NovelToon NovelToon
Hati Lunara

Hati Lunara

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis
Popularitas:53.9k
Nilai: 4.8
Nama Author: Muf

Perjuangan menggapai sebuah filosofi emosi bernama cinta, untuk hati yang selalu menangisi lingkaran rindu tak berujung di masa kecilnya kepada Ayah Bunda

Sebagaimana puisi yang menyimpan banyak makna dari setiap rangkaian kata
Begitu juga hidup yang menyimpan banyak rahasia dari setiap rangkaian peristiwa

Seorang gadis bernama Lunara yang hidup dengan takdir yang seolah seperti terus mempermainkan hatinya

"Cinta itu anugerah, jika aku tidak bisa mencintaimu sebagai pendamping hidupku, maka aku akan mencintaimu sebagai adikku" - Juan

"Saya bukan pengecut, tapi mencintai dia dalam do'a-do'a saya adalah bukti terbesar cinta saya untuk dia" -Reyhan

"Layaknya puisi... kamu itu ibarat sajak yang membuat kalimat lebih indah, kamu adalah inspirasi yang tidak bisa aku hentikan" -Luna

Ini novel pertamaku
Semoga kalian suka ya 😊
.
.
.
Ig @inrosas_

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Muf, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 20

Hawa dingin seketika menyingkap seluruh tubuh Luna, dia ingin berbalik namun keberanian tidak sepenuh itu, dia berpikir untuk lebih memilih lari di banding berbalik terlebih dahulu. Tanpa aba-aba dia pun mendorong kedua kakinya secepat mungkin

"Luna!!"

Ehh? Kok penjahatnya tau nama gue?

Luna berhenti heran mendengar orang tersebut meneriaki namanya namun masih belum berani berbalik, tepat setelah itu suara langkah kaki mulai mendekat padanya, Luna pun dengan perasaan yang masih was-was memberanikan dirinya berbalik, di hela nya nafas lega begitu tau siapa orang yang membuat nya lari ketakutan semenit yang lalu

"Kok dokter bisa ada disini sih?"

Tanyanya begitu orang tersebut yang tak tak lain adalah Rey sampai di hadapannya

"Harusnya saya yang nanya, kamu ngapain sendirian disini semalam ini?"

Mata Rey melirik koper di lengan kanan Luna

"Ini kenapa pake bawa koper juga?"

Lanjutnya kemudian

"Ehh saya... saya..."

Jujur saja Luna tidak memiliki ide atau alasan apapun yang bisa dia jelaskan ke pria di hadapannya itu, mengerti akan kebingungan Luna Rey pun mengalihkan pertanyaannya

"Biar saya antar, kamu mau kemana"

Luna mendongak dengan wajah tampak berpikir

"Kamu gak ada pilihan, saya tetap akan antar kamu, ini udah malam"

Luna kembali menunduk mendengarnya, tanpa menunggu jawaban Luna, Rey dengan sigap mengambil alih koper di genggaman wanita itu, Luna masih tertunduk hanya mengikuti langkah Rey dari belakang

- - -

Begitu sampai di sebuah parkiran apartemen di tengah kota Luna melihat ke arah dua orang yang tidak asing di matanya sedang bolak-balik cemas di depan pintu masuk lobi apartemen tersebut, mereka adalah Vani dan Dira yang tengah mencemaskan keberadaan Luna.

Rey dan Luna turun dari mobil mendekat ke arah Vani dan Dira dengan Rey yang masih membawa koper Luna, menyadari ada yang datang, spontan Vani dan Dira menoleh, melihat siapa yang datang, kantuk yang dirasa Vani sejak tadi mendadak hilang dan senyumnya mekar seketika seperti hatinya

"Ehh dokter serindu itu sama saya sampe modus nganterin Luna gitu demi ketemu saya"

Kata Vani dengan percaya dirinya menyambut kedatangan Luna dan Rey

Dira menjetik kening Dira cukup kuat

"Woii!!"

