Chesa yang terpaksa menikah kerena keadaan yang memaksa nya untuk menikah dengan seorang tuan muda dimana mamanya bekerja sebagai asisten dari Tuan besar Mahesswara.
hidup Abraham penuh misteri di mata Chesa, begitu pun orang-orang disekitar Abraham yang seakan menyembunyikan siapa Abra! Mampukah Chesa menerima keadaan tuan muda Abraham tersebut?
dan bagaimana kisah cinta dan kehidupan Chesa setelah hidup bersama dengan nya?
Apa misteri di balik tuan muda Abraham?
@novel callback 😁😁🤭
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bintang Ramadhan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Aksi Pram
"Kau siapa Abra?" gumam Chesa sambil membelai wajah tampan suaminya.
Chesa akhirnya ikut tertidur berada di peluk an suaminya, hingga dia lupa acara makan malamnya yang tertunda.
Di tengah malam Abra terbangun, dia melihat Chesa tertidur dengan nyenyak di dalam dekapannya.
Abraham mengingat apa yang di katakan padanya oleh sang papa. jujur pada Chesa? apa dia mau menerima Abra dengan segala kekurangan nya? apa dia tidak akan takut dengan Abra dengan kepribadian ganda dirinya?.. banyak pertanyaan yang berputar-putar di otak Abra yang dia sendiri bahkan tak bisa menjawabnya.
Chesa mengeliat ketika merasakan seseorang memeluknya lebih erat karena merasa terhimpit Chesa membuka matanya.
"Abra? kau bangun?" tanya Chesa yang berusaha lepas dari suaminya tersebut.
"Aku lapar!" jawabnya singkat malah mempererat pelukannya.
"Akan aku buatkan makanan! lepaskan dulu" ucap Chesa dan berencana turun dari ranjang
"Aku ikut, bentar aku ambilkan baju!"
Setelah mengambil kan baju Chesa dan dirinya sendiri mereka menuju ke dapur dan memasak di sana, Abra tak melepaskan Chesa begitu saja, sambil membuat mie instan seperti keinginan Abra Chesa merasa berat karna Abra terus saja mengikuti nya dengan memeluk Chesa dari belakang, tepatnya bukan Abra tapi Pram yang selalu saja manja bila di dekat Chesa.
Pram sering muncul sekarang karena Abra merasa memerlukan dia sekarang, mempunyai Chesa merupakan kecemasan tersendiri bagi Abra, apalagi dia harus menghadapi penyakit sang papa, Abraham hanya tak ingin terlihat lemah di hadapan semua orang termasuk Chesa, maka dari itu dia seringkali mengijinkan Pram mengambil alih dirinya walaupun semuanya masih dalam kendali Abra.
Mereka duduk bersandingan di meja makan, Pram meminta Chesa untuk menyuapinya, dan akhirnya mereka memakan mie instan semangkuk berdua.
"Aku besok mulai ke restoran ya?"
"Hemmm boleh!"
"Apa aku boleh membawa mobil sendiri?"
"Tidak Barbie...cup.... aku akan mengantarmu!"
"Baiklah!"
Setelah selesai makan mereka kembali lagi terlelap. Chesa lupa menanyakan apa yang di katakan oleh Abra sesaat sebelum terlelap setelah pertempuran mereka beberapa jam yang lalu.
**********
Braaakkkk......
"Bangsaaat!!! dasar tidak becus!!!! bagaimana bisa kamu membiarkan tikus seperti dia menggerogoti perusahaan ku!!!" hah???!"
teriak Pram sambil mencengkram kerah baju Andi! dan melepaskan Andi begitu saja sampai membentur ke dinding. bersamaan dengan itu Rian masuk ke dalam ruangan kerja Abra.
"Dan loe!! cari dia Rian!! walaupun ke ujung dunia!! gue mau loe tangkap dia hidup-hidup Rian!!! paham??"
"Paham bos!"
Andi dan Rian keluar bersamaan dari ruang kerja Abra, terlihat Andi sedang membenarkan dasinya karena cengkraman Pram.
"Menyenangkan bertemu Pram?" tanya Rian, namun Andi hanya diam saja.
"Bukannya loe pengen ketemu dia? ha ha ha ha ha!" kata Rian sambil berlalu menjalan tugas dari Pram, tinggal Andi yang terdiam di depan ruangan Abra.
"Menyenangkan! dia lebih ekspresif!" gumam Andi lirih menjawab pertanyaan Rian yang bahkan sudah berlalu dari hadapannya.
Hari ini Pram mendapati salah satu pegawai ada yang menjual informasi tentang perusahaan nya ke perusahaan saingannya, hal itu membuat Pram meradang dan marah besar, jadilah Andi yang memberitahu informasi tersebut menjadi sasaran kemarahan Pram.
