I Love You Tante..! 2 adalah sekuel dari Novel yang berjudul sama, I Love You Tante..!.
Di Novel ini akan diceritakan tentang perjalanan rumah tangga yang berbeda usia, Antara Nia dan Bobby.
Perbedaan usia yang cukup jauh -+14 tahun pasti banyak sekali perbedaan sudut pandang.
Apakah Nia dan Bobby mampu bertahan seperti kedua orang tua Nia yang mempunyai kehidupan yang bahagia walaupun menjalani pernikahan beda usia juga?
Disini juga akan diceritakan tentang restu dari orang tua Bobby dan juga kehidupan rumah tangga para sahabat-sahabat Nia.
Bila ingin membaca novel ini, author sarankan untuk membaca Novel yang berjudul I Love You Tante..! yang pertama dulu. Biar nyambung ya reader.🙏🏼😁
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon de'rini, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
21# Gak gemuk kok...
Prilly terlihat cemas saat ia sedang berada di perkumpulan arisan Istri-istri cantik pengusaha sukses. Berkali-kali ia melihat kearah pintu masuk restoran mewah itu.
"Ci Prilly, kenapa kok risau begitu?" Tanya salah satu teman arisan Prilly.
"Ah enggak Ci, tidak apa-apa." Ucap Prilly.
"Eh itu benar-benar anak nya Ci Yessy ya? ih.. ya ampun, kok kesan nya kaya, tapi anak nya di biarkan begitu saja jadi kacung." Ucap seorang anggota sosialita yang lain nya.
"Ng- itu." Ucapan Prilly terhenti saat melihat Yessy masuk kedalam restoran tersebut.
Sontak saja semua teman-teman sosialita Yessy diam dan menatap Yessy yang sedang berjalan menuju meja mereka.
Langkah kaki Yessy berhenti di depan Prilly. Yessy menatap Prilly dengan tajam dan sedikit mengangkat dagunya.
"Cici-Cici yang cantik, Memang benar yang di foto itu adalah anak saya, Bobby. Dia memang tidak jadi berkuliah di luar Negeri. Tetapi, gambar yang beredar dari Ci Prilly, itu salah besar."
"Anak saya adalah pemilik restoran tersebut. Dia mempunyai banyak cabang. Alasan mengapa ia tidak mau berkuliah di luar Negeri adalah," Yessy kembali menatap Prilly dengan tajam.
"Dia tidak mau meninggalkan usaha nya." Ucap Yessy.
Mendadak Para anggota arisan tersebut grasak-grusuk saling berbisik.
"Anak saya adalah anak yang sangat mandiri. Dia cukup di beri modal sekali saja, dia langsung sukses mempunyai 24 cabang restoran mewah hanya dalam waktu 5 tahun saja." Sambung Yessy.
"Jadi bagaimana Ci Prilly? apakah Anda mau meminta maaf dengan saya? ini pencemaran nama baik!" Ucap Yessy.
Prilly tampak bingung akan bersikap apa.
"Ya Ci Yessy jangan baper dong. Namanya saya tidak tahu." Ucap Prilly.
"Justru karena Anda tidak tahu, makanya jangan asal berbicara. Lagi pula, terkadang pemilik restoran gak harus melulu bertingkah seperti Boss! Apa salah nya membantu pegawai? Justru itu kunci sukses anak saya." Ucap Yessy dengan bangga.
"Begini saja ya Ci Prilly, kalau Ci Prilly tidak mau meminta maaf tidak apa-apa. Kita bertemu di pengadilan saja." Ucap Yessy.
Prilly tampak gentar dengan ancaman Yessy. Tangan nya bergetar karena menahan emosi dan takut yang bercampur aduk. Tetapi, untuk meminta maaf dia merasa gengsi dengan Yessy.
"Ci Heny, saya sudah transfer lunas semua uang arisan nya. Dan saya sudah tidak punya hutang arisan lagi." Ucap Yessy.
Lalu, yessy melangkahkan kaki nya keluar dari restoran itu.
Semua mata memandang Prilly yang tampak mati kutu. Beberapa orang di antaranya hanya tersenyum puas melihat keributan itu.
Yessy membanting pintu mobilnya, saat ia masuk kedalam mobil mewah nya.
"Jalan Pak." Perintah Yessy kepada supir pribadinya.
Mobil itu pun bergerak maju meninggalkan restoran itu.
Di jalan, Yessy termenung. Ia berpikir akan Bobby yang ternyata masih bisa ia banggakan.
Ucapan nya saat di depan teman-temannya itu tanpa ia rencanakan. Awal nya Yessy merasa malu, bila Bobby tidak seperti anak teman-teman nya. Tetapi, kini ada perasaan bangga kepada Bobby.
Memang benar, Bobby yang selama ini tidak ia acuhkan dan anak yang selalu ia salahkan. Kini ternyata jauh lebih maju dari pada anak teman-teman nya yang masih berkuliah dan meminta biaya kepada orangtua mereka.
