Seorang pemuda yang baru saja mengakhiri perang abadi antara dewa dan manusia kini sudah mati bersama dengan lenyapnya dewa, di atas ruangan kematiannya sendiri kini dia hanya diberi satu pilihan yakni harus menyelamatkan dunia yang baru saja ia selamatkan.
"Tidak ada cara menolaknya, bila ada? Mungkin sudah ku tolak dari dulu"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Raffa Alief, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ch. 21 - Guru Masing"
Xin Chen melangkah dengan pelan menelusuri jalanan kota, Xin Chen sempat takjub dengan gaya bangunan yang ada di kota ini, sampai pada akhirnya ketakjubannya terpecah karena melihat pertengkaran antar dua kubu, ini membuatnya sedikit tersenyum pahit.
Dirinya tidak mengerti apa yang sedang dilihatnya itu dan memutuskan untuk melanjutkan perjalanan mencari toko yang menjual persediaan susu dalam jumlah yang cukup besar.
“Lagi pula aku bukan hakim, aku juga tidak tahu masalah apa yang sedang mereka hadapi” Xin Chen bergumam pelan setelah melihat satu pemuda dari salah satu kubu mengeluarkan pedangnya, berniat membunuh mungkin Xin Chen juga tidak tahu.
Sedangkan kubu satunya lagi hanya terlihat sabar dimata Xin Chen, ‘Sebenarnya siapa yang salah?’ Xin Chen tadinya ingin melerai mereka, tapi dia mengurungkan niatnya, karena tidak tahu siapa yang salah.
Xin Chen melanjutkan langkanya melewati mereka, dirinya juga baru menyadari bahwa pertengkaran itu terjadi tepat di depan toko senjata yang sedikit besar dan berkelas, yang rencananya dia akan membeli di kota ini, dirinya dengan cepat menandai toko itu untuk ia datangi kedepannya.
Fakta yang Xin Chen miliki adalah pengalaman pengguna pedang yang sangat sedikit entah itu di kehidupan sebelumnya atau kehidupan nya saat ini. Dirinya hanya memiliki sedikit kelebihan di dunia pertarungan, karena sejujurnya dia cenderung mengakhiri pertarungan dengan cepat, dan itu pun menggunakan tangan kosong dan jurus dari kultivasinya.
Tapi untuk saat ini dia ingin tampil berbeda dengan kehidupannya sebelum, dia ingin menjadi pendekar pedang karena baru saja menyadari beberapa saat yang lalu bahwa dirinya memiliki bakat dalam hal ini.
“Mungkin Sedikit”
Xin Chen terus melangkahkan kakinya, di pikirannya dan tatapan matanya dia terus mencari toko yang menjual persediaan susu, dan pada akhirnya ia mendapatkannya.
“Permisi, apakah anda jual persediaan susu?” Xin Chen berniat memborong semua susu yang dimiliki toko itu sekaligus, masalah uang Xin Chen tidak perlu kuatir, dirinya memiliki sekitar lima ribu koin emas yang dinilai sebagai mata uang tertinggi disini.
“Benar, apakah anda ingin membelinya?”
“Ya, aku beli semua persediaan susu yang kau miliki” Sahut Xin Chen dengan datar, membuatnya seperti orang kaya raya yang ingin menghambur-hamburkan uangnya.
“Kalau begitu tunggu sebentar biar saya ambilkan!” pegawai toko itu mengambil persediaan susu yang ingin Xin Chen beli, dia masuk kedalam tokonya kembali.
Sedangkan Xin Chen sendiri hanya bisa menunggu sembari melihat-lihat ke sekitar mendapati makanan ringan yang dijual oleh toko yang disinggahinya itu. “Jadi ini semacam toko oleh-oleh khas kota ini, yah tidak buruk juga. Ini terlihat sangat bagus malah”
Dirinya bergumam pelan tidak menyadari ada pelanggan lainnya yang mulai masuk kedalam toko tersebut dengan dua laki dan dua perempuan yang saling berpasangan dengan gendernya masing-masing.
“Saudara Chen!” Suara yang dikenal Xin Chen memanggilnya dari belakangnya, membuatnya menolah kebelakang.
“Saudara Han dan saudari Nian, ahahaha terima kasih sudah merawat Ying’er selagi aku tidak ada” Xin Chen mendapati Xian Han bersama dengan pria paruh baya dibelakangnya, sedangkan Xian Nian dan Xin Ying bersama wanita cantik disampingnya.
Xin Chen sudah mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada Xian Nian tapi tidak ada balasan darinya, Xin Chen hanya bisa melihat Xian Nian mengendong Xin Ying dengan muka yang memerah, dan disampingnya tampak wanita dengan senyuman yang sangat lebar.
“Maaf ada masalah apa ini?” Xin Chen tersenyum canggung memaksanya untuk menerima kenyataan yang sedang ia hadapi, masalah baru akan terulang kembali.
