NovelToon NovelToon
Queen Mafia Di Tubuh Pewaris Lemah

Queen Mafia Di Tubuh Pewaris Lemah

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Reinkarnasi / Mafia
Popularitas:5.6k
Nilai: 5
Nama Author: Kasmawati

Chloe Weiss, pewaris tunggal di keluarga Weiss tapi nasibnya tidak seindah yang dibayangkan, Chloe dengan kondisinya yang sehat harus menelan pil pahit, saat ibu kandungnya meninggal dunia.

Ayah dan ibu tirinya bersekongkol memasukkannya ke rumah sakit jiwa, dan menguasai seluruh harta kekayaan yang di tinggalkan oleh ibunya.

Tapi setelah lima tahun kemudian, Chloe kembali dengan jiwa yang berbeda untuk merenggut apa yang menjadi miliknya.

Bukan hanya itu saja, Chloe juga mengambil calon suami saudara tirinya, dan apa yang di lakukannya itu membuat Ayah dan ibu tirinya sangat murka.?

Siapakah sosok jiwa yang berada di tubuh Chloe Weiss, gadis yang di kenal sangat lamah dan bodoh?

Apakah jiwa yang berada di tubuh Chloe Weiss itu juga mempunyai dendam dengan seseorang di kehidupan sebelumnya sehingga Alam dan semesta memberikannya kehidupan kedua.?

Yang penasaran, ikuti terus ceritanya sampai akhir 🤗🤗🥰.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kasmawati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tuan Harimau

Chloe memiringkan kepalanya. Senyumnya semakin tipis. "Kenapa kau menatapku seperti itu, Tuan?"

Pertanyaan itu membuat Erivo kaget.

"Tidak... Aku ngantuk. Mau tidur," ucap Erivo. Ia melangkah ke arah ranjang dan segera membaringkan tubuhnya di samping Chloe, memunggungi wanita itu.

Chloe mengerutkan alisnya, lalu menghela napas dengan pelan. Ia kembali berbaring di atas ranjang, juga memunggungi Erivo.

"Katanya nggak bisa tidur, tapi sekarang bilang ngantuk," gumam Chloe. Tapi didengar oleh Erivo.

Hening.

Hanya suara jam dinding yang berdetak. Tik.... tak... tik.... tak...

Erivo memejamkan mata. Tapi otaknya tidak bisa berhenti.

Cara Chloe tersenyum tadi. Sama persis seperti senyuman Queen Daisy.

"Tuan Erivo," panggil Chloe pelan dari belakang.

Erivo tidak menjawab. Ia pura-pura tidur.

"Apa kau merindukan mantan kekasihmu yang sudah tiada itu?" lanjut Chloe. Suaranya rendah, nyaris berbisik.

DUG

Jantung Erivo berdegup. Ia tetap tidak membalikkan badan.

"Tidurlah," jawabnya singkat.

Chloe mendengus pelan. "Baiklah, Tuan Harimau."

DEG

Tubuh Erivo kaku mendengar ucapan itu. Itu adalah panggilan Queen Daisy kepadanya dulu. Tapi pria itu berusaha tidak bergerak sedikit pun.

Beberapa menit kemudian, napas di belakangnya terdengar teratur. Seolah Chloe sudah terlelap.

Tapi Erivo tahu, wanita itu belum tidur sepenuhnya.

Erivo membuka mata dalam gelap. Ia melirik sedikit ke belakang.

Siluet Chloe terbaring kaku. Jarak di antara mereka... satu genggam tangan. Tapi rasanya sejauh Geneva ke Zurich.

Dalam hati Erivo bergumam, "Siapa sebenarnya kau, Chloe Weiss?"

Angin malam masuk dari celah jendela. Tirai putih bergoyang pelan.

----

Keesokan harinya

Setelah sarapan pagi bersama.

