NovelToon NovelToon
Marry Again!

Marry Again!

Status: tamat
Genre:Cintapertama / CEO / Tamat
Popularitas:348.3k
Nilai: 5
Nama Author: nenah adja

(Season dua dari novel Broken Marriage)
Menikah lagi bukan prioritas untuk Alana yang sudah menjanda dua kali, penderitaan yang dialami menyisakan trauma mendalam baginya yang merasa tak akan pernah bahagia dalam ikatan tersebut. Banyak pria yang datang mendekat, namun Alana mengacuhkannya.
Lalu bagaimana jika kedua mantan suaminya kembali datang menawarkan cinta dan sebuah ikatan pernikahan.
"Kali ini biarkan aku berjuang demi cintaku, dan jangan pernah tinggalkan aku." (Gabriel Askara)
"Maafkan aku, aku menyesal telah menyiakanmu di masa lalu, betapa bodohnya aku." (Bayu Adiyaksa)

"ALANA, MENIKAHLAH LAGI DENGANKU!"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nenah adja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 21

Bayu menghela nafasnya saat melihat Marisa duduk di sofa di ruangannya "Mau apa kesini?" tanyanya datar, dia baru saja pulang dari kota tempat tinggal Alana dan saat tiba di kantor sekertarisnya mengatakan jika mantan istrinya ada di ruangannya.

"Aku mau ajak kamu makan malam," ucapnya dengan senyuman.

Bayu mendengus, "Apa kamu tidak bosan terus datang, dan kamu pikir setelah apa yang kamu lakukan pada Mamaku aku akan kembali, sudahi saja Marisa pergilah jalani hidupmu dan jangan datang lagi untuk menggangguku."

"Bay, setiap orang pernah melakukan kesalahan begitupun kamu dulu kamu juga melakukan itu pada Alana." perkataan Marisa membuat Bayu tertegun, ya kesalahannya pada Alana bahkan sangat besar meski Alana mengatakan sudah mengatakannya hati Bayu tetap tidak tenang.

"Setidaknya aku tidak berselingkuh." dan kali ini Marisa terdiam, dia mengakui kesalahannya, dan kini dia menyesal, setelah mendekam di dalam penjara karena kesalahannya pada Alana dulu, kini Marisa menjelma sebagai wanita biasa, karirnya yang dulu sedang di puncak kini meredup karena kasus pencemaran nama baik yang dia lakukan terhadap Alana, dan penyesalan terbesarnya adalah telah menyakiti Bayu.

"Tapi kamu juga berselingkuh dari Alana dulu."

"Dan aku tahu aku bersalah, tapi Bayu, aku mohon berikan aku satu kesempatan lagi." Bayu memalingkan wajahnya membuat Marisa menunduk dalam, pria itu bahkan tak ingin melihat wajahnya.

Marisa mengigit bibirnya, dia memang tak pantas untuk Bayu, mengingat semua kesalahannya, tapi Marisa berharap untuk terakhir kalinya, jadi dengan keberaniannya yang tersisa Marisa mendatangi Bayu lagi setelah mendapat penolakan setiap kali dia datang.

"Benarkah tidak ada kesempatan lagi?" tanya Marisa lirih, air matanya mengalir dengan senyum getir yang di paksakan, "Baiklah, sekali lagi maafkan aku Bay, karena sudah membuat kesalahan hingga kini kamu bahkan tak ingin melihatku, maaf sudah mengganggu waktu kamu selama ini." Marisa bangkit dan meninggalkan ruangan Bayu, sudah beberapa kali sejak dia di bebaskan dari penjara dia datang untuk mendatangi Bayu, tapi pria itu tak juga bersedia menerima maafnya, Marisa menyadari jika kesalahannya sudahlah patal, jadi dia sungguh tak tahu diri dan masih mengharapkan bisa kembali pada Bayu.

Bayu menatap punggung Marisa dengan mata tak percaya, jadi begitu? wanita itu akhirnya menyerah.

...

Sudah satu minggu terakhir Gabriel datang dan pergi ke rumah Alana untuk mengantar jemput Joana, pria itu semakin terlihat akrab dengan Joana, sesekali dia akan datang dan menemani Joana bermain lalu mengerjakan tugas, tapi ada yang aneh dari pria itu, Gabriel seolah menghindari Alana.

