NovelToon NovelToon
The Secret of Love

The Secret of Love

Status: tamat
Genre:Romantis / Action / Fantasi / Romansa Fantasi / Tamat
Popularitas:697.6k
Nilai: 4.8
Nama Author: embun_senja

Menceritakan tentang kehidupan seorang gadis yatim piatu yang mengalami masa-masa sulit dalam kehidupannya.

Semua bermula sejak kematian kakeknya yang tewas terbunuh saat dia masih kecil, hingga dirinya yang dijual dan dijadikan sebagai gadis penghibur di sebuah rumah bordil ternama yang mengubahnya menjadi salah seorang wanita penghibur yang menjadi favorit para bangsawan dan pejabat istana.

Hingga suatu saat, dia harus memutuskan untuk masuk ke lingkungan istana karena kematian kekasihnya yang ternyata dalang dari seseorang yang tinggal di istana.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon embun_senja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part 21

Mei Yin masih berdiri memandangi Pangeran Zhao Li dengan tatapan penuh tanda tanya. Dia ingin Pangeran melupakannya dan menjalani kehidupan tanpa harus tersiksa karena kerinduan akan dirinya.

"Aku tahu aku egois. Aku tahu kamu tidak suka karena aku hanya menjadikanmu sebagai pelampiasan rinduku untuk gadis itu. Itu semua karena aku sangat mencintainya dan aku tidak bisa melupakannya, tapi entah mengapa aku seakan melihatnya dalam dirimu yang membuatku ingin selalu dekat denganmu. Maafkan aku, pergilah. Aku tidak akan menahanmu lagi," ucap Pangeran Zhao Li yang membelakanginya.

Mei Yin menatap Pangeran Zhao Li dengan air mata yang mulai jatuh. Ini mungkin jalan yang terbaik untuknya. Dia tidak ingin terjebak dalam permainannya sendiri. Dia ingin membuat Pangeran senang dengan berpakaian seperti dirinya yang dulu, tapi ternyata itu semua membuat Pangeran Zhao Li semakin terobsesi akan dirinya dan membuatnya semakin merasa bersalah.

"Pangeran, maafkan aku. Aku harus pergi," ucap Mei Yin sambil menunduk dan kemudian melangkah pergi meninggalkan Pangeran Zhao Li yang tengah meneteskan air mata karena harus merasakan kehilangan untuk kedua kali.

Mei Yin pergi meninggalkan istana dan menuju ke padang bunga. Dia ingin menangis di depan makam Lian. Dia merasa berdosa karena hatinya kini tidak lagi setia. Dia ingin meminta pengampunan pada Lian karena perasaannya yang sudah mendua.

"Lian, maafkan aku. Maafkan aku, karena aku sudah mencintainya. Maafkan aku karena cintanya yang begitu besar padaku telah menggoyahkan hatiku," ucap Mei Yin sambil menangis di depan makam Lian.

Perlahan, angin berembus dan menerbangkan bunga-bunga putih itu. Anginnya bertiup dengan lembut menerpa wajahnya. Dan dia melihat sosok Lian yang berdiri di sampingnya dan tersenyum padanya. "Berbahagilah, karena aku akan bahagia jika melihatmu bahagia," ucap Lian dengan senyum dan perlahan mendekatinya seraya menghapus air matanya.

"Jemputlah kebahagiaanmu, jangan merasa bersalah padaku. Aku tidak akan pernah bisa marah padamu, karena aku akan selalu mencintaimu," ucap Lian yang berbisik lembut sambil memeluknya mesra.

Mei Yin menangis dalam pelukan Lian hingga perlahan bayangan Lian mulai menghilang bersama angin yang berembus dengan membawa bunga putih.

"Lian, Lian!!" teriak Mei Yin yang tiba-tiba terbangun dan mendapati dirinya tengah terbaring di samping makam Lian. Ternyata, Mei Yin bermimpi bertemu dengan Lian. Mimpinya itu terasa begitu nyata, hingga tanpa sadar air matanya mulai jatuh.

