Pernikahan berlatar belakang perjodohan terpaksa harus Ares dan Queen jalani meskibtidak ada cinta di antara keduanya, bahkan mereka juga sama-sama sudah memiliki kekasih masing-masing, mereka sepakat untuk menerima perjodohan yang di atur oleh orang tua mereka demi tujuan mereka masing-masing, lantas bagimana Ares dan Queen menutupi rumah rangga mereka yang penuh kepalsuan itu, dan bagaimana kisah cinta mereka dengan pasangan mereka masing-masing, jika ternyata sebuah bencana justru menumbuhkan benih-benih cinta di antara keduanya, yuk ikuti kisahnya di sini ❤️
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon teteh lee, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pasar malam
"I-itu,,, itu istri palsu mu masih berada di sana!" tunjuk Elsa saat mereka samapi di bandara.
Entah suatu kebetulan atau bukan, karena semua penerbangan ke Jakarta mengalami penundaan, sehingga rombongan Queen yang seharusnya sudah terbang sejak satu jam yang lalu itu masih berada di bandara.
Ares berjalan tergesa ke arah Queen yang sedang asik mengobrol dengan Thomas, entah apa yang sedang mereka bicarakan, yang jelas mereka terlihat asik dengan obrolannya itu.
"Hmmm," deham Ares berdiri tepat di hadapan Queen.
Queen yang sedng asik mengobrol lantas mengalihkan perhatiannya pada sosok tinggi yang bediri di hadapannya.
"Mas?" sapanya, sedikit tidak percaya jika akan mereka akan bertemu di sana.
"Aku ingin berbicara dengan mu!" ujar Ares.
"Bicaralah!" jawab Queen santai.
"Berdua, aku butuh kita bicara berdua!" Ares melirik sinis ke arah Thomas yang sejak tadi memperhatikan obrolan mereka berdua.
Ares seakan memberi sinyal pada Queen jika dia tidak mau ada orang asing, dalam hal ini Thomas dalam pembicaraan mereka.
"Ishhh ribet amat, mau ngobrol aja banyak maunya, banyak aturannya." kesal Queen.
"Dia--- siapa dia Queen?" tanya Thomas agak berbisik di dekat telinga Queen membuat Ares merasa tidak senang melihat semua itu.
"Aku suaminya, anda telah mengajak istri orang lain tanpa meminta izin pada suaminya!" tegas Ares yang ternyata mendengar pertanyaan Thomas pada Queen.
"S-suami?" beo Thomas terkejut, dia memang tidak tahu menahu mengenai kabar pernikahan mereka, selain dirinya lama tinggal dan berkuliah di luar negeri, saat dirinya pulang ke tanah air pun dia di sibukkan dengan pekerjaannya yang cukup menyita waktu sehingga jarang berkumpul atau berkomunikasi dengan teman-teman sekolahnya, karena itu dia ketinggalan berita besar tentang pernikahan Queen dan Ares.
"Ishh,,,, sudahlah, ayo kita bicara, sebelum pesawat berangkat!" Queen menarik lengan Ares.
"Baguslah, kita bisa berbicara berbicara di pesawat." kata Ares dengan santainya.
"Mana bisa, lihatlah! Kekasih mu sudah memelototi ku dari tadi, jika sampai kamu duduk di pesawat dengan kumungkin dia bisa mencekik ku, lagi pula aku duduk dengan teman ku." Queen memajukan dagunya ke arah Elsa yang sedang menatap mereka berdua dengan pandangan tidak suka dari kejauhan.
"Teman mu--- dia?" Ares menunjuk Thomas yang juga memperhatikan mereka dari kejauhan.
"Elsa bisa duduk dengan teman mu itu, aku akan mengurusnya. Ada beberapa hal penting yang ingin aku sampaikan pada mu." lanjut Ares seperti tidak menerima bantahan.
*Di pesawat,
Elsa yang di paksa untuk bertukar tempat duduk bersama Thomas mau tidak mau harus menuruti perintah Ares meski melalui perdebatan yang alot dan wajah yang cemberut sepanjang penerbangan, bagaimana dia tidak merasa kesal, liburannya dengan Ares lagi-lagi harus gagal karena Queen, dan lebih dari itu dia juga harus merelakan kekasih tercintanya duduk bersama wanita lain meskipun nyatanya wanita itu adalah istrinya, kali ini dia menyangsikan dengan ucapan Ares yang mengatakan jika Queen istri pura-puranya dan hanya dirinya lah wanita satu-satunya yang di cintai Ares, lantas mengapa yang terjadi sekarang ini seolah dirinya di sisihkan oleh Ares?
"Siapa pria itu?" Ares membuka pembicaraannya, dia sudah tidak kuat menahan rasa kepenasrannya yang sejak tadi dia tahan di dalam dadanya.
"Hanya kakak kelas ku saat sekolah dulu," jawab Queen jujur.
"Kenapa bisa pergi ke sini bareng?" tanya Ares lagi seperti polisi yang sedang menginterograsi tersangka kejahatan.
"Dia bekerja di supermarket tempat aku belanja untuk aku sumbangkan ke warga desa, kebetulan supermarket tempatnya bekerja juga akan mengadakan pengiriman paket sembako ke sana, jadi aku di ajak untuk turut serta sebagai perwakilan salah satu donatur." terang Queen.
"Kenapa tidak membicarakannya pada ku jika akan ke sini, kamu bisa mengatakannya pada ku jika ingin berbagi pada mereka."
"Mas, gak usah ribet deh, kita ini cuma pasangan pura-pura, gak perlu lebay izin-izin segala deh!" kesal Queen.
