NovelToon NovelToon
Diceraikan Dunia, Dicintai Empat Pewaris

Diceraikan Dunia, Dicintai Empat Pewaris

Status: tamat
Genre:Asmara / CEO / Anak Genius / Pengasuh / Tamat
Popularitas:11k
Nilai: 5
Nama Author: Nilam

Keira Lo bukan siapa-siapa.
Yatim piatu, lulusan SMA, hidup dari upah serabutan di desa kecil Jawa Tengah. Satu-satunya alasan dia masih bertahan: Kiara — kembaran-nya yang mengalami kerusakan otak setelah diserang tiga tahun lalu. Keira butuh uang. Banyak. Dan satu-satunya jalan adalah menjadi pengasuh bayi di kediaman keluarga Ciu — konglomerat terkaya di Jakarta yang terkenal kejam.
Dia datang dengan koper lusuh dan tangan penuh luka. Mereka menatapnya seperti debu yang tersasar ke istana marmer.
Tapi ketika bayi keluarga Ciu nyaris meninggal di tangan pengasuh berpengalaman — dan Keira yang menyelamatkannya dengan tangan gemetar — segalanya berubah.
Empat pewaris. Empat hati yang berbeda. Semua jatuh pada gadis yang sama.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nilam, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 11

Bab 11: Dia Menunggu

Dalam sekejap, semua pengawal menoleh ke arah Keira.

Keira tidak bergerak.

Gerakan sekecil apa pun terasa bisa berubah menjadi kesalahan. Ia berdiri di dekat pilar dengan tangan menempel di depan tubuh, seragam pengasuhnya masih rapi, tetapi keringat sudah muncul di punggung.

Adi Li menatapnya seolah menunggu alasan baru untuk menyingkirkannya.

Reynard masih diam.

Keheningannya berbeda dari kemarahan. Lebih sulit dibaca, lebih sulit dilawan. Kalau Ethan menekan orang sampai menunduk, Reynard membuat orang bertanya apakah mereka memang sejak awal tidak layak berada di hadapannya.

Keira menelan ludah.

"Ko Reynard," ucapnya pelan, "saya tidak berniat mendekati area pribadi. Saya akan pergi sekarang kalau jalurnya dibuka."

Adi tampak hendak menjawab, tetapi Reynard lebih dulu mengalihkan pandangan ke arah koridor samping.

Hanya itu.

Seorang pengawal langsung mundur setengah langkah, membuka celah cukup untuk satu orang lewat.

Keira tidak menunggu diperintah dua kali.

Ia menunduk singkat. "Terima kasih."

Langkah pertamanya terasa berat. Langkah kedua lebih berat lagi, karena ia sadar punggungnya masih berada di bawah tatapan orang-orang itu. Ia tidak berlari. Ia tidak mempercepat sampai terlihat panik. Ia hanya berjalan lurus, melewati celah sempit di antara dua pengawal, lalu masuk ke koridor dalam yang menuju paviliun belakang.

Baru setelah berbelok, napasnya keluar.

Tangan Keira dingin.

Ia menekan punggung tangan yang terluka dengan ibu jari. Rasa perih kecil itu menolongnya tetap sadar bahwa ia masih di sini, masih utuh, belum membuat kesalahan fatal.

Di belakangnya, rombongan kembali bergerak.

Langkah-langkah itu menjauh menuju tangga dalam yang terhubung ke lantai empat. Keira tidak menoleh, tetapi ia bisa merasakan perbedaan suasana. Seolah seluruh rumah menahan napas sampai pria itu melewati setiap pintu.

Dia menunggu siapa?

Pertanyaan itu muncul tanpa izin.

Keira langsung menolaknya.

Itu bukan urusannya.

Orang seperti Reynard Ciu tidak ada hubungannya dengan pengasuh baru yang bahkan belum selesai masa percobaan. Kalau tadi ia menatap terlalu lama, mungkin karena ia curiga. Mungkin karena Ethan sudah menyuruh orang menggali latar belakangnya. Mungkin karena di rumah ini, semua orang yang salah jalur dianggap masalah.

Keira mempercepat langkah.

Namun sebelum ia sampai ke lorong menuju kamar pengasuh, suara lain menghentikannya.

"Keira Lo."

Tubuhnya langsung kaku.

Ethan berdiri di ujung koridor, setengah tubuhnya tertutup bayangan lampu dinding. Jasnya sudah dilepas, tetapi kemejanya masih rapi. Ia tampak seperti seseorang yang memang sengaja menunggu di sana, bukan kebetulan lewat.

Keira menunduk. "Ko Ethan."

"Kenapa kamu ada di dekat lantai empat?"

Tidak ada pembuka. Tidak ada basa-basi.

Pertanyaan itu seperti pintu besi yang langsung ditutup di depan wajahnya.

Keira menjaga napasnya tetap rata. "Saya selesai memeriksa bayi Nyonya Stephanie dan kembali lewat koridor taman. Saya tidak tahu malam ini ada area yang ditutup."

"Aku tidak tanya kenapa kamu lewat taman."

Keira mengangkat pandangan sedikit.