"Aku akan bahagia, aku akan bahagia untukmu. Aku akan menjemput kebahagiaanku. Terima kasih Lian, aku mencintaimu," ucap Mei Yin dengan senyum.

Sebelum pergi, Mei Yin sempat menari di depan makam Lian. Dia ingin memberikan sebuah tarian yang indah untuk kekasihnya itu. Sebagai rasa terima kasih atas semua yang sudah Lian berikan untuknya.

Mei Yin kemudian melanjutkan perjalanan untuk kembali ke rumah Jenderal Chang Yi dengan menunggangi kuda yang memang di sediakan untuknya. Namun, di tengah jalan dia dihadang oleh beberapa orang bertopeng yang sudah berdiri di depannya.

"Cepat, tangkap gadis itu!!" perintah salah satu orang dari gerombolan itu. Mereka kemudian memacu kudanya dan mendekati Mei Yin. Mei Yin yang mulai sadar kalau dia menjadi incaran orang-orang itu langsung saja berbalik dan berlari dengan kudanya.

"Cepat, tangkap dia dan jangan biarkan dia lolos!!"

Dengan sekuat tenaga, Mei Yin terus memacu kudanya, tapi orang-orang itu dengan mudah bisa mengejarnya dan segera menghentikannya.

"Lepaskan aku!! Siapa kalian?" teriak Mei Yin sambil berontak ingin melepaskan diri.

"Diam!!" bentak salah seorang dari mereka sambil menampar wajahnya dengan keras hingga membuatnya terjatuh ke tanah.

"Angkat dia dan bawa dia ke tempat persembunyian kita." Mereka kemudian membawa tubuh Mei Yin yang telah pingsan ke suatu tempat.

Sementara Pangeran Zhao Li, mulai merasa bersalah karena membiarkan Mei Yin pulang begitu saja. Hatinya mulai gelisah karena tidak ingin kehilangan untuk kedua kalinya, tapi dia berusaha untuk bisa menerima keputusan gadis itu.

Sudah setengah hari Mei Yin disekap di sebuah gubuk di dalam hutan. Dengan mata yang ditutup dan mulut yang disumpal, membuat Mei Yin tidak tahu sekarang dia ada di mana.

"Bagaimana, apa Ketua sudah datang?" tanya salah seorang dari mereka pada temannya yang baru saja muncul.

"Sebentar lagi. Kita tunggu saja di sini dan jaga gadis itu baik-baik jangan sampai dia kabur," jawab laki-laki itu.

Mei Yin yang mulai tersadar hanya bisa mendengar perbincangan mereka samar-samar. Dia tidak tahu kenapa dia disekap di tempat itu.

*****

"Liang Yi, ada apa kamu datang ke sini? Apakah, Huanran sudah menceritakan semuanya padamu?" tanya Pangeran Zhao Li ketika melihat Liang Yi datang berkunjung ke istana.

"Menceritakan tentang apa? Aku saja belum bertemu dengannya sejak dia ada di sini. Ibu menyuruhku membawakan makanan kesukaannya karena ibuku mencemaskannya," jawab Liang Yi yang membuat Pangeran Zhao Li merasa heran.

"Apa maksudmu dia belum kembali ke rumah? Sudah setengah hari yang lalu dia keluar dari istana."

Kedua pemuda itu saling menatap heran. Pangeran Zhao Li mulai merasa khawatir karena perjalanan dari istana ke kediaman Jenderal Chang Yi hanya butuh waktu satu jam saja. Tanpa menunggu lama, kedua pemuda itu kemudian keluar dari istana dengan kuda mereka dan segera menuju ke rumah Jenderal Chang Yi untuk memastikan apakah Mei Yin sudah kembali atau tidak.

