NovelToon NovelToon
SUAMI BAJINGAN

SUAMI BAJINGAN

Status: tamat
Genre:Cinta pada Pandangan Pertama / Nikahmuda / Selingkuh / Beda Usia / Tamat
Popularitas:10.3M
Nilai: 4.7
Nama Author: J.E.A strange

"WARNING"

NOVEL INI MENGANDUNG BAWANG.

Kalau Anda punya penyakit jantung, darah tinggi, emosional atau anda masih jomblo atau belum menikah. Aku sarankan jangan membaca Novel ini. "BAHAYA"


Novel ini berlatar belakang Indonesia dan Barat, Tetapi latar belakang lebih banyak Barat. Kalian tahu kan kehidupan di barat seperti apa jadi bijaklah dalam berkomentar, komentar anda kasar aku block. Kalau tidak suka tidak perlu di baca. Simple kan!!

Tanda plus aku hilangkan agar bacanya tidak melompat. Maaf juga novel ini khusus bagi mereka yang sudah berumah tangga.

Di usianya yang masi belia yang masih membutuhkan kasih sayang dari orang tuanya,dia harus meninggalkan rumah akibat dari kekejaman mamanya.

Jessica gadis berusia lima belas tahun yang berparas cantik akhirnya pergi meninggalkan rumah orang tuanya dan pergi dengan pria asing yang baru saja dia kenal.

Perkenalan Jessica dengan pria asing ini di awali saat Jessica hendak masuk kedalam tokoh, saat itu langkahnya terhenti ketika melihat seorang pria asing berwajah tampan sedang kebingungan.

Jessica menawarkan bantuan pada pria asing itu. Pria asing itu bernama Carlos dan usianya 30 tahun. Jessica membantunya dengan menjadi guidenya, karena kebetulan Jessica pintar berbahasa Inggrish.

Keterlambatannya pulang kerumah membuat mamanya memukul Jessica dengan begitu kejam, dan akhirnya dia pergi meninggalkan rumah orang tuanya dan pergi bersama Carlos.

Saat bersama Carlos kehidupan Jessica berubah.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon J.E.A strange, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Flashback tidak sanggup

Mereka berhasil membawa Alden, Garry langsung melajukan kendaraannya, sedangkan Albert  menelepon Mike.

“Mike, Alden sudah bersama kami,” info Albert dia nampak senang karena strateginya berhasil.

“Bagus, Albert. Bawa dia ke peternakan!” perintah Mike dari ujung telepon.

“Baik, Mike.” Albert menutup telepon. “Garry kita kepeternakan.” Garry menganggukan kepala kemudian mengarahkan mobil sesuai perinta Albert.

Carlos dan Mike juga langsung mengarahkan kendaraan mereka ke peternakan. Dia dalam mobil terlihat Carlos tidak tenang.

“Marco lebih cepat lagi!” perintah Carlos, dia tidak sabar lagi ingin melihat orang yang sudah membunuh adiknya.

 Setiba di peternakan mereka turun dan masuk ke dalam rumah. Sedangkaan rombongan Albert belum datang, Carlos dan Mike masih menunggu di dalam. Sesekali mata Carlos menengok keluar.

“Carlos duduklah, jangan gelisah begitu tenangkan dirimu,” ujar Mike karena melihat Carlos dari tadi mondar-mondir di depannya.

“Aku tidak sabar lagi, Mike.” Carlos terlihat sangat geram, dia mengepalkan tangannya lalu duduk kembali.

“Tenangkan dirimu, Carlos.” Mike tidak ingin Carlos lepas kendali saat melihat Alden.

Carlos menganggukan kepala, lalu dia melihat ada cahaya lampu mobil sedang masuk ke peternakan.

“Itu pasti mereka.” Carlos langsung pergi membuka pintu.  Dan benar saja itu mobil yang digunakan oleh Rick dan Albert.

Mike ikut keluar dan melihat Rick dan Albert sedang mengangkat Alden, Mike langsung menghampiri mereka.

“Bawah dia ke gudang belakang!” perintah Mike seraya memperhatikan Alden yang belum sadarkan diri.

