NovelToon NovelToon
ANOMALI SEKTOR LIAR

ANOMALI SEKTOR LIAR

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Epik Petualangan / Fantasi
Popularitas:792
Nilai: 5
Nama Author: Zapdos

Dunia yang tidak hanya dihuni oleh manusia, kini juga terdapat "Astra" yang dapat membantu setiap orang mencapai kesuksesan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Zapdos, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

KATALIS SEKTOR BAWAH

​Aroma ozon yang tajam bercampur dengan desingan angin bertekanan tinggi memenuhi setiap sudut ruang latihan privat Keluarga Skyborn. Sudah tiga minggu berlalu sejak insiden konfrontasi dengan Bryan di gang komersial, dan sejak saat itu, Arkan tidak pernah melewatkan satu hari pun tanpa melatih tubuh dan jiwanya. Efek jangka panjang dari kubus logam misterius miliknya benar-benar terasa nyata. Setiap kali Arkan melakukan meditasi biasa, wadah jiwanya mampu menyerap dan memadatkan energi spiritual dengan efisiensi yang tidak masuk akal, membuat pasokan daya ke dalam saku jiwa kontraknya menjadi sangat melimpah dan stabil.

​"Volt, sekali lagi! Volt Drive!" seru Arkan dengan lantang dari tepi arena.

​Bzzzzt—BOOM!

​Sesosok bayangan biru berukuran sebesar anjing dewasa melesat instan dalam garis lurus secepat kilat, meninggalkan jejak percikan listrik statis yang membakar udara. Volt, yang kini sudah mantap berada di Level 5, mendarat dengan lincah di ujung arena. Gerakannya begitu cepat hingga mata manusia biasa hanya akan melihat kilatan cahaya biru sekilas.

​Di saat yang sama, Arkan sedikit meringis. Lengan kanannya memercikkan aliran listrik yang selaras dengan Volt. Tubuh manusianya sedang menahan Resonansi Elemen tiga puluh persen. Berbeda dengan minggu pertama di mana sarafnya langsung kram dan kesemutan hebat setelah dua menit, kini Arkan sudah bisa mempertahankan lapisan petir di tubuhnya selama hampir sepuluh menit penuh sambil terus bergerak lincah.

​Sky, yang sedang duduk di bangku penonton bersama Zephyr—elang kristalnya—bertepuk tangan pelan. "Luar biasa, Arkan. Peningkatan kapasitas energi spiritual kamu benar-benar tidak masuk akal. Manusia normal biasanya butuh waktu berbulan-bulan hanya untuk membiasakan saraf mereka menahan tiga puluh persen elemen petir. Petir itu elemen yang paling merusak tubuh kontraktornya sendiri, tahu!"

​Arkan melepaskan resonansi elemennya, membuat percikan listrik di tubuhnya mereda. Dia berjalan ke pinggir arena sambil menyeka keringat di lehernya. "Ini semua berkat latihan konstan, Sky. Tapi... ada satu masalah besar yang muncul sekarang."

​Sky memiringkan kepalanya, sementara Zephyr mengepakkan sayap kristal hijaunya pelan. "Masalah apa?"

​"Volt," Arkan menunjuk ke arah anak serigala itu yang kini sedang merebahkan diri di lantai beton sambil mengembuskan napas berat. "Perkembangan levelnya yang melompat terlalu cepat kemarin malam membuat tubuh fisiknya menuntut nutrisi yang jauh lebih padat. Makanan Astra instan yang aku beli di toko retail akademi sudah tidak mempan lagi. Energi petirnya terus-menerus lapar."

​Sky mengetuk-ngetuk dagunya dengan kipas lipat peraknya, berpikir sejenak. "Hmm, itu wajar. Astra liar yang dipaksa berkembang dengan energi murni memang butuh asupan Inti Elemen Mentah untuk menstabilkan garis darahnya. Kalau di toko resmi akademi, harganya pasti selangit karena kena pajak pemerintah kota. Tapi... aku tahu satu tempat di mana kita bisa mendapatkan yang murah, meski agak sedikit berbahaya."

​Arkan menatap Sky dengan serius. "Tempat apa?"

​Sky tersenyum misterius, matanya berkilat penuh kenakalan. "Pasar Gelap Sektor Bawah. Letaknya di bawah tanah Distrik Komersial. Ayo, mumpung kelas malam ini bebas!"

​Dua jam kemudian, hiruk-pukuk permukaan kota yang gemerlap oleh lampu neon digantikan oleh koridor bawah tanah yang remang-remang dan lembap. Sektor Bawah adalah sisi gelap dari peradaban urban ini, sebuah labirin terowongan beton tua tempat para kontraktor ilegal, penjinak Astra liar, dan pedagang gelap melakukan transaksi tanpa pengawasan dari pemerintah maupun perwakilan 7 Keluarga Elemen Purba.

​Arkan berjalan dengan tudung jaket hitam yang ditarik ke depan, sementara Volt disembunyikan di dalam tas ranselnya, hanya menyisakan celah kecil agar dia bisa bernapas. Sky berjalan di sebelahnya, mengenakan jaket kasual longgar untuk menyembunyikan seragam akademinya yang mencolok.

​Di sepanjang kanan dan kiri terowongan, lapak-lapak pedagang kaki lima memamerkan berbagai macam barang ilegal. Mulai dari potongan tubuh Astra liar tingkat tinggi, tanaman obat terlarang, hingga inkubator selundupan.

