NovelToon NovelToon
365 Days Wedding

365 Days Wedding

Status: tamat
Genre:Beda Usia / CEO / Diam-Diam Cinta / Crazy Rich/Konglomerat / Romansa / Nikah Kontrak / Tamat
Popularitas:415.3k
Nilai: 5
Nama Author: Haasaanaa

Sebelum baca cerita ini, disarankan untuk membaca Menikahi Duda Impoten. Agar paham dengan alur ceritanya 🥰


Radit mengajak Ghea untuk menjalani pernikahan selama satu tahun. Dengan iming-iming akan membiayai Ghea kuliah jenjang kedokteran. Ghea yang memiliki sedikit rasa kepada Radit akhirnya setuju, tanpa berpikir panjang terlebih dahulu.

Kisah cinta mereka yang rumit dan penuh dengan rintangan sangat membuat hubungan mereka menjadi kuat dan terkadang juga tidak.

bagaimana dengan kisah mereka? ayo follow, Vote, Komentar dan Like ya😆 Agar novel ini bersinar🥰Sederhana gitu kan buat author bahagia hihi😍







Follow IG:authorhaasaanaa
Visual setiap karya saya, ada disana 😉

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Haasaanaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

EP 21

Radit tertawa kencang, ia tidak menyangka akan itu. Ghea menatap Radit malas, kenapa pria itu tertawa? Begitulah batinnya. "Sumpah ya, aku ngga nyangka ternyata aku lah pria pertama yang mendarat di bibir mu" Ucap nya dengan bangga, dan terkesan menyebalkan dimata Ghea. 

Radit bangkit dari tempat tidur, Ghea memerhatikan Radit yang berjalan kearah nya. "Kau mau apa?" Tanya Ghea, ia sedikit panik. Karna juga Radit tidak memakai baju, hanya tersisa celana pendek nya saja. "Kak, jangan macam-macam ya! Ingat dengan perjanjian kita" Ancam Ghea, pria itu hanya tersenyum smirk saja. 

Kini Radit sudah berdiri tepat di depan Ghea, memandang wanita itu dengan intens, Ghea benar-benar gugup. Pikiran nya melayang jauh, membayangkan hal hal yang tidak tidak, apa lagi pikiran itu semakin over kala tangan Radit sudah mendarat di bibir nya. Memberi usapan lembut dan tertawa kecil, "beneran aku yang pertama nih?" Tanya nya. 

Wajah nya seakan-akan merasa lucu dengan kenyataan itu, "iya kak!" Jawab Ghea cepat, Radit tersenyum puas. Ia berdiri di hadapan Ghea dengan tangan yang berkacak dipinggang. "Terimakasih" Ucap Radit lagi, ia duduk di pinggiran ranjang sembari menatap Ghea yang kebingungan dengan sikap nya. 

"Kakak itu aneh sekali!"

"Kalau bibir saja tidak pernah disentuh, apa lagi bawah nya? Astaga.. Radit sadar dengan apa yang kau katakan!" Gumam Radit di dalam hati, ia mengutuk pikiran nya sendiri. 

Radit bukanlah pria penganut pacaran sehat, ia melakukan pacaran secara bebas. Saat pacaran dengan Mayra, pria itu adalah pria kesekian yang merasakan bibir dan tubuh nya. Itu sebab nya, Radit heran kenapa Ghea bisa tidak menganut hal yang sama seperti nya. Mengingat, jaman sekarang yang para remaja seusia nya melakukan pacaran bebas. 

"Aku mau masak deh kak, tidur lagi juga percuma. Udah jam 6" Ucap Ghea, ia merapikan selimut nya dan meletakkan nya di kasur. Radit memerhatikan gerak-gerik Ghea, ia juga tidak bisa tidur lagi. 

"Hari ini jadwal mu padat?" Tanya Radit, Ghea terlihat sedang memikirkan jadwal nya hari ini. "Kelihatan nya iya kak, aku harus ke toko buku untuk membeli sesuatu hal yang aku butuhkan" Jawab nya. 

