NovelToon NovelToon
You Are My Destiny

You Are My Destiny

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikah Kontrak
Popularitas:1.3k
Nilai: 5
Nama Author: Snow White

Siapa sangka pernikahan pura-pura antara Jeevan dan Valerie membuat mereka berdua benar-benar merasakan jatuh cinta sama lain. Dimulai Jeevan meminta Valerie untuk berpura-pura menjadi Maura calon istrinya yang akan dikenalkan kepada keluarganya, namun di saat yang bersamaan Maura pergi meninggalkan Jeevan keluar negri.

Situasi yang salah paham membuat Valerie terjebak di antara keluarga Jeevan dan terpaksa membuat kesepakatan bersama Jeevan untuk menjadi calon istrinya.

Namun ada satu alasan Valerie menerima pernikahan pura-pura, agar dirinya putus dengan Nathaniel kekasihnya saat itu. Sejak pertama bertemu, Jeevan sudah jatuh hati pada Valerie. Apalagi ketika tahu jika Valerie adalah cinta pertamanya sejak SMP. Mulai saat itu Jeevan terus mencoba membuat Valerie jatuh cinta kepadanya, sampai bisa menjadi miliknya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Snow White, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Gundah Gelisah

Ucapan Jeevan membuat Valerie sangat kecewa, kenapa bisa Jeevan bertindak sejauh itu mengorbankan kebahagian seorang anak demi mendapatkan keinginannya. Kini Valerie tahu orang macam apa Jeevan, pantas saja selama ini Maura tidak pernah dikenalkan kepada keluarganya.

Mungkin Jeevan tidak tahu bagaimana rasanya kesepian dan sendirian tanpa kasih sayang serta perhatian dari kedua orang tuanya, dia lahir dari keluarga yang harmonis, hangat dan banyak dengan cinta. Jeevan tidak akan pernah kekurangan cinta dan kasih sayang dari kedua orang tuanya lalu nenek dan kakeknya. Sementara Valerie tumbuh dari keluarga yang sibuk dan kurang kasih sayang.

Setelah kejadian tadi Valerie mengabaikan pesan serta panggilan masuk dari Jeevan, karena kecewa dan kesal dengan permintaannya. Surat kontrak yang kemarin dibuat disobek olehnya karena katanya ada beberapa yang harus diperbaiki, entah apa itu yang pasti Valerie merasa kesal sekali kepada Jeevan.

Rasanya Valerie begitu merasa bosan dan penat seharian berada di dalam kamar membaca buku, memang Valerie tidak ada jadwal pemotretan karena sengaja tidak mengambil banyak job. Seharusnya hari ini ia keluar bersama dengan Rania tapi sahabatnya mendadak harus masuk kerja karena menggantikan dokter lain yang tidak bisa masuk.

ditatapnya langit-langit kamar yang begitu tinggi, tatapannya kosong, pikirannya melayang entah kemana. Tubuhnya merasa lemas padahal perutnya merasa sedikit lapar, tapi perasaan malas mengalahkan segalanya. Sampai akhirnya terdengar seseorang mengetuk pintu kamar.

Tok...tok...tok...suara pintu kamar terdengar membuat Vale kaget mendengarnya karena sedari tadi sedang asik melamun. Sejurus kemudian pintu terbuka lebar dan terlihat seorang pembantu masuk ke dalam kamar seraya menghampiri Valerie.

"Maaf menggangu, Nona," ucapnya sambil menundukkan kepala berdiri tidak jauh dari tempat tidur.

"Ada apa?" tanya Valerie yang bangun dari tidurnya lalu duduk menatap pembantunya.

"Di luar ada seseorang yang mengirimkan beberapa food truck dan coffee truck," jawabnya membuat Valerie yang terlihat sedikit malas menjadi kaget bukan main menatapnya begitu lekat.

"Apa?" teriak Valerie kaget dengan kedua bola mata membulat sempurna.

Tanpa berpikir panjang Valerie berjalan cepat menuruni anak tangga menuju teras rumahnya yang begitu besar, betapa terkejut dan kagetnya Valerie ketika melihat di luar rumah sudah ada beberapa food truck dan coffee truck terparkir berjajar. Ulah siapa yang mengirimkan semuanya ke sini?

