NovelToon NovelToon
Bukan Pengantin Cadangan

Bukan Pengantin Cadangan

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Beda Usia / Cinta Seiring Waktu / Pengantin Pengganti
Popularitas:4.3k
Nilai: 5
Nama Author: tami chan

Arunika Safana terpaksa menurut ketika kedua orang tua angkatnya memintanya untuk menikahi Bratasena Arka Sadajiwa, karena kakak angkatnya -Bianca- kabur tepat di hari pernikahannya dengan Sena. Demi menjaga nama baik kedua keluarga, Aruni menyetujui permintaan kedua orang tuanya meskipun Aruni dan Sena terpaut usia yang cukup jauh yaitu 12 tahun.

Sena; "Semua orang kek anj*ng! semua gara-gara Lo, Bii! kenapa Lo harus kabur di hari pernikahan kita! dan gue harus menikah dengan bocah ini?!"

Arunika; "Astaga kayak mimpi! Nggak ada yang tau, kalau selama ini aku memang suka sama Mas Sena. I have loved him since the first time we met, 2 tahun yang lalu. Dan sekarang aku harus menggantikan Kak Bi jadi pengantin Mas Sena? absolutely I do!"

Gimana ya, keseruan Arunika untuk mendapatkan hati Sena? berhasilkah dia? yuk ikuti kisah mereka.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon tami chan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Rencana Adit dan Aruni.

“Kalau sudah selesai, WA saja, nanti ku jemput,” ucap Sena ketika mobilnya berhenti di area parkir hotel tempat pesta ulang tahun Valerie.

“Makasih Mas…” ucap Aruni dengan senyum tipis menghiasi bibirnya. Sena pun mengangguk –matanya tak lepas menatap wajah ayu istrinya. Makeupnya benar-benar natural tapi membuatnya terlihat  segar dan cantik. Berbeda sekali dengan make up yang sering dipakai Bianca –terlalu tebal walaupun memang hasinya Bianca kelihatan cantik dan berbeda tapi tetap saja, terlalu tebal.

Sena mengumpat dalam hati. Kenapa dia selalu membandingkan Aruni dan Bianca? Apakah dia tak kapok sudah membuat Aruni ngambek gara-gara ucapannya yang terus membanding-bandingkan dua wanita itu.

Sena menghela panjang.

“Terima kasih Pak Sena!’” ucap Vivi sambil melambaikan tangannya saat mobil Sena berjalan menjauh.

“Gila! Pertama kalinya gue naik mobil mewah begini.. nyaman banget…" pekik vivi sambil menggoyang-goyangkan lengan Aruni. “Lu beruntung banget Runi.. aakh aku iri banget!”

Aruni memaksakan senyum, “udah ah, ayo masuk.”

“Eh, Aruni… Lu yakin lu yang kecintaan sama dia? Bukan dia yang kecintaan sama lu?” bisik Vivi, mereka berdua berjalan beriringan memasuki ballroom hotel.

Aruni menghela napas, “yang dia cintai itu kakak angkat aku, bukan aku…”ucapnya pasrah.

"Ck! Nop! Menurut mata elangku, dia juga cinta elu, Runi! Cuma masih gengsi aja. Gimana? Lu udah mulai godain dia pakai baju seksi belum?”

Lagi-lagi Aruni menghela napas panjang, “nggak ah! Nggak jadi. Takut ditolak mentah-mentah. Mati kutu aku nanti.” Aruni kembali teringat ucapan Sena yang sangat menyakiti hatnya. Ya, di mata Sena, sepertinya wanita cantik itu hanya Bianca karena dia terus-terusan memandingkan Aruni dan Bianca. Apa saja yang aruni pakai pasti di bandingkan, apa saja yang Aruni lakukan pun dibandingkan. Kesal rasanya.

“Heh kalian berdua!”

Aruni dan Vivi saling lirik lalu menghentikan langkah kaki. Mereka menoleh bersamaan dan melihat Julia berdiri tepat di belakang mereka.

“Ih,  kaya makhluk ghoib ya Run? Nggak ada suaranya nggak ada baunya, tiba-tiba muncul,” bisik Vivi dan Aruni langsung tergelak karenanya.

Julia menatap sinis ke arah dua sahabat yang sangat akrab itu, “gadun mana yang nganterin kalian? Pantesan bisa beli baju mahal, ada sugar daddy yang biayain, ya?”

“Kalau iya, kenapa? Iri ya? jealous? Hahaha… aduh-aduh.. lu juga sebenarnya ngarep dipelihara gadun kan? Biar bisa beliin baju mahal lo yang nggak jadi di beli?” Vivi memandangi gaun yang dikenakan Julia yang ternyata berbeda dengan yang tadi siang mau dia beli. “Nggak jadi beli gaun mahal itu toh? Ahahahaha…” lanjut Vivi mebgejek.