Anak buah Mike membawa Alden ke gudang, di ikuti oleh Carlos dan Mike. Mereka mendudukan Alden di kursi lalu menyiramnya dengan air karena pria itu belum sadarkan diri.

Alden terkejut dia ingin melihat siapa mereka tapi kedua matanya di tutup serta kaki juga tangan di ikat. Dia mulai mengingat-ingat kejadian di club bersama Albert.

Rick membuka tutup mata Alden, kemudian Alden menatap satu persatu orang yang ada di dekatnya. Matanya tertuju kepada Albert, dia terlihat sangat marah.

“Bangsaaat kamu, Albert. Ternyata kamu menjebakku,” umpat  Alden dengan geram sambil menatap Albert dengan tajam.

“Maaf, Alden. Aku harus melakukannya karena mereka sudah ku anggap keluargaku,” ujar Albert tanpa ada rasa salah sekalipun.

“apa lagi tuan Federico sangat baik, jadi apapun akan aku lakukan,” ungkap Albert dengan tersenyum puas kepada Alden.

Alden menatap marah kepada Albert, lalu Mike menghampiri Alden. Dia menarik kursi dan duduk  tepat di depan Alden.

“Bukankah tuan Federico sudah berbaik hati pada mu?” tanya Mike dengan menatap tajam kepada Alden.

“Bukankah tuan Federico pernah menolongmu? Dimana rasa terima kasihmu terhadap tuan Federico,” pekik Mike sehingga Alden terkejut. nampak  wajah Mike merah karena menahan emosi.

“Tega sekali kamu membunuh anaknya.” Alden menjadi bingung karena di tuduh membunuh Dario.

“Maaf, Tuan. Aku tidak membunuh anak tuan Federico. Aku pun tidak tahu kalau Dario anak tuan Federico,” celetuk Alden.

“Malam itu seseorang menyuruhku untuk menghampiri Dario, dia meminta aku membawa Dario padanya,” ungkap Alden dengan wajah terlihat khawatir.

 “Aku pikir dia hanya ingin berbincang dengannya, lalu aku mendekati Dario dan berbisik padanya.” Mike dan Carlos mendegarkan semua penjelasan Alden.

“Aku mengatakan kalau ada yang ingin bertemu dengannya lalu Dario mengikutiku,” jelas Alden lalu dia menundukan kepalanya. Dia tidak tahan dengan tatapan Carlos kepadanya.

“Lalu apa yang terjadi?” Mike masih bertanya dia ingin Alden menjelaskan semuanya kepada mereka.

“Aku membawa Dario keluar lewat pintu belakang dan disana mereka sudah menunggu kami.” Kembali Alden menceritakan kepada Carlos juga Mike malam kejadian itu.

“Aku dan Dario masuk kedalam mobil, tiba-tiba mereka menodongkan senjata kepada Dario. lalu kami di bawah kesuatu tempat,” jawab Alden dengan jujur.

“Aku ingin tahu, siapa orang yang menyuruhmu itu?” Tanya Mike dia penasaran siapa aktor di balik kematian Dario.

“Tuan pasti mengenalnya, semua orang juga mengenalnya,” jawab Alden. Dia masih takut untuk menyebutkan namanya orangnya.

“ Iya katakan siapa dia?” hardik Mike dengan marah.

“Dia seorang pejabat di kota ini, namanya tuan Rolland.” Carlos terkejut mendengar nama pria itu lalu dia mengambil kursi dan duduk di depan Alden.

“Oh, dia? Aku melihat dia datang ke pemakaman adikku. Kamu tahu Alden, Dario itu adik kesayanganku,” ujar Carlos dengan geram.

“Aku tak peduli, siapapun dia akan ku habisi. Katakan apa yang terjadi saat kalian tiba di tempat itu?” tanya Carlos dengan menatap tajam kepada Alden.

“Saat tiba, kami melihat Tuan Rolland dan rekannya sudah menunggu. Mereka membawa Dario ke dalam ruangan, tangannya diikat ….” Alden terhenti.

