NovelToon NovelToon
Mahar Rasa Bersalah

Mahar Rasa Bersalah

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Cintapertama / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:226k
Nilai: 5
Nama Author: santi.santi

Sekar, seorang buruh penimbang paku di sebuah toko grosir bahan bangunan. Hidupnya hanya tentang bertahan hidup dari hari ke hari, hingga sebuah malam kelam dia harus terjebak malam kelam bersama atasannya sendiri, Mas Danu.

​Danu bukan CEO dengan jet pribadi. Ia hanyalah pria berusia 32 tahun yang ulet, pemilik toko bangunan warisan orang tuanya yang sukses. Ia tampan dan sangat berwibawa .

​Saat Sekar mengetahui dirinya hamil, ia memilih bungkam. Ia sadar posisi ia hanya orang kecil, sementara Danu sudah memiliki kekasih bernama Lidya, wanita kota yang cantik, berpendidikan tinggi, dan setara secara sosial.
Namun, rahasia tak bisa selamanya disimpan. Saat Danu tahu, ia memutuskan untuk bertanggung jawab dan menikahi Sekar, dan memutuskan hubungannya dengan Lidya.

Lalu apa Sekar bisa hidup bahagia dengan pernikahannya, sedangkan yang ia tau Danu terpaksa memutuskan hubungannya dengan Lidya, karena harus bertanggung jawab kepdanya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon santi.santi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Sekar yang cantik

​Sinar matahari pagi menyelinap masuk melalui jendela kamar. Di sana, Sekar sedang duduk kaku di depan meja rias, sementara Riana berdiri di belakangnya dengan tangan sibuk membongkar sebuah koper besar berisi berbagai macam produk perawatan kulit dan kosmetik yang ia bawa dari kosnya.

​"Mbak Sekar, kulit Mbak itu sebenarnya bagus sekali tahu!" Seru Riana sambil mengoleskan sedikit cairan pembersih ke kapas.

"Cuma Mbak terlalu sering membiarkannya kering dan kena debu di gudang dulu. Sini, biar Riana tunjukkan keajaiban sedikit saja"

​Sekar menatap pantulan dirinya di cermin besar itu dengan perasaan ragu.

"Riana, jangan repot-repot. Aku tidak terbiasa memakai hal-hal seperti ini. Takut nanti Mas Danu malah merasa aneh melihatku" Sekar teringat kemarin saat dia tiba-tiba saja memeluk Danu. Sampai malam hari dia masih malu ketika berhadapan dengan Danu. Entah mengapa saat itu Riana memang tidak sadar dengan apa yang ia lakukan.

​Riana tertawa renyah, suaranya memenuhi ruangan.

"Aneh? Mas Danu itu laki-laki, Mbak. Dia memang kaku seperti tiang beton di tokonya, tapi dia punya mata. Dia pasti bakal senang lihat istrinya makin bersinar. Lagipula, ini bukan soal Mas Danu saja, ini soal Mbak Sekar. Mbak harus mulai merasa berharga!"

​Dengan gerakan yang lincah namun lembut, Riana mulai mengaplikasikan berbagai macam krim ke wajah Sekar. Ia melakukan semuanya dengan penuh kasih sayang, seolah Sekar adalah kakak kandungnya sendiri. Selisih usia empat tahun di antara mereka tidak terasa sama sekali Riana yang lincah dan Sekar yang penurut menciptakan keseimbangan yang manis.

​Sekar memejamkan mata, menikmati sentuhan jemari Riana di wajahnya. Ia teringat masa-masa setahun yang lalu, ketika ia masih berjongkok di lantai gudang yang dingin, menimbang paku-paku berkarat dengan tangan yang pecah-pecah. Saat itu, ia tidak pernah membayangkan akan duduk di kamar semewah ini, dirawat oleh adik dari bosnya sendiri.

​"Nah, sekarang rambutnya" Ucap Riana antusias. Ia mengambil sisir pemberian Danu yang ia temukan di meja rias Sekar.

"Wah, sisir ini bagus sekali. Pasti Mas Danu yang belikan ya?"

​Sekar mengangguk kecil dengan wajah memerah.