​"Pedagang Inti Elemen langganan pengawal keluargaku ada di depan," bisik Sky sambil menunjuk sebuah kios tua yang dijaga oleh seorang pria bertubuh kekar bermata satu.

​Saat mereka berjalan mendekati kios tersebut, langkah kaki Arkan mendadak terhenti di depan sebuah lapak rongsokan yang sangat berantakan. Lapak itu hanya dijaga oleh seorang kakek tua yang sedang tertidur pulas dengan topi rajut menutupi wajahnya.

​Dada Arkan mendadak berdenyut kencang. Saku jiwanya bergetar hebat, memicu rasa panas yang familier. Itu adalah getaran resonansi yang sama dengan yang dia rasakan saat melakukan meditasi di kamar kostnya kemarin malam. Mata Arkan menyapu tumpukan barang rongsokan di atas kain terpal, dan pandangannya langsung mengunci sebuah benda kuno yang tergeletak di sudut belakang.

​Benda itu adalah sebuah fragmen atau pecahan lempengan logam hitam berkarat. Wujudnya sekilas tidak berharga, mirip sampah besi biasa. Namun, di permukaannya, terdapat ukiran sulur-sulur kuno yang sangat identik dengan ukiran yang ada pada kubus logam misterius pemberian orang tuanya!

​Arkan menelan ludah, mencoba menenangkan debaran jantungnya agar tidak memicu kecurigaan. Benda ini jelas memiliki keterikatan asal-usul yang sama dengan kubus logam di kamarnya.

​"Kek," panggil Arkan dengan suara sesantai mungkin, sambil mengetuk meja kayu lapak.

​Kakek tua itu terbangun dengan malas, membuka sebelah matanya. "Apa? Mau cari apa kamu, Bocah?"

​Arkan berpura-pura menunjuk sebuah belati tua yang berkarat di dekatnya. "Berapa harga belati ini? Dan... besi rongsokan di sebelahnya itu?" tangan Arkan dengan santai mengambil lempengan besi hitam bersulur kuno tersebut. Begitu kulit jarinya bersentuhan dengan lempengan itu, Arkan merasakan aliran energi dingin yang halus meresap ke dalam tubuhnya, seolah-olah mengonfirmasi tebakannya.

​"Ah, itu? Itu cuma serpihan besi dari reruntuhan Sektor Liar terjauh yang dibawa pencari rongsokan minggu lalu. Tidak ada energi spiritualnya sama sekali," kakek itu mendengus, kembali membenarkan posisi topinya. "Beri aku lima puluh ribu rupiah, dan kamu bisa bawa keduanya."

​Tanpa berpikir dua kali, Arkan langsung mengeluarkan selembar uang dari sakunya dan menyerahkannya kepada si kakek. Dia segera memasukkan lempengan logam kuno itu ke dalam saku jaketnya dengan hati-hati. Ini adalah petunjuk besar. Fakta bahwa pecahan ini berasal dari Sektor Liar terjauh berarti kubus logam miliknya kemungkinan besar adalah artefak purba dari masa lalu yang terbuang ke dunia modern. Peningkatan wadah jiwanya kemarin barulah awal dari misteri yang jauh lebih masif.

​"Arkan! Ayo ke sini, aku sudah dapat barangnya!" panggil Sky dari kios sebelah, membuyarkan lamunan Arkan.

​Arkan berjalan mendekat dan mendapati Sky sedang memegang sebuah kotak kayu kecil. Di dalamnya, terletak sebuah kristal berbentuk belah ketupat berwarna biru tua yang memancarkan kilatan listrik statis yang murni. Itu adalah Inti Elemen Petir Mentah tingkat rendah.

​"Ini pas banget untuk Volt," ujar Sky dengan mata berbinar, menyerahkan kotak itu kepada Arkan. "Pedagang ini menjualnya setengah harga dari toko retail kota karena tidak punya sertifikat resmi. Tapi energinya murni, aku sudah mengeceknya dengan energi angin-ku."

​"Terima kasih banyak, Sky. Aku benar-benar berutang banyak padamu," ucap Arkan tulus.

​Sky mendengus pelan, wajahnya sedikit memerah di bawah remangnya lampu terowongan. "Ih, apa sih. Kan kita sudah janji mau mengacak-acak turnamen seleksi bulan depan bersama-sama. Oh iya, setelah ini kita harus langsung kembali ke ruang latihan. Aku tidak sabar ingin melihat bagaimana Volt menyerap inti elemen ini setelah wadah spiritualmu meluas!"

​Arkan mengangguk mantap, tangan kanannya menggenggam kotak inti elemen sementara tangan kirinya menyentuh lempengan logam misterius di dalam saku jaketnya. Dengan fondasi spiritual yang terus berkembang, asupan nutrisi baru untuk Volt, dan potongan misteri kuno yang perlahan mulai terkuak, Arkan tahu bahwa satu bulan tersisa sebelum turnamen seleksi akan menjadi masa latihan yang paling krusial dalam hidupnya. Mereka tidak hanya akan siap; mereka akan menjadi anomali yang paling menakutkan bagi seluruh faksi elit di akademi.

1
꧁𖣔⃟⃝⃞𒈙᭄404᭄𒈙⃞⃝𖣔꧂
Salam Segitiga ∆ 🚬🗿
Zapdos: ∆ nguengg~
total 1 replies
Zapdos
Jangan lupa dibaca, Update bab setiap hari!
pukul 12.00 Wib dan 15.00 Wib. Saran dan dukunganmu sangat membantu karya ini menjadi lebih baik!
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!