"Sampai kapan kau akan bermurah hati pada musuh-musuh Abra!!" kata Pram di depan cermin seakan di tujukan pada Abra, si pribadi ramah dan sopan dalam dirinya.
"Saatnya Pram yang harus beraksi! aku muak berdiri di balik sikap ramah dan santun mu Abraham!!" lanjutnya.
Saat sedang mencari sang penghianat, Rian malah mendapat kan berita yang membuat dia marah besar!.
"Hallo bos!"
"Ada apa Hen?"
"Bos...ehmm...dia hilang bos!"
"Bangsaaat!!! apa maksud loe heh??!!'"
"Seseorang membantu nya bos! dia sudah kembali bos! dan kami sedang mengikuti nya sekarang! tapi kami belum dapat menemukan lokasinya bos!"
"Dasar tidak becus!!! brengseeek!!!! apa loe gak bisa kerja lagi hah???!! keparaaat!!! cari dia Hen!!! jangan biarkan dia mendekati tuan muda!!"
"Ba-baiklah bos!"
Sambungan telepon terputus dan si kembar sedang berada di apartemennya, Hendri setia dengan laptop di tangannya dan Hendra baru saja memberikan informasi pada Rian.
"Bagaimana?" tanya Hendri
"Bos murka!! ciihhh perempuan itu benar-benar ular!!"
"Aku usaha kan mencari di mana dia, tenang saja!"
"Sebaiknya cepat! jangan sampai dia menemui tuan muda lagi!"
Sedangkan Rian sudah terlihat sangat cemas dengan kabar yang dia dapatkan dari si kembar yang selama ini bekerja untuk mengawasi si pengacau hidup Abraham.
Setelah bertahun-tahun di karantina dan di asing kan oleh Rian dengan menghancurkan semua data dirinya agar tak bisa pergi kemanapun, nyatanya wanita berbisa itu kembali datang lagi dan Rian yakin dia tak akan membiarkan hidup Abra tenang kali ini, dendamnya seakan tertumpuk penuh di hatinya dan saatnya dia datang ke hadapan Abraham dan membuka luka lama itu kembali, setidaknya itulah yang ada di pikirannya saat ini!.
"Tak akan aku biarkan kau merusak kehidupan keluarga Mahesswara lagi perempuan gila!! aku pastikan aku sendiri yang akan membunuhmu dengan tanganku sendiri jika kau berani mendekati Abraham!" gumam Rian di balik kemudinya.konsetrasinya terpecah, dia harus mencair sosok penghianat perusahaan yang membuat Pram murka pagi ini dan bersamaan dengan berita mengejutkan dari si kembar.
drt...drt....drt....
"Ada apa?" tanya Rian tegas, lelaki slegean bila berada didepan Abra ini cukup menakutkan bagi anak buahnya atau untuk orang-orang yang berurusan dengan nya.
"Tuan kami menemukan dia!"
"Tangkap dan bawa ke villa sekarang!!" ucap Rian emosi
Segera dia menghubungi Andi untuk mengabarkan laporan dari anak buahnya. Andi bergegas menemui Pram di dalam ruangan nya, iya Andi tau kalo sekarang Abra sedang memberi waktu untuk alter ego nya mengatasi masalahnya.
"Tuan muda!"
"Ada berita bagus?" tanya Pram tanpa basa-basi.
"Iya Tuan, penghianat itu sudah tertangkap dan sekarang dalam perjalanan ke villa!"
"Siapkan mobil Andi aku sendiri yang akan menangani semuanya!"
"Baik tuan!"
Pram segera mengemasi berkas-berkas di mejanya dan menyimpannya, dia sudah tidak sabar untuk bertemu dengan penghianat di perusahaan milik orang tuanya tersebut. Andi mengikuti nya, banyak karyawan yang terlihat heran dengan Ceo nya tersebut, biasanya tuan muda Abraham adalah sosok yang ramah namun hari ini, nampak jelas aura mencekam dari diri sang Ceo.Bahkan mereka lebih memilih menghindar daripada harus bertemu langsung dengan sang Ceo.
"Sudah terlalu lama rasanya otot-otot ku tidak melakukan olahraga Andi! saatnya beraksi!" ucap Pram dengan senyuman tipis yang terlihat menyeramkan!.
"Siap tuan muda!"
Merekapun berangkat ke lokasi yang di kirim oleh Rian, rasanya Pram yang nakal sudah tak sabar untuk memberikan pelajaran pada seseorang tersebut.
bersambung..
genderang drumm..bertalu..
jantung berpacu..
sensasi manisnya..yg memabukan..
kayayakkkkkssss...permen lolipop..
😉😆🤣😂😆😅😄😄
nek dicaplok wong.. mampus lu..
🤣😂😁😀
ya thor..ya..
🤣😂😆😅😄😃
tp kau nasehatin sahabatmu..
kau tak bs move on jg..
dasar..😐🤨😐🤨