“Lu! Awas lu nanti ya!” geram Julia sambil menghentakkan kaki dan berjalan mendahului Vivi dan Aruni. Dia bahkan sengaja menabrakkan bahunya ke bahu Vivi.

“Idiihh.. judes amat..”

“Stt! Udah Vi!” ingat Aruni. “Kita di pesta orang, janga bikin kacau.”

Vivi mencebik –tapi menurut. Bagaimanapun dia harus menghormati Valerie yang sudah begitu baik mengundang mereka berdua. “Ok, aku tenang. Ayo kita lanjut. Ballroom nya di depan itu.”

Aruni mengangguk.

Ballroom hotel berbintang itu berkilauan. Lampu kristal bergantungan seperti air terjun cahaya. Meja-meja bundar dilapisi taplak sutra berwarna emas, dihiasi rangkaian bunga mawar putih dan lilin kecil yang menyala romantis. Panggung kecil di ujung ruangan dihiasi balon-balon silver dan tulisan "Happy Birthday Valerie" dengan lampu neon.

Aruni dan Vivi masuk bergandengan tangan. Vivi memakai gaun merah menyala pilihannya --potongan rendah di bagian dada yang membuat beberapa cowok di pintu masuk melongo. Aruni di sampingnya tampak elegan dengan gaun biru langit dan kalung permata biru yang mengkilap di lehernya.

"Wah, gila," bisik Vivi. "Ini pesta ultah atau pernikahan sih? Mewah banget!"

Aruni tersenyum kecil. "Valerie kan anak pengusaha. Wajar kalau pestanya mewah."

"Eh, lihat itu!" Vivi menunjuk ke arah prasmanan. "Makanan laut! Aku langsung laper!"

"Vi, kita harus sapa Valerie dulu."

"Ya, ya. Tapi cepat, aku laper."

Mereka berjalan menyusuri ruangan, menyapa beberapa teman kampus yang sudah datang. Beberapa teman Aruni tersenyum ramah -mereka hanya tahu Aruni sebagai gadis yatim piatu yang pendiam. Tapi malam ini, dengan gaun biru dan kalung permata, Aruni terlihat berbeda. Elegan. Berkelas.

Di tengah ruangan, Valerie berdiri dengan gaun putih panjang berpayet, rambutnya di sanggul rapi, mahkota kecil di kepalanya. Dia tersenyum lebar begitu melihat Vivi dan Aruni.

"Vivi! Aruni! Kalian datang!" Valerie memeluk mereka bergantian. "Aku senang banget! Baju kalian cantik!"

"Selamat ulang tahun, Val," kata Aruni sambil menyerahkan kotak kado kecil -gelang perak sederhana yang dia pilih dengan bantuan Vivi. "Semoga panjang umur dan bahagia ya."

"Makasih, Aruni! Kamu manis banget!" Valerie membuka kado itu dan tersenyum tulus. "Aku suka!"

Vivi juga memberikan kadonya -sebuah parfum. "Ini. Biar kamu wangi dan makin banyak cowok yang ngelirik."

Valerie tertawa. "Vivi, kamu tuh!"

Mereka berbasa-basi sebentar, lalu pamit ke prasmanan karena Valerie juga harus menyapa teman yang lainnya.

Aruni dan Vivi baru saja mengambil piring ketika seseorang muncul di samping Aruni.

"Aruni! Akhirnya kamu datang!"

Aruni menoleh. Seorang pria berkacamata dengan senyum ramah berdiri di sampingnya -Mario. Teman sekelas yang sering duduk di dekatnya. Mario berpostur sedang, rambut klimis, dan selalu berpakaian rapi. Dia memang lumayan tampan, tapi tentu saja Mas Sena-nya lebih tampan.

"Oh, Mario. Hai," sapa Aruni sopan.

Mario mendekat, terlalu dekat untuk ukuran teman biasa. "Aku sudah mencarimu. Kamu kelihatan cantik malam ini. Gaun biru itu cocok banget sama kamu."

"Makasih," jawab Aruni singkat, bergeser sedikit menjauh.

Vivi yang melihat itu langsung mengerutkan kening. "Mario, kamu sendirian?"

"Nggak, tadi sama Boby tapi nggak tau dia kemana." Mario tetap fokus ke Aruni. "Aruni, kamu mau dansa nanti? Aku sudah latihan waltz."

"Maaf, Mario. Aku tidak bisa dansa."

"Masa sih? Aku bisa ajarin."