Sedangkan Bobby, anak yang ia abaikan, dapat berdiri sendiri dengan kedua kaki nya. Dan bahkan sampai kini Bobby tidak pernah sekalipun mengeluh masalah keuangan dengan dirinya.
Yessy menghela napasnya dengan berat. Lalu, ia meraih ponselnya dan menatap foto Kimmy yang pernah Bobby kirim untuk nya. Diam-diam, Yessy menyimpan semua foto Kimmy di ponsel miliknya.
Sesekali Yessy melihat foto Kimmy di waktu luang nya, tanpa seorang pun mengetahui kebiasaan nya belakangan ini. Kimmy tampak sangat mirip dengan Bobby waktu kecil. Tiba-tiba saja ada rasa bersalah di hati Yessy. Bobby kecil ia abaikan dan kini cucu nya pun dia abaikan.
Tiba-tiba saja air mata jatuh di pipi Yessy. Dengan cepat ia mengusap air matanya.
"Kenapa aku menangis? ah, aku tidak perduli." Gumam Yessy masih dengan ego nya.
..
"Sudah siap?" Tanya Bobby yang sedang menunggu Nia berdandan.
"Belum." Ucap Nia yang sedang memoleskan bedak di pipi nya.
"Diapain lagi sih? Sudah cantik banget begitu masih saja di poles bedak." Ucap Bobby sambil memandangi pantulan wajah Nia di cermin kamar Villa itu.
"Ya biar makin cantik lah, masa makin burik." Ucap Nia.
Bobby tergelak saat mendengar jawaban Nia.
"Kamu kenapa lucu banget sih jadi orang?" Ucap Bobby.
"Emang nya badut?" Ucap Nia sambil melirik Bobby.
"Ya bukan begitu. Tahu gak?"
"Gak." Sahut Nia.
"Waktu aku pertama kali bertemu dengan kamu itu, aku merasa kamu tuh lucu dan gemesin banget." Ucap Bobby sambil tersenyum mengenang awal pertemuan nya dengan Nia.
"Maksudnya?" Tanya Nia.
"Iya gara-gara kamu lucu makanya aku jadi penasaran. Setelah mengenal kedua orang tua kamu, aku semakin penasaran. Dan langsung ingin di angkat jadi menantu." Ucap Bobby.
Nia menoleh kearah Bobby dan menatap suami nya itu sambil tersenyum malu.
"Asli, kamu itu unik banget. Aku rasa cuma kamu wanita yang seperti itu." Ucap Bobby.
"Masa? Memang nya mantan-mantan kamu gak ada yang kayak aku?" Tanya Nia sambil mengoleskan lipstik di bibirnya.
Bobby tertawa kecil dan menggelengkan kepalanya.
Nia tersenyum malu dan mendekati Bobby.
Cuppp!
Nia mencium pipi Bobby hingga meninggalkan bekas lipstik di pipi lelaki itu.
"Aku juga merasa gak ada laki-laki seperti kamu." Ucap Nia.
Bobby tersenyum dan memeluk Nia.
"Aku berharap kita bisa seperti Bapak dan Emak ya bee." Ucap Bobby.
"Kenapa harus seperti mereka? lebih baik dong." Ucap Nia.
"Eh iya lebih baik." Ucap Bobby.
"Ya sudah aku sudah siap, kita mau kemana lagi?" Tanya Nia. Kita mau pulang, tapi lewat jalur puncak. Kita cari yang adem-adem. Kalau capek tinggal menginap lagi, gimana?" Tanya Bobby.
"Ok lah kuy, kita berangkat." Ucap Nia dengan bersemangat.
Bobby tersenyum dan menggendong tubuh Nia.
"Ngapain ih? nanti jatuh!" Ucap Nia.
"Gak, tenang saja, walaupun kamu sedikit berat saat ini, aku masih mampu menggendong kamu." Ucap Bobby yang terlihat sangat berusaha membopong tubuh Nia menuju mobil nya.
Saat beberapa meter lagi sampai ke mobil, tiba-tiba Bobby menurunkan Nia dari gendongan nya.
"Kenapa? katanya kuat?" Tanya Nia.
"Nyerah saya Tante." Ucap Bobby sambil terengah-engah.
"Yah, lemah. Kata nya sweet popcorn!" Ucap Nia sambil mengerutkan keningnya, menatap Bobby.
"Iya sweet popcorn, tapi ya gimana ya." Ucap Bobby sambil menatap tubuh Nia dengan seksama sambil memegang dagu nya.
"Kalau lu bilang gue gemuk, gue gibeng lu!" Ucap Nia sambil melotot kepada Bobby.
"Enggak kok, cuma agak berbobot gitu." Sahut Bobby sambil berlari menuju Villa untuk mengambil koper yang masih berada di dalam Villa.
"Bobby! sama aja tau!" Seru Nia sambil melemparkan sendal nya ke arah Bobby.
Bobby berlari sambil tertawa terbahak-bahak dan mengulurkan lidahnya kearah Nia.
"Dasar!" Ucap Nia dengan gusar.
bnyak bnget pelajara hidup dari cerita ini
terimakasih ototr tersayang ❤❤❤❤
kasian farah sm queen