Setelah menikah, Kenan dan Alexa pun memutuskan untuk tinggal di mansion mereka sendiri.
Pernikahan mereka pun mulai diuji. Akankah mereka mampu untuk melewati semua ujian itu.
Tunggu apalagi, yuk kepoin 🤗🤗
Di sarankan untuk membaca season 1 dulu ya 😉😉
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon feby_mb, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Diculik
Alexa dan sahabatnya sedang berada di halte. Mereka menunggu bus untuk pulang. Bukan cuma mereka, mahasiswi yang dibantu Alexa juga ada di sana.
" Hai ketemu lagi" sapa Adele.
" Eh iya, kalian mau pulang ke kampung mana?"
" Kami ke.. kampung dekat sini kok"
Adele tidak mungkin mengatakan mereka tidak tinggal di perkampungan. Bisa terbongkar penyamaran mereka sebagai anak kuliah dari beasiswa.
" Kalian di kampung mana?" tanya Alisha.
" Kami di kampung nelayan"
" Jauh nggak dari sini?"
" Lumayan sih, dua puluh lima menit"
" Jauh juga ya. Jam berapa kalian berangkat ke kampus?"
" Jam enam pagi kami sudah harus berangkat dari rumah. Kalau tidak akan ketinggalan bus"
" Kayak kami tadi pagi, ketinggalan bus" kata Adele.
" Makanya jangan bangun kesiangan, biar nggak ketinggalan bus. Oh iya kalian tau nggak, di kompleks C sana ada danau buatan?"
" Iya, dan yang paling menakjubkan kompleks C itu milik dia semua"
Kedua sahabat Alexa menoleh kearahnya. Ia mengerti maksud lirikan kedua sahabatnya. Tapi dia pura-pura tidak mendengar.
" Hebatnya lagi, kampung kami dibeli sama pemilik kompleks itu"
" Kalau kampung kalian sudah dibeli, kenapa kalian masih bisa tinggal di sana?" tanya Adele.
" Kata orang tua kami, pemilik kompleks C itu membolehkan kami tinggal di sana"
" Berapa lama kalian boleh tinggal di sana?"
" Orang tua ku bilang sih seumur hidup. Tidak hanya memberikan tempat tinggal kami, orang itu juga kadang memberikan bantuan sembako pada kami"
" Iya, kami ingin sekali bertemu dengan orang baik itu. Karena jarang sekali ada orang yang tulus seperti orang itu"
Alexa tersenyum mendengar ucapan kedua mahasiswi itu. Mereka tidak tau kalau orang yang sudah membantu mereka itu adalah suaminya. Dan ia bangga dengan suaminya karena tidak menunjukkan identitasnya. Karena membantu itu tidak harus orang lain tau.
" BTW kita udah dua kali bertemu tapi kita belum tau nama kalian " kata Alisha.
" Aku Wella, dan teman aku namanya Milla "
" Hai, Wella, Milla, aku Alisha"
" Aku Adele, dan itu Alexa "
" Lalu dua orang cowok itu siapa?"
" Anggap aja mereka tidak ada " kata Alexa.
Alisha dan Adele tertawa mendengar ucapan Alexa. Bisa-bisanya Alexa bilang kalau suami mereka tidak ada.
" Gue Farrel cowok yang paling tampan disini, dan yang dingin kayak kulkas 32 pintu ini namanya Axel"
" Oh Farrel dan Axel"
" Iya betul, jangan sampai ketuker ya"
Adele mencubit perut suaminya. Bisa-bisanya suaminya itu caper didepan matanya.
Aaawwww.
" Kamu kenapa?"
" Nggak apa-apa kok, tadi ada semut yang gigit perut gue"
" Mampus, makanya jangan ganjen" kata Axel.
Farrel melirik istrinya. Adele membelalakkan matanya pada suaminya. Melihat mata sang istri mau keluar dari tempatnya membuat nyali Farrel ciut. Ia tau kalau istrinya lagi kesal dengannya.
" Maaf sayang" bisik Farrel.
" Awas aja nanti pas sampai rumah"
Farrel susah payah menelan ludahnya. Ia tidak tau hukuman apa yang akan diberikan istrinya padanya.
Bus yang mereka tunggu pun datang. Wella dan Milla pun berpamitan dengan teman baru mereka.
" Kita duluan ya"
" Iya Mil, semoga selamat sampai rumah"
Alexa dan sahabatnya naik bus kedua. Karena bus yang pertama beda arah dengan alamat mereka.
" Baru pertama kuliah kami sudah ganjen-ganjen ya yank" kata Adele.
