NovelToon NovelToon
Om Bian!

Om Bian!

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Beda Usia / Tamat
Popularitas:1.2M
Nilai: 4.8
Nama Author: Icha Annisa Amanda

"Zee, kalau Zee udah besar nanti. Zee nikahnya sama Kak Bian, ya?" ucap Albian pada bayi mungil yang ada di dalam pangkuan sang Ibu. Seolah mengerti maksud Bian. Zeeviana kecil pun tersenyum, sambil menggerakkan tangganya. Mencoba untuk menyentuh wajah tampan Albian yang menatap ke arahnya.

"Janji, ya?" Bian memberikan jari kelingkingnya, dan Zeeviana menggenggamnya, dengan genggaman yang begitu erat.

× × ×

"Aku tidak menyangka, kalau aku benar-benar jatuh cinta padanya!"

- Zeeviana.

"Aku akan melakukan apapun yang membuatnya bahagia. Tidak akan memaksa jika dia tidak ingin menepati janjinya!"

- Albian Wijaya Saputra.

× × ×

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Icha Annisa Amanda, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

"Nadiku."

...💙 Episode - 20 💙...

'Kamu sekarang sudah ada di dekatku, Zee. Kamu sudah menjadi temanku. Kamu sudah mendengar cerita tentang setulus dan sebesar apa cintaku untukmu. Tapi tetap saja, aku belum bisa memilikimu saat ini. Kamu belum menyadari siapa aku. Kamu belum faham tentang makna dari perhatian yang kutunjukkan untukmu. Tapi tidak apa, aku akan membantumu untuk mengenalku sampai kamu jatuh cinta padaku, dan setelah itu, kita akan mewujudkan janji yang pernah kita buat dulu. Aku berharap begitu,' Batin Bian.

Tangan Bian mengelus pelan layar Hpnya yang menampil foto Zeeviana di sana, bahkan wallpaper Hp Bian menggunakan foto gadis itu yang tersenyum manis menghadap kamera.

Di saat seperti itu, sebuah ide baru pun muncul di kepala Bian. Membuat senyum di wajah Bian merekah sempurna.

Bian menatap Morgan yang mulai terlihat santai. Sepertinya, pria itu sudah menyelesaikan semua pekerjaannya sekarang.

"Morgan?" Panggil Bian dan orang yang dipanggil pun langsung menoleh dan mendekat tanpa diperintah.

"Apa yang bisa saya lakukan untuk Anda, Tuan?" tanya Morgan sopan.

"Tolong pesankan brownis spesial 4 kontak. Dan ekstra spesial 1 kotak. Aku ingin semuanya sudah siap sore ini!" ucap Bian.

Morgan pun mengangguk faham, kemudian melakukan apa yang Bian perintahkan. Morgan menghubungi toko cake langganan Bian. Semua jenis cake tersedia di sana, dan rasanya juga sebanding dengan harganya.

"Saya ingin semuanya sudah siap nanti sore!" Tegas Morgan sebelum ia menutup telpon.

"Ada lagi, Tuan?" Pria itu menatap Bian yang tengah tersenyum misterius.

Bian mendorong Hpnya ke arah Morgan. Sementara Morgan mengerutkan dahinya, tidak faham dengan maksud Bian.

"Apakah Handphone Anda rusak, Tuan?"

"Tidak! Handphone-ku sehat-sehat saja!" Bian kembali tersenyum misterius.

"Apa yang bisa saya lakukan untuk Anda dengan Handphone ini?" tanya Morgan.

"Handphone-ku belum memiliki jantung. Tolong berikan jantung untuknya! Agar dia tetap hidup berguna!''

Ucapan Bian berhasil membuat sekretaris seribu bakat itu kebingungan. 'Maumu sebenarnya apa, Kak?' Batin Morgan.

"Jika boleh tau, dimana saya bisa mendapatkan jantung itu, Tuan? Apakah saya harus mendonorkan jantung saya untuk Handphone Tuan?" Morgan menatap Bian yang malah sibuk menertawai dirinya.

"Tidak perlu rebot-rebot seperti itu. Cukup kamu kirimkan kontak Zee ke sana. Maka dia akan mendapatkan satu jantung, dan dua ginjal secara langsung!"

Terdengar hembusan napas jengkel dari Morgan. Pria itu menatap Bian sejenak, kemudian ia mengeluarkan Hpnya dari saku jas, dan langsung mengirimkan kontak Zeeviana pada Bian melalui WhatsApp.

Satu notifikasi baru masuk ke dalam Hp Bian yang masih di letakkan di dekat tangan Morgan. Saat layar Hp itu menyala, saat itu juga Morgan melebarkan matanya, menatap layar depan Hp Bian yang menampilkan foto Zeeviana.

"Itu nyawa Handphone-ku dan juga bagian penting dalam diriku. Jadi aku harap, kamu bisa menjaga dia agar aku bisa tetap hidup dengan tenang. Dan agar Handphone-ku tidak mati karena kehilangan nyawanya!" Tegas Bian.

'Terserah kamu saja, Kak! Terserah!' Batin Morgan. Namun Morgan tetap saja tersenyum dan menanggapi dengan serius apa yang Bian katakan.

