🪻Spin-off novel To My Favorite Person🪻
Sara Leah Knight adalah seorang gadis cantik berusia 23 tahun yang sengaja di asingkan oleh Ayahnya di sebuah kota kecil Cotswolds, Inggris.
Pertemuan tidak sengaja dengan Nicolas Chevalier membuat kehidupan Sara berubah. Sara yang menginginkan sebuah kebebasan dengan senang hati mengikuti Nick yang berjanji akan membawanya melihat kehidupan dunia luar.
Nick yang saat itu tengah patah hati karena cintanya di tolak merasa mempunyai mainan baru ketika bertemu dengan Sara. Seolah tidak kapok, Nick kini kembali bermain dengan wanita yang tanpa ia sadari akan membawanya pada kisah yang sama. Yaitu jatuh cinta pada wanita yang di anggap nya hanya sebuah mainan.
Ikuti kisah Nick dan Sara yaaa🤗🤗🤗
Bantu support dengan cara like, komen, vote dan subscribe 🙂
Update sesuai kemampuan author 😉
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Starry Light, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 21
Tok ...tok....tok....
Untuk kesekian kalinya Sara mengetuk pintu kamar Nick, Sara sangat yakin jika Nick belum bangun. Lagi pula ini hari libur, jadi Sara dan Nick tidak pergi kemana-mana.
Pintu dibuka oleh Nick dengan wajah kesal dan rambut berantakan, namun tentu saja tidak mengurangi ketampanannya, Nick malah terlihat semakin sexi.
"Apa masalahmu?" kesal Nick, Sara mengerjapkan mata indahnya.
"Maaf," cicit Sara merasa bersalah, namun Sara juga tidak bisa menahan diri untuk segera bertanya pada Nick.
"Masuklah," kata Nick, wajahnya masih terlihat mengantuk. Keduanya duduk di sofa yang ada di dekat ranjang.
"Ada apa?" tanya Nick menyandarkan punggungnya dan menutup mata.
"Aku ingin tahu, kenapa namaku Sara Mendoza?" lirih Sara, Nick kembali membuka matanya dan melihat Sara.
"Aku melihatnya di kartu mahasiswa yang ada di dalam tas ku." kata Sara, lalu Nick kembali menutup mata, padahal Sara sedang menunggu jawabannya.
"Nick..." kata Sara, Nick menghembuskan nafas pelan.
"Itu nama mu sekarang." jawab Nick tanpa membuka mata.
"Bukankah aku sudah mengatakan padamu jika namaku..."
"Aku tahu, tapi untuk saat ini kau hanya perlu tahu jika sekarang nama mu Sara Mendoza." kata Nick membuka matanya dan melihat Sara yang masih bingung.
"Aku ingin kau belajar dengan baik tanpa memikirkan apapun. Apakah kau bisa melakukannya?" tanya Nick membuat Sara mau tak mau mengangguk.
"Sekarang keluarlah, nikmati hari libur mu dan jangan menggangu waktu istirahat ku." Nick beranjak dan pindah keatas ranjang nya, Sara masih terpaku di tempat, namun setelah melihat Nick benar-benar tidur, gadis itu keluar dari kamar Nick.
❄️❄️❄️
📍 Manchester, Inggris.
Lucy dan Elliott kini benar-benar resmi bercerai, Lucy mendapat setengah dari harta Elliott. Wanita itu mengajukan banyak tuntutan pada Elliott, dan memastikan jika Leah tidak akan mendapat warisan apapun.
Meskipun secara hukum Leah memang tidak akan mendapatkan warisan Elliott, karena secara tidak langsung Elliott tidak mengakui jika Leah adalah putrinya. Namun sayangnya Lucy hanya bisa mendapat 50% dari harta Elliott, kecuali mansion yang mereka tempati bersama.
Karena mereka sudah sepakat jika mansion itu akan menjadi milik Dayana saat Lucy melahirkan Dayana dulu. Mereka sudah sepakat jika apapun yang terjadi di masa depan, mansion itu tidak akan pernah mereka perebutkan.
"Semoga kau hidup dengan bahagia." kata Elliott pada Lucy didepan gedung pengadilan.
"Itu pasti, aku pasti akan bahagia." sahut Lucy meninggalkan Elliott masuk dalam mobilnya.
"Ya, aku akan bahagia, bahkan lebih bahagia." gumam Lucy menyalahkan mobilnya dan meninggalkan area pengadilan.
Lucy mengambil ponselnya dan menghubungi seseorang yang kini menjadi tujuan hidupnya.
"Lucy, kapan kau akan kemari?" tanya pria yang tak lain adalah Jacob.
"Aku baru menyelesaikan proses perceraian ku, mungkin nanti malam aku akan terbang ke Kanada." sahut Lucy.
"Itu bagus, cepatlah datang, aku merindukanmu." kata Jacob.
"Me too." ucap Lucy seperti remaja yang sedang jatuh cinta.
"Bagaimana dengan Dayana? Dia baik-baik saja?" tanya Jacob.
"She is great, and a very nice girl. Thanks sudah menanyakannya." kata Lucy.
"Because I love you," ucap Jacob.
"Baiklah, aku hanya ingin mengabari mu jika urusanku disini sudah selesai. Pengacara ku juga sudah mengurus kepindahan ku ke Kanada." jelas Lucy.
"Aku menunggumu, and always." kata Jacob.