"Iya, Mas Danu memberikannya beberapa waktu lalu"

​"Tuh, kan! Mas Danu itu sebenarnya perhatian sekali. Dia hanya tidak tahu cara mengungkapkannya lewat kata-kata manis. Dia itu tipe pria yang beraksi, bukan berjanji. Makanya Mbak, Mbak harus percaya diri bersanding dengan dia!" Riana terus mengoceh sambil menyisir rambut hitam Sekar yang kini mulai terlihat lebih sehat karena rutin diberi vitamin pemberian suaminya.

​Riana kemudian mengambil sebuah kemeja tunik berbahan sutra lembut berwarna merah muda pucat yang sengaja ia beli untuk Sekar.

"Ayo, Mbak. Coba pakai ini. Warna ini akan membuat kulit Mbak terlihat lebih cerah!"

​Sekar menurut tanpa suara. Sifat penurutnya membuatnya sulit untuk menolak keinginan Riana yang begitu bersemangat. Saat ia keluar dari ruang ganti dengan pakaian baru itu, Riana terpekik kecil sambil menutup mulutnya.

​"Mbak Sekar! Ya ampun, cantik sekali! Mas Danu pasti pingsan lihat Mbak begini!"

​Sekar menatap bayangannya di cermin. Ia hampir tidak mengenali dirinya sendiri. Rambutnya yang biasanya hanya diikat asal kini terurai indah dengan sedikit gelombang di ujungnya. Wajahnya yang dulu kusam kini terlihat segar, bersih, dan memancarkan kecantikan alami yang selama ini tersembunyi di balik beban hidup yang berat. Tunik itu jatuh dengan sempurna di tubuhnya, menyamarkan perutnya yang mulai sedikit membuncit dengan sangat elegan.

​Namun, kebahagiaan di kamar itu segera pecah ketika pintu terbuka dengan sentakan kasar. Bu Subroto berdiri di ambang pintu, matanya langsung tertuju pada penampilan menantunya.

​"Apa-apaan ini?" Suara Bu Subroto dingin dan tajam.

"Riana, untuk apa kamu mendandani dia seperti itu? Kamu pikir dengan memakaikan baju mahal dan memoles wajahnya, asal-usulnya bisa berubah? Seorang buruh tetaplah buruh, tidak peduli apa yang dia pakai!"

​Sekar langsung menunduk dalam-dalam, senyum di wajahnya lenyap seketika. Gemetar kembali menyerang tubuhnya. Ia merasa sangat malu, seolah pakaian indah yang ia kenakan adalah sebuah kejahatan.

​"Ibu, apa sih?" Riana berdiri di depan Sekar, seolah menjadi perisai bagi kakak iparnya.

"Mbak Sekar itu istri Mas Danu. Dia sekarang nyonya di rumah ini. Apa salahnya kalau dia berdandan sedikit?"

​"Istri?" Bu Subroto mendengus kasar.

"Dia hanya wanita yang masuk ke rumah ini karena rasa tanggung jawab anakku yang berlebihan. Danu itu sedang sibuk bekerja di toko, mencari uang untuk menghidupi keluarga dan masa depanmu, Riana. Dan kalian di sini malah asyik membuang-buang waktu dengan hal-hal yang tidak berguna"

​Bu Subroto mendekati Sekar, matanya memicing benci.

"Dengar, Sekar. Jangan merasa karena ada Riana yang membantumu, kamu bisa berlagak seperti nyonya besar. Tugasmu itu menjaga kehamilanmu agar anak itu lahir sehat sebagai pewaris Subroto. Selain itu, jangan banyak tingkah. Lepas baju itu, terlihat sangat tidak pantas untuk orang sepertimu!"

​"Ibu! Itu keterlaluan!" Riana berteriak, matanya mulai berkaca-kaca karena marah melihat perlakuan ibunya yang semena-mena.

​"Sudah Riana, tidak apa-apa. Mbak akan menggantinya" Bisik Sekar pelan. Ia tidak ingin melihat Riana bertengkar dengan ibunya karena dirinya.

​"Jangan diganti, Sekar!"

