Yuk baca selengkapnya👇
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Gresyst_lee, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Part 21
‘’Barang apa sih?’’
‘’Rahasia, kau tidak perlu tau.’’
‘’Ck.’’ decaknya dan kembali melajukan mobilnya menuju ke perusahaan.
‘’Tuan ini.’’ Chloe mendengus saat melihat meja kerjanya yang benar-benar berada didalam ruangan kerja Nic seperti ucapan pria itu beberapa hari lalu.
‘’Apa kau menyukainya?’’
‘’Tapi tuan ini terlalu ...’’
‘’Jangan protes, ini sudah menjadi kesepakatan kita bukan?’’
Chloe tidak menjawab. Wanita itu membawa langkahnya dan berdiri di samping meja kerjanya.
Kesepakatan apanya, sejak kapan ia setuju untuk bekerja diruangan yang sama dengan Nic? Semua ini kan ulahnya sendiri yang memutuskan begitu saja bahkan sama sekali tidak bertanya pendapat Chloe dan sekarang ia malah mengatakan keputusan bersama. Astaga ingin sekali Chloe berteriak atau bisakah sekali saja ia menjambak rambut pria brengsek dan menyebalkan itu?
‘’Cia, mana ciuman selamat pagi untukku?’’ Nic mendekat dengan bibir yang sudah dimajukan.
Cup
Dengan cepat Chloe mengecup bibir Nic lalu duduk dan berencana untuk memulai pekerjaannya tapi berbeda dengan Nic, pria itu merasa keberatan, ia sedikit membungkukan badannya, menarik tengkuk Chloe dan menciumnya dengan penuh gairah.
‘’Karena sekarang kita satu ruangan, aku perlu ciuman seperti tadi setiap 30 menit sekali. Ingat ciuman seperti yang barusan kulakukan, oke.’’ Setelahnya ia melangkah ke meja kerjanya dengan Chloe yang menatap horor padanya.
Ciuman 30 menit sekali? Pria itu memang tidak ada duanya, pikirannya tidak pernah lepas dari bau-bau sentuhan fisik dan lucunya Chloe selalu terlibat dalam hal-hal gila itu.
*****
Didalam ruangan Chloe tidak tau harus melakukan apa. Wanita itu diberi satu komputer tapi tidak tau harus melakukan apa karena tidak ada satupun pekerjaan yang diberikan Nic padanya.
‘’Kenapa?’’
‘’Tuan sebenarnya apa gunaku disini, kau bahkan tidak memberiku pekerjaan apapun,’’ protes Chloe yang hanya ditanggapi dengan senyum oleh pria itu.
15 menit kemudian
‘’Kesinilah, aku punya tugas untukmu.’’
‘’Benarkah tuan?’’ Chloe girang setelahnya ia berdiri, berjalan setengah berlari menuju meja Nic.
‘’Sini di sampingku.’’
‘’Baik tuan.’’ Chloe memindahkan lagi posisinya yang tadinya ada di depan meja kerja Nic menjadi tepat disamping pria itu.
‘’Apa kau bisa mengetik ini untukku?’’ Nic memberikan satu dokumen.
‘’Mau kemana?’’ Nic menahan saat wanita itu akan melangkah pergi.
‘’Mau mengetik ini, hanya ini kan?’Chloe memperlihatkan dokumen yang tadi diberikan padanya. Bukannya membiarkan Chloe pergi, Nic malah menariknya hingga wanita itu jatuh di pangkuannya.
‘’Tuan.’’ Chloe ingin berdiri tapi tidak memperbolehkannya.
‘’Kerjakan disini saja, pakai laptopku saja.’’
‘’Tuan mana bisa aku kerja dalam posisi seperti ini, ini hanya akan memperlambat pekerjaanku,’’ protes Chloe yang sama sekali tidak dihiraukan.
‘’Kau belum mencobanya dan kau sudah mengatakan tidak bisa.’’
‘’Hhmm.’’ Mau tidak mau Chloe bekerja dalam posisi seperti itu. Posisi yang menurutnya sangat tidak nyaman, semakin tidak nyaman saat Nic memberikan beberapa gigitan kecil di tengkuknya dan sekarang apalagi, tangan Nic sudah menjalar masuk kedalam pakaiannya dan memberikan pijatan-pijatan kecil disana.