"Jiao Yi, apakah Huanran sudah kembali?" bisik Liang Yi pada adiknya itu.

"Belum, Kak. Memangnya, ada apa?"

"Tidak apa-apa, aku pergi dulu," ucap Liang Yi yang terlihat khawatir setelah mendengar jawaban adiknya itu. Dengan segera, Liang Yi menemui Pangeran Zhao Li yang sementara menunggunya di perbatasan jalan rumahnya.

"Kenapa Huanran belum juga kembali ke rumah? Mestinya dia sudah ada dari tadi, tapi kenapa dia belum muncul juga," ucap Liang Yi khawatir.

"Apa Huanran sudah ada di rumah?" tanya Pangeran Zhao Li ketika melihat Liang Yi datang mendekatinya. Liang Yi menggeleng tanpa suara dengan wajah yang terlihat begitu cemas.

Kedua pemuda itu semakin mengkhawatirkan keadaan Mei Yin. Terutama Pangeran Zhao Li, dia merasa bersalah karena membiarkan gadis itu pulang dengan perasaan terluka.

Seorang gadis yang memakai penutup wajah terlihat baru saja datang ke tempat penyekapan Mei Yin. Tanpa berkata apapun, gadis itu kemudian mendekati Mei Yin yang sementara duduk di lantai dengan mata yang ditutup dan mulut yang disumpal.

Gadis itu kemudian menarik tubuh Mei Yin dengan kasar dan mendudukannya di sebuah kursi. Kain penutup mata kemudian dilepaskannya dengan kasar.

Mei Yin menatap orang-orang yang ada di depannya dengan sorot mata yang masih silau karena sudah hampir sehari matanya ditutup. Tak lama, kain yang menyumpal mulutnya pun dibuka. "Kalian siapa? Kenapa aku di bawa ke tempat ini?" tanya Mei Yin.

Gadis berpenutup wajah itu hanya menatap lurus ke arahnya dan langsung saja menampar wajahnya. "Jangan pernah berteriak di depanku!! Sudah cukup aku bersabar dan kini kesabaranku itu sudah habis dan kamu sebentar lagi akan mati," ancam gadis itu.

"Siapa kamu? Kenapa kamu ingin membunuhku?"

"Kamu tidak perlu tahu siapa aku, tapi aku sangat membencimu dan aku ingin kamu menjauh dari orang yang aku sayangi karena itu kamu harus mati!!" ucapnya sinis.

"Setelah ini, kalian boleh bersenang-senang dengannya. Setelah kalian puas, kalian boleh membunuhnya dan jangan sampai kalian gagal seperti teman-teman kalian waktu itu. Aku tidak ingin berurusan dengan wanita seperti ini lagi," ucap gadis itu yang kemudian pergi meninggalkan mereka.

"Baik, Nona. Kami akan segera menghabisinya," ucap salah seorang dari mereka sambil menunduk di depan gadis itu.

Hari menjelang malam ketika mereka membawa Mei Yin ke atas sebuah tebing. Mata dan mulut gadis itu tidak lagi ditutup. Mereka seakan begitu menikmati setiap teriakan gadis itu yang meronta dan memohon untuk dibebaskan.

"Aku mohon lepaskan aku," rintih Mei Yin yang terasa memilukan. Wajahnya terlihat pucat. Bibirnya kering karena seharian tidak diberi minum. Sudut bibirnya berdarah karena ditampar. Dan kini, dia di kelilingi oleh sekelompok laki-laki yang menatapnya penuh nafsu. Mei Yin yang berusaha untuk menghindar hanya menjadi bulan-bulanan mereka, hingga salah satu dari laki-laki itu berlari ke arahnya dan merobek bajunya.

"Jangan sentuh aku, pergi kalian!! Kalau tidak, aku akan melompat dari tebing ini," ancam Mei Yin.