Erivo berpamitan ke kantor, begitu pun juga dengan Nicholas. Walaupun saat ini Erivo yang sudah menduduki kursi direktur perusahaan Reinhard Group, tapi Nicholas harus tetap turun tangan untuk membantu putranya itu.

Sedangkan Eleanor, ia mengajak Chloe ke halaman belakang mansion untuk minum teh bersama.

Halaman belakang mansion keluarga Reinhard sangat luas. Ada taman mawar putih, meja kayu kecil, dan payung krem. Udara Geneva pagi ini dingin tapi cerah.

Eleanor menuangkan teh chamomile ke cangkir porselen. "Duduklah," ucapnya lembut.

Chloe duduk. Dress putih selutut dan cardigan tipis membalut tubuhnya. Rambutnya dikuncir rendah. Sederhana... tapi terlihat seperti ratu.

Hening beberapa saat.

Eleanor mengaduk tehnya pelan. Lalu menatap Chloe.

"Chloe," panggilnya.

"Ya, Ma?"

"Semalam... Erivo pulang jam berapa?" tanya Eleanor santai. Seolah basa-basi.

Chloe tersenyum tipis. "Jam dua belas malam."

Eleanor mengangguk pelan. "Dia selalu seperti itu... Sejak aku memintanya putus dengan kekasihnya. Erivo berubah. Dia lebih gila kerja dan mengurus bisnisnya yang lain. Dia jarang di rumah."

Jari Chloe yang memegang cangkir sedikit mengencang. Tapi wajahnya tetap tenang.

Eleanor melanjutkan, suaranya pelan. "Dulu aku hanya memikirkan keegoisanku sendiri... Tanpa memikirkan perasaan putraku."

Chloe mengangkat cangkirnya. Menyesap teh. Hangat di lidah, pahit di hati.

"Kalau aku boleh tahu, kenapa dulu mama meminta Erivo putus dengan kekasihnya?" tanya Chloe.

Sebagai jiwa Queen Daisy, inilah yang sangat ingin ia pertanyakan. Kenapa Eleanor dulu tiba-tiba meminta Erivo mengakhiri hubungannya dengan Queen Daisy.

Eleanor menghela napas cukup panjang. Matanya berkaca-kaca. Ia menatap lurus ke taman bunga mawar putih yang bermekaran, terlihat sangat cantik.

"Aku takut... Aku takut putraku mempunyai banyak musuh di luar sana. Queen dia sosok wanita yang tangguh dan tak mudah dikalahkan. Ayahnya mempunyai klan mafia yang besar di kota Zurich. Dan banyak dari klan mafia lainnya yang sangat ingin menghancurkannya. Bukan hanya itu, ayahnya juga mempunyai perusahaan besar dan bisnis yang mendunia. Bisa dibilang keluarga Reinhard hanya berada di bawah kaki mereka."

Air mata Eleanor menetes di pipinya. "Satu hari sebelum pernikahan Erivo, aku baru mengetahui sebuah jasa yang sangat besar. Di mana Queen-lah yang membantu Erivo membalaskan dendam kematian ayah mertua dan adik iparku... Aku merasa sangat bersalah..."

DUG

Dada Chloe sesak.

Tangannya yang memegang cangkir sampai gemetar.

Jadi selama ini... Eleanor tidak tahu.

Ia membenci wanita yang justru rela mati bersama putranya.

"Ma..." suara Chloe tercekat.

Eleanor mengusap air matanya cepat. Ia tertawa kecil getir. "Lucu ya? Aku yang memisahkan mereka. Aku yang membuat Erivo hancur karena kehilangan cintanya. Dan aku juga tidak tahu... kalau wanita itu sangat berjasa di dalam keluarga kami."

Chloe menunduk. Air mata hampir jatuh tapi ia tahan. Sebagai jiwa Queen Daisy, ia tidak boleh menangis.

"Mama tidak perlu merasa bersalah," ucap Chloe pelan. Suaranya serak. "Orang yang sudah mati... tidak butuh permintaan maaf."