"Masalahnya kalian datang ke desa dimana sebagian besar mengenali kita sebagai suami istri, dan beberapa perwakilan pegawai pabrik seperti Basir juga beberapa bulan sekali akan datang ke jakarta untuk memberikan laporan dan rapat, bagaimana jika hal ini sampai ke orang-orang kantor ku dan lebih lanjut sampai ke orang tua kita? Bukankah nama mu yang akan jelek karena bepergian dengan pria lain tanpa setahu ku? Kamu tidak tahu bagaimana aku seperti orang bodoh saat para warga mengatakan jika kamu datang ke desa, sementara aku tidak tahu apa-apa!" ujar Ares panjang lebar seperti sedang menyampaikan pidato akhir tahun di kantor, sementara saat di lirik, Queen yang duduk di sebelahnya sudah terlelap karena kelelahan dan mungkin tidak sempat mendengarkan ceramah panjang lebarnya itu..
Jika itu orang lain, sudah dapat di pastikan Ares akan sangat marah karena di abaikan saat dirinya berbicara, dan sepanjan ingatannya, belum pernah ada yang berani mengabaikannya saat berbicara selain Queen si istri pura-puranya itu.
Ares hanya bisa menggelengkan kepanya pelan melihat Queen yang sepertinya sangat kelelahan itu, bahkan tanpa sadar dia meraih selimut dari hadapannya dan memakaikannya pada tubuh Queen.
Gadis yang baru beberapa minggu di kenalnya dan sudah menjadi istrinya itu seakan punya daya magnet tersendiri yang membuat sekuat apapun Ares menghindar dan menutup hatinya rapat-rapat untuk Queen, tetap saja dia tidak bisa menghilangkan rasa ketertarikannya pada Queen, meski sampai saat ini dia tidak pernah tahu hal apa atau bagian tubuh mana, sifat apa yang membuat dirinya tertarik pada gadis bernama Queen itu.
Bahkan lebih dari setengah jam Ares betah menatap wajah Queen yang terpejam dengan nafas yang teratur, sampai tiba-tiba Queen terbangun dari tidurnya dan Ares cepat-cepat mengalihkan pandangannya ke arah lain.
Queen merasa heran karena tubuhnya kini sudah di tutupi selimut, menoleh pada Ares.
"Bukan aku, tadi pramugari yang memakaikannya!" elak Ares berbohong.
"Maaf, sepertinya aku ketiduran saat kita sedang berbicara tadi, aku sangat lelah, sekarang kita bisa mulai berbicara lagi, aku tidak akan tertidur." kata Queen.
"Aku sudah tidak mood untuk membicarakannya lagi, yang jelas, setelah ini aku minta kamu harus izin kemana pun kamu pergi, titik! Tidak ada alasan apapun!" ketus Ares.
"Bahkan izin untuk bertemu kekasih ku?" tanya Queen.
"Kekasih mu yang mana, yang ini atau yang kemarin sedang---" Ares tidak melanjutkan ucapannya, dia ingat terakhir kali, saat mereka membicarakan masalah Reza saat itu pula hubungan mereka mulai tidak baik lagi karena Queen merasa tidak suka kekasihnya itu di jelek-jelekan.
"Kamu pikir aku apa? Kekasih ku ya cuma satu, Thomas hanya kakak kelas ku, kami berteman baik saat sekolah, dan kebetulan ayahnya adalah teman papa ku." urai Queen menjelaskan.
"Ya kali, bukankah gadis-gadis seusia mu sedang senang-senangnya mengoleksi kekasih biar di bilang keren dan populer." cibir Ares.
"Ishhh,,, mana ada seperti itu, aku mah setia orangnya, cukup satu pria saja, gak mau koleksi banyak kekasih, nanti di hati ku malah ramai kayak di pasar malam!" jawab Queen yang entah mengapa jawaban jika Queen hanya setia pada Reza seakan membuat hati Ares merasa tidak nyaman dan sedikit kecewa.
"Ahh,,, yang benar saja,,,mengapa aku merasa tidak senang mendengar itu semua?" gerutu Ares dalam batinnya.
katanya reza brandalan dan memanfaatkan quin.. lalu apa bedanya dg ares laki2.brenhsekmdan tdk bertanggungjawab.. selingkuh pula.. bukannyaembaea istei ke jalan yg benar malah menjerumuskan..
kau melaknat pelakor dan membinasakannya kayak bukan manusia
tapi kau begitu spesial kan pebinor thomas
*Thomas bisa merasakan tubuh queen
*queen sangat lembut dan pengertian dengan Thomas
*Thomas berkali merendahkan bahkan melecehkan harga diri suami queen dan queen diam saja
author ini kelakuan menjijikan lelaki yang begitu kau spesial kan di novel ini(Thomas)
*penjahat
*lelaki murahan yang nyesek sana sini
*lelaki menjijikan yang membayangkan tubuh istri orang
*lelaki menjijikan yang menjamah tubuh istri orang dengan ancaman
lelaki kayak begini yang kau spesial kan thor, miris polah pikirmu thor
pola pikir wanita dan istri jablay mereka akan kebaaperan dengan pria lain yang suka padanya, bahkan jika lelaki itu menghalalkan tubuh nya bahkan sampai menjamah tubuh, istri kayak gini tetap akan lembut pada pria itu, dan kalau wanita2 kayak gini berkarya buat novel jadi novel2 kayak gini yang sangat memuja2 pebinor, begitu lembutnya merekan memperlakukan pebinor bahkan mereka biarkan pebinor menjamah tubuh pemeran utama wanita (sudut pandang authornya)
ingat novel kalian adalah cerminan karakter kalian