Dan yang membuat Alana terganggu adalah sikap acuh tak acuhnya bahkan saat mereka berpapasan, seperti saat ini Gabriel melewatinya begitu saja yang berdiri di konter dapur, dan mengambil gelas untuk membuatkan Joana susu.

Alana berusaha tak peduli dan membalik tubuhnya untuk kembali ke kamar, dia baru saja menyeduh kopi untuk menemani pekerjaannya, Alana merasa karena ada Gabriel yang menjaga Joana, jadi dia bisa fokus bekerja, karena beberapa hari ini Alana justru tidak bisa bekerja dengan benar karena pikirannya terganggu oleh sikap acuh tak acuh Gabriel, jadi seharian ini Alana mengurung diri di kamar untuk bekerja, dan hanya keluar saat akan membuat kopi.

Baru saja Alana melangkah suara Gabriel menghentikannya, degan tangan terkepal erat Alana membalik tubuhnya hingga kini mereka kembali berhadapan, dengan Gabriel yang kini menatapnya datar.

"Apa kamu bilang?" tanya Alana memastikan apa yang dia dengar dari mulut Gabriel tidak salah.

"Aku bilang aku harus pulang, dan aku sudah memutuskan akan membawa Joana bersamaku," kata Gabriel mempertegas ucapannya.

"Kamu bermimpi?" Alana merasakan darahnya seperti mengalir ke kepala dan siap meledak beraninya Gabriel akan membawa Joana pergi darinya.

Gabriel mengerutkan keningnya "Jika aku bermimpi maka aku tidak akan ada disini saat ini." Gabriel melangkah mendekat dan berdiri tepat di depan Alana.

Dengan kesal Alana meletakan kopi di atas meja dengan kasar lalu menatap tajam pada Gabriel "Aku mengizinkan kamu untuk menemui Joana kapan pun kamu mau, tapi kamu mau membawa Joana dariku? Apa kamu sedang melantur, jangan melewati batasan kamu Gabriel," ucap Alana dengan menggebu.

Gabriel mendengus "Batas apa yang memisahkan ayah dan anak? Selama ini aku tidak tahu keberadaan Joana, dan saat aku tahu aku bahkan masih memiliki batas?"

"Aku hanya berkata akan membawa Joana, bukan mau memisahkan kalian untuk selamanya, dan lagi kalau pun aku membawa Ana selamanya aku juga berhak, tapi aku tidak akan melakukan itu karena aku bukan kamu yang tega memisahkan kami selama ini." Alana tertegun bahkan dia masih mematung disana saat Gabriel pergi dengan segelas susu di tangannya.

Alana memang takut, takut kehilangan Joana, dia pikir Gabriel akan mengambil Joana darinya, tapi mendengar perkataan Gabriel Alana menjadi merasa bersalah, bagaimana pun dia sudah memisahkan Gabriel dan Joana selama ini, ya, Gabriel benar dia sungguh tega. Tapi Alana merasa takut dan tak punya pilihan lain saat itu.

Alana mendudukan dirinya di kursi bar dan menatap kopinya dengan tatapan kosong, Alana memejamkan matanya lalu menghela nafasnya.

Alana melihat Gabriel baru saja keluar dari kamar Joana, sepertinya bocah itu sudah tertidur karena tidak ada suara lagi terdengar dari dalam kamar, setelah sejak tadi riuh karena suara candaan dari keduanya.

"Kamu boleh bawa Ana, hanya selama masa liburannya," kata Alana saat kini dia sudah berjalan mendekat pada Gabriel. Joana memang sedang libur sekolah dan biasanya bocah itu akan merengek ingin pergi berlibur, tapi karena ada Gabriel Joana hanya sibuk menghabiskan waktu dengan papa yang baru dia temukan beberapa hari belakangan.

"Maaf, tadi aku hanya terlalu takut, bagaimana pun setelah apa yang aku lalui wajar jika aku takut kehilangan putriku."

"Joana juga putriku!"

"Karena itu aku mengizinkannya." Alana menghela nafasnya "Aku memang bersalah karena memisahkan kalian, tapi aku juga punya alasan yang kuat karena melakukan itu, dan aku harap selama kamu membawa Ana pastikan keselamatannya, aku gak mau seseorang menyakitinya." Alana akan pergi namun Gabriel menghentikannya.