“Tunggu-tunggu,” sela Carlos. “Siapa dua rekan tuan Rolland itu, apakah kamu mengenalnya?” tanya Carlos penasaran

“Maaf, Tuan. Aku tidak mengenal kedua rekan tuan Rolland, tapi aku punya rekamannnya mereka,” beber Alden.

“Rekaman apa?” tanya Mike dengan mengerutkan dahi.

“Um ... begini, Tuan. Tanpa sepengetahuan mereka aku merekam semua yang tuan Rollan dan rekanya lakukan pada adik anda.” tutur  Alden, dia berharap dengan adanya rekaman itu bisa membuat mereka percaya kepadanya.

“Mengapa kamu merekamnya?” tanya Carlos dengan heran.

“Untuk menjaga diriku. Kalau suatu waktu mereka mengancamku, rekaman itu bisa aku gunakan sebagai senjata,” jawab Alden.

“Maaf, Tuan. Malam itu sebenarnya aku tidak tega melihat adik Anda, tapi aku tidak bisa berbuat apa-apa.” Alden menundukan kepala, nampak penyesalan di wajahnya.

“Pengawal mereka banyak dan bersenjata, aku tidak tau kalau kejadian akan seperti itu. aku sangat menyesal Tuan.” Mike dan Carlos saling tatap, mereka belum percaya sebelum melihat rekaman itu.

“Dimana kamu simpan rekaman itu?” tanya Carlos lagi.

“Ada di tempat tinggalku, Albert tahu dimana aku tinggal. Kalian bisa mengambilnya.” Alden berharap dengan rekaman itu dia bisa bebas dari mereka.

“Albert kamu masih ingat tempat tinggal Alden?” tanya Carlos seraya menatap Albert.

“Masih, Carlos.” Kebetulan Albert sering bermain di tempat tinggal Alden

“Kalau begitu segera kesana dan ambil rekaman itu!” perintah Carlos dengan tegas. Dia segera ingin tahu apa isi dari rekaman itu.

“Albert kuncinya ada di saku celanaku,” ujar Alden lalu Carlos meraba saku celana Alden. Dia menemukan kunci dan memberikan benda itu kepada Albert.

“Kamu letakkan dimana rekamannya, Alden?” tanya Albert sambil mengambil kunci dari tangan Carlos.

“Rekaman itu aku sudah simpan di SD card dan aku tempelkan di bawah laci meja di kamarku,” jawab Alden. Kali ini wajah terlihat tenang karena melihat Carlos dan Mike tidak menampakan amarah lagi.

“Terima kasih, Alden,” ucap Carlos seraya berdiri.

“Tuan, maafkan aku. Kalau aku tahu kejadiannya seperti itu, tidak akan ku turuti permintaan mereka, satu lagi tuan ….” Alden ragu-ragu untuk berbicara.

“Apa Alden?” tanya Carlos seraya duduk kembali karena seperti menyembunyikan sesuatu.

“Lebih baik Anda jangan melihat video itu.” Carlos menatap Alden dengan wajah kebingungan, dia penasaran dengan ucapan pria itu.

“Kenapa?” tanya Mike dengan heran.

“Aku rasa kalian tidak akan sanggup melihat video itu, lebih baik lihat saja siapa rekan tuan Rolland itu.” suasan menjadi hening setelah mendengar apa yang di katakan oleh Alden

Carlos dan Mike saling pandang, Carlos jadi tidak sabar ingin melihat video itu. Apa yang mereka lakukan terhadap adiku? Tanya Carlos dalam hati.

Dia keluar dan menyalakan rokok, Carlos berjalan mondar-mandir di luar lalu Mike menghampirinya dan memberikan minum.

“Sabar, Carlos. Kita akan mendapatkan orang itu dan akan ku habisi mereka,” ujar  Mike sambil memegang bahu Carlos.

“Iya,” sahut Carlos sambil meminum minuman yang di berikan Mike.

