Andira merupakan seorang wanita yang di tinggal oleh suaminya ketika pernikahan mereka memasuki usia 6 tahun. suaminya meninggalkannya karena meninggal pada saat kecelakaan. Andira terpukul dan sedih karna harus merelakan suaminya pergi untuk selamanya. menjelang 4 bulan kepergian suaminya banyak cinta yang datang kepadanya tetapi dia tidak terlalu menanggapinya sampai akhirnya ada yang muncul dan itu cinta pertama nya, akhirnua dia menerima tapi banyak cobaan dan godaan yang dialamin mereka tapi pada akhirnya mereka bisa sampai pada jenjang pernikahan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Amoreiza Aneta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pesan dari Masa Lalu
"Andira, aku minta nomor WhatsApp kamu ya,"
pesan masuk di aplikasi Messenger milik Andira dari salah satu teman Facebooknya,
teman lamanya waktu SMA dulu. Aditia namanya.
"Minta nomor rekening dong, biar pro, wkwk,"
balas Andira gercep. Dia pikir Aditia mau transfer iuran reuni.
"Boleh juga, sekalian ya biar aku TF,"
balasan Aditia cepat.
"Bener nih," goda Andira.
"Iya... iya, mana nomornya?" balas Aditia lagi.
"Aku iseng aja, jangan diambil hati ya. Ini no aku 0835xxxxxxxxx,"
balas Andira.
Andira senang berbalasan sama Aditia karena Aditia orang pertama yang menduduki hatinya.
Bukannya dia langsung jatuh cinta, hanya saja itu cara dia untuk sedikit melupakan kesedihan di hatinya.
Clunting... Satu pesan masuk di aplikasi hijau miliknya.
"Ini nomor aku, di-save ya," tulis Aditia.
"Iya, Dit. Aku save," balas Andira.
"Makasih, Ndir. Kamu lagi ngapain nih? Aku gak ganggu kan?" balas Aditia cepat.
"Iya gak, ini aku lagi santai aja di rumah. Kamu lagi ngapain?" balas Andira.
Aditia dengan cepat membalas, "Gak ganggu kok. Nih aku lagi santai juga."
Kring... kring... kring... HP Andira bunyi dan muncul nama Aditia.
"Halo, Dit. Ada apa?" jawab Andira.
"Cuma pengen liat muka kamu aja. Kan udah lama.
Jadi janda kok makin cantik aja," goda Aditia.
"Bisa aja kamu. Emang udah cantik dari lahir, wkwk," goda Andira lagi.
"Kamu di mana, Dit?" tanya Andira lagi.
"Aku lagi kerja nih di Kota Minangkabau," jawab Aditia.
"Jauh ya," jawab Andira datar.
"Bulan depan aku balik, kita ketemu ya," ucap Aditia.
"Mmmm iya deh," goda Andira.
Ketika Aldi hubungi Andira, seakan Andira menghindar.
Tapi pas dihubungi Aditia, Andira langsung respon dengan baik
karena Aditia merupakan cinta pertamanya yang bagaimanapun ada tempat tersendiri di hatinya.
Waktu menunjukkan pukul delapan malam.
Andira sedang menikmati makan malamnya yang sederhana,
hanya nasi sama telur ceplok.
Karena hidup sendirian, Andira gak mau ngerepotin diri.
Apa yang ada di kulkas, itu yang dia masak.
"Besok harus belanja kebutuhan dapur buat tiga hari ke depan lagi nih,"
Andira membatin.
Cetaak... Bunyi notif di HP Andira. Dengan cepat dia ambil benda pipihnya.
"Ind, jangan lupa makan ya," tulis Aditia singkat.
"Iya, nih lagi makan, Dit. Kamu jangan lupa makan ya," balas Andira.
"Oh ya, selamat makan. By the way kamu makan apa itu?" tanya Aditia lagi.
"Mmmm cuma nasi sama telur ceplok," balas Andira.
"Kok telur ceplok sih? Mana ada gizinya.
Kenapa gak tambah sayur atau beli daging?" tanya Aditia.
"Bahan makanan habis. Besok baru aku belanjain, Dit," balas cepat Andira.
"Kok bisa gitu? Kirim nomor rekening biar aku TF,"
balas Aditia. Dia pikir Andira gak punya cukup uang buat beli lauk.
"Ahhh gak usah kok. Aku juga ada uang,
cuma beberapa hari lalu beli stok buat tiga hari.
Nanti besok lagi baru aku beli stok buat beberapa hari ke depan,"
balas Andira panjang lebar.
"Ya udah deh. Kalau butuh apa-apa kabarin ya," balas Aditia.
"Iya, Dit. Makasih," balas Andira.
"Udah dulu ya. Aku cari makan dulu ya. Selamat malam," balas Aditia.
Andira cuma ngirim stiker love ke pesan Aditia.
"Sadar, Andira. Kamu cuma janda.
Aditia pasti udah punya pacar di luar sana.
Dia cuma kasihan sama kamu,"
Andira ngomong ke dirinya sendiri sambil nutup HP.