Mendengar ucapan Mei Yin membuat mereka tertawa dan malah semakin mendekatinya. Salah seorang laki-laki kemudian meraih tubuh Mei Yin ke dalam pelukannya. Mei Yin berusaha untuk berontak dan sempat mencakar wajah laki-laki itu hingga membuat dia marah dan menampar wajah Mei Yin dengan keras hingga membuat gadis itu jatuh tersungkur ke tanah.

Antara sadar dan tidak, Mei Yin merasakan seseorang ada di atas tubuhnya dan mencoba membuka pakaiannya, hingga tiba-tiba saja orang itu tersungkur jatuh ke samping tubuhnya dengan sebuah anak panah yang menancap di punggungnya. Perlahan, Mei Yin menatap ke arah dua orang pemuda yang datang mendekatinya, tapi setelah itu pandangannya mulai gelap dan akhirnya diapun tidak sadarkan diri.

Kedua pemuda itu yang terlihat marah mulai bertarung dengan gerombolan penculik itu dengan ganasnya. Mereka seakan marah karena sahabat mereka diculik dan diperlakukan seperti itu.

"Liang Yi, jangan biarkan mereka lolos. Bunuh mereka dan sisakan satu untuk kita interogasi!!" teriak salah seorang dari kedua pemuda itu yang tidak lain adalah Pangeran Zhao Li.

Liang Yi yang marah karena adik angkatnya diculik tanpa belas kasihan membunuh orang-orang itu. Dengan pedangnya sendiri, dia membunuh mereka hingga membuat separuh dari penculik-penculik itu melarikan diri, tapi keahlian Pangeran Zhao Li dalam memanah telah menghentikan langkah mereka, karena anak panahnya yang melesat tepat ke arah tubuh mereka.

Liang Yi kemudian berjalan mendekati salah seorang penculik yang sengaja tidak dibunuh untuk mencari tahu informasi darinya, tapi langkahnya terhenti karena penculik itu tiba-tiba menelan sebuah pil yang langsung saja membuat mulutnya berbusa dengan wajah yang membiru. Rupanya, penculik-penculik itu telah dibekali dengan sebuah pil beracun untuk membunuh diri mereka sendiri kalau mereka dalam keadaan terdesak.

Pangeran Zhao Li kemudian mendekati tubuh Mei Yin yang sudah tidak sadarkan diri. Dia sangat marah ketika melihat kondisi Mei Yin yang sangat memprihatinkan dengan sebahagian bajunya yang sudah robek dan sudut bibirnya yang mengeluarkan darah.

Pangeran Zhao Li kemudian membuka jubahnya dan menutupi tubuh Mei Yin dengan jubahnya itu dan menghapus darah yang mengalir di bibir Mei Yin dengan jarinya. Dia terlihat marah hingga kedua tangannya dikepalkannya dengan kuat. Pangeran Zhao Li menatap wajah Mei Yin dengan perasaan bersalah hingga tanpa sadar membuatnya menitikkan air mata.

"Liang Yi, kamu harus mencari tahu siapa dalang di balik penculikan Huanran. Aku tidak akan rela jika Huanran diperlakukan seperti ini dan aku tidak akan tenang sampai orang itu ditemukan!!" ucap Pangeran Zhao Li geram.

"Jangan khawatir, aku akan mencari tahu karena aku juga tidak akan tenang karena bisa saja orang itu akan kembali menyakiti Huanran."

Malam itu juga, mereka memutuskan untuk kembali ke istana. Mayat-mayat penculik itu dibiarkan bergelimpangan. Liang Yi memeriksa tubuh mereka satu persatu untuk mencari petunjuk dan yang dia dapati hanya sebuah tato yang kesemua penculik itu memilikinya. Tato bergambar bunga mawar merah.

Setibanya di istana, Pangeran Zhao Li kemudian membawa Mei Yin yang masih tidak sadarkan diri ke dalam kediamannya. Tubuh gadis itu dibaringkan di atas tempat tidurnya.