Sambil menunggu Albert, Carlos duduk diluar dan melayangkan pandangannya ke langit. Tidak ada bulan maupun bintang di sana. Hanya ada awan gelap, sesuai dengan suasana hatinya.

Tidak lama kemudian Albert dan anak buah Mike tiba, Carlos langsung berdiri dan mendekati Albert.

“Kamu menemukannya?” tanya Carlos

“Iya, aku menemukannya,” jawab Albert sambil menunjukan kartu itu. Carlos langsung mengambilnya dan berlari ke dalam.

“Mike ini memory cardnya.” Carlos memberikan rekaman itu pada Mike.

Mike berdiri lalu menyuruh anak buanya untuk mengambil laptop di mobil. Smentara Carlos, jantungnya mulai berdebar, dia ingin sekali melihat siapa rekan Tuan Rolland itu.

Carlos menarik nafas panjang. Tenang Carlos. Gumam Carlos dalam hati dia berusaha menenangkan diri untuk melihat video itu.

Anak buah Mike masuk sambil membawa laptop dan memberikannya kepada Mike. Dengan cepat Mike langsung menghidupkannya.

Carlos mondar mandir sambil merokok, dia merasa tidak tenang. “Videonya seperti apa?” tanya Carlos dalam hati. Mike memperhatikan Carlos

“Carlos duduklah dan tenangkan pikiranmu. Marco ambilkan minum untuk Carlos,” perintah Mike  saat melihat Carlos seperti orang gelisah.

“Sebentar, Carlos.” Marco ke dalam rumah dan mengambilkan minuman untuk Carlos. Tidak berselang lama dia kembali sambil membawa Red Wine.

“Ini, minumlah. Anda harus tenang,” saran Marco sambil memerikan gelas kepada Carlos.

Mike memasukan memory card ke laptop lalu dia mencari rekaman itu, sedangkan Carlos tidak ingin melihatnya. Dia keluar dan berjalan mengitari peternakan, salah satu anak buah Carlos mengikutinya.

“Anda tidak ingin melihat rekaman itu?” tanya Garry sambil berjalan di belakang Carlos.

“Tidak, Garry. Aku tidak ingin,” jawab Carlos sambil menghisap rokok dan menyemburkan asap keluar dari mulutnya. Tiba-tiba terdengar suara teriakan Mike.

“Bajingan … bangsat! Ah … ku bunuh kalian, akan aku habisi kalian.” Carlos mendengar Mike menangis, dia menutup telinganya lalu Rick menepuk bahu Carlos.

“Rick siapa dua orang itu?” tanya Carlos dengan wajah yang sedih.

“Anda mengenal mereka,” jawab Rick tanpa memberi tahu nama kedua orang itu.

“Iya siapa, Rick?” tanya Carlos dengan kesal.

“Bernard dan Calvin, mereka berdua rekan bisnis Tuan Federico.” Wajah Carlos langsung berubah mendengar kedua nama itu.

“Rick selidiki keluarga Bernard dan Calvin!” perintah Carlos.

“Baik, Carlos.” Rick langsung meninggalkan Carlos.

Carlos masuk ke ruangan, matanya sempat menangkap video itu. Dia sempat melihat adiknya di tembak dengan cepat Carlos berbalik dia tidak sanggup untuk melihatnya.

Mike menghampiri Carlos lalu memeluknya, dia tahu perasaan Carlos saat melihat sekilas adiknya di tembak. Dia saja begitu emosi saat menonton rekaman itu, apalagi Carlos.

“Kita akan membalas perbuatan mereka melebihi dari itu,” bisik Mike telinga Carlos.

“Iya, kita akan membalasnya. Apakah yang di katakan tim Forensik itu benae?” tanya Carlos  lalu Mike lebih memeluk erat tubuh Carlos.

“Iya, Carlos itu benar,” jawab Mike dengan suara yang pelan.

“Siapa yang melakukannya?” Kembali Carlos bertanya, dia ingin tahu siapa saja yang sudah melakukan pelecehan kepada Dario.

“Rolland, Bernard dan Calvin. Kita akan membalasnya Carlos.” Carlos hanya menganggukan kepala.