​Sebuah suara bariton yang berat dan tenang terdengar dari arah pintu.

1
Dew666
💝💝
Aqella Lindi
bgus banget cerita ny cowok yg kyak gini susah di cari di dunia nyata yg bertanggung jwab
Maharani Rani
lanjutttt
Fitriah Fitri
oh .. berarti sekar n danu sudah balik ke rumah ibunya lagi ya setelah baikan dengan ibunya mas danu. cz part kemarin2 gda yg menceritakan kl danu n sekar balik ke rumah besar lagi
Agnezz: ada di bab 69 dan 70 setelah Sekar datang menemui Bu Broto dan membawa makanan, hubungan mereka menjadi baik. Dan setelah itu Danu dan Sekar tinggal di rumah besar
total 1 replies
Hanima
👍😍😍🔥
E𝆯⃟🚀Ᏼ☋♑gⓐ~oғғ
Mereka kapan pindah kembali kerumah besar ya,, apa aku melewatkan sesuatu ya 🤔🤔🤔
Agnezz: di bab 69 dan 70 sdh diceritakan
total 1 replies
Cahaya
lanjuttt
Nar Sih
sungguh cinta dan kasih sayang danu pada sekar bnr,,luar biasa seorang suami yg sangat meghargai istri yg lgi hamil ,saling mencintai juga menyayanggi ,semoga kebahagian sekalu bersama kalian juga kak santi🥰🥰
Lovita BM
emm tk kira sebelumnya sudah ada rasa pd Sekar saat Sekar masih jd penimbang paku
Nar Sih
awal dari rasa kasihan danu pada sekar ,dan ahir nya kini mereka sdh sama,,saling mencintai dan tinggal tunggu buah hti mereka lahir sbntr lgi ,sipp kak santi cerita sekar bnr,,baguss🥰🥰
Retno Harningsih
lanjut
Agnezz
Dulu Danu berkata pelan2 akan belajar mencintai Sekar, seandainya perasaan itu tidak berkembang, hanya sebatas ingin melindungi Sekar dan anaknya, bagaimana nasib pernikahan mereka? tapi untungnya lambat laun Danu mencintai Sekar, merasa Sekar adalah rumahnya tempai dia pulang.
Agnezz
ternyata memang Bu Broto dan Lidya sudah dekat lebih dulu dan Danu berpacaran dengan Lidya memang keinginan Bu Broto agar suatu saat mereka menikah. Tak heran sejak insiden Danu menghamili Sekar dan akhirnya menikahi Sekar, Bu Broto begitu benci Sekar karena rencananya gagal. Mungkin Bu Broto dan Lidya cuma menginginkan Dani menikahi Sekar sampai anak itu lahir kemudian bercerai. Danu bisa bersama Lidya kembali. Seandainya Bu Broto dan Lidya tidak terlalu menekan Sekar, Danu tidak akan terlalu protektif terhadap Sekar. Ini karena reaksi Danu yg ingin melidungi Sekar dan anak yg dikandungnya. Atau apa memang Danu benar2 ingin melepaskan Lidya dan Danu akan tetap menjaga pernikahannya dengan Sekar ? Karena awalnya Danu tidak mencintai Sekar , dia hanya kasihan dan ingin bertanggung jawab.
Agnezz: ya syukurlah mereka saling mencintai dan Bu Broto juga sudah menerima Sekar. Sekarang mereka menjadi keluarga yg penuh kehangatan.
total 2 replies
Pudji Widy
alhamdulilah bu broto sdh sadar
Pudji Widy
bagus ceritanya..aku maraton utuk sampe disini
Ayani Lombokutara
passssss
Hanima
Lanjutt
Ayani Lombokutara
kalau itu sy
gk usah alopyu alopyu lah
yg penting tindakan kem si danu ini ngalahin kalimat alopyuu itu
Ayani Lombokutara
gk habis habis minta maaf dasar sekar paok
ksell untung suamimu danu
meskipun cuma lulusan SMA stidaknya jgn dikit dikit neting jdi orang
assudahlahh kebawa emosi gue
Nureliya Yajid
Lanjut thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!