"Baik, Tuan. Saya akan berusaha untuk menjaga agar Nona Zee tetap aman!"

Bian tidak menjawab apapun sekarang. Ia malah fokus pada Hpnya yang baru saja mendapatkan jantungnya. Pria itu segara membuka pesan masuk dari Morgan. Dia tersenyum saat membaca nama kontak Zeeviana yang Morgan kirimkan.

'Jantung Hati Kak Bian.' Begitulah Morgan menamai Zeeviana di kontaknya. Nama itu diberikan sejak Zeeviana menghubungi Morgan untuk memberikan jawaban atas tawaran pekerjaan yang Morgan berikan.

'Kata apa ya yang cocok untuk mendeskripsikan seberapa penting Zee dalam hidupku, ya?' Batin Bian sembari memikirkan nama yang cocok untuk ia tuliskan di kontak Zeeviana.

'Jantungku? Tifak, aku masih bisa mendapatkan donor jantung jika jantungku bermasalah!' Bian berpikir lagi.

'Nafasku? Tidak juga! Masih ada banyak tabung oksigen di rumah sakit untuk membantu pernapasanku!' Batin Bian tidak setuju.

'Ginjalku? Ini juga tidak! Aku punya dua ginjal! Aku tidak mau, Zee adalah satu-satunya wanita yang kucintai dalam hidupku! Tidak ada yang kedua!' Bian kembali berpikir. Membuat Morgan yang masih duduk di depannya menatap bingung ke arahnya.

'Nadiku! Zee adalah nadiku, aku tidak bisa hidup lagi jika urat nadiku terputus. Sama seperti kehidupanku yang terasa hampa dan mati tanpa kehadiran Zee dalam hidupku! Ya, Zee adalah nadiku!'

Bian tersenyum sembari mengetik nama yang ia berikan untuk menyimpan kontak Zeeviana. 'Nadiku.' Dengan emot love merah satu.

Sementara Morgan hanya bisa geleng-geleng kepala melihat tingkah Bian yang senyum-senyum sendiri sambil menatap layar Hpnya.

'Berbahagialah, Kak. Ini memang sudah saatnya untuk Kak Bian berbahagia. Kak Bian sudah menjalankan semua tugas Kak Bian selama ini. Kak Bian datang ke kota ini demi bisnis keluarga yang ada di sini. Kak Bian mengambil alih jabatan direktur pun demi kedamaian dan ketentraman keluarga besar Kak Bian. Kak Bian sudah melakukan banyak hal demi orang lain. Dan inilah waktunya, untuk Kak Bian mencari kebahagian Kak Bian sendiri. Berbahagialah Kak..., Berbahagialah dengan caramu sendiri!' Batin Morgan lalu melangkah menjauhi meja Bian. Morgan mengecek ulang semua pekerjaan yang ia sudah selesaikan tadi.

'Ah, aku hampir lupa dengan pria itu! Aku harus segera mencari tau tentang dia! Sebelum Kak Bian bertemu dengannya!' Morgan segera memutar otaknya. Berusaha untuk memikirkan cara yang tepat untuk mendapatkan informasi lengkap dan tepercaya tentang pria bernama Teng itu!

'Teman Nona Zee! Dia pasti tau tentang pria itu! Aku harus bertanya padanya!' Batin Morgan berencana.

...******...

1
Atik Marwati
semoga bisa bersama
Atik Marwati
morgan
Atik Marwati
kasigan teng... semoga lekas ketemu dg jodoh terbaikmu ya teng
juhaina R💫💫
pasti mau lama lama dekat Zee kan 🤭
ChaManda: Bian : /Shhh//Shhh//Shhh//Shhh/
total 1 replies
juhaina R💫💫
wkwkw enak saja nyuruh nyurih, cinta bukan karna disuruh suruh🤣
Atik Marwati
Morgan terbaik🥰🥰🥰🥰
ChaManda: ❤️❤️❤️
total 1 replies
Atik Marwati
sabar ya Zee.. semua akan indah pada waktunya...
Atik Marwati
aq selalu like thor...
ChaManda: terimakasih kakak 🤍
total 1 replies
juhaina R💫💫
duuhhh beraninya y megang² 😂
juhaina R💫💫
wahhhh selisih berapa sih usia zeeviana??
jdi om Mateng inikah yg akan jdi pendamping omom.
juhaina R💫💫
wkwwkk aku lanjut penasaran ah cubit author oyh🤏🤭
ChaManda: selamat datang kakk, semoga suka yaaa💙
total 1 replies
Atik Marwati
semoga niatnya tulus
Atik Marwati
Sandra belum kena batunya jadi belum kapok ...
Atik Marwati
bian beli cicin buat kamu zee
Atik Marwati
🤔🤔🤔🤔
Atik Marwati
aamiin...
Atik Marwati
waduh... bian 😅😅
Atik Marwati
teng... semoga kamu bahagia bertemu dengan orang yg juga mencintai kamu...
Atik Marwati
kok ga beli makanan tadi Zee kasihan kan
Atik Marwati
hhhh... kamu lucu Zee
tapi benar jangan tatap matanya takutnya kena hipnotis ...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!