Gabriel tahu siapa yang Alana maksud, tapi Gabriel tetap harus membawa Joana, "Kamu bisa percaya padaku." Alana melihat tangannya yang di genggam Gabriel lalu melepaskannya.

"Sebaiknya kamu tidak menghancurkan kepercayaanku."

Gabriel tahu ini sangat berbahaya untuk Joana, apalagi saat nanti Mamanya tahu tentang Joana, entah apa yang akan wanita itu lakukan, tapi Gabriel tetap harus membawa Joana, dan membuktikan pada Alana bahwa hidup bersamanya tak semengerikan yang Alana bayangkan.

Alana harus percaya kalau dia akan melindungi mereka dengan segala kekuatannya.

Alana sedang mengemasi pakaian dan semua keperluan Joana selama pergi bersama Gabriel, selama kegiatan itu bibirnya tak berhenti memberikan petuah pada putri kecilnya yang memang selalu berbuat onar. "Kamu nanti jangan nakal disana, dan jangan pergi tanpa papa kamu, bagaimana pun disana tempat asing yang tidak Ana kenal, Ana juga harus menurut dengan apa kata papa, jangan merepotkan orang lain, lakukan apa yang bisa Ana lakukan sendiri, jangan terlalu banyak makan permen gigi kamu nanti rusak, jangan lupa sikat gigi kalau mau tidur apalagi kalau habis makan permen."

"Mama tadi sudah bilang tidak boleh makan permen tapi bilang sikat gigi habis makan permen, itu artinya Ana boleh makan permen asal sikat gigi." ucap Joana polos.

Jika itu di situasi berbeda mungkin Alana akan tertawa, tapi saat ini Alana ingin menangis mengingat sebentar lagi mereka akan berpisah, perpisahan pertama yang memakan waktu lama, dan Alana harus mengizinkan Joana pergi, bagaimana pun Alana tidak akan tega melihat raut wajah Joana yang berbinar saat Gabriel mengatakan akan membawa Joana pergi ke kotanya.

1
Norma Koelima
ngebut ya mas... 🤣🤣🤣... akhirnya... lega...
ayu cantik
suka
Rynda Atmeilya
tau g Thor,,, AQ baca ceritamu ini kadang sambil tahan napas 😮‍💨
Sri Susilowati
hadir thor
Siti Maulidah
ceritanya selalu menarik /Good//Good//Heart//Heart/
🏫⃟Sᵐᵖ 🅢ᵃᵏᶦᵗ 🅜ᵉₗᵢₕᵃᵗ 🅟ᵉʳᵍᶦ
aku lagi halangan, tapi baca novel author bagian tamat.aku jadi mewek.aku enggak ada poin, baca novel melalui iklan jadi enggak bisa kasih kopi, cuma bisa kasih like, kalau komentar agak susah karena hp rusak.
nenah adja: subhanallah, terimakasih banyak sudah membaca, sehat selalu😍
total 1 replies
Muji Raffa
/Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Norma Koelima: 🤣🤣🤣🤣 cenat cenut ya
total 1 replies
Endang Sulistia
keren
Angga Gati
bagus ceritanya
semangat berkarya😍😍
Studesyy
ini bacanya dimana Thor
Studesyy: oh ic...Aku lanjut kesana
total 2 replies
TATI PUTRISOLO
randi siapa ya thor
Rosidahnamaku
best Thor tulisan mu
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
lah emang kaga lu icip apa bang, kalo habis masak di icip dulu bang wkwk
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
wkwk nenek sihir menemukan lawan sepadan 😎😂
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
"joana menolak menikah lagi dengan gabriel" ya jelas nolak joana kan anaknya wkwk typo nya ngakak juga ini 😭🤣
memei
sudah baca AQ kak
Triana Oktafiani
Walaupun sempat kecewa di cerita pertama yg menggantung, akhirnya bisa di selesaikan dng efik di cerita selanjutnya 👍
Melani Sunardi
Luar biasa
Melani Sunardi
mama mu itu loh yang terlalu
Eka Uderayana
cerita nya bagus 👍
setangkai bunga mawar untuk author 🌹
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!