Radit menarik pipi bagian dalam nya, terlihat sedang memikirkan sesuatu hal. "Kalau tidak padat, aku ingin mengajak mu untuk membeli pakaian. " Ucap Radit, Ghea merasa pakaiannya juga masih sangat bagus. "Aku sakit mata melihat pakaian mu, tapi jika kau sibuk baiklah kita akan melakukan nya lain kali." Lanjut nya, Ghea mengangguk setuju. 

Ghea berlalu pergi untuk ke dapur, menyiapkan sarapan untuk mereka. Tinggallah Radit seorang diri dikamar Ghea, ia memerhatikan kamar wanita itu dengan baik. "Ghea.." Lirih nya, Radit sedikit mengagumimu dengan segala hal yang ada didiri Ghea. "Unik" Ucap nya lagi. 

~

Ghea sudah rapi dan sedang menata bekal untuk Radit, ia menunggu pria itu turun dari kamar nya. Tapi, sedari tadi tidak muncul juga. "Kak!" Panggil nya dengan sedikit berteriak, Ghea takut Lovie keburu datang disaat dirinya belum selesai sarapan. 

Tak lama pria tampan itu menuruni tangga sembari mengancing kemeja nya, ia terlihat sedang terburu-buru. "Aku tidak sempat makan, ada meeting mendadak" Ucap nya, Radit meminum segelas susu yang telah di siapkan oleh Ghea. 

"Kamu berangkat sendiri ya, soal nya Lovie lagi demam. Dan aku tidak sempat mengantar mu" Ucap Radit, Ghea mengangguk mengerti. Radit mengusap rambut Ghea gemas, ia mengambil bekal ditangan Ghea lalu pergi begitu saja. Ghea tersenyum tipis melihat kepergian Radit, setidaknya disaat pria itu sibuk, selalu menyempat kan menghargai apa yang telah Ghea berikan. 

Ghea mengambil tas nya lalu berlalu pergi, ia mencari kendaraan yang bisa mengantar nya sampai kampus. Mengingat tidak ada Lovie hari ini, pasti akan sangat sepi tidak ada Lovie seharian di Kampus. 

Sesampainya Ghea di Kampus, ia duduk di kelas sembari menunggu pelajaran berlangsung. Menatap sekeliling banyak juga teman nya yang baru saja datang, Ghea tidak memiliki teman lain selain adik ipar nya. Ia tidak percaya diri untuk berteman dengan yang lain, mengingat Kampus ini banyak anak orang kalangan atas. Dan Ghea hanya keberuntungan bisa memasuki Kampus ini, itu semua juga karna Radit. 

Ghea membaca buku materi yang akan dibahas hari ini, dari pada melamun tidak jelas. Hingga tiba-tiba Aksa datang dengan membawa kotak bekal ditangannya, "wah kok tumben sendirian aja?" Tanya Aksa, Ghea tersenyum dengan pria itu. 

Aksa duduk disebelah Ghea, ia membuka kotak bekal nya. Ternyata berisi sandwich yang sangat menggoda dimata Ghea, "untuk mu satu, untukku satu" Ucap nya sembari memberi sepotong sandwich nya untuk Ghea. 

Dengan senyum merekah di bibir nya, Ghea menerima dengan baik. "Aku buat sendiri loh, makanan penolong ku, jika aku terlambat bangun" Ucap nya, Ghea sangat suka dengan sandwich buatan Aksa. "Enak.." Puji nya, dengan memberi dua jempol kepada Aksa. 

Pria itu tersenyum puas, karna hasil buatan nya dinilai enak oleh Ghea. Tiba-tiba ia ingat akan tujuan nya menemui Ghea selain untuk makan sandwich bersama, "Ghea.." Panggil nya, seketika Ghea menatap nya dengan mulut yang penuh. 

Aksa ingin tertawa saja melihat nya, Ghea seperti ikan buntal. Aksa mengusap bibir Ghea yang kotor akibat sandwich, hal itu tentu membuat Ghea gugup. Apa lagi Aksa melakukan nya tanpa beban sama sekali, seperti dapat dorongan dari hati untuk melakukan itu. "Kau sibuk setelah kelas?" Tanya Aksa, ia juga gugup melakukan hal itu kepada nya. 