Tidak lama kemudian turun beberapa orang dari dalam truck tersebut membawa beberapa buket bunga mawar merah dan putih menghampiri Valerie. Bunga yang begitu cantik dan masih segar dibalut dengan kain kertas berwarna cerah membuatnya semakin indah untuk dipandang.

Diberikan buket-buket berukuran lumayan besar kepada Valerie tanpa banyak bicara, membuat Valerie semakin kebingungan tanpa ada yang memberitahukan dari siapa. Pertanyaan muncul dari siapa semua ini. Ketika Vale sedang berpikir menduga-duga dari siapa pengirimnya, ponselnya berbunyi dengan cepat Valerie mengambilnya dari saku celana pendeknya meskipun sedikit kesusahan karena kedua tangannya memeluk erat beberapa buket.

Di layar ponsel terlihat sebuah nama yang sedang dihindari olehnya, sebuah nama yang kini mulai sangat dibenci olehnya karena selalu melakukan hal seenaknya. Pasti semua ini darinya, jujur Valerie sangat malas untuk menerima panggilan masuk darinya. Tapi jika Valerie tidak menerima panggilan masuk itu, pasti akan banyak lagi yang datang ke rumahnya.

"Halo," suara Vale terdengar sedikit dingin dan tidak terdengar ramah di telinga.

"Apa kiriman dariku sudah datang?" tanyanya dari ujung telepon sana.

"Udah," jawab Valerie singkat.

"Semoga kamu suka. Itu semua sebagian kecil tanda permintaan maafmu," ucapnya dengan nada suara terdengar lembut di telinga.

"Nggak! Aku nggak suka!" jawab Vale tegas dan singkat terdengar jutek.

"Semua itu makanan kesukaanmu?"

"Aku nggak suka! Dan bawa semua dari sini! Memangnya kamu mau buka cafe di sini ngirim segitu banyak makanan?" Valerie mematikan ponselnya secara sepihak dengan wajahnya terlihat sinis dan cemberut.

Baru saja satu kali mendapat penolakan dari Valerie membuat Jeevan mulai patah semangat, apa yang harus dilakukan olehnya saat ini? Setelah beberapa lama berpikir akhirnya Jeevan mendapatkan ide menarik lainnya. Jeevan membelikan Valerie perhiasan mewah serta baju-baju butik ternama dengan model terbaru dan langsung di kirimkan ke rumah Valerie saat itu juga.

Setelah mendapatkan kiriman food truck kini giliran Valerie kembali dibuat terkejut saat kedatangan seseorang, sepertinya kejutan dari Jeevan belum juga selesai. Orang kepercayaan Jeevan membawakan beberapa set perhiasan mahal yang dibelinya, dan juga baju-baju yang langsung di kirim menggunakan mobil pribadinya. Valerie hanya terdiam tidak bisa berkata-kata dengan hati yang dongkol.

"Kamu mau buka toko perhiasan di sini? Dan kenapa banyak baju juga? Memangnya kamu pikir aku nggak mampu beli baju mahal kaya gitu?" kata terakhir Valerie saat selesai menelepon Jeevan.

Kepalanya sedikit pusing setelah kembali mendapatkan penolakan dari Vale, disandarkannya tubuh ke office chair sambil diputarnya menggunakan kaki kanannya kursi itu secara perlahan seraya mencari ide lain. Kenapa Jeevan merasa Valerie sangat merepotkan dan menyulitkan dirinya saja, berbeda dengan Maura yang tidak pernah komplen dan mengeluh dengan apa yang selalu diberikan oleh Jeevan ketika mereka sedang marahan.

Tatapannya kosong menatap entah ke mana, kepalanya terasa sedikit pusing dan entah apalagi yang harus dilakukan olehnya. Ketika Jeevan masih melamun, datanglah Kenzie yang hendak pamitan untuk pergi menemui orang tua Rania. Saat Kenzie membuka pintu ruangan kerja, ia melihat Jeevan sedang melamun. Kenzie mengerutkan kening menatap sahabatnya keheranan, apa yang sedang dipikirkan oleh sahabatnya itu?