"Aku tidak akan membiarkan siapapun menyakitimu, aku janji padamu," ucap Pangeran Zhao Li lirih sambil membelai lembut wajah Mei Yin yang masih tidak sadarkan diri.

Semalaman, Pangeran Zhao Li menemani Mei Yin tanpa tidur sedikitpun. Dengan penuh perhatian, Pangeran Zhao Li menjaga Mei Yin yang terkadang mengigau memanggil kakeknya hingga membuat Pangeran Zhao Li memeluknya. "Maafkan aku karena kamu harus mengalami peristiwa yang menakutkan ini," ucap Pangeran Zhao Li sambil memeluk tubuh gadis itu.

Mei Yin perlahan membuka matanya dan mendapati tubuhnya dalam pelukan Pangeran Zhao Li. Samar-samar, dia mencoba mengingat kembali peristiwa yang dialaminya itu dan tiba-tiba saja tangisannya pecah ketika dia mulai mengingat semuanya.

"Menangislah, maafkan aku," ucap Pangeran Zhao Li yang semakin erat memeluk tubuh gadis itu. Mei Yin menumpahkan rasa sedih dan takutnya dalam pelukan Pangeran Zhao Li. Dia merasa aman ketika dalam pelukan pemuda itu hingga membuat kedua tangannya merangkul erat punggungnya.

"Aku tidak akan membiarkan siapapun menyakitimu lagi. Aku akan menjagamu dan tetaplah kamu ada di sisiku," ucap Pangeran Zhao Li yang membuat Mei Yin mengangguk pelan.

Malam itu, Mei Yin seakan menemukan kehangatan pelukan yang sudah lama dia rindukan. Kehangatan pelukan dari Lian, kini dia rasakan dari sosok Pangeran Zhao Li. Perhatian dan kepedulian pemuda itu membuatnya merasa nyaman, sama seperti yang dia rasakan saat bersama Lian.

1
秦柔
this is very touching /Sob/
Yaser Levi
sampai episode ini, udah gak ada gregetnya, cinta kok pindah2 gak jelas..mn rajanya bego lagi ..udahan lah..
Kalief Handaru
ceritanya bagus
Purwanto Purwanto
sanfat menguras emosi
Novie Achadini
karya yg lainnya apa thor aku suka sama critanya
Novie Achadini
ceritanya bagus bgt thor
Oi Min
Ah.... Ruwet
Oi Min
Mei Yin cuma cinta ma putra mahkota saja?? Akankah dia bsa jatuh cinta lagi??
Oi Min
Jadi Liang Yi akan ttp jdi kakak dan sahabat Mei Yin
Oi Min
Apa Mei Yin akan jatuh cinta lagi.... Siapa yg akan jadi jodohnya Mei Yin??
Oi Min
Jdi.... Siapa yg memburu Mei Yin sampe2 Lian berkorban nyawa??
Oi Min
Nangis aq tor...... Syedih..... 😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭
Oi Min
Ah.... Lian so sweet dech.....
Apa Lian itu kekasih yg di sebut di prolog itu.... Yg mati krna orang istana??
Oi Min
Jendral Cang Yi sdah lupa ma Mei Yin kah??
evilnasry_
aku bahagia mendengar meylin akhirnya hidup bahagia,,dan tak ku sangka season keduanya sdh lebih dulu selesai ku baca dibandingkan season pertamanya,,karyamu sngatt bguss thorr semangat lagi untuk berkarya👍💪
❤time traveller❤
sedia tissue
♥️♥️time travelers ♥️♥️
sedih bgt ceritanya . mudah mudahan happy ending
mejik tutik
yang benar itu yg gimanaaa?
Sri Farsan
kebanyakan bawang thor,,, nyesek ak
(*) 😑 Oppa gabut😁😐😤
di cerita ini tokoh utama nya siapa🤔
bingung aku🤔🤔
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!