Aku sudah menduga waktu mereka datang memberikan ucapan belasungkawa.” Kata Carlos dalam hati.

Selamat Membaca

Terima Kasih

1
Lady queen
acel baik suka berbagi kepada parkir miskin,tidak pernah buat ulah syurga menantimu acel
inces worr
kok aku yg nangis ya melihat Carlos minta maaf, Karena manusia tidak ada yang sempurna,semua pasti ada kesalahan dalam hidup..
inces worr
klo Jessica masih terima berarti Jessica benar bodoh.
inces worr
sumpah aku tidak berhenti menangis membacanya.sangat disayangkan keluarga harmonis berujung dgn perceraian,aku jadi ingat dgn kehidupan nyata ku yg sangat pilu.. author kau berhasil membuat ku meneteskan air mata ku.
inces worr
dasar lelaki hifer sex kampang kau Carlos 👊👊👊👊
inces worr
aku ikut nangis Thor 😭😭
yos helmi
Luar biasa
GOD BLESS
logan byk cara membalas dendam tidak harus mengorbankan keluargamu. memang dasar kau penjahat kelamin suka celup sana sini ambil kesempaatan. pria yg tak setia. cintamu pd cella itu cuma cinta nafsu. dan klo benar feeling saya, eduardo pastiny adiknya logan. eduardo anak paman miguel.
GOD BLESS
reagen srigala berbulu domba. demi keluarganya mike akhirny menghianati carlos. otak mike dicuci oleh reagen dan sonia
GOD BLESS
mantap hanya andrew yg kuat imannya tidak tergoda sedikitpun. walau tau nikah pura2 andrew tidak mengambil kesempatan. jessica sdh spt wanita murahan. ktnya sex bkn no.1 tp setelah cerai sm carlos msh berhubungan sex smpe hamil😏🙄
GOD BLESS
makanya jessica, klo ada masalah diselesaikan, bicara baik2, temukan kebenarannya, bukan pake emosi lalu percaya dgn pemikiranmu sendiri. umur mu sdh 29 thn sdh byk suka duka bersama suamimu, anak sdh 3 berpikir dewasa la, jgn dikit2 lari dri mslh, hadapi.
ari
kog di ulang episode ini?
Jea_03: gak di lanjut kak hubungi wa ku saja untuk E-Booknya, Gratis
total 1 replies
Jea_03
UNTUK KELANJUTAN CELLA DAN LOGAN HUBUNGI SAJA NOMOR WA YANG SUDAH TERTERA DI ATAS GRATIS E-BOOKNYA.
Dwi Novritasari
keren ceritanya
Dwi Novritasari
apakah Edoardo akan selamat
ari: selamat dr apa ya?
total 1 replies
Helen Emeli
thor semoga edoardo mau melepaskan cella utk kembali bersama logan dan mau mengerti knp smpe logan seperti itu krn dendam atas kematian org tuanya oleh kel dylla yg membunuh mereka didpn logan sendiri.
noname: lanjut thor
total 1 replies
Helen Emeli
ya thor jgn biarkan cella nikah dg edoardo,biar mereka selesaikan dulu kesalahpahaman yg blom terselesaikan dgn baik ttng logan dan dyla walaupun sdh bercerai dan logan sm cella bisa bersatu lagi dlm kehidupan rmh tangga mereka thor.
Alfatia Desi
Benar cell suatu saat kamu akan mencintai edoardo karna terbiasa dengan perhatiannya dan lupakan logan yg pasti tidak akan berubah apalagi sekarang punya kelainan
ari: benar itu Cella apalgi Logan sering gonta ganti wanita tkut ada penyakit nanti
total 1 replies
Helen Emeli
thor batalkan pernikahan cella sm edoardo ya,biar cella kembali sm logan seperti dulu kumpul dg anak"nya,krn mereka ber 2 msh saling men cintai.
Helen Emeli
0ayo cella klo ga ada rasa cinta ke edoardo jgn lanjutkan pernikahan ini,kembalilah kepd logan,jgn smpe mommy dan daddy tau.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!