Chloe menarik napas. Ia mengusap punggung tangan Eleanor. "Yang sudah berlalu, biarlah berlalu."

Eleanor mengangkat wajahnya. Menatap Chloe lekat-lekat. "Kau... kenapa kau begitu mengerti, Chloe? Kenapa caramu menenangkan orang... Caramu bicara... bahkan tatapanmu... sama seperti dia."

Chloe tersenyum. Senyuman yang getir. "Mungkin hanya kebetulan, Ma. Dan aku selalu belajar... bahwa menangis tidak akan mengembalikan orang yang kita sayang."

Hening.

Angin menggerakkan kelopak mawar putih. Jatuh satu persatu ke bawah.

Eleanor tersenyum tipis. "Chloe... mulai hari ini anggap aku ibumu ya? Bukan ibu mertuamu."

Chloe terdiam. Sebagai seorang Queen Daisy yang sejak kecil tidak pernah merasakan kasih sayang seorang ibu, ada rasa hangat yang nyata di dadanya.

Tapi di saat yang sama... rasa bersalah menusuk.

Chloe menarik napas. Lalu mengangguk pelan. "Baik, Ma."

Eleanor langsung memeluk Chloe erat. Pelukan seorang ibu yang tulus.

"Terima kasih ya, Nak. Karena sudah mau jadi istri Erivo. Mama berharap kau selalu bertahan di samping putraku yang keras kepala itu."

Chloe memejamkan mata. Satu air mata akhirnya jatuh ke bahu Eleanor.

Dalam hati ia berbisik, "Maaf, Ma... Aku bukan Chloe yang seperti mama kira. Aku jiwa Queen Daisy. Dan kali ini aku datang bukan untuk dicintai. Tapi untuk membalaskan dendam dan kematianku di kehidupan sebelumnya."

Tapi pelukan itu... hangat. Terlalu hangat untuk ditolak.

Setelah beberapa saat, Eleanor melepaskan pelukan. Ia mengusap pipi Chloe.

"Ayo masuk. Aku mau ajarkan kau resep kue kesukaan Erivo. Dulu Queen juga suka buat itu untuknya."

DEG

Nama itu disebut lagi.

Chloe mengangguk. "Baik, Ma."

Saat mereka berjalan masuk, ponsel Chloe di dalam saku dress bergetar.

Chloe menghentikan langkahnya, mengambil ponselnya, dan membaca pelan pesan dari Elsa.

"Kak... rapat direksi jam sepuluh pagi. Semua sudah siap. Tinggal menunggu kakak datang."

Chloe menatap layar itu. Lalu menatap punggung Eleanor di depannya.

Matanya yang tadi berkaca-kaca... berubah tajam.

Ia membalas pesan Elsa: "Sepuluh menit lagi aku sampai."

Setelahnya Chloe menghampiri Eleanor. "Ma," panggilnya.

Eleanor menghentikan langkahnya dan menoleh ke arah Chloe yang kini sudah berdiri di sampingnya.

"Ya, ada apa?" tanyanya.

"Hhmm... Sepertinya hari ini aku tidak bisa belajar membuat kue bersama mama... Aku ada rapat direksi sebentar lagi di perusahaan Weiss Group," jelas Chloe. Wajahnya terlihat tidak enak, takut ia mengecewakan Eleanor.

Eleanor menghela napas. Ia menggenggam tangan Chloe. "Pergilah... Mama mendukungmu. Ambil apa yang menjadi hakmu."

Chloe tersenyum. "Terima kasih, Ma. Aku pergi dulu."

Eleanor mengusap kepala Chloe seperti anak kecil. "Hati-hati ya, Nak. Alexander dan Serena sangat licik. Jangan percaya siapapun di sana."

Chloe mengangguk. Ia berjalan ke tangga untuk ke kamar, mengambil blazer hitamnya.

