Aku adalah Arumi Ayunda, Putri satu-satunya dari konglomerat nomor 1 Indonesia, Kakak Pertamaku adalah Adlan, Kakak Keduaku Arnold, sedangkan Ayahku Abraham Aditama, sedangkan ibuku Paula Singh, keturunan India, ya kakek ibuku orang India.
Hidupku tak seperti kebanyakan putri orang kaya lainnya, aku tak lebih baik dari anak yang hidup di Panti Asuhan.
Jika kedua kakakku ke sekolah Naik mobil dan di antar sopir, juga sekolah di sekolah mahal, aku hanya di sekolahkan di dekat rumah, ke sekolah naik motor di antar ibu pengasuh.
Untuk makan aku harus menunggu keluargaku selesai, barulah aku makan, kejadian ini terjadi setelah ibuku meninggal saat datang mengambil ijazah SD ku, demi menyelamatkan ku ibu di tabrak mobil dan meninggal di rumah sakit setelah 1 Minggu di rawat.
Selesai pemakaman ibuku, semua berubah, ayah dan kedua kakakku mulai membenci ku, hingga aku mati terkurung dalam gudang.
Namun mahakuasa memberikan ku kesempatan, dengan hadirnya jiwa yang lain... ikuti ceritaku
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jhon Dhoe, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab. 21. Gedung terbengkalai.
Bab. 21. Gedung terbengkalai.
Di lain pihak, Neil Budiman lewat sahabatnya yang bekerja di Bank, dia mendapatkan kabar ada lahan 6 hektar di Bintaro, terdapat gedung terbengkalai, 3 bulan lagi akan masuk daftar lelang.
Neil segera melaporkan ke Arumi, apalagi daftar lelang belum di publikasi, karena sangat banyak yang berminat dengan lahan tersebut, otomatis Arumi belum mampu berhadapan dengan developer besar.
Neil Budiman mengusulkan agar di beli langsung ke pemilik nya, keluar uang sedikit lebih besar tidak masalah daripada tidak bisa memiliki tanah seluas itu di Jakarta.
"Lanjutkan, kamu benar, kita beli lewat pemilik nya, anggaplah kita membantu mereka, jika berhasil, langsung robohkan gedung itu dan bangun Langsung, perintah Arumi dan mentransfer uang.
Pemilik lahan sangat bahagia mendapatkan telpon dari Neil Budiman dan mereka langsung janjian untuk bertemu.
Pihak pemilik sudah di desak untuk membayar hutang yang mereka juga sudah tak sanggup bayar, karena tidak investor.
"Tuan Neil Budiman, mari silahkan duduk, ucap Pria paruh bayah pemilik tunggal lahan tersebut.
"Terimakasih Tuan Jonathan, jawab Neil Budiman dan langsung duduk.
Selama hampir satu jam mereka berdiskusi, dan akhirnya mereka sepakat.
"Terimakasih Tuan Neil Budiman, anda sungguh berhati mulia, dengan tidak menawar terlalu rendah, lahan saya walau saya dalam keadaan terpuruk, ucap Tuan Jonathan.
"Sama-sama Tuan, menurut saya, Tuan bisa seperti ini karena faktor Penerus, Putra anda lebih senang menjadi seorang Dokter sehingga Rumah sakit kalian semakin maju, Putri anda lebih fokus mendesain perhiasan juga pakaian, alhasil Konveksi nya sangat terkenal, jadi menurut saya, Tuan Jonathan, sudah waktunya menikmati masa Tua dengan membahagiakan istri, mohon maaf bukan niat hati menyinggung anda, tapi ini bentuk perhatian saya.
Ayah saya seorang Jenderal setahun lagi pensiun, tapi kami semua anak-anaknya, tidak ada yang mengikuti jejaknya, ucap Neil Budiman.
"Hahahaha, kedua anakku juga bilang begitu, mereka tidak nyaman bekerja di bidang saya, mereka juga berkata lebih saya pensiun pensiun dan jalan-jalan kemana saja saya dan istri ingin pergi, atau kalau hanya di Jakarta, anak-anak mereka bisa menemani kami, ucap Jonathan dengan bahagia.
"Baik lah Tuan, besok saya akan mengurus semuanya, tolong semuanya dia persiapkan.
Neil bekerja dengan cepat, karena ada puluhan Perusahaan yang menunggu lahan itu di lelang, Arumi mentransfer 10 triliun, 7,5 triliun untuk membayar lahan sisanya untuk pembangunan.
Seminggu kemudian, Neil Budiman mendatangi bank, pada saat tanggal jatuh pembayaran, dengan membawa seluruh Dokumen pendukung, Neil Budiman akhirnya menyelesaikan pembayaran, sejumlah 5,2 T, total hutang perusahaan Tuan Jonathan.
Jagat bisnis ibukota terkejut, karena di kabarkan bahwa Lahan tersebut telah diakuisisi sebuah perusahaan.
Seminggu kemudian lahan tersebut sah menjadi milik Arumi, dan akhirnya ijin pembongkaran telah Neil Budiman dapatkan.
Sehari sebelum Arumi kembali ke Malang, dia menyaksikan secara langsung pembongkaran gedung yang telah terbengkalai.
Abraham Adhitama mengamuk, karena dia sangat menginginkan lahan itu, dia ingin Perusahaan mantan suami ibunya Arumi di pindahkan kesana, dia berandai-andai lahan itu akan di namai dengan namanya.
