Novel ini mengisahkan seorang duda beranak lima,yang membesarkan anaknya seorang diri karena sang istri meninggal dunia setelah melahirkan kelima anaknya.
Lambat laun Nio semakin menerima kenyataan kalau sang istri sudah tiada,pada akhirnya ia membuka hati nya kembali dan pada akhirnya ia menikahi karyawannya sendiri yaitu Navya.
Lalu bagaimana kelanjutannya apakah Nio dan Navya akan bahagia untuk selamanya atau mungkin malah sebaliknya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dinda Putri Perwitasari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 21
Kembar lima dan Nio pun masuk ke dalam Mall,Nio sengaja berjalan di belakang kembar lima aga anak-anak aktif itu tidak berlari kesana kemari.
"Sayang-sayang nya Daddy,kalau kalian nakal atau berbuat onar di Mall ini,Daddy akan marah kepada kalian semua mengerti!."
"Iya Dad,kita berlima ingin mencoba menjadi anak pandai dan tidak nakal."
"Dad,Hanson ingin beli mainan apa Daddy mau membelikan untukku??."
"No,no,no kita ber enam kesini tidak untuk membeli mainan atau hal semacamnya kita kemari untuk beli baju saja."
"Daddy nggak asik."
"Iya kak Daddy nggak asik tau gitu kita tadi nolak aja kalau di ajak ke mall."
"Haish,,,yasudah-yasudah kalian berlima boleh beli mainan tapi mainannya cukup satu saja,kalau kalian masih merengek minta lagi Daddy tidak akan membelikannya untuk kalian mengerti!!!."
"Baiklah Daddy, terimakasih Daddy sangat baik kita berlima makin cinta pada Daddy!!!."
"Iya-iya sudah sana, kalian pilih mainan yang kalian suka tapi ingat satu anak satu mainan."
"Iya Daddy!."
Kembar lima pun berlari menuju tempat mainan,sedangkan Nio hanya bisa menggeleng-gelengkan kepalanya,sembari tersenyum melihat tingkah laku kelima anaknya yang konyol itu.
"Andai saja kamu masih di sampingku Nia,pasti kamu bakal senang dan bangga bisa melihat ke lima anak kita tumbuh menjadi anak yang aktif dan cerdas,aku akan membawa anak-anak ke makam mu mereka harus tahu mommy kandungnya!."
Kembar lima sibuk memilih mainan yang ingin ia beli,Nio hanya memantaunya dan sesekali melihat apa yang dibeli ke lima anaknya itu.
"Dad!!!,sudah adek Hana dan kakak Hani beli rumah Barbie ya,beli nya cuman satu tapi gede boleh kan Dad??."
"Hana,Hani sayang kalian kan masih punya rumah Barbie nya masih bagus lagi,yang lain saja ya sayang pasti Daddy akan membelikannya untukmu tapi jangan rumah Barbie ok!!."
"No dad!!!,ini model baru ada kolam renangnya plis ya Dad kita berdua janji tidak akan meminta mainan setelah ini,plisss dad!!!."
"Baiklah-baiklah Daddy akan membelikan untuk kalian berdua tapi janji ya,kalian berdua tidak boleh meminta mainan lagi sampai Daddy mengajak kalian berdua beli mainan dan satu lagi jangan iri kalau melihat Kak Hanson,kak Haven dan Kak Hanum Daddy belikan mainan."
Hana dan Hani pun mendengus kesal bagaimana bisa Daddy nya mengucapkan kalimat seperti itu santai tapi menghanyutkan.
"Lah kok begitu sih Dad."
"Sudah-sudah adek Hani kakak Hana kalian beli atau tidak,kalau kalian berdua masih lama Daddy tinggal kalian berdua."
Dengan sangat terpaksa Hana dan Hani pun mengambil dua boneka panda besar,Nio pun tersenyum melihat kedua anaknya itu mengerucutkan bibirnya.
"Berapa semuanya pak?."
"Total nya semua lima juta tiga ratus."
Nio pun mengambil kartu kredit miliknya dan dengan segera ia memberikannya pada kasir,setelah membayar mainan anak-anaknya Nio pun mengajak ke lima anaknya pergi ke Makam mendiang istrinya atau mommy dari kembar lima.
"Dad ini tempat apa,kok menakutkan banget?."
"Iya dad!!."
"Ayo pulang Dad,Hanum nggak suka."
"Kalian bertiga ikuti Daddy di belakang ya jangan berpisah dan terutama jangan berisik mengerti!!!."
"Iya Dad!!!."
Kembar lima dan Nio pun berjalan mendekat ke arah kuburan mendiang istrinya itu,Nio pun berjongkok dan diikuti oleh kembar lima,tangan Nio pun mengusap-usap batu Nissan mendiang istrinya itu.
"Sayang,,assalamualaikum kali ini aku datang tidak sendirian aku bersama anak-anak kita kembar lima tepatnya,apakah kamu tahu mereka berlima sudah besar sayang dia akan mempunyai mommy baru sebentar lagi,aku harap kamu akan merestui ku ya sayang!."
"Daddy ngomong sama siapa sih???."
"Iya Dad,Daddy jangan bikin Haven takut deh ah."
"Syutttt!!!,sudah Daddy bilang diam!!,jangan ribut,ini makam mommy kalian!."
"Mommy????."
"Mommy kita bukan mommy Navya???."
"Ssst!!!,,itu mommy baru kalian kalau ini mommy kandung kalian sayang yang melahirkan kalian."
"Kok nggak kelihatan??."
"mommy tidur sayang,kalian berlima cukup berdoa saja ya semoga mommy di tempatkan di tempat bersama golongan orang-orang yang beriman amin!!."
"Amin!!!!."
"Amin!!!."
"Amin!!!,terus kapan mommy bangun Dad??."
Nio mendesah frustasi mendengar pertanyaan dari anak pertamanya,pertanyaannya aneh menurut Nio tapi kalau untuk anak seumuran Hanson mungkin itu hal yang wajar karena dia mungkin juga penasaran sosok wajah Mommy kandungnya itu.
"Hanson,,,sudah ya jangan bertanya yang tidak-tidak kalian cukup berdoa saja,jika nanti kalian sudah menjadi dewasa,Daddy akan menceritakan segalanya pada kalian kalau Daddy bercerita sekarang sampai besok pun kalian berlima tidak akan paham benar bukan??."
"iya juga sih!."
"Yasudah yuk kita pulang."
Kembar lima dan Nio beranjak meninggalkan makam mereka ber enam langsung pulang menuju mansion karena hari sudah sore.
.
.
.
.
.
Segini dulu ya nanti aku up lagi yang lebih panjang 💙