"Aku tahu, bye.." ucap Lucy mengakhiri panggilan itu dan kembali fokus mengemudi.
Tujuannya kali ini adalah bertemu dengan putrinya, Lucy belum mengatakan jika dirinya akan pindah ke Kanada. Meskipun Dayana sudah terbiasa dia tinggal sejak kecil, tapi kali ini terasa berbeda karena Lucy akan memulai kehidupan barunya di sana.
❄️❄️❄️
"Mom...." ucap Dayana menghampiri Lucy di sebuah private room restoran.
"Maaf, aku sedikit terlambat." kata Dayana mencium pipi Lucy.
"Tidak masalah sayang, Mommy tidak buru-buru." kata Lucy tersenyum.
"Mommy sudah memesankan makanan favorit mu, tidak apa kan?" tanya Lucy.
"Hmmm, aku sudah sangat lapar." kata Dayana. Setelah menunggu sepuluh menit, makanan yang Lucy pesan datang, Lucy memang memesan makanan terlebih dahulu sebelum Dayana datang. Jadi saat gadis itu datang tidak perlu menunggu lama lagi.
Lucy dan Dayana menikmati makan siang dan kebersamaan mereka, meskipun keduanya jarang bersama. Namun hubungan keduanya sangat baik, atau memang Dayana yang menjadi lebih dewasa dari seharusnya.
"Perceraian Mommy dan Daddy sudah selesai." kata Lucy setelah selesai makan, Dayana kini sedang menikmati puding lembut dengan karamel yang dipanggang atau biasa disebut creme brulee.
"Are you okay dear?" tanya Lucy lembut.
"Yes, I'm okey Mom, don't worry." sahut Dayana tersenyum, namun malah membuat hati Lucy merasa bersalah.
"I'm so sorry," ucap Lucy, Dayana yang tadinya masih menikmati makanan penutup, kini berhenti dan menatap lekat Ibunya.
"No, Mom. Mommy dan Daddy berhak untuk hidup lebih bahagia, I'm happy for you. Dan aku akan sangat merasa bersalah jika kalian tidak bahagia hanya karena aku." kata Dayana menggenggam tangan Lucy.
"Thank you dear." ucap Lucy tersenyum namun menirukan air matanya.
"Please don't cry," Dayana mengusap air mata Lucy.
"Mommy menangis karena terharu, putri kecil Mommy sudah tumbuh dewasa dan sangat baik." Lucy membelai wajah Dayana.
"Karena aku putri Mommy," kata Dayana, Lucy mengangguk.
"Mommy akan kembali ke Kanada nanti malam." kata Lucy, Dayana terdiam.
"Apakah Mommy yakin untuk hidup bersama Jacob?" tanyanya, Dayana sudah tahu tentang hubungan Lucy dan Jacob.
"He is a good Man, trust me." kata Lucy menyakinkan putrinya, Dayana hanya mengangguk.
"Aku akan segera mengunjungi kalian," ucap Dayana, lalu ibu dan anak itu menghabiskan waktu bersama sebelum Lucy pergi.
❄️❄️❄️
"Bagaimana perkembangannya?" tanya Elliott pada Pablo, anak buahnya.
"Maaf Tuan, kami belum berhasil menemukan keberadaan Nona Leah. Tapi beberapa bulan yang lalu ada sebuah kecelakaan di hutan itu, besar kemungkinan jika Nona Leah bersama orang itu." jelas Pablo.
"Lalu apa yang kau tunggu?" tanya Elliott, sudah terlambat memang untuk mencari Sara, namun entah kenapa Elliott kini menyuruh orang mencari putri yang selama ini ia abaikan.
"Masalahnya, yang mengalami kecelakaan itu bukan orang biasa. Dia adalah pebisnis sukses dari Prancis, dan tentu saja kami sangat kesulitan mencari tahu tentang Nona Leah jika benar-benar Nona pergi bersamanya." kata Pablo.
"Siapa dia?" tanya Elliott penasaran, jika benar-benar Leah bersama orang itu, maka akan sangat sulit bagi Elliott mendapatkan putrinya kembali.
"Nicolas Chevalier, dia mengalami kecelakaan saat melakukan terjun payung. Dan jatuh di hutan itu." perkataan Pablo tentu membuat Elliott terkejut. Elliott sangat tahu sepak terjang Nick di dunia bisnis, mereka pernah bekerja sama sebelumnya dan memang benar jika Nicolas Chevalier bukanlah pebisnis sembarangan, dia adalah pebisnis sukses yang mempunyai perusahaan multinasional merajai pasar Eropa bahkan sampai pasar Amerika.
Memikirkan nya membuat kepala Elliott tiba-tiba pusing, bagaimana jika Nick tahu tentang Leah? Atau bagaimana jika Leah benar-benar bersama Nick?.
"Tetaplah mencari tahu tentang Leah, walaupun kemungkinan hanya satu persen." ucap Elliott pelan dan pasrah. Namun jika memang Leah bersama Nick dan bisa hidup membuat hidup putrinya lebih bahagia. Maka, Elliott tidak akan membawa Leah kembali, Elliott hanya ingin tahu dan memastikan keadaan Leah baik-baik saja. Seperti saat Elliott mengasingkan Leah di hutan dulu.
❄️
❄️
❄️
❄️
❄️
TBC 🌺
I'm totally hooked on the story.. And even now I'm still curious about what will happens next. especially after they reunite with they children after all these years.
Excellent work, and u got five star from me... 😎🥰🙏