm Arum
Eva Novianty
ceritanya menarik, mgkn dalam kehidupan nyata hanya 1 dari 10.000 wanita yg py hati ikhlas seperti arum dan fitri
mizuki
aku gak setuju kalau fitri dan arum tinggal satu rumah karena suatu saat pasti ada konflik
noer84
bagus ceritanya
Rini Haryati
keren
Rini Haryati
bagus
sukses
semangat
mksh
mantap
neli nurullailah
😭😭
neli nurullailah
masya Allah,,,
neli nurullailah
Mas Rayhan, ka salman
neli nurullailah
waduh
neli nurullailah
zulfa kah?
neli nurullailah
waduh,,, adakah firasat
neli nurullailah
👍👍
neli nurullailah
masya Allah..
vie_vie: masya Allah .mas ammar bikin baper.....
total 1 replies
neli nurullailah
anak2 soleh
neli nurullailah
oh,,punya toko y..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!