“Sebelum membahas permasalahan yang akan menimpamu itu!...” anita yang ada di samping Xian Nian menunjukkan senyuman yang semakin lebar, dirinya seperti mengetahui bahwa Xin Chen bukanlah anak yang bodoh. “Perkenalkan, nama ku adalah Lian Sha, aku gurunya Xian Nian sekaligus ibu angkatnya”
“Salam kenal Senior Shian, nama junior ini Xin Chen. Maaf bila adik saya merepotkan anda” Xin Chen menjelaskan sembari melirik kearah adiknya yang masih berada dirangkulan Xian Nian yang sedikit memberontak.
Adik yang dimaksud Xin Chen adalah Xin Ying, dan maksud dari merepotkan sendiri adalah adiknya yang menuntut mereka untuk kemari membeli susu, jelas Xin Chen bisa menebak itu semua dengan mudah.
Sedangkan senyuman Lian Sha tampak menghilang sesaat setelah Xin Chen mengatakan itu, dia ingin menebak apa yang dipikirkan oleh Xin Chen tapi semua itu menjadi berantakan setelah Xin Chen mengatakan bahwa adiknya merepotkan nya.
‘Bila dia seseorang yang normal pastinya dia akan bertanya kepada kita, apa yang sedang kita lakukan. Tapi dia tidak melakukan itu dan lebih memilih untuk tidak membuang-buang waktu dan langsung menebak untuk apa kita ada disini! Dia bukan anak biasa, dirinya itu seperti seseorang yang sudah tidak ingin apa-apa yang ada di dunia ini. Lebih tepatnya dirinya hanya ingin kebebasan yang tidak diinginkan banyak orang” Lian Shan membatin sembari menatap Xin Chen dengan datar tak berekspresi.
“Sepertinya kau sudah tahu tujuan kami datang kesini ya?” Lian Shan menunjukkan kembali senyumnya yang lebar tadi.
“Baru saja” Xin Chen membalasnya dengan singkat.
“Sepertinya kau memiliki kepintaran di atas rata-rata ya tapi sayang sekali kau tidak masih tidak memiliki jenis kultivasi…” Xin Chen memang tampak seperti manusia biasa saat ini yang memiliki dantian tapi belum berkultivasi. “Bagaimana jika kau menjadi murid di Sekte Lembah Surgawi dengan aku sebagai perantaranya?”
Jelas hal itu akan ditolak secara halus oleh Xin Chen, padahal Lian Shan sudah memikirkan bagaimana perkembangan anak ini ke depannya bila ada dibawah bimbingannya atau mungkin bisa juga dia akan diangkat menjadi murid oleh Jagoan Pedang generasi saat ini.
Itu membuat Lian Shan menghela napas pasrah dan juga sedikit kesal, dirinya tidak menyangka tawaran menjadi murid dari Sekte Lembah Surgawi dengan dirinya sebagai yang mengajukan atau perantara akan ditolak, tapi setidak nya Xin Chen memiliki alasan yang kuat untuk menolaknya membuat Lian Sha tidak bisa berbuat apa-apa.
“Kalau begitu aku akan melanjutkan rencana pertamaku” Ucapan yang dikeluarkan oleh Lian Sha ini membuat berhasil membuat Xin Chen memiringkan kepalanya bingung.
Tidak hanya Xin Chen saja, tampak Xian Han dan lelaki yang ada di belakangnya juga memiringkan kepala mereka kompak karena bingung tidak paham apa yang dimaksudkan oleh Lian Sha, sedangkan Xian Nian wajahnya tampak lebih memerah dengan seiring berjalannya waktu.
“Apa maksudnya ini Saudari Sha?... rencana Pertama?” Lelaki yang ada dibelakang membuka suaranya dengan santai, Xin Chen tidak tahu siapa dia tapi dia yakin bahwa itu adalah guru dari Xian Han.
“Oh ya perkenalkan, namaku Ye Long, aku adalah guru dari Xian Han, tapi aku bukan ayah angkatnya” Ungkapan yang dikeluarkan nya mungkin begitu menusuk bagi Xian Han, tapi bagi Xin Chen itu bukanlah apa-apa, tapi tetap saja dia sedikit terkejut dan tersentak dengan pernyataan yang terang terangan itu.
Xin Chen sedikit melirik kearah Xian Han mendapati dia hanya bisa tersenyum kecut setelah mendengar pernyataan tersebut.
“Karena kau sudah mengenalkan dirimu, biar kujelaskan rencana pertama ku ini!” Xin Chen baru saja ingin memberi hormat kepada Ye Long, tapi dirinya dicegah oleh Lian Sha yang mendekat dan menepuk pundaknya.
“Anak ini akan menjadi menantuku” Senyum lebar kini terpampang di bibirnya membuat tanda bahwa ia sedang bahagia, mungkin karena akan lahir cucu yang akan segera ia gendong.
‘Ah begini lagi, aku tidak paham dengan wanita!’