Aruni tersenyum canggung. "Aku... sungguh tidak bisa."

Vivi menahan tawa di belakang. Dia tahu Aruni berbohong -Aruni bisa berdansa, dia diajari Sena di pesta pernikahan. Tapi dia juga tahu Aruni sedang mencari alasan untuk menjauh dari Mario.

Mario tidak menyerah. "Kalau gitu kita ngobrol aja. Aku mau tahu kabar kamu. Boleh, kan?”  Mario meletakkan tangannya di lengan Aruni.

Vivi hampir melangkah maju, tapi Aruni lebih cepat -dia menarik tangannya dengan halus.

"Boleh saja, tapi aku mau makan dulu ya, udah laper nih."

Mario mengangguk tapi tidak menjauh. Dia terus berbicara, terus mendekat, dan Vivi mulai kesal begitu juga Aruni.

Di tengah kekesalan Aruni, suara familiar terdengar dari belakang.

"Aruni?"

Aruni menoleh. Aditya berjalan mendekat, kemeja putih rapi, poni panjangnya terurai khas. Dia tersenyum lebar.

"Kak Adit!" Aruni lega.

Aditya mendekati Aruni, lalu melirik Mario dengan senyum yang sedikit tajam. "Wah, aku nggak nyangka bisa ketemu kamu di sini." lalu berdiri diantara Mario dan Aruni, menatap tajam pada Mario hingga membuat Mario perlahan berjalan menjauh.

“Ini pesta ulang tahun Valerie –teman kampusku. Kak Adit sendiri, kok bisa di sini?” sudut mata Aruni melihat kepergian Mario dan menghela lega.

Adit melirik Valerie dan seorang wanita cantik dengan penampilan seksi di sebelahnya. Adit menjilati bibirnya, “Aku diundang oleh Valen –kakaknya Valerie.”

Aruni terdiam sambil menatap Aditya. “Kak Aditya pacarnya Kak Valen?”

Aditya tergelak, “no, sayang, bukan.. kami Cuma dekat.”

“Ih! Jangan panggil aku ‘sayang’ ah! geli! Bilangin Mas Sena, loh!”

Aditya menepuk jidatnya, “maafkan aku. Aku lupa. Jangan sampai Sena tau plis, bisa-bisa aku dipenggal sama dia, hahaha..”

Aruni terkekeh tapi senyumnya sinis. Dan Aditya menyadari itu.

“Kenapa?”

“Mas Sena tau pun sepertinya nggak peduli…” ucap Aruni sambil mendesah panjang. Dia mengambil gelas jus buah dan meneguknya.

“Masa sih?” Aditya melipat kedua tangannya di dada dan memperhatikan Aruni.

Aruni tersenyum –terpaksa. “Yang ada di hati mas Sena Cuma kak Bianca… bukan aku…” Aruni menunduk, pelupuknya terasa berat dan dia berusaha menyembunyikannya dari Aditya.

Aditya menatap lama dan menghela panjang. “Dasar anjing si Sena! cewek polos imut begini dia nggak mau, lebih seneng sama Bianca yang kaya setan. Tolol banget!”

“Kamu… suka sama Sena, ya?” satu pertanyaan singkat dari Aditya cukup mengejutkan Aruni.

Aruni sampai terbatuk-batuk tersedak ludahnya sendiri. “ketahuan?” batinnya. “Apa perasaanku semudah itu dibaca?”

"Nggak usah bohong," lanjut Aditya. "Aku sudah sering lihat orang jatuh cinta. Dan kamu, Aruni, sudah terang-terangan jatuh cinta sama sahabatku itu."

Aruni menunduk, jari-jarinya bermain dengan bandul kalung biru di lehernya.

"Kak Adit... apa sejelas itu?"

"Jelas banget! Buat orang yang waras kayak aku. Kalau Sena itu emang kurang waras," Aditya tertawa kecil. "Tapi tenang saja. Aku akan bantu kamu.”

Aruni mengangkat kepalanya. "Bantu? Maksud Kak Adit?"

"Aku kenal Sena sejak lama sekali. Aku tahu cara kerjanya. Aku tahu kelemahannya. Kalau kamu ingin mendapatkan hatinya, aku akan bantu."

Aruni hampir tidak percaya. "Kak Adit serius?"

"Aku janji." Aditya mengulurkan kelingkingnya. "Tapi kamu harus jujur padaku. Kamu benar-benar cinta sama Sena?"

Aruni menggigit bibir, lalu mengaitkan kelingkingnya dengan Aditya. "Aku mencintainya, Kak. Sejak dua tahun lalu. Sejak dia masih jadi pacar kak Bianca, aku sudah diam-diam memendam rasa ini. Makanya waktu di suruh menggantikan Kak Bianca untuk menikah, aku langsung setuju," desisnya.

