Seorang gadis berumur 18 tahun,bernama Wulandari.
Hanya lulusan SMA yang di tinggalkan kedua orang tua nya,lalu di titipkan di panti asuhan yang kemudian di adopsi oleh orang kaya,awal nya Wulan sangat bahagia namun setelah datang Rika anak dari orang tua angkat nya, kebahagiaan itu ber angsur hilang,hingga menjadikan nya seorang gadis mandiri.
Penasaran dengan kisah Wulan,yuk simak terus 😊
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Viya Khairullah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 21 KE PANTI
karena sibuk mengagumi Arga,Rika sampai lupa tujuan nya ke mall itu untuk berbelanja.
"Eh iya aku baru ingat aku kan tadi mau belanja ya!''ucap Rika,ia memegang kaki nya yang tidak sakit sama sekali itu.
Perlahan ia berdiri kemudian berjalan menuju perbelanjaan itu dimana di sana sudah tersusun rapi tas,juga sepatu.
Sementara itu Wulan yang merasa tak enak oleh Rika memutuskan untuk ke panti saja, kebetulan juga Purnama dan Pandu belum pulang.
"Non mau ka kemana?''tanya mbok Tini yang melihat Wulan keluar dengan membawa tas nya.
"Wulan mau ke panti mbok,Wulan rindu sama anak-anak panti"jawab Wulan.
"Tapi non,ibu belum pulang takutnya nanti malah nyariin "ucap mbok Tini agak khawatir
"Mbok tenang saja nanti kalau mama pulang bilangin kalo Wulan ke panti ''ucap Wulan mencoba meyakinkan .
"Tapi non.."
"Udah mbok tenang saja Wulan berangkat dulu ya sudah di tungguin taksi di depan "ucap Wulan,mbok Tini pun terpaksa mengizinkan nya
"Baik non hati-hati!''
Wulan pun berjalan sampai di depan rumah benar saja, ternyata taksi yang ia pesan sudah menunggu,tanpa menunggu lama Wulan pun segera masuk.
Singkat cerita Wulan sampai di depan panti, dimana ia tumbuh setelah kehilangan kedua orang tua nya. Wulan memandang panti dengan perasaan campur aduk.
Susi sang ibu panti kebetulan sedang menyiram tanaman yang berada di depan panti itu.
''Bu!''panggil Wulan pelan.Susi pun langsung menoleh.
"Ya ampun Wulan kamu kesini nak!''susi pun langsung memeluk Wulan.
"Iya Bu,ibu dan anak-anak apa kabar? Wulan rindu"ucap Wulan.
"Ibu dan anak-anak baik-baik saja Wulan,kamu sendiri gimana ? Ini kamu datang sendirian ya,mama dan papa kamu mana?'' tanya Susi celingak-celinguk mencari keberadaan kedua orang itu.Wulan pun menggeleng.
"Tidak Bu! Mama dan papa sedang bekerja aku kesini tadi naik taksi"ucap Wulan.
Singkat cerita susi mengajak Wulan masuk,tak lupa ia menyiapkan makanan untuk Wulan.
Sore hari pun tiba,Wulan masih berada di panti rasa nya ia ingin menginap saja mengingat kelakuan Rika pada nya.
Purnama pulang,berbarengan itu mobil Rika pun juga masuk . Purnama menatap Rika yang baru turun dari mobil dengan membawa banyak belanjaan.
"Loh Rika ,kamu habis belanja?''tanya Purnama.
"Iya ma,gak papa kan bosen banget dirumah Mulu gak ngapain juga"ucap Rika.
"Hem Wulan mana ?'' tanya Purnama tiba-tiba yang membuat Rika langsung melotot tak suka.
"Ya mama Rika tahu.. mungkin saja lagi bermalas-malasan"ucap Rika kemudian masuk Purnama hanya geleng-geleng kepala melihat tingkah Rika yang tak ada sopan santun nya itu.Ia pun kemudian juga masuk.
Sampai di dalam rumah ia mencari Wulan yang tak terlihat,biasa nya saat purnama pulang Wulan menyambut nya tak seperti biasanya.
"Mbok Wulan mana ya ! Apa dia dikamar ?'' tanya Purnama .
"Non Wulan tadi meminta izin pada saya Bu,kata nya mau ke panti"jawab mbok Tini hati-hati.
"Loh kok gak bilang saya dulu,terus dia naik apa?'' tanya Purnama lagi
"Non naik taksi Bu"jawab mbok Tini yang membuat Purnamasari langsung melotot.
"Loh emang gak ada supir?''tanya Purnama lagi.
"Ada Bu cuman non Wulan gak mau merepotkan"jawab mbok Tini apa ada nya.
"Yasudah,terus pulang malam ini kan biar saya jemput "ujar Purnama.
"Gak tahu Bu,non Wulan gak memberitahu kapan pulang "
Purnama pun tampak berpikir,tidak biasanya Wulan diam-diam pergi,"apa ada masalah "batin nya.
Purnama pun berjalan menuju kamar Rika ,ia akan bertanya pada Rika mungkin Rika tahu jika Wulan pergi.
Tok..tok..! purnama mengetuk pintu kamar Rika.
"Mama,ada apa sih ma?'' tanya Rika, Purnama tak menjawab ia pun kemudian langsung masuk dan duduk di kasur Rika.
"Ada apa sih ma?'' tanya Rika lagi.
"Wulan pergi ke panti,apa kamu tahu tentang ini?'' tanya Purnama langsung ke intinya.
"Ya aku gak tahu ma,lagian tadi mama bisa lihat kan aku juga baru pulang belanja"ucap Rika malas .
"Ya barang kali Wulan sempat ngomong ke kamu soalnya dia gak ngabarin mama sama se...."belum selesai purnama ngomong Rika langsung memotong nya.
"Jadi mama nuduh aku penyebab Wulan pergi,mama gak percaya sama anak kandung sendiri,jadi mama lebih sayang sama Wulan Anang angkat dari pada aku yang jelas-jelas anak kandung"Rika berbicara nyaring dengan wajah marah.
"Bukan begitu Rika mama sayang sama kamu,mama juga sayang sama Wulan..mama sayang sama kalian nak,maka dari itu mama mau kamu rukun"
"Wulan itu anak yang baik,dia mudah bergaul kamu bisa kan menganggap Wulan adik kamu sendiri "purnama berbicara lembut agar tak menambah amarah Rika.
"Oh jadi maksud mama aku ini anak yang gak baik gitu,bagus juga Wulan pergi kalau perlu gak usah kembali lagi kerumah ini,ini bukan tempat dia anak pungut seperti dia gak pantas berada dirumah semewah ini"
"Terus apa tadi yang mama bilang, menganggap adik,gak gak sudah aku "ucap Rika yang sungguh keterlaluan.
"Rika cukup !! jangan terus menghina Wulan,Wulan juga anak mama sama seperti kamu.Kenapa kamu sekeras ini,mama dan papa gak pernah mendidik kamu jadi jahat seperti ini!!'' Purnama dengan wajah penuh kecewa menatap Rika lalu meninggalkan kamar Wulan begitu saja.
Rika pun bergegas menutup pintu dengan keras..