Mata Ethan dingin.

"Aku tanya kenapa kamu ada di dekat lantai empat."

Keira mengerti sekarang. Bukan hanya area. Bukan hanya protokol. Ini tentang Reynard.

"Saya tersesat di jalur yang salah," jawabnya. "Begitu tahu ada pengamanan, saya meminta izin mundur."

"Tersesat?"

"Saya masih mempelajari jalur rumah."

Ethan menatapnya lama. "Empat hari cukup untuk tahu mana area yang tidak boleh didekati."

Kalimat itu menusuk, tetapi Keira tidak membela diri terlalu panjang. Di rumah ini, penjelasan berlebihan sering terdengar seperti kebohongan.

"Saya akan lebih berhati-hati."

Ethan melangkah mendekat.

Keira mencium aroma samar kopi pahit dan parfum dingin. Pria itu berhenti dua langkah di depannya, cukup dekat untuk membuat koridor terasa lebih sempit.

"Jangan pernah mendekati Ko Reynard."

Keira tidak menjawab terlalu cepat.

Ethan memiringkan kepala sedikit. "Kamu dengar?"

"Saya dengar."

"Sekali lagi, kamu keluar dari rumah ini."

Ancaman itu seharusnya membuatnya takut.

Memang membuatnya takut.

Tetapi setelah beberapa hari di Kediaman Ciu, Keira mulai memahami satu hal: orang-orang kuat di rumah ini selalu memakai pengusiran seperti cambuk. Mereka yakin semua orang kecil akan berlutut saat mendengarnya.

Keira tidak berlutut.

Ia menunduk secukupnya. "Saya mengerti, Ko Ethan. Saya tidak punya kepentingan mendekati Ko Reynard."

Ethan menatapnya.

Mungkin ia menunggu Keira bertanya siapa Reynard. Mungkin ia menunggu pembelaan. Mungkin ia menunggu rasa ingin tahu yang bisa ia hukum.

Keira tidak memberinya apa pun.

Ia hanya berdiri diam.

Beberapa detik berlalu.

"Kamu terlalu sering muncul di tempat yang tidak seharusnya," kata Ethan.

"Saya muncul di tempat pekerjaan saya membutuhkan saya."

Mata Ethan menyipit.

Keira segera menambahkan dengan nada tetap sopan, "Untuk malam ini, saya mengakui kesalahan jalur."

Itu bukan menyerah. Itu memilih medan.

Ethan tampaknya mendengar perbedaannya, karena wajahnya semakin dingin.

"Pergi."

"Baik."

Keira melewati Ethan dengan langkah yang tidak terlalu cepat. Punggungnya terasa panas, tetapi ia tidak menoleh.

Baru ketika masuk ke paviliun belakang, lututnya hampir lemas.

Kamar pengasuhnya gelap. Ia menutup pintu, menyalakan lampu kecil, lalu duduk di tepi ranjang. Malam ini terasa terlalu panjang untuk satu tubuh.

Ia membuka tas kain, memastikan amplop dan bukti transfer masih aman. Lalu ia mengambil ponsel pribadi, menatap layar kosong beberapa detik.

Tidak ada pesan baru dari Kak Anisa.

Itu seharusnya menenangkan.

Tetapi setelah mata Reynard dan ancaman Ethan, kesunyian ponsel malah terasa seperti jarak yang sangat jauh dari Sriwedari.

Keira baru hendak merebahkan tubuh ketika pintu diketuk.

Tiga ketukan pendek.

Ia langsung berdiri. "Siapa?"

"Bi Sari."

Keira membuka pintu.

Bi Sari berdiri di luar dengan wajah serius. Ia tidak masuk, hanya menatap Keira dari ambang pintu seperti seseorang yang membawa pesan tetapi tidak ingin meninggalkan jejak terlalu lama.

"Besok pagi setelah sarapan staf, kau jangan langsung ke kamar Nyonya Stephanie."

Keira menahan napas. "Ada tugas lain, Bi?"

"Nyonya Ketiga ingin bertemu denganmu."

Nama yang belum pernah Keira hadapi langsung itu membuat udara kamar kecil terasa berubah.

Nyonya Ketiga.

Melissa Ciu.

Keira mengangguk pelan. "Baik, Bi Sari."

Bi Sari memandangnya satu detik lebih lama.

"Hati-hati menjawab."

Setelah berkata begitu, Bi Sari pergi.

Keira berdiri di ambang pintu, mendengar langkah Bi Sari menjauh di koridor paviliun belakang.

Malam belum selesai.

Dan besok, pintu lain di Kediaman Ciu akan terbuka untuknya.

1
!m_mah
maaf kk thor, kno JD "Lo gue" 🙄
sunaryati jarum
Langsung 200 bab dan end, langsung delete
sunaryati jarum
Ko Kevin sepertinya tertarik pada Keira Lo
sunaryati jarum
Suami istri ko seperti orang asing,pada sudah melahirkan
sunaryati jarum
Semoga kakakmu sembuh,Keira
sunaryati jarum
Ko Ethan kaku tapi teliti
sunaryati jarum
Baru mampir, penasaran
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!