Teriak Vani meringis kesakitan dengan bar-barnya, teringat sedang ada Rey di depannya ia redam kemarahannya

"Ihh apaan sih Dira sakit tau"

Keluh Vani dengan suara lembut yang di buat-buat

"Maaf ya gue jadi ngerepotin gini, ke dokter Rey juga"

Sahut Luna kemudian

"Ihhh maaf mulu, gak ada yang salah sampe loe harus minta maaf, kayak sama siapa aja sih"

Kesal Dira mendengar Luna yang terus mengucap maaf

"Tulll... Kita tuh keluarga, iya gak Dir?"

Sambung Vani sambil merangkul Dira

Luna tersenyum haru melihat perhatian kedua sahabatnya yang selalu ada untuk dirinya

"Saya gak merasa di repotkan, jangan sungkan untuk minta bantuan ke saya, InsyaAllah saya akan bantu sebisa saya"

Tutur Rey begitu tuluss

"Ooo..... sweett bangett, makasih ya dok, saya jadi terharu"

Sekat Vani sambil menyeka bawah matanya meski tak ada air mata disana

"Bukan ke elo ****!"

Tukas Dira yang dibalas jelingan mata Vani

"Sekali lagi terima kasih banyak dok"

Rey mengangguk mengiyakan Luna

"Kalau begitu saya permisi pulang dulu"

Pamit ia kemudian.

"Iya makasih juga ya dok udah nganterin Luna"

Kata Dira menjawab pamitan dari Rey

"Sebentar dok"

Tahan Luna yang membuat Rey kembali berbalik ke arah mereka

"Mengenai tadi siang, saya mohon bantuannya untuk ikut event tersebut dan konsultasi juga ke teman dokter yang penulis itu barangkali bisa membantu saya untuk jadi penulis juga"

"Jadi kamu udah memutuskan"

Kata Rey tersenyum

"InsyaAllahh... sepertinya itu yang paling tepat yang bisa saya lakukan di kondisi dan situasi saya sekarang"

"Saya akan hubungi kamu lagi kalau begitu, saya permisi dulu, Assalamu'alaikum"

Ketiga wanita itu pun menjawab serentak salam Rey

- - -

Hening

Hening

Hening

Keheningan kini mengisi apartemen Dira malam ini setelah ketiganya menangis haru mendengar luapan hati Luna yang ia pendam selama ini

"Sekarang tidur Lun, istirahat... Ini saatnya loe bangkit, gue gak larang loe untuk berhubungan sama keluarga loe lagi, tapi untuk sementara loe istirahatin pikiran loe tentang itu, setelah loe tenang, kita juga akn bantu untuk loe cari tau apa yang sebenarnya terjadi"

Dira mengingatkan dengan lembut, Luna pun menuruti dan masuk ke kamar di sebelah kamar Dira, apartemen tersebut memang memiliki dua kamar yang berdampingan, sedangkan Vani tidur bersama Dira agar Luna bisa istirahat lebih nyaman

Meski berada di kamar yang jauh lebih nyaman dari kamarnya namun Luna tetap merasa asing dan tidak nyaman, tubuh nya memang disini, namun pikirannya ada di tempat ia dibesarkan hingga sekarang

Malam semakin larut, namun matanya belum juga mau tertutup, Luna pun akhirnya bangkit dari rebahannya menuju tas kemudian mengeluarkan sebuah buku dan bolpoin, ia berencana menulis saja sampai rasa kantuk akan menyerangnya nanti

Hingga pukul 02.00 pagi tubuh dan pikirannya baru benar-benar terlelap

Keesokan harinya Vani dan Dira di sebelah kamar Luna merasa heran karna sahabatnya itu belum juga terlihat tanda-tanda akan keluar kamar, mulanya mereka mengira Luna kembali tertidur setelah salat subuh karna kelelahan oleh sebab itu mereka tidak tega untuk mengganggu Luna namun jam sudah menunjukkan pukul 07.30, mereka sudah hafal dengan Luna, Luna bukanlah tipe orang yang malas-malasan seperti ini meski dalam keadaan lelah sekalipun dia akan tetap bangun pagi dan melakukan segala aktivitas.