"Lagi mikirin apa sih?" tanya Kenzie menyadarkan Jeevan sambil masuk menghampirinya.

Suara Kenzie menyadarkan lamunan Jeevan dan terlihat sedikit kaget dengan kedatangannya. Lelaki dengan tinggi 187 menghela napasnya sejenak, lalu bangkit dari tempat duduknya dan berjalan ke depan lalu duduk di atas meja kerjanya. Tatapannya kosong dan wajahnya terlihat sedikit gelisah membuat Kenzie khawatir.

"Ada masalah?" tanya Kenzie lagi melihat Jeevan yang terlihat putus asa dan gundah.

"Selain perhiasan, baju malah, bunga, cewek tuh suka apa lagi sih?" tanya Jeevan tanpa menjawab lebih dulu pertanyaan sahabatnya membuat Kenzie sedikit kebingungan menatapnya.

"Uang," jawab Kenzie spontan seolah sedang bercanda dengan Jeevan.

Mendengar kata 'Uang' membuat Jeevan terdiam sesaat menatap Kenzie dengan lekat seraya tersenyum sinis. Memang kebanyakan perempuan sangat menyukai uang, namun tidak berlaku bagi Valerie. Jangankan uang, perhiasan dan baju-baju mahal saja ditolak mentah-mentah, berbeda saat dulu dirinya menghadapi Maura. Hanya diberi perhiasan atau baju mewah saja hubungannya dengan Maura bisa kembali rukun, tapi sekarang Jeevan sedikit kesulitan. Dan anehnya ketika bersama Maura dulu, ia tidak mau sampai mengemis meminta maaf seperti ini.

"Memang kenapa lo tanya kaya gitu?" Kenzie kembali bertanya saat melihat ekspresi wajah Jeevan yang tidak begitu meyakinkan akan jawabannya.

"Valerie menolak semua pemberian dari gue. Mulai dari food truck, perhiasan, sama baju-baju mahal," jawab Jeevan berdiri dan berjalan melewati Kenzie dengan kedua tangannya dimasukan ke dalam saku celananya.

Sontak sikap Jeevan membuat Kenzie terdiam sambil menatapnya keheranan, kenapa sahabatnya terlihat begitu sedikit gundah dan gelisah saat seorang perempuan mengabaikannya? Biasanya Jeevan tidak terpengaruh ketika Maura marah dan membiarkannya tanpa kabar berhari-hari, tapi sekarang saat Vale mengabaikannya baru satu hari saja sikap Jeevan seperti kebakaran jenggot.

"Serius?" Kenzie bertanya tidak percaya.

"Lo pikir gue bercanda?" Jeevan membalikan tubuhnya menatap Kenzie dengan wajah kesal dan suara sedikit meninggi.

"Terus kenapa jadi marah-marah? Bukannya dulu Maura juga kaya gini, tapi lo biasa aja tuh?" tanya Kenzie lagi sedikit menyindir mengingatkan Jeevan.

Ucapan Kenzie sontak membuat Jeevan terlihat sedikit gugup dan malu, dirinya juga bingung kenapa harus seperti ini ketika Vale mengabaikan dirinya, apalagi menolak semua pemberiannya yang membuat Jeevan hampir putus asa.

"Gue nggak tahu," jawab Jeevan suaranya terdengar sedikit kecil karena malu tentang perasaannya.

"Lo mulai bucin, ya. Hahaha?" ledek Kenzie terus menggoda Jeevan yang wajahnya mulai sedikit kemerahan karena malu.

Benar saja wajah Jeevan mendadak memerah karena malu, apalagi Kenzie mulai terus menggoda dirinya tanpa henti membuatnya sedikit kesal.

"Nggak! Siapa bilang?" tampil Jeevan dengan suara terdengar sedikit meninggi dan gugup menutupi perasaannya.

Namun Kenzie tidak percaya dengan jawab sahabatnya, nampak terlihat sangat jelas di raut wajah Jeevan menyimpan rasa kesal, resah dan gelisah. Memang benar jika Jeevan saat ini sedang dilanda rasa gundah dan gelisah karena Valerie masih mengabaikannya sejak kemarin, sejak dirinya tiba-tiba saja menciiumnya.