Aditya tersenyum puas. "Nah, itu baru namanya semangat. Oke, kita mulai dari sekarang. Tapi pertama, kamu harus tetap tenang. Jangan biarkan Sena tahu kalau kita punya rencana."

"Rencana apa?"

"Nanti aku kasih tahu. Yang penting sekarang, nikmati pestanya. Dan kalau ada cowok macam Mario deketin kamu, bilang padaku. Aku bakal usir."

Aruni tertawa kecil. "Kak Adit, kamu baik banget."

Adit tergelak, “baru kali ini ada yang bilang aku baik. Biasanya mereka bilang aku playboy.”

“Ya, memang kelihatan banget playboy-nya,” balas Aruni sambil menggut-manggut setuju.

Aditya melirik Aruni mau kesal tapi akhirnya terkekeh. “kalau bukan bininya Sena, gue unyel-unyel juga ni bocah!”

1
hiro_yoshi74
bisa galon juga mas brooot kk 🤭🤣🤣🤣
Hiro Yoshi
ih bahaya ta Lina sama bikin sahabatan
pantes kalo malem suka kluyuran 🤭🤣🤣🤣
Tamie
gaes... yuk like dan komen sebanyak-banyaknya, biar novel ini rame dan othor-nya semangat nulisnya ya.. hehehe... love you to the bone.. eh to the moon...🤭🤭
Hiro Yoshi: gabut kk hiburan ku cuma bc nopel
total 5 replies
fanny tedjo pramono
semangat update ditunggu guys
hiro_yoshi74
ciiiie ...... yg mulai peka terhadap rangsang .....
hiro_yoshi74
wes lumayan run ngo samgu merem ......
hiro_yoshi74
nah kan malah treveloka ru .....🤣
hiro_yoshi74
aku tau otak mu mas brott..... pasti mau perpanjang dari setahun jadi selamanya .
tak tunggu bgt ms brot bucin akut sama runi kk tam
hiro_yoshi74: he e.... yang pasti posesip bngt dah
total 2 replies
hiro_yoshi74
wk wk ..... macam guguk bae vi di rantai .

emang mas brot ngeri juga vi kalo mode posesip .....
hiro_yoshi74
patik🔥 terus dit sampe mas brott tebakar api cembokur 🔥
sampe ngaku kalo do'i jelose kalo perlu🤭🤣🤣🤣
Tamie: Adit lg jd kompor mbleduk 🤣😅
total 1 replies
hiro_yoshi74
nass jangan bilang idenya sesat modelan vivi kk tam ?


kayake adit sama vivi satu frekuensi dah kk


..... asbun 🤭🤣🤣🤣🤣
hiro_yoshi74: jangan bilang mau cekokin 🥂 pulang" jadi es teler 🤭
total 2 replies
hiro_yoshi74
rejeki nomplio0k vi ......
kpn lagi numpak mobil mahal .......
trik mu emang siiip lah...👍
dalam benak mas broot ....
mbok yo kira kira lah vi . mosok macak cantik . mbahenol secara lo kan milih dress merah menyala ada belahanya dandan cetar membahana kok naik motor awut awutan loh nanti pas turun 🤭
hiro_yoshi74
kalah telak .. selamat menjilat ludah sendiri 🤭🤣🤣🤣
hiro_yoshi74
tak kirain vivi tepi lebih kalem dari runi ehhhhhhh kok modelan bisikan setan yg terkutuk kk 🤭🤣🤣🤣
hiro_yoshi74
semangat kk tam aku
padamu
bnyak tiponya
Tamie: iya ngerti bgt lah..... pokoke i lop u pull...
total 6 replies
hiro_yoshi74
cieee ms broot mulai posesip 🤭💃
hiro_yoshi74
wah sesat vi.
berasa godaan setan yang terkutuk itu run 🤭🤣🤣🤣
hiro_yoshi74
yg pwnting kenyang dulu run malunya no 2 in aja🤭
hiro_yoshi74
wk ,,,, kejawab sudah penasaran nya .....
ternyata diam " jutek" ada rasa yang mulai menjalar tumbuh di hati mas brot..... gass lah mas brot runi kan hallal🤭
Tamie: 🤭🤭🤭🤭.....
total 1 replies
hiro_yoshi74
kok nyesal ????....
mungkikah.. mas brot jatuh cinta dgn runi ....?????
kk tam iki pie .......?
🤭🤭
hiro_yoshi74: nah kan bikin penasaran ........
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!