Tak lama wanita itu kembali lagi dengan blazer hitam dan tas di tangannya.

Ia berjalan melewati Eleanor yang masih berdiri menatap kepergiannya. "Semoga Tuhan selalu memberkati setiap langkahmu, menantuku."

Pintu mansion tertutup.

Di dalam mobil, Chloe membuka kunciran rambutnya. Rambutnya jatuh terurai.

Ia menatap ke depan. Dingin. Tajam.

Dalam hati ia bergumam, "Saatnya menduduki tempat yang dari dulu menjadi milikku."

Lalu ia melajukan mobil sport warna merah milik Erivo yang kuncinya ia ambil dari penjaga.

---

Jangan lupa dukungannya ya guys 🙏 🙏 😊 🥰.

1
Muft Smoker
raga mungkin udh mati Erivo ,, tp nyawa tu tdk ,,
dan skraang queen ad ddsnaa ,, d tubuh Chloe weiss
Muft Smoker
cepat sembuh duluu kak ,,
baru berkarya lgiii ,,

tenang aq gx kmn2 tetap mantengin NT buat nunggu kelanjutan cerita kk ,,

🤭🤭🤭🫣🫣🫣😂😂😂😂😂
Muft Smoker: sama2 kak
total 2 replies
Muft Smoker
semoga aj setelah mereka tau sypa Chloe ,, mereka bisa menerima Chloe or queen daisy
Muft Smoker
eeeey pak su udh go public niiih ,,
tp apa gx kaget tuh nanti pa mertua dr Zurich dtg ke geneva ,,🤔🤔🤔🤔😂😂😂
Muft Smoker
lanjuuut kak
kas. maa29: proses 🫡🤗
total 1 replies
Muft Smoker
gmn tuh Kali mama Eleanor tau klo menantu ny sbnrnya queen daisy ,,
Muft Smoker
semoga Eleanor bnr2 berubah Dan menyayangi Chloe or daisy dg tulus ,,
sebagai penebus dy dlu menyakiti queen daisy tanpa sadar ,,
Muft Smoker
kalo mau hidup enk kerjaaa ,, jgn ngemis harta org lain 😒😒😒😒
Muft Smoker
jgn2 Vivian juga di suntikkan cairan yg dlu pernah di terima oleh Chloe sebelum ia meregang nyawa 🤔🤔🤔
Baek chanhun
next thour 💪💪
kas. maa29: proses 🫡🫰
total 1 replies
Sekar
gak sadar diri
Runi Mayantri
ad horor2 ny
kas. maa29: 🫣🫣🫣🫣🫣🫣🫣🫣
total 1 replies
Muft Smoker
licik ny Alexander ma Serena Kalo bukan krn Irina Weiss sewes sewees ,, bablaaas ke sapu angin mereka ,,
menguasai harta yg bukan hak ny ,,
membuang pewaris ,, tp tenang karma mereka sdang otw menghampiri 😏😏😏😏😏
Muft Smoker
ceritany seruuu kak ,,
dtggu kelanjutan ny yx kak
Muft Smoker: 🫡🫡🫡🫡🫡🫡😁😁😁
total 2 replies
Muft Smoker
tentu saja dy adalah queen ,, sekali pun dy tertidur ,, kewaspadaan adalah yg utama ,,
Sekar
lanjut thor💪💪
kas. maa29: proses 🤗🤗🤗
total 1 replies
Muft Smoker
lanjuuuut kak ,,
semakiiiiin memanaaas ,,
Muft Smoker: 😁😁🫰🫰🫰
total 2 replies
Susi Nugroho
Lanjutannya di tunggu
kas. maa29: ok proses 🤗🫰
total 1 replies
Sekar
wuih mantap,, lanjut thor💪💪
kas. maa29: ok proses 🤗🤗🫰
total 1 replies
Sekar
lanjut thor💪💪
kas. maa29: siaappp🫡🫡🫡🫰
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!