"Nggak usah bohong sama gue. Lo bikin salah sampai dia marah lagi?" kedua bola mata Kenzie menatap Jeevan begitu lekat menatapnya.

Apakah Jeevan harus memberitahukan Kenzie yang sebenarnya kejadian kemarin saat Jeevan tiba-tiba saja menciiumnya. Sebenarnya Jeevan tidak mau melakukannya, namun perasaannya tidak bisa dibendung lagi sejak lama. Sejak pertama kali melihat Valerie, memang Jeevan sudah mulai menyukainya. Perasaan yang lama muncul karena seseorang seolah muncul untuk Vale, meskipun Jeevan tahu jika Valerie bukanlah Namira, cinta pertamanya.

"Jawab! Malah diem lagi?" suara Kenzie menyadarkan Jeevan yang kebingungan harus memulai dari mana.

Jeevan menarik napas sesaat mencoba menenangkan dirinya dari rasa gugup yang melanda sejak tadi, seraya mengumpulkan kekuatan untuk mengakui kesalahan yang telah diperbuat olehnya. Mungkin kesalahan besar baginya. Kedua bola mata Kenzie masih terus menatapnya mengawasi gerak-gerik Jeevan.

"Kemarin nggak sengaja gue ciuum dia," jawab Jeevan dengan suara terdengar kecil karena malu seraya menundukkan kepalanya.

Sontak Kenzie terkesiap mendengar apa yang baru saja diucapkan oleh Jeevan, apa dirinya tidak salah dengar? Jeevan menciuum Valerie? Kedua bola mata Kenzie membulat sempurna menatap tajam ke arah Jeevan yang masih malu menundukkan kepalanya. Wajahnya mendadak kembali memerah dan berusaha menyembunyikannya dari Kenzie karena takut menjadi bahan ejekan.

"What! Serius lo?" Teriak Kenzie kaget sehingga suaranya terdengar menggelegar di dalam ruangan kerja Jeevan.

1
Black Swan
Pengen gue getok si Jeevan🤣🤣🤣🤭
Black Swan
Up tiap hari ya thor, 😍😍
Rain
Helo… aku apresiasi karyanya ya. Smoga semangat terus berkarya kaka🙏😍
mama Al
lanjut
❄Snow white❄IG@titaputri98: Siap, Kak. Up tiap hari kok🥰👍
total 1 replies
Black Swan
Jeevan mulai bucin, 😄😄🤣🤣suka sama second lead nya ini Kenzi🤭🤭😍
Black Swan
Jeevan bener-bener lo ya, main sosor aja🤣🤣🤣
mama Al
aku mampir
Ig : Author_fanie.liem
👍👍semangat ka
beautiful world
💪semangat ya
☘️🍀Author Sylvia🍀☘️
luar biasa

ku kasih bintang lima biar author nya tambah semangat lagi🤭💪
☘️🍀Author Sylvia🍀☘️: sama sama kak
total 2 replies
Black Swan
Sama-sama punya cinta pertama masing-masing, dan sama-sama belum bisa move on, mantapppp thor😄
Black Swan
Omo-omo Jeevan😄😄😍😍🤭🤣
Black Swan
Cinta segi tiga ini namanya
mary dice
hayoo kenapa? 😀lanjutkan ya
❄Snow white❄IG@titaputri98: 😄hayoo kenapa
total 1 replies
Black Swan
🤣🤣Rania🤣🤣🤣🤣
❄Snow white❄IG@titaputri98: 😄😄😄Rania diluar kendali kak🤭
total 1 replies
Black Swan
Kak masih kuranv banyak kak🤣🤣lama nunggu besok
❄Snow white❄IG@titaputri98: Astagfirullah itu udah banyak loh😄😄😄
total 1 replies
Quinncy Lin
keren kak 😍😍😍
Black Swan
Makin seru😍😍😍
❄Snow white❄IG@titaputri98: Makasih, Kak. stay terus ya cerita Jeevan sama Valerie 😍
total 1 replies
Black Swan
second couple😍😍😍
kaget gak tuh, kagetlah masa enggak
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!