Seketika nama AR Property and Development terkenal, sehingga menimbulkan berbagai spekulasi dan pada akhirnya netizen menemukan proyek mereka.
Banyak orang serakah yang gigit jari, secara mereka tidak mau mengeluarkan uang banyak.
Arumi memberikan bonus kepada Neil dan sahabatnya.
Banyak wartawan kini mencari Neil Budiman, lulusan Teknik Sipil terbaik ITB, mendadak viral karena berhasil menjadi CEO di usia Muda.
Waktu terus berlanjut, tak terasa Arumi sudah 7 tahun lebih meninggalkan Rumah.
Usianya sudah 19 tahun lebih, dia ingin bertempur saat dia sudah lulus kuliah, dia ingin Abraham dan kedua anaknya tersingkir dari daftar pebisnis di Indonesia.
Arnold di percayakan menjadi CEO Singh Adhitama Group, masih belum mumpuni.
Dia belum mampu menyelaraskan ambisi dan kerja keras, dia masih terlena dengan kehidupan yang nyaman.
Di televisi kini di tayangkan iklan Produk Susu Kedelai dan Kacang Hijau, produk baru dari Sumber Food.
Iklan tersebut membuat Arnold Adhitama kebakaran jenggot, Perusahaan nya sedang dalam menyusun Formula Susu Kedelai dan Kacang Hijau, dia terkesan dengan produk dari Malaysia.
Arnold tidak tahu, pabrik Mie Instan yang sempat berjaya, kini sedang memperbaiki diri untuk bertarung kembali.
Dan benar saja seminggu kemudian, iklan Produk Mie Instan di release.
Media sosial berbondong- bondong melihat akun khusus untuk mie instan.
Kembali para netizen berseru sang legenda mie instan telah bangun kembali.
Banyak yang penasaran dengan Susu Kedelai dan Kacang Hijau, akhirnya banyak yang mencoba, dan memang selama 3 hari, di gerai khusus sumber Food yang ada Family Mart, pelanggan bisa minum gratis.
Pelanggan merasa kalau Arum Sari Kedelai dan Arum Sari Kacang Hijau lebih gurih dan rasanya lebih alami, dalam komposisinya tertulis 85 % Kedelai dan kacang Hijau murni dan menggunakan pengawet alami.
Begitu juga dengan mie instan, untuk mie instan rebus baru 3 varian, mie goreng baru 1 varian, itupun sudah langsung diserbu.
Sebagian ingin bernostalgia sebagian lagi penasaran, akhirnya viral di media sosial.
Arumi melihat Mie Instan miliknya viral, dia tersenyum, dikontrakan nya, dia mengambil 2 bungkus dan memasaknya.
"Rui, apa kamu tahu distributor yang menjual produk Mie Instan viral itu, banyak pelanggan Pakde menanyakan kapan bisa ada barang nya, ujar pakde di telpon.
"Nanti saya cari, kayaknya masih beredar di Jakarta, besok aku pulang, nanti pakde saya bawakan, kebetulan saat di Jakarta aku membeli nya, ucap Arumi.
Seminggu awal semester 7, tidak terlalu membuat Arumi repot, hanya saja, dia mulai tidak nyaman dengan beberapa senior yang mengulang mata kuliah nya, dan sudah 2 hari ini, mereka selalu mengganggu.
"Halo dek An Rui, selesai kuliah jalan yuk, ajak seorang Mahasiswi Abadi.
"Maaf kak, saya banyak tugas, cari yang lain saja, jawab Arumi.
"Nanti aku traktir beli pakaian, Bagimana? Tawar mahasiswa itu.
"Saya masih punya banyak baju, lagian saya tidak suka menggunakan barang orang lain, tegas Arumi.
"Baiklah, maaf kalau aku gak tau, kalau kamu harganya sangat mahal untuk sekali jalan, tapi kalau butuh uang, ini nomor telpon saya, tuduh mahasiswa itu dengan halus.
"Terserah kamu mau bilang apa, ada karma bagi orang yang suka memfitnah, jawab Arumi dengan nada halus.
Mahasiswa itu kembali ke kursinya, apalagi Dosen sudah datang.
Selesai semua mata kuliah, Arumi langsung pulang, seperti biasa, kedua kakaknya hari ini pulang sore, jadi dia langsung masak, sambil ngemil gorengan.
Selesai masak sudah 4 sore, dia langsung ke kamar mandi dan membersihkan diri.
Sambil duduk santai di temenin kopi dan gorengan, Arumi mencoba membobol handphone mahasiswa usil itu.
Hanya butuh 30 menit, Arumi sudah bisa masuk, ternyata banyak korban nya, dia pacari dan setelah puas di tinggal.
"Ini preman selangkangan, monolog Arumi, terlintas di pikirannya untuk membuat pusaka mahasiswa itu pensiun.
Arumi mengkopi file di handphone mahasiswa itu dan menyimpannya, tak lama berselang ke-dua kakaknya sudah tiba.
"Adikku yang cantik dan baik hati, terimakasih sayang, kakak memang sudah sangat lapar, ucap Marsha ketika melihat makanan telah tertata rapi di meja.
"Mandi dulu, baru makan, ujar Arumi.
penasaran nii