Namaku adalah Rida,usiaku 21 tahun.
hidupku selalu penuh dengan cerita yang tak terbaca, penuh kejutan dan misteri yang harus aku jalani.
hingga aku harus tersesat di sebuah dimensi lain dan bertemu dengan beberapa orang asing di sana.
namun yang membuatku merasa debaran aneh adalah sang kaisar yang selalu membuatku menjadi seorang yang acuh karena sikapnya.
mohon bijaksana dalam membaca, karena ini hanyalah cerita fiksi belaka.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon shafrilla, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Makan ber tiga
" Apa yang kau lakukan disini komandan." seru kaisar Zain pada komandan Zhao, yang membuat komandan Zhao tersedak saat makan.
" yang mulia kaisar!." seru komandan Zhao " yang mulia." guman Rida
" mengapa kau berada di sini komandan." tanya kaisar Zen kepada komandan Zhao.
" duduklah kemari yang mulia, mari kita makan." pinta Rida.
" nona rida meminta saya untuk mencicipi masakannya yang mulia." komandan zhao berpura-pura, karena dia tidak ingin dimarahi oleh kaisar Zain.
" dasar komandan bermuka cicak, enak aja aku Yang yang dijadikan kambing hitam." guman Rida dalam hati.
" duduklah yang mulia aku akan mengambilkan makanan untukmu." seru Rida kepada kaisar Zain, untuk sesaat kaisar Zain ingin menolak tapi saat tangannya ditarik oleh Rida. entah mengapa dia hanya diam saja dan duduk di samping Rida.
" cobalah memakan masakan nona Rida yang mulia." seru komandan Zain. tak ada kata yang dikeluarkan komandan Zen saat Rida mulai menyiapkan makanan itu dan memberikan pada kaisar, entah malu atau menjunjung harga dirinya kaisar hanya menatap makanan itu. karena saking geramnya Ridha melihat hal itu kemudian dengan spontan Rida langsung mengambil nasi itu dan menyuapi kaisar Zain.
" ak..makan." Rida yang menyodorkan makanan di mulut kaisar Zain. hal itu membuat kaisar Zain tersentak, karena tak ada wanita yang berani berlaku seperti itu padanya.
" bagaimana rasanya?." tanya Rida kepada kaisar Zain,kaisar Zain tidak mengeluarkan suaranya dia hanya mengangguk tanda kalau makanan itu enak.
" kan aku bilang makananku enakan, dasar mulutmu aja komandan Yang ember bermuka dua mulutnya seperti wanita. males aku kalau aku memasak lagi memberikan masakanku padamu. tanpa sengaja Rida terus menyuapi kaisar Zain, tanpa di duga kaisar zain malah menuruti kelakuan Rida. timbul debaran aneh di dada kaisar Zain karena tak ada seorang wanita pun yang bisa memerintah dirinya atau dia mau menuruti perintah seorang wanita, hingga tak terasa makanan itu telah habis di mulut kaisar Zain.
" nona rida besok aku boleh kesini lagi tidak saat kau masak?." tanya komandan Zhao kepada Rida " ogah males aku sama kamu komandan, kamu itu pandai berbahasa basi." guman Rida kepada komandan Zhao.
" aku akan datang bersama kaisar Zain besok pagi oke." 👌👌 seru komandan Zhao .hal itu membuat kaisar zain langsung tersedak makanannya.
" uhuk uhuk uhuk.." kaisar yang terbatuk karena omongan komandan Zain.
" ya ampun Yang mulia, jangan terlalu terburu-buru makannya." kemudian Rida mengambilkan minuman untuk kaisar Zain dan mengelus punggung kaisar Zain, seolah dia adalah anak kecil yang sedang tersedak.
" khem khem, Oya nona Rida kami harus kembali dulu karena aku ada keperluan dengan komandan Zhao kuman kaisar Zen kemudian berdiri hendak pergi dari kediaman Rida
" baiklah jawab Rida kemudian mengantarkan mereka berdua keluar dari kediamannya. beberapa saat kemudian datang seorang pria muda yang tampan mendatangi Rida. " nona Rida!." seru pria muda tampan itu.
" iya." jawab Rida
" saya murid dari tabib sing yang beberapa bulan yang lalu di ajak ke desa meng." jawab pria tampan itu.
" oh.. jadi kau murid pria berperut lebar itu?." tanya Rida.
" ya nona." jawab pria muda itu.
" ada perlu apa?." tanya Rida
" guru saya meminta anda untuk tuk datang yang ke tempat kami nona rida, semoga anda berkenan untuk kesana." jawab pria muda itu kemudian sang kaisar yang tidak jadi melanjutkan perjalanannya itu menatap interaksi kedua manusia.
" itu siapa dia komandan?." tanya kaisar kepada sang komandan
" entahlah Yang mulia, ada apa memangnya?." tanya komandan Zhao
" aku tidak pernah melihat pria itu dan semenjak kapan Nona Rida seakrab itu dengan seorang pria?." tanya kaisar zain yang hatinya mulai sedikit ada setruman.
" kaisar tunggulah di sini aku akan bertanya sebentar." komandan zhao buru-buru langsung mendatangi Rida.
" loh komandan, lagi apa kesini?." tanya Rida lagi
" Anda berbicara dengan siapa nona rida?." tanya komandan zhao kepada Rida.
" saya murid dari tabib sing, yang beberapa bulan lalu diajak ke desa meng, komandan." seru pria muda itu
" o.. o jadi kau murid tabib sing, ada keperluan apa kau kemari?." tanya komandan zhao
" guru ingin meminta kesediaan nona Rida untuk datang ke kediaman tabib sing." Jawab pria muda itu.
biar ceritanya bedah dr yg sudah"
kosa katanya kayak terjemahan bahasa Inggris