Aku hanya ingin benihmu, bukan ingin dinikahi olehmu!” Sungguh, walaupun dia mencintai Sammy. Tapi dia tidak ingin dinikahi oleh lelaki itu. Karena Kirea tau, Sammy memiliki kekasih.
Dan karena tau dia tidak bisa memilik Sammy, jadi dia hanya ingin mendapatkan kenang-kenangan dari lelaki itu, yaitu seorang anak, hingga KIrea sengaja menjebak Sammy agar Sammy tidur dengannya.
"Aku seorang tentara, pantang untukku lari dari tanggung jawab, aku akan menikahimu walau tanpa cinta sekalipun, karena aku tidak ingin anakku lahir tapa status."
Pada akhirnya, pernikahan pun terjadi. Namun, pernikahan itu terasa hambar. Sebab Sammy hanya fokus pada pekerjaan, anak mereka dan masa lalu, lelaki itu mengabaikan KIrea yang sangat mencintainya.
Tanpa Sammy tau, Kirea mengidap penyakit yang sangat mematikan. Alih-alih melakukan pengobatan yang panjang, Kirea lebih memilih untuk menghabiskan waktu bersama anaknya.
apakah Sammy akan tau tentang penyakit Kirea? atau semuanya terlambat?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon dewi kim, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pasien Istimewa
“Vania!” Kirea menjerit dalam hati ketika melihat Vania yang juga sedang melihat ke arahnya. Sungguh Seandainya dia bisa, dia ingin menyuruh Vania untuk keluar dari ruang rawatnya karena dia tidak ingin Vania melihatnya seperti ini, dia tidak mau Vania melihatnya dengan kondisi yang menyeramkan.
Tangis Vania langsung turun ketika melihat kondisi ibunya dari dekat, tidak ada rasa takut sedikitpun di diri gadis yang kini menginjak 6 tahun itu. Dia menoleh ke arah belakang, hingga Kelvin langsung maju kemudian dia langsung menaikkan tubuh Vania ke kursi hingga kini tubuh Vania dan juga tubuh Kirea yang sedang terbaring, sejajar.
Vania membungkuk, kemudian gadis kecil itu langsung mencium kening ibunya. “Mommy, aku tau Mommy sedang kesakitan..aku tau Mommy ingin menyerah. Tapi, Mommy apa Mommy tidak ingin menyuapiku lagi, apa Mommy tidak mau membuatkan aku bekal sekolah lagi. Mommy, bisakah Mommy sembuh untukku!” Vania berbicara sambil menangis sesegukan. Dia tidak mengatakan apa yang tadi Kelvin katakan di mobil, tapi dia mengatakan apa yang ada di dalam hatinya.
Setidaknya Vania Mengerti bagaimana kondisi ibunya sekarang, separah apa penyakit ibunya, dan Vania hanya berharap bahwa ibunya tidak akan menyerah.
Kirea merasa tertampar ketika mendengar ucapan Vania, selama ini dia berpikir bahwa dia tidak pernah beruntung dengan percintaannya, hingga Dia memutuskan untuk menyerah, dia merasa tidak mempunyai tempat untuk pulang, dia tidak mempunyai rumah untuk berteduh. Tapi ketika mendengar ucapan Vania, Kirea tersadar bahwa dia adalah rumah untuk putrinya. Ucapan Vania barusan memang sangat sederhana, tapi mampu meluluhlantahkan hati Kirea, hingga sekarang Kirea memutuskan untuk berjuang menyembuhkan dirinya..
Kelvin Maju kemudian berjalan ke arah sisi kanan lalu setelah itu dia menggenggam tangan Kirea, “Kirea, kau mau kan bertahan demi Vania?" Tanya Kelvin, mati-matian dia menahan untuk tidak menangis. Rasanya Dia juga tidak sanggup melihat Kirea seperti ini.
Bulir bening langsung terjatuh dari pelupuk mata Kirea ketika mendengar ucapan Kelvin, rasanya dia ingin membuka mulutnya untuk menjawab ucapan sang ayah tapi tidak bisa. Hingga pada akhirnya dia mengedipkan matanya, pertanda bahwa dia akan berjuang sampai dia sembuh.
Waktu menunjukkan pukul 03.00 malam, Kirea terus menetap ke arah langit-langit. Kini, Kirea sudah ditempatkan di ruangan khusus dan tidak boleh ada yang menjenguk selain suster dan dokter yang selalu bergantian masuk ke ruang rawat Kirea.
Setelah dipasangi beberapa alat di tubuhnya, sakit di tubuh Kirea sudah sedikit mereda. Bahkan dia juga bisa bernafas dengan normal. Dan sedari tadi, ketika dia dipindahkan ke ruangan ini, Kirea tidak bisa memejamkan matanya, pikirannya menerawang memikirkan apakah dia bisa melalui proses kemoterapi yang sangat menyakitkan dan membutuhkan waktu yang sangat banyak.
Lamunan Kirea buyar ketika mendengar suara pintu terbuka, dan Kirea tahu yang masuk ke dalam ruang rawatnya adalah dokter.
“Berhenti berpikiran bodoh, Kau pikir hidupmu hanya milikmu saja!” Kirea cukup terkejut ketika mendengar ucapan dari orang yang baru saja masuk, hingga dengan susah payah dia pun menolehkan kepalanya ke samping.