Seketika perasaan cemas menghantui mereka

"Kita cek aja deh ya, kok gue rada khawatir sama Luna"

Kata Dira mulai tak tenang

"Iya juga sih, tapi takutnya dia memang lagi capek malah keganggu lagi"

Jawab Vani bimbang

"Duhh gimana ya, tapi Luna tuh tumben tidurr selama ini mau dia tidur dari jam berapa juga"

Dira dan Vani semakin cemas saat menatap jam dinding di ruang makan itu sudah menunjukkan pukul 8 tepat, sedangkan sejam lagi mereka harus sudah berangkat kuliah

"Gak tenang gue mau berangkat ke kampus kalo belum mastiin Luna, udah ah gue mau cek aja"

Cemas Dira dan langsung bergegas mengetuk pintu kamar Luna meninggalkan Vani di meja makan yang masih sedang menghabiskan sarapannya

tok tok tok

tok tok tok

tok tok tok

Entah sudah kali ke berapa ketukan pintu itu di bunyikan Dira disertai seruan nama Luna namun yang di panggil tidak juga menyahut, semakin cemas Dira pun akhirnya membuma pintu kamar Luna tanpa menunggu jawaban si pemilik kamar

Begitu terbuka dilihatnya Luna memang masih terbaring di ranjang dengan selimut yang membentang seperutnya, Dira mendekat dan menepuk pelan pipi Luna namun ada yang aneh saat kulit tangannya tersentuh, dirasanya hawa panas yang cukup kuat dari pipi dan hembusan nafas Luna, Dira pun semakin gencar membangunkan Luna namun hasilnya nihil

"Vann!!!"

Vani yang sedang minum tersentak ikut khawatir mendengar teriakan Dira kemudian bergegas menyusul

"Van, Luna gak sadar ini gimana"

Ucap Dira panik begitu Vani sampai di depan pintu

....

1
Ris Aurora
tau tauu
In rosas: hahahaa
total 2 replies
Mufa Zurea
Haii para pembaca Hati Lunara

Sekarang novel ini udah hadir kembali dalam judul yang sama. udah jalan 7 episode lohhh. yukk rameinn

Search Hati Lunara, atau nama pena Mufa Zurea

penulis nya masih sama kok. cuma ubah nama aja hihii
Mufa Zurea
Heii pembaca setia Hati Lunara

Sekarang ceritanya udah diperbaiki agar lebih menarik dengan nama penampilan berbeda yaitu Mufa Zurea dan tampil dengan judul "Hati"

Bisa di search pake nama pena atau judulnya yaa. Akan up mulai minggu ini
Darah Biru (Bangsawan)
like + rate bintang ⭐⭐⭐⭐⭐😇 saling mendukung ya Thor 👌
Darah Biru (Bangsawan)
like 👍🏻
Darah Biru (Bangsawan)
like like
Darah Biru (Bangsawan)
jejak dukungan 😇 salam persahabatan
✪⃟𝔄ʀ sⷡεͬɴͦɢͫᴏͦᴛ ʰᶦᵃᵗ🦈
kok lama lanjutanya
Princess Mellow😭♡
Sorry say, baru mampir lagi ninggalin komentar karena author membaca dulu baru berkomentar xixixixi...

5 rate, like, vote msh menunggu...
SEMANGAT!!
Lia Eka Pratama
lanjut
KangHal76608226
Mampir ninggalin jejakk, bacanya ntar yahh 😊
In rosas: siappp makasih yaa
total 1 replies
Lia Eka Pratama
lanjut
In rosas: on process yaa makasih udah bacaa
total 1 replies
Sylffia Winartie
masih memahami alur thor
Retno Lestari
terjadilah luna dan juan hahah
In rosas: wkwkwkwkw
total 1 replies
Ris Aurora
hamil
Lia Eka Pratama
lanjut
In rosas: on process yaa hihi, soalnyaa 3 hari ini tugas padet bangett 😁
total 1 replies
IG : gaharuwood_
hadir bawa like!
✪⃟𝔄ʀ sⷡεͬɴͦɢͫᴏͦᴛ ʰᶦᵃᵗ🦈
lanjut teruuuuuus
In rosas: siapp
total 1 replies
Cytra Anindia Pratama
kasian Luna Ama Juan,knp harus Ade kakak
Lia Eka Pratama
kebongkar jd ade sama kk...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!