Di rumah dia hanyalah seorang ibu rumah tangga, yang kerjanya hanya mengurus suami dan rumah, karna mereka belum di karunia seorang anak,Suaminya adalah seorang Intel di kepolisian yang selalu harus siap siaga apabila ada tugas mendadak, yang membuat dia heran seberat apapun kasus yang dia hadapi selalu dengan mudah dia atasi karna ada seseorang yang selalu membantunya,tapi orang itu sangat misterius karna dia membantu secara diam - diam setelah semuanya beres dia langsung menghilang tanpa jejak
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Maya Arlan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Part 21
Dengan tenang dan tanpa rasa takut sedikitpun Meta hanya menanggapi dengan cuek tatapan pria yang sudah dia bikin tidak berdaya itu.
"Majulah biar pekerjaanku cepat selesai karna kau dan anak buahmu sudah mengusik perjalananku, dan aku juga curiga bahwa kejadian akhir - akhir ini yang terjadi di negara ini adalah ulah dari kalian!" Ujarnya dingin dan datar.
Meta tidak ingin menghabisi pria tersebut karna dia masih memerlukan informasi dari pria tersebut, dia segera meraih ponsel yang ada di dalam tasnya, yang kebetulan para pria itu letakkan diatas meja.
"Leo cepat ke lokasi dekat gedung yang berada di jalan x, sepertinya kita akan segera mengetahui siapa dalang dari kekacauan yang terjadi akhir - akhir ini dan jangan lupa hubungi sersan Jonatan biar dia meluncur kesini juga, tapi ingat jangan sampai dia mengetahui bahwa bos dari bajingan ini telah kita amankan di markas!" Perintahnya pada Leo.
Mendengar Meta menelpon sang pria sangat terkejut dan bertanya - tanya siapa wanita ini sebenarnya, kekuatannya sangat besar dalam waktu singkat dia dengan mudah mengalahkan mereka semua.
"Jalang katakan siapa kamu sebenarnya?" Tanyanya pada Meta.
Meta berjalan mendekati di pria dengan tersenyum devil dia menjawab pertanyaan sang pria.
"Biar kamu tidak mati penasaran akan aku beri tahu, aku adalah Mehta Anora gueen klan mafia black Tiger, sudah tidak penasaran lagi kan!" Ujarnya sinis.
Sial ternyata anak buahnya salah tangkap orang, ternyata wajah cantik dan lembutnya itu hanya kamuflase, kenyataan yang ada wanita yang ada di depannya ini adalah wanita berdarah dingin. Membayangkan itu membuat nyali sang pria yang tadi begitu sombong mulai merasakan ketakutan, siapa yang tidak mengenal klan black Tiger yang terkenal sadis dan kejam dalam hitungan detik mereka bisa meratakan satu markas klan mafia lainya.
Tidak berapa lama kemudian Leo dan beberapa anak buahnya sudah datang.
"Queen, dimana orangnya?" Tanya Leo ketika sudah memasuki gedung tersebut.
Dengan isyarat mata dia menunjuk pria yang terduduk lemah karna menahan betapa sakit dan remuk seluruh tubuhnya akibat tendangan dan pukulan Meta.
"Cepat kalian bawa dia ke markas, dan ikat tanganku dan dudukan aku di kursi itu sebelum Jonatan datang!" perintahnya pada Leo.
"Siap queen!" Ujar Leo.
Dasar wanita es masih saja mau berpura - pura, kenapa sih tidak mau berterus terang, jika Jonatan tahu dia pasti bangga memiliki seorang istri yang tangguh dan ketua mafia tapi bukan mafia yang jahat,karna kelompok mereka selalu membantu memberantas kejahatan. Tapi apalah daya bos tetap bos mana bisa mereka menentang keinginan sang bos.
Setelah semua di beres kan oleh Leo dan anak buahnya, barulah Leo menelpon Jonatan untuk datang ke gedung tersebut dan setelah itu Leon dan anak buahnya pamit untuk pulang kemarkas dengan membawa pria yang mereka yakini bisa memberi petunjuk.
Beberapa jam kemudian rombongan Jonatan sampai di lokasi yang di beritahu oleh penelpon misterius, ketika sampai Jonatan sangat terkejut ketika melihat mobil istrinya terparkir di depan gedung yang sangat sepi dan jauh dari keramaian itu, dengan perasaan kuatir Jonatan segera mendekati gedung tersebut sambil menginterupsi anak buahnya untuk maju dan tetap waspada.
"Maju, dan tetap waspada karna kita tidak tahu ada berapa orang yang ada di dalam sana!" Ujarnya memberi perintah.
"Siap pak!" Ujar mereka serempak dan langsung berpencar lalu mereka mengendap endap untuk memastikan bahwa situasi aman.