" Mana ada, aku cuma memperkenalkan diri"
" Memperkenalkan diri itu nggak kayak gitu" kata Axel.
" Diem Lo bro. Lo itu kompor meleduk tau nggak"
" Biarin, gue udah lama nggak liat orang gelud"
" Axel"
Axel yang mendengar namanya di sebut sama saudara kembarnya langsung diam. Kalau Eca sudah bicara bisa panjang urusannya. Bisa-bisa istrinya juga ikut-ikutan.
" Kamu sini yank, jangan kompor"
" Iya sayang"
Axel pun segera pindah ke samping istrinya. Ia hari cari aman, daripada nanti ia disuruh tidur diluar sama istrinya.
Saat Adele sedang memarahi suaminya, tiba-tiba ada tiga mobil jib berhenti di depan mereka. Beberapa orang laki-laki dewasa turun dari mobil dan langsung membekap mulut Alexa. Mereka langsung membawa Alexa pergi dari sana.
" Lepasin kakak gue bangsat!" kata Axel sambil mengejar mobil jib itu.
Dor.
Aaawwww.
Axel segera menghindar, kalau tidak ia sudah terkena tembakan tadi.
" Sayang"
" Aku nggak apa-apa, cepat hubungi bodyguard Eca"
" Aku nggak punya nomor mereka"
" Sial!" umpat Axel sambil memukul aspal.
" Udah, itu tangan kamu udah terluka"
" Aku nggak bisa melindungi Eca"
" Tenangkan diri kamu. Apa kamu pikir Eca selemah itu?. Apa kamu lupa siapa dia?"
" Iya bro, apa yang dikatakan istri Lo benar. Eca tidak akan kalah dengan mudah"
" Gue yakin dalangnya pasti cewek yang di kantin tadi"
" Itu sudah pasti. Awas aja mereka, kalau sampai kakak gue tergores sedikit, gue habisin mereka semua"
Axel tidak sempat melihat mobil jib itu. Karena ia sedang fokus sama Farrel dan istrinya. Sedangkan Alexa berdiri di pinggir trotoar. Jadi gampang untuk mereka membawa Alexa pergi. Apalagi mulutnya Alexa sempat di bekap sama orang itu.
" Abang gue nggak boleh tau soal ini. Kalau dia tau bisa gawat"
" Terus bagaimana sekarang, masa kita biarkan Eca sendirian di sana?" kata Adele.
" Kita jemput mobil dulu, gue hafal nomor plat mobilnya"
Itulah salah satu keahlian Axel. Mata dan otaknya sangat cepat bekerja. Matanya melihat dengan baik, dan otaknya menyimpan dengan cepat.
Alisha segera memesan taksi. Karena kalau menunggu bus akan memakan waktu yang lama. Sedangkan sekarang Alexa sangat membutuhkan mereka.
Taksi yang di pesan Alisha pun datang. Axel segera masuk kedalam taksi. Sedangkan istrinya dan yang lain menunggu di halte.
Axel mengatakan alamatnya. Setelah tau tujuannya sopir taksi pun melajukan mobilnya meninggalkan halte bus.
" Semoga Alexa baik-baik saja" kata Adele.
" Pasti sayang, Eca kan bukan cewek yang lemah"
" Benar Del, mereka itu salah cari lawan. Orang yang mereka tangkap adalah singa yang lagi tidur. Kalau anak singa itu sudah bangun, maka mereka akan tau akibat"
" Iya Sha, Eca pasti akan menghajar penjahat itu"
Adele yakin sahabatnya bisa mengatasi orang-orang itu. Karena ia tau bagaimana kemampuan Alexa. Dia sudah sering mengalahkan penjahat. Dan yang terakhir sahabatnya itu mengalahkan bos mafia. Jadi dia yakin sahabatnya bisa bertahan sebelum ia dan yang lainnya datang.
***
Taksi berhenti di simpang jalan menuju kompleks C. Di simpang jalan bodyguard Alexa sudah menunggu. Karena tadi pagi nona mudanya minta di jemput di sana.
Axel segera membayar taksinya. Setelah itu ia segera menghampiri bodyguard saudara kembarnya.
" Den Axel"
" Nona muda sama yang lainnya kemana?"
" Ada Om, aku pinjam mobilnya sebentar ya Om"
" Mau kemana Den?"
" Ada urusan sebentar"
Axel segera melajukan mobil mewah milik saudara kembarnya. Ia tidak punya waktu untuk menjelaskan sekarang pada bodyguard. Karena sekarang saudara kembarnya membutuhkannya.
To be continued.
Happy reading 😚😚
ditunggu cerita baru king, Queen, aron dan bagas