‘’Ah ... tu ... tuan, tolong tanganmu.’’Chloe mendesah kecil berusaha menyingkirkan tangan nakal tersebut.
‘’Cia aku tidak tahan lagi, aku menginginkanmu sekarang." Dengan suara berat karena menahan gairahnya dan dalam satu kali gerakan ia berhasil mengubah posisi Chloe menjadi menghadap ke arahnya. Setelahnya dengan cepat mengangkat pakaian Chloe dan memasukan kepalanya di balik pakaian itu.
Ia mengisap bukit kembar itu bergantian seperti seorang yang tengah kehausan. Hampir 5 menit ia bergelut dengan kegiatannya, tak tahan lagi, sesuatu dibawa sana minta dipuaskan. Dengan cepat ia mengangkat tubuh Chloe dan membawanya ke kamar.
‘’Tuan ini masih jam kerja.’’ Nic tidak menggubris. Pria itu tetap meneruskan apa yang sekarang menjadi keinginannya dan terjadilah permainan menyenangkan itu selama hampir setengah jam lamanya. Awalnya Nic tidak mau menghentikannya tapi sekarang ia memiliki pekerjaan yang tidak bisa ditunda lagi dan harus segera diselesaikan.
‘’Istirahatlah, aku akan kembali kerja.’’ Mengecup sekilas kening Chloe.
*****
‘’Hei bro, udah segar aja,’’ goda Axel begitu masuk ke ruangan Nic. Pria itu jelas tau apa yang baru saja dilakukan sabahatnya.
‘’Ada apa, tumben datang kesini?’’ Tanpa menggubris ledekan Axel.
‘’katakan ada apa, aku sibuk sekarang.’’ Dengan tangan yang mulai mengerjakan pekerjaan lagi sedang Axel hanya tersenyum dengan ekspresi meledeknya.
‘’Sibuk sibuk tapi masih punya waktu untuk bermain bro?’’
‘’Katakan apa keperluanmu atau keluar dari ruanganku.’’
‘’Santai dong santai, nih.’’Axel melempar satu undangan ke hadapan Nic.
‘’Apa ini?’’
‘’Party.’’ Party yang dimaksud adalah suatu kegiatan yang dipenuhi oleh berbagai jenis minuman beralkohol dan tentu saja kegiatan itu tidak lepas dari kegiatan sekks karena pastinya pihak yang membuat party sudah menyiapkan beberapa wanita untuk memuaskan para tamunya.
Nic melempar undangan itu lagi pada Axel. ‘’Pulanglah aku tidak berminat dengan kegiatan itu.’’
‘’Tidak berminat? Apa kau bersungguh sungguh.’’Axel berjalan mendekat lalu tiba tiba pria itu mendrama. ‘’Kalau kau sakit beritahu aku, jangan sampai kau menyembunyikan sesuatu dariku.’’
‘’Sudah deh jangan lebay aku baik-baik saja.’’
Bukannya pergi Axel malah berjongkok dan memegang menara eiffel milik Nic. ‘’Apa dia benar-benar masih berfungsi dengan baik, belakangan ini kau bahkan jarang datang ke klub lagi, dia benar-benar masih berfungsi kan?’’ Dengan wajah benar-benar khawatirnya. Axel berpikir kalau sesuatu pasti sudah terjadi pada Nic dan pastinya itu tidak luput dari masalah tentang menara eiffel kebanggannya.
Sementara tak jauh dari keduanya, Chloe sedang menahan tawa mendengar ucapan Axel yang seolah olah menyiratkan kalau Nic bukan pria kuat lagi atau mungkin bisa dibilang hampir menjadi impoten dan itu sangat lucu.
‘’Nic kau harus jujur padaku, aku yakin kita bisa menemukan pengobatan yang baik.’’
‘’Huft hahahahahaha.’’ Chloe tak bisa lagi menahan tawanya. Ini benar-benar lucu untuknya apalagi melihat wajah Nic yang menahan marah sedang sahabatnya malah kekeh dengan pemikirannya yang jelas-jelas salah.
‘’Ah maaf maaf aku bukannya ingin mengganggu tapi ucapanmu itu benar-benar lucu.’’ Ia kembali tertawa lagi sedang Nic duduk diam melihat Chloe yang masih sibuk dengan tawanya. Dan Axel? tentu saja sudah berjalan mendekat pada Chloe.
‘’Kau siapa?’’ Seketika terpesona melihat wajah cantik Chloe.