Kirea Cukup bingung dengan dokter yang baru saja masuk ke dalam ruangannya, Dia pikir yang berbicara bukan dokter karena ucapannya sangat kasar, tapi ternyata orang yang barusan berbicara memang dokter, karena lelaki itu memakai jas dokter, tapi sayangnya dokter itu memakai masker, hingga Kirea tidak bisa melihat dengan jelas wajah dokter yang berbicara padanya barusan.
Kirea berpikir, dokter itu akan memeriksanya sama seperti dokter yang datang beberapa waktu lalu. Tapi ternyata Kirea salah, dokter itu malah mengambil dua kursi, menata kursi itu saling berhadap-hadapan dan setelah itu, dokter itu pun duduk, kemudian memanjangkan kakinya.
“Cepatlah tidur, besok kau harus mulai kemoterapi," lagi-lagi dokter itu berbicara dengan ketus, membuat kirea sedikit ketakutan.
Saat Kirea memejamkan matanya, Kirea tiba-tiba teringat sesuatu. Dia mengingat bahwa ketika dia masih berada di Villa dan dia terjatuh dari ranjang, ada seorang lelaki yang menyelamatkannya, lelaki itu memakai masker dan memintanya untuk bertahan. Kirea memang tidak melihat wajah lelaki itu, tapi Kirea mengenali suara lelaki itu, dan sekarang dia tau siapa lelaki yang ada di depannya ini, lelaki yang juga menyelamatkannya dan membawanya kerumah sakit.
Hingga pada akhirnya, ketika menyadari siapa lelaki itu, Kirea kembali menolehkan kepalanya ke arah dokter tersebut, “Kenapa kau menyelamatkanku.” sayangnya Kirea hanya bisa bertanya dalam hati, berjuta tanya tersimpan di otak KIrea Kenapa lelaki itu bisa menyelamatkannya, dan bisa menemukan keberadaannya.
Satu Minggu kemudian
Sammy masuk ke batalyon, lelaki itu berjalan dengan tergesa-gesa. Dia harus menghadap komandannya untuk menyerahkan surat cuti sementara, dia sudah memutuskan untuk mendampingi proses kemoterapi Kirea, walaupun Kelvin dan Soraya melarangnya untuk melihat Kirea, tapi Sammy tidak peduli dia akan terus memaksa, karena dia ingin mendampingi proses istrinya.
***
”Ma-maksud, anda, Capt?" Sammy tetap bingung pada Arnold, yang tak lain komandannya. Sebab Arnold tidak mengizinkannya untuk mengambil cuti, dengan alasan bahwa Rega sudah terlebih dahulu mengambil cuti, dan dalam satu tim tidak boleh ada dua tentara yang cuti.
“Rega sudah mengambil cuti, jadi jika kau ingin mengambil cuti maka kau bisa mengambilnya ketika Rega sudah kembali berdinas.”
Rahang Sami mengeras ketika mendengar itu, tapi dia tidak bisa berbuat apapun satu-satunya cara adalah membuat Rega menunda cutinya.
“Baik, Capt. Kalau begitu aku permisi.” Sammy pun bangkit dari duduknya, kemudian lelaki itu langsung keluar dari ruangan komandan. Dan sekarang tujuan semi adalah mencari Rega.
Hingga pada akhirnya setelah bertanya pada beberapa orang, Sammy pun mengetahui keberadaan Rega yang ternyata sedang berada di ruang ganti.
“Rega!” panggil Sammy. Biasanya dia akan berbicara ketus pada Rega, begitupun sebaliknya. Tapi, Sekarang Sammy harus berusaha untuk berbicara lemah lembut pada saudaranya, yang juga rekan setimnya
“Hmm," jawab Rega tanpa menoleh ke arah Sammy.
“Bisakah kau menukar cutimu denganku, Aku membutuhkan cuti ini untuk menemani istriku.”
Rega menghentikan sejenak aktivitasnya yang sedang melipat pakaian dinas. “Tidak bisa, karena aku mempunyai pasien yang istimewa, dan pasien itu membutuhkanku.” Rega menjawab santai, tapi tatapan matanya mengatakan dengan tegas bahwa dia tidak akan mengalah.
Tiba-tiba perasaan suami mendadak tidak enak, ketika Rega menyebutkan tentang pasien yang sangat istimewa.
“Siapa pasienmu?" Tanya Sammy yang mendadak penasaran.
Rega ....
Men temen aku up tiap hari kok, tapi ga tau upnya jam berapa, jadi tungguin aja ya, yuk komen likenya ya. Dah lah ga usah main tebak-tebakan, ye, kalian Udeh tau
Gas komen gas like
sekarang juha umur brp? 🤔
wkwkw mf kepo 🙏🏻🤣
kok masih Kirea Rega sih , Thor ...tak tunggu Samy Aluna nya..
namun ada kelegaan setekah melihat Kirea bahagia dg Rega yg tulus dg cintanya....
inilah hidup....kdg cinta tak seindah bayangan. namun 1 hal yg hrs diingat ..jika sdh memutuskan suatu harus konsisten...agar tdk menyesal stlh bnr² kehilangan dg sesuatu yg telah dia putuskan...
ketika memutuskan utk menikahi Kirea hrsya Samy konsekuen dg keputusannya krn ada anak yg hrs dijaga ...akhiry menyesal to ..setelah kehilangan Kirea ..?????