"Seperti nya iya, Aksa. Aku harus ke Toko buku untuk mencari hal yang aku butuhkan" Jawab Ghea, ia mengelap tangan nya dengan tisu. "Aku akan mengantar mu, kebetulan aku juga ingin ke Toko buku." Ujar nya, Ghea merasa tidak enak jika terus pergi bersama pria itu. Mengingat dirinya sudah menjadi istri Radit, dan tidak lajang lagi. 

"Kalau kau tidak mau, aku bisa mengerti kok. Aku tidak memaksa" Ucap Aksa, ia takut terlalu over melakukan pendekatan dengan wanita itu. Takut Ghea ilfil dan malah menjauhi nya, "yaudah Aksa, kita lakukan sama-sama" Ucap Ghea, ia juga tidak enak menolak ajakan pria itu. 

Aksa tersenyum puas, ia sangat senang Ghea tidak menolak ajakan nya. "Baiklah, nanti tunggu saja aku di Halaman parkir. Aku akan menyusul mu" Ucap nya, Ghea mengangguk mengerti. 

Karna kelas Ghea sudah dimulai, Aksa berlalu pergi untuk masuk ke kelas nya sendiri. Dan selalu ada para wanita sekelas Ghea yang melirik tidak suka kearah nya, tentunya merasa iri dengan Ghea. Selalu mendapatkan perhatian khusus dari Aksa, sang idola kampus. 

Ghea merasa tidak peduli, ia menganggap Aksa selayak nya teman tidak lebih. Pria itu juga baik, selalu membantu nya dan ada disaat Ghea membutuhkan nya. Jujur, Ghea tidak tahu dengan perasaan Aksa yang terpendam sangat dalam pada nya. 

1
Shifa Burhan
poin2 masalah dalam novel kalian adalah pemikiran2 egois wanita
*wanita yang menyukai radit akan kalian cap wanita jahat dan murahan yang cintanya menjijikan dan kalian perlakukan sangat kasar
*lelaki yang menyukai Ghea kalian cap lelaki baik2 dan cinta nya tulus dan kalian perlakukan sangat2 lembut

*suami interaksi suami dengan wanita lain kalian anggap kesalahan fatal
tapi semua interaksi istri dengan lelaki lain kalian bela dan benarkan, malah kalian memutar balik fakta jadi suami yang balik salah

*istri cemburu maka suami yang salah karena tidak peka dan bisa menjaga perasaan istri
tapi ketika suami cemburu maka suami juga yang salah karena cemburu buta dan tidak bisa percaya istri

*asas kepercayaan hanya kalian perlakuan jika istri melakukan kesalahan tapi saat suami melakukan kesalahan asas kepercayaan yang kalian bangga2kan hilang entah kemana

dengan pemikiran2 egois kayak gini kalian bangga dengan novel kalian, miris
Syarifah Syarifah
Luar biasa
Liie
ghea mode singa🤣
Liie
🤣🤣🤣
Atiah arini
luar biasa good
Ema bjm
/Facepalm/
Lina aja
lanjut n semangat
Lina aja
y ampun terbayang kan badan kekar tapi pas ngomong mendayu.....walah
Lina aja
ye Radit m ada"j sakit juga
Lina aja
😭😭😭😭🥺🥺🥺🥺
Lina aja
kasian banget Ghea....andai tau yg menimpa Radit
Lina aja
kasian banget ni m Azka....moga ada jodoh terbaik untuk mu
Lina aja
ahk kebiasaan buruk Ghea itu g pernah tanya dulu.....negatif tinkking
Lina aja
parah banget ini pakmil.....ko bisa y thor ikut ngidam gtu
Lina aja
kebawa hamil y gampang tantrum.....ahk suami idaman
Lina aja
y ampun kasian kan Bu Clara yg denger peperangan antara mereka.....hadeuh
Lina aja
hadeuh bumil masih j cemburuan
Lina aja
ulat bulu nya harus di habisi itu
Lina aja
wah klw Danu n lovie jadian.....Radit jadi ipar Danu donk
Lina aja
pasti Mayra ingin mengganggu rumah tangga mereka
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!